Sistem Peredaran Darah Manusia

Pernahkah kamu menjalani tes golongan darah? Sebenarnya untuk apa kamu perlu mengetahui golongan darah? Bagaimana hubungan darah dengan sistem peredaran darah manusia? Kemudian apa saja yang termasuk organ peredarah darah manusia? Agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kali ini akan dibahas tentang sistem peredaran darah manusia. Mari simak penjelasannya ya!

Pengertian Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah manusia disebut juga dengan sistem kardiovaskular. Sistem peredaran darah adalah sistem organ yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan bantuan organ peredaran darah.

Baca juga: Sistem Pernapasan Manusia

Komponen Darah

Sistem Peredaran Darah Manusia
Sumber: Arek Socha dari Pixabay

Sebelum membahas bagaimana mekanisme peredaran darah, akan dibahas terlebih dahulu mengenai darah beserta komponennya. Darah adalah cairan yang diedarkan dan dipompa oleh jantung menuju semua bagian tubuh, setelah itu kembali lagi ke jantung untuk mengulangi proses sistem peredaran darah.

Fungsi Darah

  • Membawa oksigen ke seluruh sel-sel tubuh yang berasal dari paru-paru.
  • Mengangkut sari makanan, hormon, dan sisa metabolisme. Sisa metabolisme tersebut misalnya karbon dioksida (CO2) yang diangkut oleh jaringan tubuh ke paru-paru.
  • Melindungi tubuh dari infeksi, dengan cara membentuk antibodi dan sel-sel darah putih.
  • Menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.
  • Melindungi jaringan-jaringan tubuh dengan cara mengatur keseimbangan asam basa agar terhindar dari kerusakan.

Komponen darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit, dan plasma darah.

Sel Darah Merah (Eritrosit)

Eritrosit disebut juga sebagai sel darah merah. Warna merah pada eritrosit disebabkan oleh adanya hemoglobin. Hemoglobin tersusun dari hemin (senyawa besi) hemin dan globin (suatu jenis protein). Sel darah merah memiliki peran untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan menjaga keseimbangan asam-basa cairan darah dan juga mengangkut O2 di dalam tubuh.

Sel darah merah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Berbentuk diskus atau cakram
  • Tidak berinti
  • Memiliki diameter 0, 008 mm
  • Tidak dapat bereproduksi sendiri, sel darah merah harus diganti dengan sel baru yang diproduksi oleh sumsum tulang

Eritrosit dibentuk di dalam sumsum tulang pipih (tulang belakang) dan tulang pipa. Eritrosit rata-rata hidup selama 120 hari, selanjutnya sel darah merah akan dihancurkan di dalam limpa dan hati. Eritrosit yang dihancurkan kurang lebih sebanyak 3 juta sel setiap detiknya. Kemudian, sebanyak itu pula harus dihasilkan eritrosit yang baru.

Senyawa yang terdapat pada hemoglobin (hemin) dihancurkan dan diubah menjadi pigmen empedu berupa biliverdin dan bilirubin. Zat besi dari penghancuran hemoglobin tersebut akan diangkut kembali ke dalam sumsum tulang untuk pembentukan eritrosit baru.

Keping Darah (Trombosit)

Trombosit memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut.

  • Berukuran lebih kecil daripada eritrosit
  • Tidak berinti
  • Memiliki waktu hidup sekitar 8 hari
  • Sering disebut dengan sel darah pembeku karena berfungsi dalam proses pembekuan darah

Sel Darah Putih (Leukosit)

Sel darah putih memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut.

  • Memiliki inti sel bulat ataupun cekung
  • Bentuknya bervariasi
  • Dapat menembus dinding kapiler dan pergerakannya seperti Amoeba
  • Plasma leukosit ada yang mengandung butiran-butiran (granula)

Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam plasma, leukosit dibagi menjadi 2 macam yaitu agranulosit dan granulosit.

a. Leukosit bergranula (granulosit)

Terdiri dari 3 macam, antara lain sebagai berikut.

  • Neutrofil, memiliki plasma yang bersifat netral, jumlah sel intinya banyak dengan berbagai macam bentuk. Neutrofil bersifat fagosit terhadap eritrosit (sel darah merah), kuman, dan jaringan mati. Neutrofil berfungsi untuk merespon infeksi bakteri atau jamur dan memakan partikel asing dan akhirnya mati.
  • Eosinofil, plasmanya bersifat asam dan apabila ditetesi eosin akan berwarna merah tua. Jumlah eosinofil akan meningkat jika tubuh terkena infeksi dan bersifat fagosit. Eosinofil berfungsi untuk merespon alergi (inflamasi) dan melindungi tubuh dari infeksi parasit.
  • Basofil, memiliki plasma yang bersifat basa dan apabila ditetesi oleh larutan basa maka plasma akan berwarna biru. Sel darah putih ini jumlahnya akan meningkat jika terkena infeksi. Basofil mengandung zat kimia anti penggumpalan (heparin) dan bersifat fagosit. Basofil berfungsi untuk melepaskan zat kimia yang menyebabkan inflamasi, merespon alergi, serta memicu sistem imun.

b. Leukosit tidak bergranula (agranulosit)

  • Limfosit, tidak dapat bergerak dan berinti satu. Ukurannya ada yang besar dan ada yang kecil. Limfosit berfungsi untuk membentuk antibodi. Limfosit berfungsi untuk memproduksi antibodi atau zat lain untuk melawan patogen (agen penyebab penyakit dan melawan sel kanker).
  • Monosit, memiliki inti yang bulat/bulat panjang. Monosit diproduksi pada jaringan limfa dan bersifat fagosit. Monosit berfungsi untuk memakan partikel asing, misalnya bakteri.

Plasma Darah

Plasma darah memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut.

  • Membawa sari makanan ke sel-sel tubuh.
  • Membawa sisa hasil pembakaran ke tempat pembuangan yang berasal dari sel serta menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi.
  • Terdiri dari gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida (CO2).
  • Terdiri dari protein seperti fibrinogen, albumin, dan globulin. Protein tersebut terdapat sekitar 7% yaitu fibrinogen untuk pembekuan darah (0,3%), albumin untuk menjaga tekanan osmotik darah (4%) dan globulin, membentuk zat antibodi (2,7%).
  • Terdiri dari glukosa, gliserin, asam lemak, asam amino, kolesterol, dan sebagainya.
  • Terdiri dari 91,5 % air dan 8,5 % zat-zat terlarut.

Baca juga: Sistem Regulasi Manusia

Proses Pembekuan Darah

Pernahkah kamu terluka dan berdarah? Atau pernahkah kamu menolong orang yang sedang terluka? Apa yang terjadi dengan lukanya? Pastinya luka akan mengering. Nah, hal tersebut dipengaruhi oleh peran trombosit atau keping-keping darah. Bagaimana trombosit mampu menghentikan atau membekukan darah tersebut? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan proses pembekuan darah berikut ini.

  • Jika terjadi luka, trombosit akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase atau tromboplastin.
  • Trombokinase akan mengubah protrombin menjadi enzim trombin. Protrombin adalah senyawa yang dihasilkan dengan bantuan vitamin K di dalam hati.
  • Perubahan protrombin yang belum aktif akan menjadi trombin yang aktif dipercepat oleh ion kalsium.
  • Selanjutnya, fibrinogen akan diubah menjadi fibrin yang berbentuk benang-benang halus oleh trombin. Fibrin tersebut berbentuk akan menjerat sel darah merah dan membentuk gumpalan, sehingga darah membeku.

Fibrinogen adalah protein yang larut dalam plasma darah. Tingkat keparahan pada luka berbeda-beda. Jika luka yang terjadi terdapat pada permukaan daging, biasanya darah akan membeku dalam waktu kurang lebih 5 menit, tetapi untuk luka yang lebih dalam memerlukan waktu yang lebih lama bagi darah untuk membeku.

Pada proses pengambilan darah, misalnya untuk transfusi, pembekuan darah dapat dicegah atau dihambat dengan cara sebagai berikut.

  • Diusahakan menggunakan jarum yang tajam, dapat pula menggunakan pipa atau gelas yang licin permukaannya.
  • Darah yang diambil disimpan di tempat yang dingin sehingga enzim dalam keadaan tidak aktif.
  • Ditambahkan larutan natrium sitrat atau natrium oksalat, sehingga ion kalsium (Ca++) diendapkan atau dengan zat pencegah pembekuan darah seperti heparin dan hirudin.

Golongan Darah dan Transfusi Darah

Golongan Darah
Sumber: 200 Degrees dari Pixabay

Golongan darah dibedakan berdasarkan antigen atau aglutinogen dan antibodi atau aglutininnya. Menurut Dr. Landsteiner dan Donath menggolongkan darah ke dalam 4 golongan, yaitu A, B, O, dan AB. Perhatikan tabel berikut ini.

NoGolongan DarahAglutinogenAglutinin
1AAß
2BBα
3ABA dan Btidak ada
4Otidak adaα dan ß
  • Golongan darah A, apabila eritrosit mengandung aglutinogen A dan aglutinin ß dalam plasma darah.
  • Golongan darah B, apabila terdapat aglutinogen B pada eritrosit dan aglutinin α dalam plasma darah.
  • Golongan darah AB, apabila terdapat aglutinogen A dan B pada eritrosit, dan tidak terdapat aglutinin pada plasma darah.
  • Golongan darah O, apabila eritrosit tidak mengandung aglutinogen A dan B, dan plasma darah memiliki aglutinin α dan ß.

Transfusi darah adalah proses memberikan darah kepada orang lain. Sebelum melakukan proses transfusi darah, seorang pendonor harus memperhatikan jenis aglutinogen dalam eritrositnya, sedangkan pada resipien (penerima darah) perlu diperhatikan macam aglutinin di dalam plasma darahnya. Jadi, prinsip dari transfusi darah adalah aglutinogen tidak boleh bertemu dengan agglutinin, karena akan menyebabkan adanya aglutinasi atau penggumpalan.

Perhatikan tabel berikut ini.

NoGolongan DarahAglutinin Anti AAglutinin Anti B
1A+
2B+
3AB++
4O

Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa Aglutinin α akan menggumpalkan darah yang mengandung aglutinogen A, dan aglutinin ß akan menggumpalkan darah yang mengandung aglutinogen B.

Apabila seseorang yang memiliki golongan darah A mendonorkan darahnya kepada seseorang yang bergolongan darah B, maka akan terjadi penggumpalan. Hal tersebut disebabkan karena terdapat aglutinin α pada resipien yang bergolongan darah B.

Dalam proses tranfusi darah, ada yang disebut dengan donor universal dan resipien universal. Golongan darah yang termasuk donor universal adalah golongan darah O. Golongan darah O dikatakan sebagai donor universal karena dapat memberikan darahnya pada semua jenis golongan darah.

Sedangkan golongan darah yang termasuk resipien universal adalah golongan darah AB. Golongan darah AB dikatakan sebagai resipien universal, karena dapat menerima darah dari semua jenis golongan darah yang lain.

Transfusi darah dapat dilakukan dalam beberapa keadaan, antara lain ketika kekurangan darah yang akut, kecelakaan, kehilangan darah (misalnya ketika operasi), dan sebagainya.

Organ Peredaran Darah Manusia

Perhatikan gambar peredaran darah pada tubuh manusia berikut ini.

Peredaran Darah Manusia
Sumber: Clker-Free-Vector-Images dari Pixabay

Berdasarkan gambar peredaran darah diatas, dapat dikatakan bahwa dalam sistem peredaran darah manusia terdapat organ-organ yang berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Organ peredaran darah manusia tersebut memiliki perannya masing-masing dalam mekanisme peredaran darah.

Sebelum kamu mempelajari tentang bagaimana mekanisme peredaran darah, simak terlebih dahulu penjelasan mengenai organ peredaran darah berikut ini.

Jantung

Organ peredaran darah manusia yang pertama adalah jantung. Perhatikan gambar peredaran darah pada jantung berikut ini.

Jantung
Sumber: nationalgeographic.org

Berdasarkan gambar tersebut, dapat diketahui bahwa jantung adalah mesin bagi organ sistem peredaran darah manusia. Dalam sistem peredaran darah, jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah. Hal tersebut bertujuan agar darah dapat beredar ke seluruh tubuh.

Selain itu, jantung memasok sekitar 4,7 liter darah permenit. Jantung berdenyut sekitar 60-100 kali permenit pada manusia saat beristirahat, dan hingga 200 kali permenit saat beraktivitas. Jantung merupakan organ berongga, seukuran kepalan tangan. Jantung menempel pada bagian rongga dada di bagian tengah dada di atas diafragma.

Pada jantung terdapat otot jantung (miokardium) yang dilapisi oleh selaput jantung (perikardium). Selaput jantung (perikardium) memiliki dua lapisan yang diantara keduanya terdapat cairan yang berfungsi untuk menahan gesekan yang disebut dengan cairan getah bening. Bagian dalam jantung dilapisi oleh endokardium.

Jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu serambi atau atrium kanan, serambi atau atrium kiri, bilik atau ventrikel kanan, dan bilik atau ventrikel kiri.

a. Serambi atau Atrium

Adalah bagian/ruangan jantung yang berfungsi sebagai tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Serambi kanan terletak pada bagian superior kanan jantung. Serambi kanan berfungsi untuk menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru-paru. Vena cava superior dan inferior membawa darah dari dari seluruh tubuh ke jantung. Darah dari dinding jantung itu sendiri akan dibawa kembali oleh sinus koroner.

Selanjutnya, serambi kiri terletak di bagian superior kiri jantung, berukuran lebih kecil daripada serambi kanan, tetapi memiliki dinding yang lebih tebal. Serambi kiri berfungsi menampung empat vena pulmonalis yang mengembalikan darah teroksigenasi dari paru-paru.

b. Bilik atau Ventrikel

Memiliki ciri yaitu otot pada bilik atau ventrikel lebih tebal daripada serambi, dan bilik kiri lebih tebal daripada bilik kanan. Hal ini dikarenakan bilik berfungsi memompakan darah keluar jantung, antara bilik kanan dan kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.

Pada bagian inferior kanan apeks jantung terdapat bilik kanan. Darah akan melewati truncus pulmonal meninggalkan bilik kanan dan mengalir melewati jarak yang pendek ke paru-paru. Selanjutnya, bilik kiri terletak di bagian inferior kiri pada apeks jantung. Tebal dinding 3 kali lebih tebal dibandingkan dengan bilik kanan. Darah meninggalkan bilik kiri melalui aorta dan mengalir ke seluruh bagian tubuh kecuali paru-paru.

Agar kamu lebih memahami mengenai mekanisme peredaran darah yang terjadi pada jantung, yuk perhatikan cara kerja jantung berikut ini.

Cara kerja jantung sangat teratur, yaitu dengan mengembang dan mengempis. Hal ini terjadi karena ada otot-otot jantung yang berkontraksi dan berelaksasi. Cara kerja jantung adalah sebagai berikut.

  • Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru, akan masuk ke dalam serambi kiri. Dari serambi kiri darah diteruskan ke bilik kiri dan akan dipompa keluar dari jantung menuju ke seluruh tubuh, membawa oksigen.
  • Darah kembali ke jantung dengan membawa karbon dioksida dan air setelah oksigen digunakan untuk proses pembakaran di dalam sel-sel tubuh.
  • Darah masuk ke serambi kanan yang berasal dari seluruh tubuh, kemudian masuk ke bilik kanan. Selanjutnya, untuk melepas karbon dioksida dan mengambil oksigen darah akan dipompa keluar dari jantung menuju ke paru-paru.

Gerakan jantung disebut denyut jantung. Denyut jantung terjadi jika otot jantung berkontraki dan dapat dirasakan pada pembuluh nadi (arteri) di dekat permukaan kulit, seperti di pergelangan tangan dan leher. Setiap orang memiliki denyut jantung yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, berat badan, jenis kelamin, kesehatan, dan sebagainya.

Pada mekanisme peredaran darah, ada istilah sistole dan diastole. Sistole adalah tekanan darah pada saat jantung mengempis (berkontraksi) dan darah dipompa keluar dari jantung. Sedangkan diastole adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan darah mengalir ke dalam jantung. Tekanan darah dapat diukur dengan alat tensimeter atau spignometer Orang dewasa normal memiliki tekanan sistole 120 mmHg dan tekanan diastole 80 mmHg (120/80 mmHg).

Pembuluh Darah

Selain jantung, pembuluh darah juga berperan dalam sistem peredaran darah manusia. Pembuluh darah adalah pembuluh tempat darah mengalir, baik yang menuju ke jantung maupun yang keluar dari jantung. Pembuluh darah terdiri dari 3 macam, antara lain sebagai berikut.

a. Pembuluh Nadi (Arteri)

Adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung menuju seluruh sel tubuh. Dinding pembuluh nadi tebal, kuat dan elastis. Denyut pembuluh ini dapat dirasakan di pergelangan tangan atau di leher, dan memiliki satu katup dekat jantung. Katup dekat jantung tersebut memiliki fungsi menjaga darah agar tidak mengalir kembali ke jantung.

b. Pembuluh Balik (Vena)

Adalah pembuluh darah yang memiliki fungsi sebagai pembawa darah dari kapiler menuju jantung. Letaknya dekat permukaan kulit dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. Denyut pembuluh balik tidak terasa. Pembuluh balik memiliki katup di sepanjang pembuluhnya. Katup pada pembuluh tersebut memiliki fungsi menjaga aliran darah agar berlangsung satu arah, yaitu ke jantung.

c. Pembuluh Kapiler

Adalah pembuluh darah yang langsung berhubungan dengan sel-sel jaringan dan menghubungkan ujung pembuluh nadi yang terkecil dan ujung pembuluh balik yang kecil pula. Pembuluh kapiler terdiri dari satu lapis sel sehingga sangat halus dan tipis. Pada pembuluh kapiler, terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Baca juga: Materi Sistem Gerak Manusia

Mekanisme Peredaran Darah

Seperti yang telah kamu ketahui bahwa peredaran darah dalam tubuh manusia melibatkan organ atau alat peredaran darah. Berikut akan dijelaskan mengenai mekanisme peredaran darah pada manusia.

Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia disebut juga peredaran darah ganda atau peredaran darah rangkap. Dikatakan demikian karena setiap satu kali darah beredar ke seluruh tubuh darah melewati jantung sebanyak dua kali. Peredaran darah rangkap atau peredaran darah ganda terdiri atas sistem peredaran darah besar dan sistem peredaran darah kecil.

Perhatikan gambar peredaran darah pada tubuh manusia berikut ini.

Peredaran Darah Manusia
Sumber: pinterest.com

Berdasarkan gambar peredaran darah tersebut, dapat diketahui bahwa perjalanan darah sistem peredaran darah manusia terdiri dari peredaran darah kecil dan peredaran darah besar. Selain itu, gambar tersebut juga menjelaskan proses bagaimana sistem peredaran darah besar dan sistem peredaran kecil pada manusia bisa terjadi.

Seperti yang terlihat pada gambar, sistem peredaran darah besar dan sistem peredaran kecil memiliki rute atau urutan perjalanan darah masing-masing. Urutan peredaran darah besar dan urutan peredaran darah kecil sangatlah berbeda. Dalam sistem peredaran darah besar dan peredaran darah kecil tersebut, melibatkan organ atau alat peredaran darah untuk membantu mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

Agar kamu lebih memahami mengenai peredaran darah besar dan peredaran darah kecil, yuk simak penjelasan berikut ini.

a. Peredaran Darah Besar

Peredaran darah besar adalah sistem peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. Urutan peredaran darah besar dimulai dari bilik kiri jantung menuju ke tubuh bagian atas dan bagian bawah dengan membawa oksigen ke seluruh sel-sel tubuh. Selanjutnya, melalui serambi kanan darah masuk kembali dengan membawa karbon dioksida.

Pada sistem peredaran darah besar, ada yang disebut dengan sistem porta hepatica. Sistem porta hepatica ini adalah sistem peredaran darah yang terjadi apabila darah terlebih dahulu masuk ke dalam hati untuk dibersihkan dari racun-racun yang diserap oleh usus halus sebelum darah kembali ke jantung.

Secara lebih singkatnya, urutan sistem peredaran darah besar dapat dituliskan seperti berikut.

Bilik kiri => aorta => arteri=> arteriola=> kapiler=> venula=> vena cava superior dan vena cava inferior=> serambi kanan.

b. Peredaran Darah Kecil

Peredaran darah kecil adalah sistem peredaran darah yang berasal dari jantung dialirkan ke paru-paru dan kembali ke jantung. Dalam sistem peredaran darah kecil, darah dialirkan ke seluruh tubuh dengan dibantu oleh alat atau organ peredaran darah. Sistem peredaran darah kecil memiliki urutan atau rute perjalanan darah. Urutan peredaran darah kecil bisa kamu lihat pada gambar sebelumnya.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa urutan peredaran darah kecil dengan peredaran darah besar sangatlah berbeda. Urutan peredaran darah kecil dimulai dari bilik kanan jantung, mengangkut karbon dioksida menuju ke paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Urutan peredaran darah kecil yang terakhir adalah darah kembali ke jantung melalui serambi kiri.

Kelainan pada Sistem Peredaran Darah

Kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh faktor keturunan (genetik) serta adanya kerusakan pada sistem peredaran darah. Adapun kelainan atau penyakit tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Anemia

Anemia sering disebut sebagai penyakit kurang darah. Darah yang kurang tersebut disebabkan karena rendahnya kandungan hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah. Berkurangnya kandungan Hb dapat disebabkan karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Selain itu, sel darah merah yang berkurang sering terjadi pada penderita penyakit malaria. Hal ini disebabkan penyebab penyakit malaria (plasmodium) memakan sel darah merah.

  1. Thalasemia

Adalah penyakit yang diturunkan. Penderita thalasemia biasanya diderita oleh bayi dan anak-anak. Pada penderita thalasemia, memiliki daya ikat sel darah merah yang rendah terhadap oksigen karena kegagalan pembentukan hemoglobin. Penderita thalasemia berat membutuhkan transfusi darah setiap bulan.

  1. Hemofili

Adalah penyakit yang menyebabkan darah sukar membeku bila terjadi luka. Kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan (genetik).

  1. Leukimia

Leukemia atau kanker darah adalah bertambahnya sel darah putih yang tidak dapat terkendali.

  1. Hipertensi

Disebabkan oleh tingginya tekanan darah di dalam arteri. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi bila nilai ambang tekanan sistole antara 140 – 200 mmHg atau lebih dan nilai ambang tekanan ambang diastole antara 90 – 110 mmHg atau lebih.

  1. Varises

Adalah pelebaran pembuluh balik (vena), umumnya terdapat pada bagian betis. Varises yang terdapat di bagian anus disebut ambeien.

Baca juga: Sistem Imun: Pengertian, Fungsi dan Mekanisme

Demikian pembahasan tentang sistem peredaran darah manusia. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasanmu dalam mempelajari Biologi, khususnya materi sistem peredaran darah manusia.


Diastuti, Renni. (2009). BIOLOGI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Safitri, Ririn. (2016). BIOLOGI. Surakarta: Mediatama.

Artikel Terbaru

Efrina

Efrina

Saya lulusan S1 Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, angkatan 2014. Saya lulus pada tahun 2018. Saya mulai menulis dari tahun 2016. Artikel yang pernah saya tulis diantaranya tentang budaya, tempat wisata di Indonesia, kuliner, hiburan/entertainment, dsb. Saya tertarik untuk menulis dengan tema pendidikan karena saya ingin berbagi ilmu/memberi wawasan khususnya kepada adik-adik yang sedang menimba ilmu di sekolah, agar lebih semangat lagi belajarnya.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *