Home Fotografi 8 Teknik Fotografi yang Harus Diketahui

8 Teknik Fotografi yang Harus Diketahui

Bukan hanya fotografer profesional, saat ini fotografer pemula khususnya kalangan millennial juga membutuhkan foto berkualitas untuk ajang aktualisasi diri di media sosial. Selain lensa dan angle, fotografer juga perlu mengetahui beberapa teknik fotografi yang bisa berguna untuk menghasilkan foto berkarakter kuat. Teknik ini bisa dipelajari, atau dilakukan trial and error. Berikut ini adalah delapan teknik fotografi yang perlu kita ketahui.

1. High Speed

Teknik ini digunakan untuk memotret benda yang bergerak dengan kecepatan tinggi, seperti pada balapan mobil dan motor. Jika dilakukan dengan tepat, teknik high speed akan menghasilkan gambar obyek tajam, dengan latar belakang blur. Tentunya, teknik ini juga memerlukan lensa tambahan yang mumpuni.

Umumnya, fotografer akan banyak melakukan trial and error saat mengambil foto menggunakan teknik high speed. Bagaimana tidak, kita dituntut untuk menangkap obyek yang bergerak cepat dengan peristiwa acak, sehingga kita tidak tahu kapan datangnya momen terbaik itu. Maka dari itu, atur kamera pada kondisi shutter speed cepat. Umumnya teknik ini dilakukan untuk foto outdoor, jadi perhatikan benar arah datangnya cahaya.

Foto High Speed
Sumber: webneel.com

2. Siluet

Foto siluet dihasilkan dari obyek yang membelakangi cahaya. Meski sebenarnya untuk beberapa kasus, kondisi backlight ini sangat dihindari karena justru tidak memunculkan detail obyek. Teknik foto siluet tidak membutuhkan tambahan lensa khusus, melainkan hanya cahaya yang cukup terang, seperti matahari jika di kondisi outdoor.

Teknik siluet cukup jamak digunakan dalam dunia fotografi, baik bagi pemula maupun profesional. Meski terkesan mudah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan teknik ini. Pilih waktu yang tepat, jangan gunakan lampu flash dan jaga bentuk obyek seperti apa adanya. Gunakan ISO rendah untuk mengurangi noise dan bukaan aperture besar demi mendapat efek bokeh pada latar belakang.

Foto Siluet
Sumber: shootalita.wordpress.com

3. Panorama Melingkar 3D

Teknik ini akan menghasilkan foto panorama 360 derajat yang unik dan berkarakter kuat. Tidak perlu pusing dengan peralatan, foto ini bisa dihasilkan hanya dengan kamera smartphone dan aplikasi gratis. Hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah mencari obyek foto yang tepat.

Teknik ini umumnya digunakan untuk memotret pemandangan horizontal jarak jauh seperti pegunungan, danau, dan matahari terbenam. Jika menggunakan kamera DSLR, gunakan mode manual agar kumpulan gambar memiliki fokus yang sama dan tidak terlihat adanya batas penggabungan gambar. Bahkan jika memungkinkan, sebaiknya kita memakai lensa dengan panjang fokus tunggal. Penggunaan tripod sangat direkomendasikan untuk menjaga agar foto tetap stabil dan datar.

Foto Panorama 3D
Sumber: idilhaq.wordpress.com

4. Infrared

Teknik infrared akan menghasilkan foto dengan hanya satu warna dominan yang dimunculkan. Teknik ini bisa dilakukan dengan bantuan software editing foto yang mumpuni, seperti Photosop. Meskipun begitu, tidak semua foto layak dan bagus untuk dijadikan foto infrared. Teknik ini jamak digunakan untuk foto landscape.

Secara teknis, memotret infrared berarti menangkap cahaya dengan panjang gelombang lebih dari 700 nanometer, sesuai dengan panjang gelombang infrared itu sendiri. Sehingga, filter infrared pada kamera digital hanya meloloskan cahaya dengan panjang gelombang lebih besar atau sama dengan 700 nanometer.

Teknik infrared bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu mengonversi kamera menjadi kamera infrared secara fisik, menggunakan filter R72, dan memakai software editing (seperti Adobe Photoshop). Setiap teknik memiliki kualitas dan konsekuensinya masing-masing.

Foto Infrared
Sumber: kitakini.news

5. HDR (High Dynamic Range)

Foto HDR menggabungkan beberapa foto, biasanya minimal tiga foto, dengan nilai exposure yang berbeda. Fungsi dari teknik adalah mendapatkan kedalaman obyek yang bervariasi, dan menggabungkannya ke dalam satu frame foto. Teknik ini sering digunakan oleh fotografer landscape.

Teknik HDR meminimalisir kontras yang terjadi antara area terang dan gelap. Teknik ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas bracketing di kamera DSLR. Opsi multiple exposure (ME) akan membuat kamera otomatis menggabungkan beberapa foto. Namun kita juga bisa melakukan merge hasil single image di software HDR tambahan, seperti software Dynamic Photo HDR atau Photomatrix. Teknik HDR akan menghasilkan foto yang lebih hidup dan ekspresif.

Baca juga: Beragam Aliran Fotografi

Foto HDR
Sumber: digitalfotografi.net

6. Refleksi

Seperti namanya, foto refleksi menghasilkan obyek kembar. Efek kembar ini didapat dari pantulan obyek ke bidang lain, seperti sungai, danau, atau cermin. Contoh foto refleksi yang sering kita temukan adalah pantulan angsa dan langit di permukaan danau. Teknik ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa persiapan. Teknik refleksi tidak butuh lensa khusus, hanya kejelian mata si fotografer.

Salah satu poin menarik dari teknik ini adalah kita bisa memilih untuk fokus pada obyek utama atau pantulan refleksinya, bergantung pada sudut pandang foto yang ingin kita presentasikan. Pastikan juga garis pemisah antara obyek dan pantulannya simetris. Kita bisa mengatur shutter speed ke angka tinggi, misalnya dua detik. Hal ini bertujuan untuk memuluskan permukaan air dan mengumpulkan cahaya.

Foto Refleksi
Sumber: c.mi.com

7. Hitam Putih

Teknik foto hitam putih cukup banyak diminati fotografer, mengingat pemakaian dua warna dasar itu bisa menghasilkan nuansa foto yang berbeda. Foto hitam putih cocok untuk tema kenangan, kematian, dan muram. Teknik ini cocok digunakan baik untuk benda hidup maupun mati, atau kombinasi antara keduanya. Fotografer beraliran portrait banyak yang menggunakan teknik hitam putih untuk menguatkan gambaran lekuk wajah manusia.

Foto hitam putih bisa dihasilkan dengan software editing foto, sehingga kemampuan post-processing memang penting bagi seorang fotografer. Foto hitam putih memiliki unsur warna abu-abu dengan skala tone yang bervariasi. Jika skala ini bisa dimainkan, kita akan mendapat gambar berkarakter kuat. Selain foto portrait, teknik hitam putih juga bagus untuk memotret obyek berpola. Tapi, implementasi teknik ini tidaklah terbatas, banyak fotografer yang juga menggunakannya untuk memotret ruang lebar, seperti gelombang laut dan awan bergerak.

Foto Hitam Putih
Sumber: bangbiw.com

8. Time-lapse

Foto time-lapse merekam adegan foto yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Kamera diatur dalam speed lambat untuk menangkap pergerakan obyek yang ingin dibuat time-lapse. Teknik ini jamak digunakan untuk merekam pergerakan obyek yang bergerak lambat, umumnya benda langit seperti matahari dan bulan. Perlu diketahui bahwa teknik ini memerlukan banyak foto dan cukup menghabiskan waktu.

Foto time-lapse bisa didapat menggunakan fitur interval shooting, jika tidak ada, bisa memakai intervalometer. Kita perlu mengatur waktunya, seperti 10 foto per menit, maka akan menjadi 600 foto dalam satu jam. Jika ingin menggunakan cara otomatis, kita perlu mengatur kamera pada mode Aperture Priority. Selanjutnya, sesuaikan tinggi rendahnya ISO sesuai keadaan cahaya. Jangan lupa gunakan tripod untuk mempertahankan angle foto. Hasil foto time-lapse juga kerap digunakan untuk membuat video dengan software Adobe Photoshop atau Adobe Lightroom.

Baca juga: 11 Jenis Lensa Kamera

Foto Time-Lapse
Sumber: www.videomaker.com

Jadi itulah delapan teknik dalam fotografi yang perlu kita ketahui. Pengetahuan ini penting bagi fotografer untuk dapat menghasilkan foto yang berkarakter. Akhir kata, terimakasih sudah membaca dan selamat hunting foto!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Fungsi: Notasi, Domain, Range, Operasi, Komposisi dan Invers

Fungsi adalah salah satu materi yang sangat penting untuk dipelajari sebelum kamu memasuki bab lainnya, seperti turunan dan integral. Untuk itu mari kita belajar...

Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Contoh dan Cara Penyelesaian

Pada bab sebelumnya kita sudah mengetahui nilai mutlak, kali ini kita akan belajar tentang persamaan linear tiga variabel. Hampir setiap hari kita menggunakan sistem...

Nilai Mutlak: Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linier Satu Variabel

Nilai mutlak sering kita gunakan dalam kehidupan, namun hanya sedikit orang yang memahaminya. Nah, Untuk memahami lebih lanjut mengenai nilai mutlak serta persamaan dan...

Contoh Paper: Pengertian, Struktur, Format dan Cara Membuatnya

Di dunia perkuliahan, menulis paper selalu mudah dijumpai di berbagai mata kuliah. Tugas menulis paper seperti sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mahasiswa. Selain itu,...

Cara Membuat Outline Skripsi

Bagi kalian yang sudah mulai mengerjakan tugas akhir, pasti kalian mulai memikirkan sebenarnya outline skripsi itu bagaimana sih? Mungkin banyak dari kalian yang sama...