Pengertian Sitasi dan Penulisannya

Ketika menulis hasil penelitian atau karya ilmiah tentu kamu menggunakan referensi yang sudah ada. Referensi tersebut bisa dari jurnal, buku, atau artikel ilmiah yang lainnya. Referensi tersebut nantinya dapat memperkuat argumen tentang tulisan yang kamu buat. Oleh karena itu, mendokumentasikan sumber tulisan yang dibuat penting untuk dilakukan dengan mengutip sumber yang dipakai.

Artikel kali ini akan membahas tentang pengertian sitasi dan penulisannya, cara menulis sitasi atau cara membuat sitasi, serta contoh sitasi. Silahkan disimak ya!

Pengertian Sitasi Menurut Para Ahli

Pengertian sitasi dan penulisannya
Sumber: ElasticComputeFarm from Pixabay

Witono Hardi, Tri Suyono, dan Said Hi Abbas

Menurut Hardi et al. (2020), sitasi adalah mengutip bagian dari karya orang lain untuk dijadikan referensi karya yang sedang dibuat. Sitasi dalam penulisan ilmiah diperbolehkan bahkan sangat ditekankan untuk mendapat rujukan yang sesuai.

Baca juga: Cara Menggunakan Mendeley

Hartinah

Analisis sitiran menurut Hartinah, yaitu penyelidikan melalui data kutipan dari suatu dokumen yang dikutip maupun dokumen yang mengutip. Menurut Hartinah, analisis kutipan ini bisa menjadi cara untuk berbagai kepentingan atau kebijakan seperti evaluasi program riset, penentuan ilmu pengetahuan, visualisasi suatu disiplin ilmu, dan indikator ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sulistyo-Basuki

Sulistyo dan Basuki berpendapat bahwa analisis sitasi dapat digunakan untuk mengukur pengaruh intelektual ilmuwan dari pengarang yang dikutip.

Garfield

Garfield juga menyatakan bahwa analisis sitasi banyak digunakan dalam kajian bibliometrika karena dapat mewakili subjek yang diperlukan dengan jelas, tidak memerlukan interpretasi, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Diana Hacker dan Nancy Sommers

Menurut Diana Hacker dan Nancy Sommers, sitasi adalah cara yang digunakan untuk menghargai peneliti atau penulis lain ketika seseorang menggunakan karya mereka dalam karya tulisnya.

Pengertian Sitasi Secara Umum

Secara umum, sitasi atau bisa disebut dengan kutipan adalah referensi yang ditulis pada suatu karya tertentu seperti buku, artikel, jurnal, dan lain-lain sebagai bentuk pengakuan atas ide atau pendapat orang lain. Penulisan sitasi pada karya ilmiah merupakan bentuk dari kejujuran intelektual yang sudah seharusnya dijunjung tinggi dan dijaga sehingga menjadi iklim dan budaya di lingkungan akademis. Selain itu, penulisan ini menjadi bagian dari upaya untuk menghindari plagiarisme.

Cara Menulis Sitasi

Cara menulis sitasi
Sumber: Hans Braxmeier from Pixabay

Sebelum membahas mengenai cara menulis sitasi penting terlebih dahulu untuk mengetahui format gaya penulisan sitasi dan bagian utamanya.

Format Gaya Penulisan Sitasi

Sebenarnya ada banyak bentuk dalam penulisannya. Adapun gaya penulisan sitasi yang sering digunakan di dunia akademik, yaitu Modern Language Association (MLA), American Psychological Association (APA) Style, dan Chicago Style. Ketiga gaya penulisan sitasi tersebut berguna untuk menuliskan sitasi yang dipakai dalam daftar pustaka.

Bagian Utama Sitasi

Bagian utama pada umumnya dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Mengutip sumber yang relevan sesuai dengan topik yang ditulis (citation).
  2. Membuat daftar pustaka berdasarkan sumber yang disitasi tersebut.

Ketentuan Penulisan Sitasi

Terdapat dua ketentuan dalam penulisannya, yaitu sitasi secara langsung dan tidak langsung. Dua ketentuan tersebut dijelaskan sebagai berikut.

Sitasi Langsung

Apabila pengutipan dilakukan secara langsung, kalimat yang disitasi ditulis dengan menggunakan tanda petik dua. Penting untuk diperhatikan bahwa jika menggunakan kutipan langsung, kutipan tersebut tidak menjadi bagian yang dominan dari suatu karya. Penggunaan kutipan langsung memiliki kriteria sebagai berikut.

  1. Apabila penulis khawatir terjadi penafsiran berbeda ketika menggunakan bahasa penulis sendiri.
  2. Ketika akan mengungkapkan teori, rumus, dalil, serta rumusan ilmiah lain.
  3. Ayat-ayat dari kitab suci atau hadis.
  4. Kutipan langsung tersebut digunakan ketika ingin dikomentari oleh penulis.
  5. Parafrasa tidak mungkin dilakukan karena yang disampaikan oleh pengarang aslinya cukup ringkas.

Teknik Parafrasa

Teknik parafrasa
Sumber: Clker-Free-Vector-Images from Pixabay

Parafrasa adalah menyatakan kalimat atau paragraf menggunakan kalimat yang berbeda dari aslinya dengan tidak mengubah maknanya. Kosakata yang digunakan pada teknik parafrasa ini berbeda dari kalimat aslinya. Teknik parafrasa ini merupakan jenis kutipan tidak langsung. Meskipun begitu, sumber yang dipakai harus tetap disebutkan karena ide/gagasan dalam kalimat yang dikutip tersebut merupakan milik penulis pertama.

Keterampilan dalam teknik parafrasa ini bermanfaat bagi penulis untuk menghindari adanya plagiarisme. Teknik parafrase ini dapat melatih penulis untuk menjadi lebih kreatif secara redaksional. Adapun cara membuat parafrase adalah sebagai berikut.

  1. Membaca keseluruhan sumber tulisan dengan cermat sehingga ide tulisan pada sumber tersebut benar-benar dipahami.
  2. Menyusun ulang kalimat yang dikutip dengan menggunakan kosakata sendiri sesuai dengan ide sumber kutipan.
  3. Memeriksa kembali kalimat yang dikutip dan memastikan bahwa gagasan yang ditulis tidak menyimpang dari sumber aslinya.
  4. Apabila terdapat kata unik yang harus dikutip, gunakan tanda petik dua seperti pada kutipan langsung.

Cara menulis sitasi

Cara menulis sitasi ketika mengutip dalam sebuah teks memiliki ketentuan sebagai berikut.

  1. Nama pengarang sumber yang digunakan, yang dikutip adalah nama terakhir kemudian diikuti dengan tahun.
  2. Apabila tidak disebutkan di dalam kutipan, nama pengarang ditulis dalam tanda kurung.
  3. Apabila pengarang memiliki dua karya atau lebih, nama yang dikutip diikuti dengan judul.
  4. Apabila pengarang ada dua orang maka penulisan situasinya yaitu kedua nama orang terakhir tersebut ditulis.
  5. Apabila nama pengarang lebih dari tiga orang, maka di dalam kutipan ditulis nama terakhir pengarang pertama diikuti dengan et al.
  6. Apabila sumber yang dikutip berasal dari suatu organisasi, maka organisasi tersebut bisa dianggap sebagai pengarang. Cara menulisnya dengan menyebutkan nama organisasi tersebut atau menggunakan singkatan yang baku. Apabila nama organisasi tidak dinyatakan dalam kalimat, perlu ditulis di dalam tanda kurung akhir kalimat.
  7. Apabila sumber yang dikutip tidak mencantumkan nama penulis maka judul sumber tersebut dikutip dalam tanda “……..” atau dalam tanda kurung (“………………..”) apabila tidak dinyatakan dalam kalimat kutipan. Selain itu, juga dapat ditulis dengan anonimous. Namun sebisa mungkin, kutipan yang tidak mencantumkan nama penulis (anonimous) ini tidak digunakan.

Itu beberapa ketentuan cara membuatnya yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menulis.

Baca juga: Cara Membuat Footnote

Contoh Sitasi

Contoh sitasi penulisan dalam kalimat dengan menyebutkan nama pengarang.

  1. Menurut penelitian Iwouha dan Kalu (1995), kimpul memiliki kandungan oksalat sebanyak 491 mg/100g berat kering.
  2. Menurut Nurani (2013), adanya oksalat dalam kimpul dapat menyebabkan rasa gatal ketika dikonsumsi.
  3. Akpan et al. (2004) menyebutkan bahwa kandungan oksalat pada kimpul berupa kristal kalsium oksalat.

Contoh sitasi dalam kalimat dengan tidak menyebutkan nama pengarang.

  1. Oksalat yang terkandung pada kimpul tersebut apabila dikonsumsi dapat menyebabkan rasa gatal (Nurani, 2013).
  2. Kimpul memiliki kandungan oksalat sebanyak 491 mg/100 g berat kering (Iwouha dan Kalu, 1995).
  3. Kandungan oksalat pada kimpul berupa kristal kalsium oksalat (Akpan et al., 2004).

Contoh sitasi yang sumbernya berasal dari suatu organisasi

  1. Penjualan mie instan Indonesia sangat tinggi, yaitu mencapai 13,4 milyar bungkus pada tahun 2014 (Word Instant Noodle Assocoation, 2015).
  2. Menurut Badan Pusat Statistik (2015), impor tepung terigu di Indonesia sampai akhir tahun 2015 mencapai 491.138 kilogram.

Contoh sitasi yang dituliskan pada daftar pustaka dengan APA style.

  1. Sumber jurnal

    sumber jurnal
    Sumber: dokumentasi pribadi
  1. Sumber buku

    sumber buku
    Sumber: dokumentasi pribadi
  1. Sumber website

    sumber website
    Sumber: dokumentasi pribadi
  1. Sumber disertasi
    sumber disertasi
    Sumber: dokumentasi pribadi

    Baca juga: 20 Website Jurnal Internasional

Pemahaman Akhir

Dalam penulisan hasil penelitian atau karya ilmiah, sitasi atau kutipan merupakan hal yang penting untuk mengakui dan menghargai karya orang lain yang digunakan sebagai referensi. Sitasi dapat memperkuat argumen dalam tulisan dan menghindari plagiarisme. Sitasi dapat dilakukan dengan beberapa format gaya penulisan, seperti MLA, APA, dan Chicago Style, yang digunakan untuk menyusun daftar pustaka.

Dalam menulis sitasi, perlu diperhatikan beberapa ketentuan, seperti pengutipan langsung dan tidak langsung. Sitasi langsung menggunakan tanda petik untuk menyebutkan kutipan secara langsung dari sumber, sementara sitasi tidak langsung menggunakan teknik parafrasa untuk menyusun ulang kalimat dengan menggunakan kosakata sendiri.

Cara menulis sitasi meliputi menyebutkan nama pengarang, tahun, dan judul karya yang dikutip. Jika ada dua pengarang, kedua nama mereka disebutkan, dan jika lebih dari tiga, digunakan et al. Sitasi juga dapat dilakukan untuk sumber yang berasal dari suatu organisasi dengan menyebutkan nama organisasi atau menggunakan singkatan baku.

Contoh-contoh sitasi diberikan dengan mengutip sumber dari jurnal, buku, website, dan disertasi sesuai dengan format gaya penulisan APA. Dengan memahami pengertian sitasi dan cara menulisnya dengan benar, penulisan karya ilmiah dapat menjadi lebih akurat, kredibel, dan terhindar dari plagiarisme.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai pengertian sitasi dan penulisannya, cara menulis sitasi atau cara membuat sitasi, serta contoh sitasi. Biasanya panduan lengkap dalam menulis sitasi disajikan lebih lengkap dalam buku panduan menulis karya ilmiah seperti panduan menulis skripsi, tesis, atau disertasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat menulis!


Sumber:

Hardi, W., Suyono, T., Abbas, S.H. 2020. Manajemen Daftar Pustaka pada Karya Tulis Ilmiah dengan Mendley. Bandung: CV. Media Sains Indonesia.

Istiana, P. (2013). Membuat Sitasi dan Daftar Pustaka. Materi Pelatihan KursusPelatihan Instruktur Literasi Informasi. Universitas Padjajaran. Bandung27.

Mufid, M. (2015). Pedoman Sitasi dalam Penulisan Karya Tulis: Penulisan Karya Tulis dalam Format CSE Style.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Devi

Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *