Sistem Reproduksi Manusia Serta Pembahasannya

Setiap makhluk hidup, termasuk manusia akan bereproduksi untuk melangsungkan dan mempertahankan kelestarian jenisnya. Pertambahan jumlah manusia di dunia ini terjadi melalui proses reproduksi. Kemudian, bagaimanakah sistem reproduksi pada manusia itu?

Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak pembahasan mengenai sistem reproduksi manusia berikut ini.

Pengertian Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi adalah proses untuk menghasilkan keturunan atau individu baru dari organisme sebelumnya.

Baca juga: Sistem Peredaran Darah

Sistem Reproduksi Manusia

Sistem reproduksi manusia terdiri dari sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita. Sistem reproduksi manusia berbeda antara pria dan wanita. Pria menghasilkan sel kelamin jantan atau sperma yang dibentuk di dalam testis, sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum) yang dibentuk di dalam ovarium.

Agar kamu dapat lebih memahami kedua sistem reproduksi tersebut, yuk simak pembahasan berikut ini!

Sistem Reproduksi Pria

Sistem reproduksi pria tersusun atas organ-organ reproduksi. Organ reproduksi pria terdiri dari organ reproduksi dalam dan luar.

Organ Reproduksi Pria
Sumber: pinterest.com

a. Organ reproduksi dalam

Organ reproduksi pada sistem reproduksi pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran, dan kelenjar aksesoris. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing organ dalam tersebut.

1) Testis

Testis atau buah zakar adalah organ reproduksi pria yang berjumlah sepasang dan berbentuk oval berada di kiri dan kanan. Testis terletak di bawah penis, dalam skrotum (kantung zakar). Testis memiliki fungsi sebagai penghasil sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testosteron. Hormon testosteron adalah hormon kelamin jantan yang suatu saat bertanggung jawab memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria.

Contoh ciri-ciri kelamin sekunder tersebut antara lain tumbuhnya janggut dan suara membesar.

2) Saluran Pengeluaran (Duktus Ekskresi)

Saluran pengeluaran terdiri atas organ-organ sebagai berikut.

  • Saluran epididimis

Saluran ini memiliki bentuk berkelok-kelok dan terletak di sebelah belakang atas dari testis. Di tempat ini, sperma mengalami pematangan. Selanjutnya, sperma bergerak menuju kantung kemih (vesikula seminalis) melalui saluran mani (vas deferens). Sperma ditampung sementara waktu pada kantung kemih.

  • Vas deferens

Adalah saluran yang tidak menempel pada testis dan merupakan sambungan dari saluran epididimis. Ujung dari saluran ini terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi dari vas deferens adalah sebagai penghubung atau penerus jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen (kantung mani/ vesikula seminalis).

  • Saluran ejakulasi

Adalah saluran yang berjumlah sepasang dan berfungsi untuk mengeluarkan semen (mani) agar masuk ke dalam uretra.

  • Uretra

Fungsi uretra adalah menyalurkan pembuangan baik hasil dari sistem ekskresi maupun sistem reproduksi.

3) Kelenjar Aksesoris

Kelenjar aksesoris terdiri atas organ-organ sebagai berikut.

Nama OrganKeterangan
Vesika seminalisKelenjar yang berkelok-kelok dan terletak di belakang kantung kemih. Hasil dari kelenjar ini mengandung fruktosa dan prostaglandin yang akan menjadi bagian dari semen
Kelenjar prostatMelingkari uretra bagian atas dan terletak di bawah kantung kemih. Hasil dari kelenjar ini mengandung kolesterol, garam, dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup spermatozoa
Kelenjar cowper atau glandula bulbouretralisSaluran yang langsung menuju uretra dan terletak di belakang kelenjar prostat.

b. Organ reproduksi luar

Organ reproduksi luar pada laki-laki meliputi penis dan skrotum.

1) Penis

Penis terdiri atas 3 rongga berbentuk silinder, yaitu 2 terletak di bagian atas yang disebut korpus cavernosum penis dan 1 terletak di bagian bawah yang disebut korpus cavernosum uretra. Selanjutnya, uretra yang merupakan muara dari saluran kencing dan saluran kelamin terdapat di bagian tengah.

2) Skrotum (kantung zakar)

Adalah kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum terdapat di sebelah kanan dan kiri (berjumlah sepasang). Diantara kedua skrotum tersebut dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos.

Baca juga: Materi Sistem Imun

Sistem Reproduksi Wanita

Dalam sistem reproduksi wanita terdapat organ-organ reproduksi. Organ reproduksi pada sistem reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ Reproduksi Wanita
Sumber: freepik.com

a. Organ reproduksi dalam

Terdiri atas sepasang indung telur (ovarium), sepasang saluran telur (tuba fallopi), rahim (uterus), dan vagina (saluran kelamin).

1) Ovarium

Ovarium terletak di rongga perut, yaitu tepatnya di sebelah kiri dan kanan daerah pinggang dan berjumlah sepasang. Fungsi ovarium adalah sebagai penghasil sel telur atau ovum dan hormon-hormon kelamin wanita, seperti progesteron dan estrogen.

2) Tuba Fallopi/Oviduk

Adalah suatu saluran yang berjumlah sepasang dan berfungsi untuk menyalurkan sel telur dari ovarium menuju rahim serta menyediakan lingkungan yang cocok untuk pembuahan dan perkembangan sel telur sebelum pembuahan.

3) Uterus/Rahim

Adalah organ yang berongga dan berotot dan hanya terdiri dari satu ruang yang disebut simpleks. Rahim wanita terdiri dari serviks uterus yang terletak di bagian bawah dan badan rahim atau corpus uterus.

4) Vagina

Adalah saluran yang berhubungan dengan rahim. Bagian dalam vagina berlipat-lipat dan pada ujungnya terdapat selaput dara (hymen). Vagina memiliki fungsi sebagai jalan keluarnya bayi pada saat proses melahirkan.

b. Organ reproduksi luar

Selain organ dalam, sistem reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi bagian luar. Organ reproduksi bagian luar pada wanita disebut vulva, terdiri atas labia mayora, mons pubis, labia minora, klitoris, dan kelenjar bartholin.

1) Labia mayor (sama dengan skrotum pada pria), adalah lipatan kulit yang tebal dan berlapiskan lemak dan berfungsi melindungi vagina.

2) Labia minora/bibir kecil, adalah lipatan kulit diantara labia mayora, halus, tipis, serta tidak mengandung lapisan lemak.

3) Mons pubis, adalah bagian vagina yang terlihat membukit, tempat bertemunya dua bibir vagina.

4) Klitoris, adalah bagian vagina yang berbentuk tonjolan kecil.

5) Kelenjar bartholin, terletak di tepi lubang vagina dan berfungsi untuk mensekresi lendir.

Proses Pembentukan Sel Kelamin (Gametogenesis)

Setelah mengetahui organ-organ reproduksi pada pria dan wanita, kamu akan belajar tentang proses pembentukan sel kelamin atau gamet. Sudah kamu ketahui, sel kelamin pada pria disebut sperma, sedangkan sel kelamin pada wanita disebut ovum atau sel telur. Proses pembentukan sel kelamin pada pria berbeda dengan proses pembentukan sel kelamin pada wanita.

Proses pembentukan sel kelamin atau gamet dinamakan gametogenesis. Gametogenesis dibedakan menjadi 2, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Untuk mengetahui bagaimana proses spermatogenesis dan oogenesis, perhatikan gambar berikut ini.

Spermatogenesis dan Oogenesis
Sumber: pinterest.com

Berdasarkan gambar tersebut, dapat dijelaskan proses spermatogenesis dan oogenesis adalah sebagai berikut.

a. Spermatogenesis

Adalah proses pembentukan sperma (sel kelamin pada pria). Spermatogenesis terjadi dalam testis atau buah zakar.

Berikut adalah proses spermatogenesis.

  • Spermatogonium (2n) membelah dan menjadi spermatosit primer melalui proses pembelahan secara mitosis.
  • Spermatosit primer menghasilkan 2 spermatosit sekunder melalui proses pembelahan secara meiosis.
  • Setiap spermatosit sekunder akan membelah dan menghasilkan spermatid (n).
  • Spermatid akan mengalami pematangan menjadi spermatozoa (sperma).

b. Oogenesis

Adalah proses pembentukan ovum atau sel telur. Oogenesis terjadi di ovarium. Berikut adalah proses oogenesis.

  • Oogonium (2n) menghasilkan oosit primer melalui proses pembelahan secara mitosis.
  • Oosit primer menghasilkan satu oosit sekunder dan satu badan kutub primer melalui proses pembelahan secara meiosis.
  • Oosit sekunder menghasilkan sebuah ootid yang akan berkembang menjadi sel telur dan badan kutub sekunder yang akan berdegenerasi.
  • Badan kutub primer membelah menghasilkan badan kutub sekunder yang juga akan mengalami degenerasi.
  • Ootid akan berdiferensiasi menjadi ovum atau sel telur.

Menstruasi, Kehamilan, dan Persalinan

Menstruasi atau Haid

Adalah proses luruhnya dinding sebelah rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah, sehingga terjadi pendarahan melalui serviks dan vagina. Hal ini disebabkan karena tidak terjadi pelekatan embrio pada lapisan endometrium.

Pendarahan ini terjadi secara berkala, terdapat jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya yang disebut dengan siklus menstruasi. Rata-rata siklus menstruasi wanita berkisar 28 hari.

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama haid. Perhatikan gambar berikut ini.

Siklus Menstruasi
Sumber: microbenotes.com

Siklus ini terjadi atas 4 fase, yaitu sebagai berikut.

a. Fase menstruasi

Fase menstruasi ini terjadi apabila korpus luteum menghentikan produksi hormon esterogen dan progesteron, karena ovum tidak dibuahi oleh sperma. Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari.

b. Fase pra-ovulasi

Fase pra-ovuasi disebut juga dengan fase poliferasi. Pada fase ini hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin dan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH (folikel stimulating hormone). FSH merangsang permatangan folikel dan merangsang pengeluaran hormon esterogen.

c. Fase ovulasi

Adalah proses pelepasan oosit sekunder dari folikel. Biasanya fase ini terjadi pada hari ke 14.

d. Fase pasca ovulasi

Fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya, meski siklus menstruasi pada wanita berbeda-beda.

Kehamilan

Masa Kehamilan
Sumber: freepik.com

a. Masa 2 bulan

Bayi lebih kecil daripada kacang kenari, kaki serta jari-jari kecil tumbuh. Kehamilan telah terjadi.

b. Masa 3 bulan

Kurang lebih panjangnya 70 mm, bayi dapat menggerakkan kepala dan anggota gerak.

c. Masa 5 bulan

Tubuh bayi memiliki panjang sekitar 25 cm dan sudah dapat memberikan respon terhadap suara keras. Respon yang diberikan oleh bayi adalah dengan cara menendang dan menggeliat.

d. Masa 7 bulan

Bayi panjangnya kurang lebih 40 cm dan terimpit di dalam rahim. Posisi kepala bayi cenderung selalu di bawah, suatu posisi untuk melahirkan.

e. Masa 9 bulan

Bayi sudah berkembang dan siap untuk dilahirkan. Beratnya kurang lebih 3-4 kg dan panjangnya 50 cm.

Persalinan

Ketika akan melahirkan, serviks (leher rahim) akan mengalami relaksasi dan pelebaran. Otot dinding rahim akan mengalami kontraksi, dan terjadi semakin sering dan semakin kuat. Proses tersebut merupakan kerja berat baik bagi ibu maupun bayi dan disebut dengan kala I.

Kontraksi akan mendorong bayi untuk keluar melalui serviks yang telah membuka dan memasuki vagina. Ini adalah kala II, yaitu kala persalinan. Selanjutnya diikuti oleh kala III, yaitu tahap pasca persalinan.

Di tengah-tengah panggul ibu atau tulang-tulang panggul terdapat lubang besar yang akan dilewati oleh bayi. Lubang ini memiliki ukuran yang lebih besar untuk dapat memberi tempat pada bentuk kepala bayi. Lubang tersebut berubah menjadi lebih besar, karena sendi-sendi panggul dan ligamen-ligamen terutama simpisis pubis yang terletak di antara 2 tulang pubis mengalami peregangan.

Embrio diselaputi oleh tiga lapisan, yaitu sebagai berikut:

a. Amnion, berisi cairan yang berfungsi melindungi embrio dari benturan.

b. Khorion, bagian dari plasenta yang merupakan pertukaran zat-zat antara embrio dan ibu.

c. Alantois membran yang mengandung pembuluh darah penghubung embrio dan ibu.

Baca juga: Sistem Pernapasan

Pemberian ASI Eksklusif dan Program Keluarga Berencana

Air susu ibu (ASI) dihasilkan oleh kelenjar susu. Dalam payudara wanita, terdapat lobus kurang lebih sebanyak 20 lobus, yaitu kumpulan kelenjar laktiferus pembuat susu. Kelenjar tersebut akan membesar dan menghasilkan susu yang mengalir sepanjang saluran laktiferus dan keluar dari puting susu. ASI tersebut akan terangsang untuk keluar ketika bayi menghisap puting payudara ibu.

Setelah bayi lahir, bayi harus mendapatkan ASI yang optimal sebagai nutrisi yang mampu memenuhi seluruh unsur gizi untuk perkembangan bayi menjadi anak sehat dan cerdas.

ASI Eksklusif

Pemberian ASI Eksklusif
Sumber: PublicDomainPictures dari Pixabay

ASI eksklusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara eksklusif dapat diartikan bahwa bayi tidak boleh diberi makanan tambahan atau cairan lain selain ASI. Contohnya susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dpisang, papaya, biskuit, dan sebagainya.

Pemberian ASI memiliki keuntungan yang sangat besar antara lain:

  • Bagi bayi yang baru lahir, ASI dapat melindungi bayi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh karena didalam ASI terdapat antibodi alami
  • ASI dapat meningkatkan IQ anak karena terdapat zat DHA (Docosa Hexanoic Acid) dan AA (Arachdonic Acid) yang berfungsi dalam perkembangan otak
  • Terbentuk ikatan emosional yang kuat antara ibu dengan anaknya
  • Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung berbagai zat untuk kekebalan sehingga akan lebih jarang sakit
  • Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara
  • Membantu pembentukan rahang
  • Membantu perkembangan motorik seperti dapat berjalan dalam waktu yang cepat

Program Keluarga Berencana (KB)

Keluarga Berencana
Sumber: natik_1123 dari Pixabay

Keluarga berencana atau disingkat dengan KB, adalah suatu program membatasi kelahiran dengan tujuan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera. Perencanaan jumlah keluarga tersebut dilakukan dengan bantuan penggunaan alat-alat kontrasepsi. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal sebanyak dua anak. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an.

Alat-alat kontrasepsi yang digunakan antara lain sebagai berikut.

  • Pil KB, berbentuk pil
  • Suntikan (1 bulan dan 3 bulan)
  • Implan (susuk) adalah alat kontrasepsi yang digunakan di lengan atas bawah kulit dan sering digunakan pada tangan kiri.
  • Kondom, adalah alat yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual.
  • Tubektomi, adalah cara menghentikan fertilisasi dengan cara memotong, mengikat, atau memasang cincin pada saluran tuba fallopi.

Penyakit pada Sistem Reproduksi

Apabila sistem reproduksi manusia tidak bekerja dengan baik, maka akan menimbulkan suatu penyakit. Berikut terdapat beberapa penyakit pada sistem reproduksi.

  1. Herpes

Adalah penyakit pada sistem reproduksi yang memilki gejala rasa sakit ketika urinasi, dan gatal-gatal di sekitar alat kelamin.

  1. Sifilis

Adalah penyakit pada sistem reproduksi yang ditandai dengan timbulnya rasa pedih di sekitar kemaluan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

  1. HIV/AIDS

AIDS akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga dalam waktu yang lama, penderita AIDS tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

  1. Gonorrhea

Adalah penyakit pada sistem reproduksi yang sering disebut juga dengan raja singa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penderita penyakit ini akan mengalami rasa sakit yang luar biasa saat buang air kecil dan terkadang disertai dengan urin yang bernanah.

Baca juga: Materi Sistem Gerak Manusia

Demikian pembahasan mengenai sistem reproduksi manusia. Bagaimana, sekarang kamu sudah paham bukan? Semoga pembahasan kali ini bermanfaat.


Sumber:

Bakhtiar, Suaha. (2011). BIOLOGI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional.

Diastuti, Renni. (2009). BIOLOGI. Jakarta: Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Safitri, Ririn. (2016). BIOLOGI. Surakarta: Mediatama.

Artikel Terbaru

Efrina

Efrina

Saya lulusan S1 Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, angkatan 2014. Saya lulus pada tahun 2018. Saya mulai menulis dari tahun 2016. Artikel yang pernah saya tulis diantaranya tentang budaya, tempat wisata di Indonesia, kuliner, hiburan/entertainment, dsb. Saya tertarik untuk menulis dengan tema pendidikan karena saya ingin berbagi ilmu/memberi wawasan khususnya kepada adik-adik yang sedang menimba ilmu di sekolah, agar lebih semangat lagi belajarnya.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *