Contoh Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri & Struktur

Pernahkah kamu membaca sebuah teks yang menjelaskan tentang asal usul suatu peristiwa atau fenomena? Atau pernahkah kamu membaca teks yang sifatnya cukup ilmiah tapi masih sangat mudah dan enak untuk dibaca? Ya, bisa jadi kamu membaca teks eksplanasi.

Namun, apa sih sebenarnya teks eksplanasi tersebut? Apakah sama dengan jenis teks yang lain? Bagaimana pengertian, ciri, struktur, dan contohnya? Untuk menjawab itu semua, kamu perlu membaca tulisan ini sampai tuntas, ya!

Pengertian Teks Eksplanasi

Pengertian teks eksplanasi
Sumber foto: Free-Photos dari Pixabay

Secara bahasa, eksplanasi berasal dari kata bahasa Inggris yaitu explanation yang artinya penjelasan atau keterangan. Walaupun pengertian secara bahasa itu singkat, tetapi teks eksplanasi pun memiliki makna dan ciri yang lebih detail.

Menurut Mark Andersin dan Kathy Anderson, teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenal bagaimana dan mengapa suatu hal dapat terjadi. Dalam pengertian tersebut, teks eksplanasi berisikan proses bagaiaman sesuatu bisa terjadi secara bertahap dan bagaimana penyebab sesuatu itu bisa terjadi.

Menurut Djatmika (2015:67) Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses-proses atau tahap-tahap proses yang menjadi bagian dari sebuah formasi atau pembentukan atau kejadian suatu hal atau fenomena baik yang sifatnya alami, sosiokultural, maupun yang mangalami campur tangan manusia.

Pengertian tersebut pun serupa oleh Kosasih (2018:114) yang mengatakan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan suatu peristiwa alam, peristiwa sosial dan budaya,  ataupun perisitiwa pribadi.

Dari beberapa pengertian teks eksplanasi di atas, dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi adalah teks atau narasi yang berisi tentang penjelasan mengenai bagaimana dan mengapa suatu hal peristiwa, atau fenomena dapat terjadi. Tujuan teks eksplanasi ialah untuk memberitahu pembaca tentang fenomena tersebut. Teks eksplanasi juga dapat digunakan untuk menjelaskan laporan penelitian.

Ciri Teks Eksplanasi

Ciri Teks Eksplanasi
Sumber foto: Gerd Altmann from Pixabay

Menggunakan Istilah-istilah Teknis

Istilah teknis ialah istilah-istilah yang berhubungan dengan bidang tertentu. Jika teks tersebut menjelaskan tentang fenomena gempa bumi, itu berarti teks tersebut akan didominasi menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan gempa bumi. Namun, adapula teks eksplanasi yang menambahkan istilah populer untuk menjangkau pembaca awam sehingga mudah untuk dimengerti.

Menggunakan Kalimat Aktif dan Pasif

Dalam teks eksplanasi akan dijumpai jenis kalimat aktif maupun pasif. Kalimat aktif adalah subjeknya melakukan perbuatan sesuai predikat verbalnya kata kerja dan biasanya menggunakan imbuhan me-. Sedangkan kalimat aktif adalah subjeknya merupakan tujuan dari perbuatan sesuai predikat verbalnya dan biasanya menggunakan imbuhan di-.

Menggunakan Kalimat Tanya (Introgratif) dan Kalimat Berita (Deklaratif)

Ciri berikutnya ialah teks eksplanasi akan mengandung kalimat tanya yang memuat makna pertanyaan dan juga mengandung kalimat berita yang memuat makna pernyataan. Contohnya ialah, mengapa matahari terbit dari barat? Matahari terbit dari barat karena adanya rotasi bumi.

Menjawab Pertanyaan Bagaimana

Kata tanya ‘bagaimana’ membutuhkan jawaban berupa proses terjadi. Teks eksplanasi ditulis untuk menjelaskan suatu fenomena atau peristiwa, maka dari itu, pertanyaan ‘bagaimana’ adalah ciri khusus dari teks ini. Dengan begitu, penulis teks eksplanasi dianjurkan untuk menguasai bidang yang ditulis. Misalnya, teks eksplanasi tentang proses gempa bumi sebaiknya ditulis oleh ahli geologi.

Menjawab Pertanyaan Mengapa

Ciri dari teks eksplanasi lainnya ialah identik dengan pertanyaan ‘mengapa’. Karena kata tanya tersebut dapat memaparkan tentang penjelasan sebab-akibat/kausalitas yang terdapat pada teks.

Berdasarkan Hasil Penelitian Ilmiah

Yang membedakan teks eksplanasi dari yang lain ialah teks tersebut ditulis berdasarkan hasil penelitian. Sehingga tulisan pada teks eksplanasi sangat kredibel atau meyakinkan karena disertai data yang bersumber dari referensi ilmiah.

Struktur Teks Eksplanasi

Struktur Teks Eskplanasi
Sumber foto: Gerd Altmann dari Pixabay

Pada umumnya, struktur teks eksplanasi sama seperti yang lainnya yaitu ada pendahuluan, isi, penutup. Hanya saja, yang membedakan ialah pada pendahuluan terdiri dari pernyataan umum, pada bagian isi berupa penjelasan proses/deretan penjelasan, dan penutup terdiri dari kesimpulan.

Pernyataan Umum

Pernyataan umum berisi gambaran umum suatu aspek atau peristiwa. Dalam bagian ini pembaca dapat mengetahui gambaran isi teks, misalnya teks tersebut menjelaskan terjadinya hujan, pelangi, atau puting beliung.

Deretan Penjelas

Pada bagian ini terdapat proses sekaligus hubungan sebab-akibat peristiwa dijelaskan. Penjelasan tersebut bertujuan untuk menjawab pertanyaan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ sesuatu terjadi. Pada bagian ini pun pembaca akan menjumpai banyak istilah teknis yang berguna untuk menjelaskan proses peristiwa atau fenomena.

Simpulan

Bagian akhir pada teks yang berisi kesimpulan dari bahasan utama dalam teks. Bukan hanya itu saja, terkadang penulis juga dapat menyisipkan pandangan terhadap peristiwa yang dijelaskan pada bagian ini. Pandangan atau pendapat tersebut tetap hasil kesan berdasarkan pengamatan terhadap fenomena yang terjadi.

Contoh-contoh Teks Eksplanasi

Eksplanasi Fenomena Alam

Proses Terjadinya Hujan

Dalam KBBI, hujan adalah titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan. Hal itu sejalan dengan pengertian hujan pada umumnya yaitu jatuhnya air dari awan ke bumi.

Pada mulanya hujan berasal dari beberapa sumber air yang ada di bumi, seperti air laut, aisu sungai, air danau, dan air waduk. Selain beberapa kelompok air tersebut, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda lain yang mengandung air.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau istilahnya ialah evaporasi akibat terkenal panas matahari. Air yang menguap melayang ke udara, lalu bergerak menuju awan yang tinggi. Di awan uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin, awan-awan tersebut dapat bergerak, baik vertikal, horizontal, maupun diagonal.

Akibat embusan angin, awan-awan membesar menuju atmosfer bumi yang suhunya rendah atau dingin. Kemudian, awan-awan tersebut membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin, butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan, proses ini ialah proses presipitasi. Es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air. Namun, jika suhunya sangat rendah, es atau salju akan tetap turun sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es, tetapi juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan menjadi proses alam yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.

Gejala Vulkanisme

Vulkanisme adalah peristiwa yang sangat berhubungan dengan pembentukan gunung api. Secara asal usul kata, vulkanisme berasal dari kata Vulkanimus yang merupakan nama pulau. Vulkanisme bisa pula dikatakan sebagai pergerakan magma di kulit bumi (litosfer) menyusup ke lapisan lebih atas atau ke luar permukaan bumi. Dapat disimpulkan, vulkanisme itu mencakup peristiwa instrusi magma dan ekstrusi magma.

Peristiwa instrusi dan ekstrusi tersebut bisa juga disebut sebagai gejala vulkanisme. Instrusi magma adalah proses terobosan magma ke dalam lapisan kulit bumi (litosfer), tetapi tidak sampai ke luar dari permukaan bumi. Contoh daru instrusi magma ialah seperti batolit (batuan beku yang terbentuk dalam dapur magma), lakolit (batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya seperti lensa cembung), sills (sisipan magma yang membeku di antara dua lapisan dan tidak cembung), gang (batuan yang memotong lapisan litosfer berbentuk pipih), apofisa (gang yang relatif kecil), dan diatrema (batuan pengisi pipa letusan)

Sedangkan ekstrusi magma ialah peristiwa menyusupnya magma ke luar permukaan bumi yang menyebabkan terjadinya vulkano atau gunung api. Contoh dari ekstrusi magma adalah erupsi atau letusan gunung api.

Eksplanasi Fenomena Sosial

Fenomena Korupsi

Korupsi memiliki arti busuk yang berasal dari bahasa Latin yaitu corruptio. Istilah korupsi adalah tindakan ilegal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada orang atau kelompok untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Berdasarkan hukum di Indonesia, tindak pidana korupsi memenuhi beberapa unsur. Pertama, perbuatan melawan hukum. Kedua, penyalahgunaan wewenang, kesempatan, atau sarana. Ketiga, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Keempat merugikan keuangan atau perekonomian negara.

Bentuk tindak korupsi bermacam-macam. Memberi atau menerima hadiah dari pihak tertentu dikategorikan sebagai suap. Tindakan penggelapan dalam juga termasuk korupsi. Selain itu pemerasan pejabat merupakan bentuk lain tindak korupsi. Penerima gratifikasi bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara juga dianggap sebagai tindak korupsi.

Korupsi merupakan tantangan serius terhadap pembangunan. Pembangunan akan terhambat jika korupsi di suatu negara merajalela. Oleh karena itu, pelaku korupsi harus bertindak tegas demi kemajuan negara.

Fenomena PHK

Pemutusan Hubungan Kerja atau disingkat PHK akan berdampak langsung kepada pengangguran. PHK dapat dikatakan sebagai penghentian kontak kerja antara karyawan dan perusahaan. Hal itu dijelaskan pula oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 BAB I Pasal 1 ayat 25.

PHK yang secara tidak sukarela biasanya terjadi dikarenakan beberapa faktor. Hal tersebut dikarenakan masalah di dalam perusahaan ataupun di luar perusahaan. Faktor di dalam perusahaan misalnya pengurangan karyawan, perusahaan yang gulung tikar, ataupun hal lainnya. Sedangkan faktor dari luar perusahaan biasanya karena kebijakan pemerintah, krisis ekonomi atau karena adanya pandemi.

Perusahaan yang memecat karyawannya wajib memberikan pesagon sesuai dengan UU ketanagakerjaan. Secara formal pun, perusahaan harus membuat surat PHK yang ditandatangani langsung oleh pemilik perusahaan.

Eksplanasi Ilmu Pengetahuan

Senjata Biologis

Senjata biologis adalah senjata yang bisa menyebarkan zat mikrobiologi dan toksin. Berbeda dengan senjata fisik lainnya, senjata ini sangat ditakuti karena memang sangat berbahaya. Hal tersebut pun bisa menyebarkan virus, bakteri, ataupun jamur yang dengan cepat bisa merusak sistem manusia, hewan ataupun tumbuhan.

Penyebaran mikroba-mikroba beracun ke sasarannya dapat menggunakan berbagai cara, misalnya dalam bentuk bubuk yang dimasukan ke dalam amplop surat, seperti yang terjadi di AS. Bisa juga disebarkan dengan pesawat baling-baling penyemprot obat antihama, yang banyak dipakai di lahan pertanian. Dapat juga dengan cara yang lebih canggih, yaitu dengan menggunakan bahan peledak atau dipasang dalam rudal.

Sulitnya mencegah serangan senjata biologis ini dikarenakan hal tersebut tidak berbau dan tidak terpantau dengan mata biasa. Alhasil, serangan baru disadari setelah jatuh korban. Sampai saat ini, belum ada teknologi siap pakai yang mampu mendeteksi dengan cepat dan akurat senjata biologis tersebut.

Obat-obatan Herbal

Obat-obatan herbal merupakan salah satu jenis obat yang dibuat dari tumbuhan, baik berupa daun, bunga, ataupun akarnya. Orang yang meracik dan membuat obat tersebut disebut dengan herbalis. Obat-obatan herbal biasanya digunakan sebagai pengobatan alternatif.

Obat-obatan herbal bukan hanya digunakan untuk menyembuhkan, tapi juga untuk mencegah datangnya penyakit. Salah satu contoh dari obat-obatan herbal ialah temulawak atau nama latinnya ialah Curcuma xanthorhiza roxb. Temulawak dari zaman dahulu digunakan untuk mengobati kuning, diare, dsb. Temulawak juga bisa digunakan sebagai memelihara kekebalan tubuh.

Masih banyak jenis obat-obatan herbal yang biasanya digunakan di Indonesia. Misalnya seperti kunyit, daun sirih, daun keji beling, dan lain sebagainya. Keuntungan dari obat herbal sendiri ialah biasanya tidak ada efek samping. Makanya sering digunakan oleh kebanyakan orang.

Eksplanasi Budaya

Cerita Rakyat

Cerita rakyat dapat dikatakan sebagai ekspresi budaya di  suatu masyarakat melalui bahasa tutur. Hal tersebut berhubungan langsung dengan berbagai aspek budaya, seperti agama dan kepercayaan, kegiatan ekonomi, undang-undang, sistem kekeluargaan, dan susunan nilai sosial masyarakat tersebut. Dapat dikatakan cerita rakyat karena cerita rakyat diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam masyarakat tertentu.

Pada umumnya, cerita-cerita rakyat mengisahkan tentang terjadinya berbagai hal, seperti terjadinya alam semesta, manusia pertama, kematian, bentuk khas binatang, bentuk topografi, gejala alam tertentu, tokoh sakti yang lahir dari perkawinan sumbang, tokoh pembawa kebudayaan, makanan pokok (seperti padi, jagung, sagu, dsb.), asal-mula nama suatu daerah atau tempat, tarian, upacara, binatang tertentu, dan lain-lain.

Indonesia sendiri memiliki banyak cerita rakyat yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Saat ini, cerita-cerita rakyat tidak hanya merupakan cerita yang dikisahkan secara lisan dari mulut ke mulut atau dari generasi ke generasi berikutnya, akan tetapi telah adanya pembaruan, salah satunya ialah dengan  dipublikasikan secara tertulis melalui berbagai media.

Permainan Tradisional Hompimpa

Permainan tradisional ialah permainan yang dimainkan berdasarkan tradisi di suatu masyarakat tertentu. Salah satu permainan tradisional ialah hompimpa. Hompimpa merupakan sebuah nyanyian untuk memulai permainan. Permainan ini  juga biasa disebut dengan gambreng.

Hompimpa sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Dari Tuhan kembali Ke Tuhan. Arti tersebut memiliki filosofi yang sangat dalam. Hompimpa dimaksudkan untuk mengajarkan anak-anak agar selalu ikhlas tentang apa yang sudah dipilih dan lebih memilih menggantungkan segalanya kepada Tuhan. Misalnya ketika anak-anak tersebut memilih telapak tangan atau punggung tangan.

Permainan tradisional hompimpa tersebut tetap harus dilestarikan, agar tidak tergerus oleh zaman. Terlebih lagi dengan teknologi digital yang saat ini terjadi, anak-anak bisa saja tidak mengenal permainan tradisional tersebut. Padahal, permainan tradisional khususnya hompimpa memiliki makna yang dalam untuk ditanamkan kepada anak-anak. Terlebih lagi itu ialah salah satu budaya yang ada di Indonesia.

Baca juga: Contoh Teks Prosedur

Pemahaman Akhir

Teks eksplanasi merupakan teks yang memberikan penjelasan mengenai bagaimana dan mengapa suatu peristiwa atau fenomena dapat terjadi. Dalam teks eksplanasi, terdapat beberapa ciri yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Pertama, teks eksplanasi menggunakan istilah-istilah teknis yang berhubungan dengan bidang tertentu yang sedang dijelaskan. Kedua, teks ini menggunakan kalimat aktif dan pasif, serta kalimat tanya (introgratif) dan kalimat berita (deklaratif). Ketiga, teks eksplanasi menjawab pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi. Keempat, teks ini berdasarkan hasil penelitian ilmiah, sehingga kredibilitasnya tinggi.

Struktur teks eksplanasi umumnya terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Pada pendahuluan, terdapat pernyataan umum yang memberikan gambaran tentang fenomena yang akan dijelaskan. Bagian isi berisi penjelasan proses atau tahap-tahap yang menjadi bagian dari fenomena tersebut. Terakhir, pada bagian penutup, terdapat kesimpulan yang menggambarkan inti dari bahasan utama dalam teks.

Contoh teks eksplanasi dapat ditemukan dalam berbagai konteks, seperti fenomena alam, fenomena sosial, ilmu pengetahuan, dan budaya. Misalnya, penjelasan tentang proses terjadinya hujan, gejala vulkanisme, fenomena korupsi, pemutusan hubungan kerja (PHK), senjata biologis, obat-obatan herbal, cerita rakyat, dan permainan tradisional hompimpa.

Dengan membaca teks eksplanasi, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang suatu peristiwa atau fenomena. Teks ini mampu menyajikan informasi secara ilmiah namun tetap mudah dipahami. Oleh karena itu, teks eksplanasi memiliki peran penting dalam menyebarkan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman kita terhadap dunia di sekitar kita.

Nah itulah penjelasan tentang teks eksplanasi, semoga penjelasan diatas dapat membantumu dalam proses belajar, semoga sukses!


Referensi:

Darmawati, Uti. 2018. Eksplanasi. Surakarta: PT. Aksarra Sinergi Media.

Kosasih dan Endang Kurniawan. 2018. Jenis-jenis Teks. Bandung: Penerbit Yrama Widya

Artikel Terbaru

Avatar photo

Zia

Bekerja sebagai buruh tulis dalam bidang pendidikan, penulisan kreatif, dan teknologi

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *