Sistem Imun: Pengertian, Fungsi dan Mekanisme

Organ tubuh manusia akan bekerja dengan baik apabila tubuh dalam keadaan normal. Artinya setiap organ tubuh akan bekerja dengan baik apabila tidak ada gangguan dari luar. Namun, gangguan dari luar dapat datang kapan saja. Apabila gangguan itu datang, bagaimanakah cara tubuh menghadapinya?

Untuk menangkal gangguan tersebut, tubuh manusia harus memiliki sistem imun yang baik. Hal ini bertujuan agar tubuh dapat terhindar dari penyakit. Kemudian bagaimana agar seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik? Berikut akan dibahas mengenai sistem kekebalan tubuh atau sistem imun, yuk perhatikan penjelasan berikut ini.

Pengertian Sistem Imun (Sistem Kekebalan Tubuh)

Sistem Imun
Sumber: Tumisu dari Pixabay

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah suatu cara pertahanan tubuh untuk mengendalikan zat asing atau zat berbahaya yang menyerang tubuh, sehingga tubuh dapat terhindar dari serangan penyakit. Apabila sistem imun ini dapat bekerja dengan baik, maka tubuh tidak akan mudah terserang penyakit. Sebaliknya, apabila sistem imun tidak dapat bekerja dengan baik, maka tubuh akan rentan terserang penyakit.

Baca juga: Sistem Pencernaan Manusia

Fungsi Sistem Imun (Sistem Kekebalan Tubuh)

Adapun fungsi dari sistem imun antara lain sebagai berikut:

  1. Melindungi tubuh dari berbagai infeksi bakteri dan virus
  2. Menghancurkan sel kanker dan zat asing lain di dalam tubuh
  3. Sebagai pendeteksi adanya sel-sel yang abnormal, termutasi, atau ganas
  4. Melindungi tubuh dari pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme
  5. Sebagai penghilang jaringan atau sel yang mati atau rusak untuk proses perbaikan jaringan

Antigen, Antibodi, dan Patogen

Antibodi
Sumber: theconversation.com

Dalam sistem kekebalan tubuh, terdapat istilah antigen, antibodi, dan patogen. Sebelum mempelajari mengenai sistem kekebalan tubuh, kamu harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan antigen, antibodi, dan patogen.

Antigen adalah suatu zat yang memicu respon imun untuk memproduksi antibodi sebagai bagian dari pertahanan tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Selanjutnya, antibodi dikenal juga sebagai immunoglobulin. Antibodi adalah protein besar berbentuk Y yang berperan untuk mengidentifikasi dan menetralisir zat asing seperti virus, bakteri, dan lainnya yang seharusnya tidak ada dalam tubuh.

Antibodi terdiri dari beberapa jenis yaitu Ig M, Ig A, Ig D, dan Ig E. Berbagai jenis antibodi memiliki sifat sebagai berikut:

  1. Opsonin, adalah antibodi yang merangsang serangan leukosit terhadap antigen atau kuman
  2. Lisin, adalah antibodi yang menghancurkan antigen atau kuman
  3. Presipitin, adalah antibodi yang mengendapkan antigen atau kuman
  4. Aglutinin, adalah antibodi yang menggumpalkan antigen, aglutinogen, dan kuman.

Terakhir adalah patogen, patogen adalah organisme atau virus yang menyebabkan penyakit. Patogen-patogen tersebut adalah bakteri, virus, dan jamur.

Mekanisme Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem Imun

Tubuh sangat mudah terserang penyakit, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun organisme lainnya yang dapat membahayakan. Untuk melindungi dari serangan penyakit tersebut, tubuh memiliki sebuah sistem yaitu sistem kekebalan tubuh atau disebut juga dengan sistem imun. Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan asalnya dan berdasarkan mekanisme kerjanya.

a. Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya, sistem kekebalan tubuh/sistem imun dibedakan menjadi sebagai berikut.

1)  Kekebalan nonspesifik (kekebalan tubuh bawaan/kekebalan tubuh alami)

Sistem kekebalan alami adalah kekebalan (imunitas) terhadap suatu penyakit yang dimiliki tubuh tanpa perlakuan dari luar. Semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan diserang dan dihancurkan tanpa seleksi (tidak selektif). Selain itu, sistem kekebalan tubuh alami juga memiliki ciri yaitu tidak memiliki kemampuan untuk mengingat infeksi yang terjadi sebelumnya.

Contoh kekebalan alami, yaitu:

  • Bayi yang kebal terhadap beberapa penyakit setelah menyusu pada hari pertama. Hal itu disebabkan adanya kolostrum yang kaya antibodi dan mineral pada ASI.
  • Tubuh yang telah terserang oleh suatu penyakit, misalnya campak. Tubuh yang sudah terserang penyakit akan membentuk antibodi untuk melawan campak. Apabila antibodi tersebut berhasil mengalahkan campak, tubuh akan membentuk antibodi yang lebih kuat untuk melawan campak jika suatu saat menyerang lagi. Sehingga tidak akan terserang campak untuk yang kedua kali.

2) Kekebalan tubuh spesifik (kekebalan adaptif/kekebalan tubuh buatan

Sistem kekebalan buatan adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh dengan pemberian vaksin. Sistem kekebalan tubuh buatan ini mempunyai ciri sebagai berikut:

  • Semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan diserang dan dihancurkan dengan diseleksi (selektif)
  • Memiliki reaksi yang berbeda terhadap semua jenis benda asing
  • Memiliki kemampuan untuk mengingat infeksi sebelumnya
  • Perlambatan waktu antara eksposur dan respon maksimal.

b. Berdasarkan Mekanisme Kerjanya

Berdasarkan mekanisme kerjanya, sistem kekebalan tubuh/sistem imun dibedakan menjadi sebagai berikut.

1)  Kekebalan humoral

Adalah sistem imun yang dimediasi oleh molekul di dalam darah, yang disebut antibodi. Antibodi dihasilkan oleh B limfosit. Sebelum memproduksi antibodi, B limfosit akan mendeteksi dan mengenali terlebih dahulu zat atau benda asing yang akan menyerang.

Antibodi akan melekat pada molekul spesifik (antigen) di permukaan benda asing yang akan menyerang tubuh. Hal tersebut bertujuan agar antibodi dapat menonaktifkan benda asing tersebut.

Mekanisme imunitas ini ditujukan untuk benda asing yang berada di luar sel (berada di dalam cairan atau jaringan tubuh).

2) Kekebalan selular

Adalah sistem imun yang dimediasi oleh sel T. Selain itu, kekebalan selular dapat diartikan sebagai suatu respon imun yang dilakukan oleh molekul-molekul protein yang tersimpan di dalam limfa dan plasma darah. Mekanisme kekebalan ini ditujukan untuk benda asing yang dapat menginfeksi sel (beberapa bakteri dan virus) sehingga tidak dapat dilekati oleh antibodi.

Baca juga: Sistem Ekskresi pada Manusia

Leukosit

Sistem imun sangat berhubungan erat dengan leukosit (sel darah putih). Dalam sistem imun, leukosit ini berfungsi untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit dengan cara memakan (fagositosis) penyakit tersebut.

Leukosit dibagi menjadi 2 macam, yaitu leukosit bergranula dan leukosit tidak bergranula.

a. Leukosit bergranula (granulosit)

  • Neutrofil, memiliki plasma yang bersifat netral. Fagositosis terhadap eritrosit (sel darah merah), kuman, dan jaringan mati adalah ciri dari neutrofil. Selain itu, neutrofil juga memiliki inti sel yang banyak dengan bentuk yang bermacam-macam.
  • Eosinofil, plasmanya bersifat asam. Itulah sebabnya eosinofil akan berwarna merah tua bila ditetesi eosin. Selain itu, Eosinofil jumlahnya akan meningkat jika tubuh terkena infeksi dan bersifat fagosit.
  • Basofil, plasmanya bersifat basa. Itulah sebabnya plasma akan berwarna biru jika ditetesi oleh larutan basa. Sel darah putih ini akan berjumlah jika terkena infeksi. Basofil juga bersifat fagosit dan memiliki zat kimia anti penggumpalan, yaitu heparin.

b. Leukosit tidak bergranula (agranulosit)

  • Limfosit, tidak dapat bergerak dan berinti satu. Ukurannya ada yang besar dan ada yang kecil. Limfosit berfungsi untuk membentuk antibody.
  • Monosit, memiliki inti yang berbentuk bulat/bulat panjang. Selain itu, bergerak seperti Amoeba. Monosit diproduksi pada jaringan limfa dan bersifat fagosit.

Sistem Getah Bening

Sistem getah bening memiliki dua peran, yang pertama melakukan pertahanan dalam melawan organisme asing (seperti bakteri). Yang kedua, membantu mengangkut cairan dan bahan melalui peredaran getah bening dari celah jaringan dan dari organ pencernaan menuju darah.

Sekitar 2,8 sampai 3,8 liter cairan yang beredar dalam tubuh dan tidak bersifat bolak-balik. Cairan tersebut dikenal sebagai cairan getah bening, dan diserap kembali ke dalam plasma, hanya melalui pembuluh getah bening. Getah bening terdiri atas sel yang disebut limfosit dan makrofage, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Kelainan atau Gangguan pada Sistem Kekebalan Tubuh/Sistem Imun)

  1. Alergi

Disebut anaphylaxis atau sensitivitas berlebihan terhadap suatu hal. Sebagian orang alergi terhadap bulu, debu, makanan laut, gigitan serangga, dan lain sebagainya. Bentuk reaksinya bermacam-macam dapat berupa bersin, gatal-gatal, pusing, muntah dan diare, dan sebagainya.

  1. Autoimunitas

Adalah suatu keadaan dimana sistem imun membentuk antibodi untuk menyerang sel tubuh yang lain/bukan bagian dari tubuh, dan memperlakukannya seolah-olah benda asing yang akan menyerang tubuh. Karena suatu hal, sel limfosit T akan menyerang sel tubuh sendiri. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah infeksi virus atau ketidakmatangan (immature) sel-sel yang memproses limfosit T di kelenjar thymus.

  1. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)

Adalah penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit ini diduga berkembang pada tahun 1930, dari sebuah daerah terpencil di Afrika Tengah. AIDS disebabkan oleh infeksi virus HIV pada sel limfosit T. Setelah sel limfosit T diinfeksi oleh virus, selanjutnya virus akan menggandakan diri dengan menggunakan perangkat selnya. Setelah itu, virus akan menghancurkan membran sel dan meninggalkan sel limfosit T yang lama. Virus-virus tersebut siap menginfeksi sel limfosit T yang lain yang masih sehat.

Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit

Pencegahan Penyakit
Sumber: Liz Masoner dari Pixabay

Cara yang dapat ditempuh untuk mencegah ataupun mengobati penyakit antara lain sebagai berikut.

  1. Imunisasi

Adalah cara untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Imunisasi ini ada yang diperoleh secara alami maupun secara buatan. Seseorang yang pernah terserang penyakit dan kemudian sembuh akan memperoleh imunisasi secara alami. Adapun imunisasi secara buatan/imunisasi artifisial diperoleh melalui pemberian vaksin. Produksi antibodi dapat dirangsang melalui vaksinasi/pemberian vaksin. Vaksin adalah cairan yang berisi antigen yang telah dilemahkan.

Beberapa jenis penyakit yang dapat dicegah dengan cara vaksinasi adalah cacar, tuberkulosis, dipteri, hepatitis B, polio, tifus, campak, dan sebagainya. Vaksin tersebut biasanya diproduksi dalam skala besar sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat. Selain itu, tujuan imunisasi adalah untuk merangsang sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit melalui pemberian vaksin/vaksinasi.

  1. Pengobatan Penyakit dengan Antibiotik

Antibiotik pertama kali dikembangkan pada 1930-an dan 1940-an, merupakan seyawa kimia yang dihasilkan suatu mikroorganisme yang dapat membunuh mikroorganisme lain. Contohnya penisilin.

Semua antibiotik harus bersifat toksisitas spesifik, artinya antibiotik tersebut harus mampu mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri, tapi menyebabkan sedikit atau tidak ada kerusakan bagi jaringan tubuh. Selain itu, jangan menggunakan antibiotik terlalu sering dan tidak sesuai aturan.

Baca juga: Sistem Koordinasi Manusia

Nah, itulah pembahasan mengenai sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Setelah ini, kamu bisa lebih menjaga kesehatan agar memiliki sistem imun yang baik dan tidak mudah terserang oleh penyakit. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat ya.


Sumber:

Safitri, Ririn. (2016). BIOLOGI. Surakarta: Mediatama.

Artikel Terbaru

Efrina

Efrina

Saya lulusan S1 Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, angkatan 2014. Saya lulus pada tahun 2018. Saya mulai menulis dari tahun 2016. Artikel yang pernah saya tulis diantaranya tentang budaya, tempat wisata di Indonesia, kuliner, hiburan/entertainment, dsb. Saya tertarik untuk menulis dengan tema pendidikan karena saya ingin berbagi ilmu/memberi wawasan khususnya kepada adik-adik yang sedang menimba ilmu di sekolah, agar lebih semangat lagi belajarnya.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *