Home Perkuliahan Tugas Syarat Pengambilan Sampel Riset Serta Ukurannya

Syarat Pengambilan Sampel Riset Serta Ukurannya

Obyek dalam penelitian dapat berupa populasi. Berdasarkan definisi dari Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari berbagai macam objek dengan kualitas dan karakteristik tertentu. Peneliti akan mengkaji setiap populasi lewat sampel yang dianggap dapat mewakili keseluruhan anggota populasi tersebut.

Kualitas dan kuantitas sampel sangat mempengaruhi penarikan data kesimpulan pada suatu populai. Maka, ada beberapa penjelasan agar data yang didapatkan terbukti secara aktual. Di bawah adalah syarat-syarat untuk mengambil sampel dalam penelitian dan ukurannya.

Syarat Pengambilan Sampel 

syarat pengambilan sampel penelitian
Sumber foto : photodune.net

Menurut Gravetter dan Forzano dalam buku ‘Research Methods for the Behavioral Sciences’, ada dua kriteria yang termasuk dalam syarat pengambilan sampel yakni:

Memiliki Akurasi

Sebuah sampel harus memiliki memiliki sifat, karakteristik, dan ciri yang akurat agar dapat dijadikan representasi dari populasi. Dalam hal ini, sampel yang dipilih oleh peneliti harus tepat dan sesuai dengan populasi yang sudah diteliti. Tidak boleh ada sampel yang tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

Misalnya, peneliti ingin mengetahui tingkat ekonomi mahasiswa baru di Universitas Y dilihat dari rata-rata uang saku hariannya. Maka, peneliti harus mengambil sampel dari populasi yang sudah ditentukan. Peneliti bisa mengambil beberapa mahasiswa baru dari setiap fakultas di Universitas Y. Peneliti hanya akan mengambil sampel yang memenuhi karakteristik seperti: terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Y, termasuk mahasiswa baru, dan mendapatkan uang saku harian.

Memiliki Presisi

Peneliti harus mengambil sampel secara presisi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia presisi bisa disebut sebagai ‘ketepatan’. Secara definisi, presisi merupakan sebuah ukuran mengenai seberapa dekat serangkaian pengukuran dari satu sampel dengan sampel lainnya. Sampel yang diambil harus baik secara kuantitas dan kualitas, sehingga dapat menggambarkan keseluruhan populasi.

Misalnya, peneliti ingin mengetahui rata-rata uang saku mahasiswa di Universitas Y. Peneliti mendapatkan hasil bahwa rata-rata uang saku mereka adalah  adalah Rp 200.000. Hasil tersebut berasal dari dua sampel yakni Jeno dengan uang saku Rp 170.000 dan Chenle dengan uang saku Rp 230.000.

Baca juga: Cara Menulis Karya Ilmiah Kuantitatif dan Kualitatif

Berdasarkan contoh diatas, maka hasil yang didapatkan memang benar. Namun, tidak cukup untuk mewakili populasi secara keseluruhan. Agar sampel presisi, maka peneliti harus menambahkan jumlah sampel, tidak bisa hanya mengandalkan dua sampel yang sudah ada.

Sederhana dan Mudah Dilaksanakan

Sampel yang diambil peneliti juga harus bersifat sederhana dan mudah untuk didapat agar pengambilan data dapat dilaksanakan dengan tepat. Hal ini masih berkaitan degna presisi dan akurasi dalam pengambilan sampel.

Semisal peneliti yang ingin mengambil sampel terhadap Warga Negara Asing (WNA), ada baiknya kita cukup mengambil sampel WNA yang tinggal di Indonesia dibandingkan harus melakukan pengambilan sampel di luar negeri. Yang terpenting peneliti juga memperhatikan kesesuaian karakteristik WNA yang tinggal di Indonesia dengan karakteristik WNA yang kita butuhkan.

Ukuran Sampel 

syarat pengambilan sampel penelitian
Sumber foto : thechildren.com

Sebenarnya tidak ada standar baku terhadap ukuran sampel yang harus diambil oleh peneliti. Asalkan jumlah sampel tersebut sudah dapat mewakili populasi yang menjadi sasaran. Namun, penelitian akan jauh lebih kredibel jika menggunakan sampel dalam ukuran besar.

Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai ukuran sampel yang dapat dijadikan acuan atau referensi dalam pengambilan sampel. Dalam buku ‘How to Design and Evaluate Research in Education’, Frankel dan Walen menyatakan:

  • Jumlah sampel minimum adalah 50 objek untuk penelitian korelasi
  • Jumlah sampel minimum adalah 30 per grup untuk penelitian eksperimental
  • Jumlah sampel minimum adalah 100 objek untuk penelitian deskriptif
  • Jumlah sampel minimum adalah 30 objek per grup untuk penelitian kausal perbandingan.

Artinya, masing-masing jenis penelitian pada penelitian evaluasi pendidikan dilakukan dengan angka-angka minimum tersebut.

Baca juga: Tahapan Dasar Penelitian yang Perlu Kamu Ketahui

Data dan fakta menjadi landasan penarikan kesimpulan penelitian. Keduanya bisa didapatkan lewat pengambilan sampel. Maka dari itu, peneliti harus melakukan pengambilan sampel dengan syarat dan ukuran yang tepat. Dengan memperhatikan kedua aspek tersebut, peneliti dapat menghasilkan hasil penelitian yang kredibel dan baik. Semoga artikel ini dapat membantu penelitian kalian, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...

Yuk Ketahui Paradigma Penelitian Kualitatif

Masih banyak dari kita yang kurang mengerti apa itu paradigma. Di beberapa bahan bacaan tingkat lanjut dalam jurnal, dalam karya ilmiah tentu beberapa kali...

Mengenal Apa Itu Jurusan Biologi

Setelah lulus SMA ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi tapi masih bingung ke jurusan apa? Suka dengan dunia Biologi tapi ingin mengetahui gambaran kuliahnya seperti...