Home Penghasilan Dunia Kerja Contoh Surat Perjanjian Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Pernah-kah sobat sekalian mendengar suatu surat perjanjian resmi bernama surat pernjanjian kerja? Jika sobat belum pernah mendengarnya maka pada hari ini – khususnya – kami akan membahas secara komplit mengenai surat pernjanjian yang satu ini. Jadi apa sebenarnya surat perjanjian kerja itu? Surat perjanjian kerja adalah surat perjanjian yang pada umumnya digunakan oleh pihak-pihak yang menjalin sebuah kerjasama baik perseorangan maupun korporasi.

Surat ini bisa digunakan antara perusahaan dengan para pegawainya maupun satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya. Untuk perseorangan jika sobat sekalian  memiliki suatu usaha dan tengah merencanakan untuk menjalin kerjasama dengan satu pihak lain maka surat ini-pun dapat sobat gunakan. Seperti namanya surat perjajian ini merupakan suatu surat formal yang telah dilegalkan secara hukum.

Jadi ketika sobat telah menyetujui dan menandatangani surat ini, sobat dan pihak yang terkait (pihak yang menjalin kerjasama) telah terikat secara hukum oleh perjanjian yang telah ditetapkan atau tercantum di dalam surat tersebut. Bila surat ini merupakan hasil perjanjian antara dua perusahaan biasanya isi dari perjanjian merupakan hasil mufakat dari kedua belah pihak perusahaan.

Namun, pada umumnya jika surat ini terjadi antara perusahaan dengan pegawainya. Isi dari perjanjian telah ditetapkan oleh perusahaan dimana sobat akan bekerja dan yang perlu sobat lakukan adalah menyetujui segala ketetapan-ketetapan tersebut.

Antara suatu perusahaan dengan pegawainya surat ini biasanya diberikan setelah pegawai telah melewati masa pelatihan atau training – yang dalam artian, bahwa pegawai tersebut telah memenuhi segala kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Seperti yang telah sobat ketahui karena telah dilegalkan secara hukum maka perjanjian ini bersifat mengikat pihak-pihak yang telah menjalin kerjasama.

Handshake for agreement
Sumber: debtfreedigi.co.za

Jadi sobat perlu berhati-hati jika sobat kedapatan melanggar ketetapan yang telah disahkan tersebut, maka sobat secara sah dapat digugat secara hukum oleh pihak lain yang mejalin kerjasama dengan sobat. Hal yang sama juga berlaku terhadap pihak yang lain; dapat dikatakan surat ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk “mengamankan” kerjasama antara sobat dengan pihak-pihak terkait.

Mengingat begitu pentingnya surat perjanjian ini, maka pada artikel kali ini akan membantu sobat untuk mengetahui dan memperlajari beberapa contoh dari surat perjanjian kerja yang dapat menjadi referensi untuk sobat sekalian. Sama halnya dengan berbagai surat resmi (terutama yang dilegalkan di mata hukum) ada beberapa hal terkait, yang harus sobat ketahui.

Dasar-dasar penyusunan dan pembuatan dari sebuah surat perjanjian kerja; apa saja yang perlu dicantumkan di dalam surat tersebut dan hal-hal yang lain. Kami yakin pastinya sobat tidak mau kan jika surat tersebut nantinya tersusun dengan kacau balau? Tentu saja hal ini bisa menurunkan reputasi sobat di mata pihak yang akan menjalin kerjasama dengan sobat!

Nah, karenanya mari kita pelajari bersama-sama hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan sebuah surat perjanjian kerja!

Hal-Hal Penting dalam Penyusunan Surat Perjanjian Kerja

contoh surat perjanjian kerja
Sumber: karyaone.co.id

Data Diri Lengkap dari Pegawai

Sudah menjadi hal yang sangat umum dimana-pun sobat berada jika sobat wajib mengetahui berbagai informasi mendasar mengenai pihak yang akan berkerjasama dengan sobat. Berhubung surat yang akan sobat buat merupakan surat formal maka data diri yang perlu sobat cantumkan contohnya adalah: nomor identitas kependudukan (KTP), Kartu Keluarga (KK), alamat rumah lengkap, dan tentu saja ijazah pendidikan.

Jika sekiranya sobat masih belum yakin bila perlu sobat juga bisa meminta berbagai informasi lebih lanjut untuk kelengkapan administrasi – namun ingat hal ini opsional – bisa dilakukan dan tidak.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Cover Letter, CV, dan Resume

Ketetapan Tanggung Jawab dan Tugas yang akan Diemban

Hal penting selanjutnya yang wajib dicantumkan dalam surat perjanjian kerja adalah butir-butir yang mengatur segala tanggung jawab dan tugas yang akan diemban oleh pihak-pihak yang terkait. Dalam kontrak atau perjanjian antara perusahaan dengan pegawai, umumnya butir-butir akan dipenuhi dengan rentetan tanggung jawab, tugas, dan juga hak-hak yang akan diberikan kepada sang pegawai.

Dalam hubungan kerjasama yang berlangsung antar perusahaan biasanya poin-poin akan mengatur berbagai tugas yang seimbang antara kedua belah pihak. Hak-hak dan tugas yang akan didapatkan serta peraturan-peraturan yang disetujui dari hasil mufakat kedua belah pihak.

Ingatlah baik-baik sobat bagian ini sangatlah penting karena kalian akan mengetahui segala hal berkaitan dengan tugas dan hak yang nantinya akan sobat emban dan peroleh hingga masa perjanjian berakhir.

Periode Kerjasama yang akan Berlangsung

Jangan lupa, semua hal ada masa dan waktunya sendiri. Nah begitu-pun dengan surat perjanjian kerja. Jangan sampai lupa, nih mencantumkan panjang periode berlakunya perjanjian antara sobat dengan pihak yang terkait. Pada bagian ini karyawan akan mendapat kejelasan pasti mengenai durasi waktu mereka bekerja untuk sang perusahaan.

Jikalau karyawan tersebut memiliki kredibilitas dan kemampuan yang baik, tak khayal sang perusahaan pasti akan memperpanjang kontrak dengan mereka!

Penjelasan Mengenai Sanksi Pelanggaran

Dimana ada aturan disitu ada pelanggaran. Untuk memberikan hasil semaksimal mungkin, surat perjanjian ini juga memiliki unsur sanksi yang akan dikenakan pada pihak mana-pun yang melanggar ketetapan yang telah disahkan sebelumnya.

Telah kami bahas sedikit di atas dikarenakan perjanjian yang telah disahkan secara hukum. Pihak pelanggar tentu saja dapat dikenakan sanksi secara hukum atau paling tidak – umumnya, sanksi juga bisa berupa denda uang dalam jumlah tertentu.

Butir Pemutusan Kontrak

Di dalam butir ini, sobat akan mendapatkan kejelasan mengenai berbagai hal yang dapat menggiring kerjasama yang berlangsung ke dalam peristiwa pemutusan kontrak: diputuskan, diakhiri, mau-pun berakhir.

Pasal Pendukung Lainnya

Hal terakhir yang patut diingat adalah cantumkan berbagai pasal yang akan mendukung kinerja para karyawan maupun kualitas hubungan dari kerjasama yang berlangsung, seperti halnya: kebijakan perusahaan dan etika dalam bekerja.

Baca juga: Fungsi dan Contoh Surat Keterangan Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Contoh-Surat-Perjanjian-Kerja-Sama-yang-Benar
Sumber: essay.co.id

Seperti itulah salah satu contoh dari surat perjanjian kerja. Semoga, dengan memperlajari hal ini, jalinan kerjasama yang berlangsung akan lebih saling menguntungkan dan aman!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Penjelasannya

Seorang praktisi bisnis perlu memahami apa itu HPP dan bagaimana cara menghitungnya. Ini akan memberikan keuntungan bagi pebisnis tersebut dalam mengatur sumber daya dan...

Mengenal Apa Itu Jurusan Sastra Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Pramoedya Ananta Toer, Buya Hamka, Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Kridalaksana, atau Gorys Keraf? Nama-nama tersebut tentunya sudah gak...

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...