Talent Mapping: Pengertian, Manfaat, Tujuan dan Hasil

Diantara readers tambahpinter, tentunya ada yang sedang kuliah atau mungkin sudah bekerja. Nah, apakah readers pernah merasakan jika jurusan kuliah yang readers ambil sekarang atau bidang pekerjaan yang sedang dijalani oleh readers sekarang rasanya kurang tepat? Atau mungkin readers merasa bahwa keputusan readers dalam mengambil jurusan kuliah hingga bidang pekerjaan sepertinya salah jalur?

Karena readers sudah membaca artikel ini, itu artinya readers memiliki kemungkinan untuk mencegah hal tersebut atau bahkan memperbaiki hal tersebut. Artikel ini akan membahas mengenai pemetaan bakat atau talent mapping yang akan menuntun readers untuk mengenali bakat readers dalam memilih bidang pekerjaan atau jurusan.

Pengertian Talent Mapping

Pengertian Talent Mapping
Sumber : Free-Photos dari Pixabay

Sebelum lowongan pekerjaan disebarkan, para rekruter akan menjelajahi lapangan dan mengidentifikasi kandidat dengan bakat terbaik dalam suatu bidang. Proses ini dinamakan dengan talent mapping atau pemetaan bakat.

Kandidat potensial tersebut dicari oleh rekruter dengan mempertimbangkan tujuan pekerjaan untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Dengan demikian, talent mapping dapat digunakan pada saat situasi perekrutan untuk waktu yang darurat tanpa harus membuat kualitas perusahaan menjadi berkurang hingga menunggu atau berharap kandidat yang tepat untuk melamar ke perusahaan tersebut.

Kemungkinannya, ketika talent mapping digunakan maka perusahaan tersebut telah mengidentifikasi sekumpulan kandidat yang siap untuk mengikuti proses wawancara. Selain itu, talent mapping (pemetaan bakat) juga dapat digunakan untuk tujuan riset pasar. Misalnya, jika sebuah bisnis ingin meningkatkan keterlibatan serta retensi karyawan di tempat kerja yang mencakup spesifikasi peran pekerjaan, ekspektasi gaji, tunjangan, senioritas, dll.

Sementara itu sumber lain menyebutkan bahwa talent mapping adalah cara untuk melakukan penilaian atau melakukan asesmen yang digunakan untuk menggali bakat serta potensi seseorang dengan menggunakan hasil yang mudah dipahami, lengkap, dan juga menarik.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka talent mapping adalah proses untuk mengidentifikasi individu dengan bakat atau potensi terbaik dalam suatu bidang.

Baca juga: Cara Berpikir Kritis

Manfaat Talent Mapping

Dalam praktiknya, talent mapping atau pemetaan bakat ternyata tidak hanya menguntungkan untuk individu, tetapi juga menguntungkan untuk perusahaan. Dikutip dari temubakat.com terdapat beberapa manfaat dari talent mapping, yaitu :

  1. Dapat meningkatkan adanya kerjasama dalam tim.
  2. Sebagai potret dari kelompok / tim / organisasi.
  3. Dapat memotivasi karyawan untuk mengembangkan potensinya.
  4. Sebagai profil serta pemetaan dari potensi karyawan.
  5. Dapat digunakan untuk proses seleksi, mutasi, hingga penempatan karyawan berdasarkan dengan karakteristik jabatan dan kebutuhan perusahaan.
  6. Sebagai bahan utama dalam melakukan Performance Management System.
  7. Untuk fungsi pemberdayaan karyawan pada usia pensiun.

Dikutip dari website jojonomic.com talent mapping memberikan 5 manfaat penting, yaitu :

1. Sarana Menemukan Bakat atau Potensi yang Terpendam

Individu dapat memulai penemuan bakatnya melalui serangkaian aktivitas yang menurutnya menyenangkan dan membuat dirinya nyaman.

Talent mapping dapat digunakan sebagai sarana dalam menemukan potensi individu yang terpendam, sehingga potensi tersebut dapat ditemukan dalam waktu yang singkat.

2. Sarana untuk Mengembangkan Potensi atau Bakat

Setelah individu menemukan potensinya, individu dapat memulai untuk mengembangkan potensi atau bakat tersebut. Pengembangan bakat atau potensi tersebut dapat dilakukan melalui pekerjaan atau kegiatan yang dirasa sesuai.

Adanya pengembangan bakat tersebut merupakan hal yang penting agar individu dapat tetap produktif dan menghasilkan karya, inovasi, hingga keuntungan bagi perusahaan maupun dirinya sendiri.

3. Sarana untuk Lebih Memahami Kepribadian Diri

Karena definisi dari talent mapping adalah untuk menemukan bakat atau potensi dalam diri seseorang, untuk itu talent mapping juga berperan untuk memahami kepribadian diri sendiri.

Berdasarkan talent mapping, individu dapat mengembangkan kepribadian yang memberikan dampak positif dan sebisa mungkin untuk mengurangi kepribadian yang sifatnya negatif untuk perkembangan potensi diri. Selain itu, dengan mengetahui hal ini, individu juga dapat mengenali dirinya sendiri ketika sedang melakukan kerja sama dalam tim.

4. Sarana untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

Rasa percaya diri dapat timbul dari diri individu karena sudah mengetahui potensi apa saja yang menjadi kekurangan dan juga kekuatannya dalam mengembangkan karir maupun pendidikannya.

Untuk itu dengan adanya talent mapping, diharapkan individu tidak hanya cepat dalam mengetahui potensi dirinya, tetapi juga dapat mengetahui potensi dirinya dengan baik.

5. Sarana untuk Mengatasi Kelemahan atau Potensi yang Lemah

Adanya hasil dari gambaran talent mapping yang lengkap dapat membantu individu dalam memfokuskan diri kepada potensi yang menjadi kekuatannya dan mengembangkannya dibandingkan melihat kelemahan yang ada pada dirinya.

Tujuan Talent Mapping

Tujuan Talent Mapping
Sumber : sagoodi dari Pixabay

Talent mapping (pemetaan bakat) bertujuan untuk mendorong individu agar dapat mengembangkan potensinya yang kuat dibandingkan memperbaiki potensinya yang lemah.

Sumber lain juga mengatakan bahwa talent mapping bertujuan untuk mengetahui potensi individu, sehingga nantinya individu dapat bekerja sesuai dengan kemampuan serta keahliannya.

Berdasarkan kedua sumber tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa talent mapping bertujuan agar individu memfokuskan dirinya untuk menggali potensi yang dimiliki. Hal ini sangat penting, baik untuk perusahaan maupun untuk individu. Karena dengan bekerja sesuai dengan kemampuan maupun keahlian yang dimiliki, seseorang dapat memberikan hasil terbaik kepada perusahaan, sekaligus mengembangkan dirinya dengan maksimal.

Baca juga: Tujuan Pendidikan

Cara Melakukan Talent Mapping

Berikut ini adalah 3 langkah utama dalam melakukan talent mapping, yaitu:

Assessment Talent Mapping

Pada langkah pertama, individu akan dihadapkan pada kurang lebih 170 pertanyaan yang harus diisi sesuai dengan dirinya sendiri, karena pertanyaan-pertanyaan tersebut bersifat self-assessment.

Langkah assessment talent mapping bertujuan untuk mengetahui bakat yang sebenarnya dimiliki seseorang dan juga berperan untuk membantu individu dalam menggunakan bakat yang dominan pada dirinya.

Assessment Personal Strength Statement

Langkah kedua memiliki tujuan untuk membantu individu dalam memberikan gambaran terhadap kemampuan dan minat apa saja yang dinilai sering dilakukan atau produktif.

Tidak hanya itu, dalam tes ini juga terdapat 114 aktivitas yang dikelompokkan menjadi 99 kelompok peran dan 15 kelompok bidang yang ada dalam diri individu.

Strength Typology (ST-30)

Langkah terakhir adalah ST-30 atau Strength Typology yang digunakan untuk mengetahui potensi diri individu dengan cara yang cepat serta memberikan gambaran mengenai kemampuan yang dimiliki oleh individu.

Dalam tes ini, terdapat 30 tipologi manusia yang berkaitan dengan aktivitas seseorang. Dengan begitu, individu dapat mengetahui self-awareness yang ada di dalam diri individu.

Jika sebelumnya sudah membahas mengenai cara melakukan talent mapping yang lebih ke arah personal, maka sekarang kita akan membahas 2 cara melakukan talent mapping oleh perusahaan, yaitu :

Melakukan Interpretasi Potensi Kekuatan

Salah satu cara melakukan talent mapping dalam lingkup perusahaan adalah dengan cara melakukan interpretasi potensi kekuatan karyawan Interpretasi kekuatan tersebut berfungsi agar karyawan dapat menampilkan hasil kerjanya sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang dia miliki, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal.

Melakukan Pencarian Kompetensi Diri

Dalam melakukan pencarian kompetensi diri, ada banyak hal yang dapat dilakukan, seperti mengikuti tes ST-30 yang memang digunakan untuk mengetahui potensi seseorang.

Dengan mengetahui kompetensi pada diri karyawan, perusahaan akan dapat melihat performa karyawan dengan objektif serta dapat membantu karyawan dalam mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Hasil dari Talent Mapping

Talent mapping pertama kali dicetuskan oleh Bapak Royani atau Abah Rama yang merupakan mantan direktur dari lima perusahaan.

Hasil dari talent mapping merupakan 34 daftar bakat yang diurutkan dari mulai bakat yang dominan hingga bakat yang tidak dominan. Masing-masing individu akan memiliki urutan yang berbeda-beda karena hasilnya sesuai dengan usaha individu untuk menemukan potensinya sendiri.

Individu perlu memperhatikan 7 daftar bakat utama (daftar teratas), karena bakat atau potensi tersebut merupakan yang dominan atau sebagai kekuatan individu. Sementara itu, untuk 7 daftar bakat yang letaknya ada di bawah merupakan keterbatasan individu.

Dalam hasilnya, masing-masing bakat akan dijelaskan maknanya. Untuk itu, individu dapat memahami bakatnya masing-masing untuk menemukan kekuatannya. Harapannya, dengan memahami bakat-bakat tersebut individu dapat memahami dirinya sendiri dan juga dapat berguna untuk memahami orang lain dalam tujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik.

Berikut ini adalah 34 daftar bakat yang ada di dalam talent mapping :

1. Connectedness, 2. Developer, 3. Consistency, 4. Harmony, 5. Arranger, 6. Strategic, 7. Communication, 8. Learner, 9. Belief, 10. Intellection, 11. Responsibility, 12. Self-Assurance, 13. Restorative, 14. Includer, 15. Adaptability, 16. Analytical, 17. Futuristic, 18. Individualization, 19. Maximizer, 20. Activator, 21. Deliberative, 22. Focus, 23. Ideation, 24. Relator, 25. Input, 26. Significance, 27. Achiever, 28. Discipline, 29. Positivity, 30. Context, 31. Woo, 32. Empathy, 33. Command, dan 34. Competition.

Cara Membaca Talent Mapping

Sumber : Rama Royani dari www.abahrama.com

Hasil dari bakat-bakat tersebut akan dijabarkan melalui suatu gambar peta untuk mempermudah pembacaannya. Masing-masing tema bakat diberikan warna sebagai petunjuk.

Arti Pewarnaannya Adalah

  1. Warna ungu menandakan bakat yang dominan, yaitu urutan 1-7.
  2. Warna orange menandakan bakat yang berada diurutan 8-14.
  3. Warna abu-abu menandakan bakat yang berada diurutan 15-20.
  4. Warna putih menandakan bakat yang tidak dominan, urutan 21-34.

Adanya urutan ke-34 bakat tersebut dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu : thinking, impacting, relating, dan striving. Individu perlu memperhatikan pada peta bakatnya masing-masing kelompok bakat mana yang tersebar paling banyak. Karena, semakin banyak sebaran bakat dalam suatu kelompok, berarti semakin kuat kelompok tersebut mempengaruhi bakat individu.

Sehabis itu, pada hasil tersebut tidak hanya sampai disini. Tetapi juga akan diberikan 14 fungsi bakat sesuai dengan urutan bakat nomor 1-14 agar individu semakin memahami cara untuk mengembangkan bakatnya.

Wah, readers sepertinya talent mapping merupakan hal yang seru untuk dicoba ya! Tidak hanya untuk mengetahui bakat apa yang dimiliki oleh readers, tetapi juga untuk mengetahui bagaimana cara untuk memaksimalkan bakat tersebut.

Baca juga: Analisis Beban Kerja

Dengan begini, readers diharapkan tidak akan lagi merasa terjebak pada suatu bidang pekerjaan atau jurusan kuliah yang kurang tepat. Bagaimana, tertarik untuk mencoba talent mapping?


Sumber :

temubakat.com

abahrama.com

kumparan.com

talent-works.com

Artikel Terbaru

Priskila

Priskila

Priskila Theadora merupakan sarjana psikologi lulusan Universitas Gunadarma. Memiliki prinsip bahwa setiap orang mempunyai alasannya masing-masing untuk menghasilkan sebuah keputusan atau berperilaku. Hobi menulis yang ditekuninya dari sejak kecil ternyata membuat Priskila semakin komunikatif dalam menulis beberapa hal yang sudah dipelajari pada waktu kuliah dan berlanjut hingga sekarang.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *