ROI: Fungsi, Rumus dan Cara Menghitungnya

Dalam dunia bisnis dikenal istilah Return On Investment atau akrab disebut sebagai ROI. Return On Invesment (ROI) memaparkan tingkat impas dalam bisnis atas investasi yang sudah ditanamkan. Return On Invesment begitu penting, dan bahkan menjadi hal utama dalam membangun bisnis. Return On Invesment juga menjadi tolak ukur dalam melakukan analisis atas usaha yang dijalankan.

Dengan mengetahui ROI, tenunya semua kegiatan operasional perusahaan bisa dievaluasi dengan tingkat pengembalian atas investasi, yang telah digelontorkan oleh para investor dalam membangun suatu perusahaan. Sebagian pakar keuangan di negara kita beranggapan bahwa ROI merupakan aset yang didapat atau hilang dalam proses investasi dari suatu bisnis. Hal ini mengacu dalam konteks berikut: investasi ketika membeli aset, modal serta anggaran yang dibutuhkan untuk biaya investasi.

Berdirinya suatu perusahaan membawa beberapa tujuan, diantara tujuan tersebut adalah meningkatkan penjualan serta memperoleh laba secara maksimal. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba merupakan satu dari beberapa cara untuk menilai tingkat pengembalian investasi perusahaan dari kegiatan usahanya. Dalam menilai hal tersebut, indikator kinerja keuangan ini adalah ROI. Kalau perusahaan menghasilkan laba yang tinggi, maka ROI yang dihasilkan perusahaan juga mengalami kenaikan, dengan kata lain juga ikut tinggi. Hal ini memengaruhi tingkat investasi saham pada perusahaan tersebut. Secara otomatis, harga saham pun menjadi naik.

Meski sudah sedikit memberikan kisi-kisi tentang pengertian Return On Invesment (ROI), namun jika belum mengulas pengertian Return On Investment dari para ahli, rasanya masih kurang ya. Adanya banyak peneliti di bidang keuangan memberikan banyak pengertian atas Return On Investment, mari kita simak selengkapnya di bawah ini ya.

Pengertian ROI

Berdasarkan pengertian ROI dari Agus Sartono, 2010:123; ROI juga sering disebut sebagai Return on Total Assets, yang berarti mengukur potensi perusahaan secara menyeluruh dalam kegiatannya menghasilkan laba, dimana dapat dilihat berdasarkan jumlah dari semua aktiva yang dimiliki perusahaan.

ROI
Gambar: corporatefinanceinstitute.com

Lain lagi pengertian ROI menurut Syamsuddin (2011:63) ROI adalah perbandingan keuntungan bersih yang dikurangi pajak dan total aktiva. Return on Investment juga berarti perbandingan dalam mengukur kemampuan perusahaan secara menyeluruh, dalam usahanya menghasilkan laba dengan total jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan.

Harahap 2013:63 memberikan pengertian yang berbeda tentang Return on Invesment. Return on Investment adalah perbandingan yang memaparkan seberapa besar keuntungan bersih yang didapatkan perusahaan, jika pengukurannya berdasarkan nilai aktiva.

Menurut Hesti Mariyati Lumbanraja (2014:18), setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi Return On Invesment. Faktor yang pertama adalah perputaran aktiva yang dipakai untuk menjalankan operasional perusahaan. Faktor yang kedua adalah profit margin serta jumlah keuntungan dari kegiatan perusahaan, yang dipaparkan dalam persentase serta total penjualan bersih.

Kedua faktor tersebut membawa efek terhadap berubahnya ROI. Return On Invesment berubah jika terjadi perubahan pada profit margin. ROI akan naik jika profit margin mengalami kenaikan. Salah satu caranya adalah dengan efisiensi pada sektor produksi serta penjualan.

Berdasarkan pemaparan dari Hanafi (2010:42), metode ROI adalah sebuah cara untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih, menurut jenjang aset tertentu. Penggunaan analisis dengan ROI ini memiliki sifat menyeluruh dan bisa dipakai dalam mengukur efektifitas dari semua kegiatan operasional serta modal perusahaan (Munawir 2014:91). Perusahaan juga bisa melihat rasio laba dari investasi-investasi yang susah dibandingkan jika dihitung dari nilai moneter.

Dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, teknik analisis ROI ini begitu menekankan pada aspek laba serta jumlah keseluruhan dari aktiva perusahaan. Namun, meski ROI seringkali dipakai perusahaan dalam menilai kinerja keuangan, ROI masih memiliki kelemahan, yaitu tidak dilibatkannya biaya modal. Hal ini membuat ROI yang tinggi belum begitu baik jika dibandingkan dengan biaya modal. Perbandingan tersebut akan lebih baik jika dikerjakan dengan cara menyertakan metode Residual Income sebagai cara dalam mengukur tingkat efektifitas dari kinerja keuangan.

Sedikit mengenai Residual Income, merupakan metode yang dipakai perusahaan dalam menghitung laba sisa perusahaan, atau sering juga disebut laba residu. Metode ini sekaligus menutupi kelemahan dari metode ROI. Residual Income memiliki manfaat yang sangat besar bagi perusahaan, karena dengan menggunakan Residual Income, perusahaan dapat melihat besarnya biaya modal perusahaan, serta tingkat pengembalian yang menjadi target dari investasi.

Baik analisis berdasarkan Return on Invesment maupun Residual Income, keduanya memiliki standar dalam menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Standar ini dapat dipakai sebagai hasil akhir dari perhitungan antara Return on Investment dengan Residual Income.

Menurut Prawironegoro (2005:256), analisis ROI dibilang baik jika nilai ROI berada di atas biaya modal. Maka dengan hal tersebut, secara otomatis kinerja perusahaan juga bisa dibilang baik. Sebaliknya, jika nilai ROI berada di bawah biaya modal atau bernilai negatif, maka kinerja perusahaan juga tidak baik. Lain halnya dengan Hansen dan Mowen (2012:583), metode Residual Income dibilang tidak baik jika kurang dari nol. Hal ini menjadi bukti bahwa tiap metode perhitungan kinerja keuangan memiliki standar masing-masing.

Pengertian lain dari Return On Investment menurut Mulyadi (2001;440), ROI adalah perbandingan keuntungan terhadap investasi yang dipakai untuk memperoleh keuntungan. Di sisi lain Simamora (2002:280) mengartikan Return On Investment sebagai tingkat imbal balik dari investasi. Hal ini bisa dihitung dengan membandingkan keuntungan bersih dari operasi perusahaan dengan investasi dalam aset yang dipakai untuk mendapatkan laba bersih.

Dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba, Return on Investment memiliki dua komponen, yaitu Return on sales dan Capital Turnover. Return on Sales didapat dari hasil membagi laba dengan hasil penjualan. Sedangkan Capital Turnover didapat dari hasil bagi antara penjualan dengan rata – rata investasi. Capital Turnover bisa dibilang lebih bermanfaat dalam menganalisis kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit. Hal ini dikarenakan manajemen bisa mengarahkan fokusnya atas tiga faktor yang memengaruhi terjadinya perubahan Return on Investment, antara lain perubahan biaya, perubahan hasil penjualan serta perubahan investasi.

Dari berbagai pendapat para ahli dalam ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Return on Invesment adalah perbandingan yang mengukur potensi perusahaan secara keseluruhan, dalam memperoleh keuntungan bersih, dengan jumlah semua aktiva yan ada di dalam perusahaan.

Fungsi ROI

ROI begitu penting dalam kinerja keuangan perusahaan. Hal ini tentu memiliki dasar dan fungsi yang sangat strategis. Pada penjelasan di paragraf selanjutnya akan dipaparkan lebih lanjut tentang cara menghitungnya. Namun di paragraf ini, terlebih dulu akan dijelaskan tentang fungsi ROI. Sehingga dengan begitu pembaca lebih memahami posisinya dalam memengaruhi kinerja perusahaan.

Analisis atau perhitungan dengen Return on Investment (ROI) begitu terkenal. Hal ini tidaklah mengherankan, sebab fleksibilitas dan metodenya yang sederhana memudahkan perusahaan dalam mengetahui kinerja usahanya. Seperti disinggung pada paragraf di atas, metode analisis ROI bisa dipakai sebagai dasar dalam menghitung tingkat keuntungan dari suatu investasi.

Jika nilai ROI menunjukkan angka positif, maka layak untuk terus dipertahankan. Namun jika ada investasi lain yang menawarkan lebih banyak keuntungan, baik dari segi resiko atau margin yang lebih besar, maka hal ini bisa menjadi tanda bagi para investor untuk melepas jenis investasi lama dan memilih investasi baru yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi. Dan sebaliknya, jika ROI menampilkan angka negatif, maka perusahaan mengalami kerugian. Hal ini secara otomatis mengurangi ketertarikan investor untuk berinvestasi.

ROI dapat berfungsi dengan baik manakala perusahaan telah menjalankan praktik manajemen akuntansi yang baik. Jadi ketika manajemen akuntansi perusahaan telah dilaksanakan dengan baik, ROI akan berfungsi sebagai berikut:

  1. Dapat mengukur efisiensi kinerja perusahaan dalam menggunakan modal. Selain itu juga dapat meningkatkan efisiensi produksi serta efisiensi pada bagian penjualannya.
  2. Fungsi selanjutnya dapat maksimal manakala perusahaan memiliki suatu data industri, sehingga dapat dilihat dengan rasio industri. Dalam posisi ini, analisis ROI bisa digunakan sebagai pembanding antara efisiensi penggunaan modal perusahaan sendiri dengan perusahaan lain dalam bidang yang sama.
  3. Analisis ROI juga berfungsi untuk mengukur tingkat efisiensi dari sebuah tindakan yang dilakukan oleh tiap-tiap divisi dalam perusahaan. Caranya adalah dengan mengalokasikan semua modal dan biaya ke dalam divisi yang bersangkutan.
  4. Fungsi lain adalah dapat digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas atas masing-masing produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.
  5. Analisis Return on Investment juga dapat berfungsi dalam membantu perusahaan, tepatnya ketika akan melakukan rencana tertentu. Hasil analisis Return on Investment dapat dipakai sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar lagi.

Metode analisis dengan ROI dapat dipakai dalam investasi saham, bisa juga digunakan ketika perusahaan akan melakukan perluasan usaha. Dalam perluasan usaha atau ekspansi ini contoh penambahan asetnya bisa dilakukan dengan membangun pabrik tambahan. Return On Investment bisa juga digunakan untuk menganalisis berbagai kegiatan usaha real estate. Analisis Return On Investment pada real estate cukup mudah dilakukan.

Dari segenap fungsi dan manfaat yang ditawarkan dari Return on Invesment, dapat dijabarkan bahwa ROI memiliki beberapa kelebihan. Adapun kelebihan dari analisis ROI adalah:

  1. Dapat mengontrol perencanaan keuangan perusahaan, yang nantinya dapat menghasilkan keputusan yang tepat dalam bidang keuangan.
  2. Return on Invesment (ROI) dapat dipakai sebagai alat untuk mengukur tingkat keuntungan dari setiap produk yang dihasilkan perusahaan.
  3. Terakhir, ROI sangat berhubungan dengan efisiensi penggunaan modal, efisiensi produksi serta efisiensi penjualan. Bahkan bisa dikatakan yang terakhir ini merupakan kelebihan utama dari ROI.

Dari beberapa kelebihan atas Return on Investment yang telah dipaparkan, ternyata ROI juga memiliki beberapa kelemahan. Dengan mengetahui kelemahan dari ROI, maka perusahaan dapat mencari hal lain untuk menutupi kelemahan analisis dari ROI ini. Adapun kelemahan dari ROI adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan akan mengalami kesulitan tatkala membandingkan ROI suatu perusahaan dengan perusahaan lain, meskipun perusahaan yang dibandingkan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan penerapan akuntansi yang digunakan oleh masing-masing perusahaan. Perbedaan dalam menilai aktiva perusahaan satu dengan perusahaan lainnya bisa menjadi pemicu dalam memberikan gambaran metode yang tidak sesuai.
  2. Kelemahan lain dari analisis Return on Investment yang perlu diperhatikan adalah terdapat naik turunnya nilai uang (fluktuasi), yang memengaruhi daya belinya.

Jika dicermati lebih dalam mengenai fungsi dari Return on Investment, maka semakin menguatkan posisi pentingnya Return on Investment dalam suatu perusahaan. Meski pada sub bab pembahasan ini memaparkan beberapa kelemahan dari Return on Investment, namun hal tersebut dapat tertutupi oleh banyaknya kelebihan dari Return on Investment. Sehingga sebelum membangun suatu perusahaan yang bergerak pada bidang tertentu, perlu dilakukan perhitungan Return on Investment secara cermat. Sebab hal ini berkaitan dengan modal yang telah ditanamkan untuk membangun perusahaan. Pada sub bab selanjutnya akan dibahas mengenai cara perhitungan Return on Investment.

Rumus ROI

Telah disinggung di atas bahwa pada sub bab pembahasan ini akan dijelaskan tentang cara menghitung Return on Investment. Layaknya perhitungan matematika, sebelum memasukkan berbagai variabel yang diperlukan dalam menghitung ROI, tentu perlu mengetahui terlebih dahulu tentang rumus ROI.

Bagi pembaca yang kurang akrab dengan matematika maupun fisika, tak perlu risau tatkala mendengar kata rumus pada pembahasan ini. Rumus yang digunakan dalam menghitung ini tentu tidak serumit rumus matematika ataupun fisika.

Agar bisa mempelajari rumus ROI dan cara menghitungnya, anda harus menghilangkan dulu kata sulit, sukar, tidak bisa, susah dan kata-kata sejenis itu dari kepala anda.

Kata-kata tersebut berpengaruh terhadap psikis anda manakala menghadapi rumus ROI. Sebaliknya, ganti kata-kata sulit, sukar, tidak bisa, susah menjadi kata-kata yang bermuatan negatif. Meminjam istilah dari pelajaran Bahasa Indonesia, anda bisa menegaskan kata-kata negatif tersebut.

Sehingga jika dinegasikan, kata-kata sulit, sukar, tidak bisa dan susah akan menjadi kata mudah, gampang, bisa dan enteng. Mungkin ini terdengar receh, namun tak ada salahnya anda coba dalam mempelajari rumus ROI berikut ini.

Dari pengertian Return On Investment (ROI) yang dipaparkan para ahli di paragraf awal di atas, rumusnya dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut:

Titik impas (ROI) = laba bersih sesudah pajak / total aktiva.

Bagaimana, sangat mudah dan sederhana bukan? Yang terpenting para pembaca yang budiman rileks terlebih dulu. Sebab ada orang yang ketika membaca kata rumus, pikirannya udah tegang kemana-mana, termasuk saya, hehe. Namun setelah memahami ilmu rileks dan menanamkan kata-kata positif seperti yang saya paparkan di atas, saya pun bisa lebih tenang dan mudah dalam memahami suatu rumus matematis.

Sepertinya kurang “afdol” menulis rumus, namun tidak ada contoh soalnya. Memang contoh soal dari rumus itu sangat penting. Karena dari situ dapat membantu memahamkan para pembaca untuk lebih mudah mempelajari dan mencerna perhitungan suatu rumus.

Pada sub bab pembahasan selanjutnya akan saya paparkan penerapan rumus ROI di atas ke dalam suatu contoh soal. Mungkin dari melihat rumus di atas, ada pembaca yang sudah langsung paham, dan bahkan membuat contoh soal sendiri atas rumus tersebut.

Namun penulis juga sadar bahwa kemampuan tiap-tiap manusia tentu berbeda dalam memahami suatu materi. Nah, agar tidak terjadi kecenderungan kepemihakan, tak perlu lama-lama marilah kita belajar bersama dalam memahami rumus ROI pada contoh-contoh soal di bawah ini.

Cara Menghitung ROI

Agar lebih mudah dalam memahami cara menghitunnya, penulis akan memberikan beberapa contoh tentang cara menghitung ROI. Sehingga jika tidak paham pada contoh yang pertama, anda bisa memahaminya pada contoh yang lain.

Dengan begitu artikel ini dapat mencapai tujuan penulisannya, yaitu menjadi bermanfaat dengan memahamkan para pembaca tentang cara menghitungnya. Baiklah agar tidak berlama-lama, berikut ini beberapa contoh cara menghitung ROI.

Contoh 1 cara menghitung ROI

Pada tahun 2020 Perusahaan X memperoleh laba sebesar Rp. 500.000.000. Sebelum membukukan laba sebesar itu, Perusahaan X telah membayar pajak terlebih dahulu. Sementara itu jumlah aset yang dimiliki perusahaan X, setelah dikonversi ke dalam rupiah adalah sebesar Rp. 2.000.000.000. Berapa ROI dari perusahaan X?

Untuk menjawab pertanyaan pada contoh 1 tentang cara menghitung ini, kita perlu menuliskan terlebih dahulu rumus ROI.

Titik impas (ROI) = laba bersih sesudah pajak / total aktiva.

ROI = 500.000.000 / 2.000.000.000
= 0,25
Jika ditulis dalam bentuk persen jadinya 25%. Karena 25% = 25/100. Sementara 25 dibagi 100 adalah 0,25. Menurut teori yang dipaparkan dalam pengertian ROI di atas, jika ROI tinggi, maka laba perusahaan pun tinggi. Sehingga perusahaan yang baik adalah perusahaan yang jumlah ROI nya tinggi.

Contoh 2 cara menghitung ROI

Perusahaan XY pada tahun 2019 harus membayar pajak sebesar Rp. 20.000.000. Sementara itu pada tahun yang sama Perusahaan XY tercatat berhasil mendapatkan laba sebesar Rp. 1.500.000.000. Perusahaan XY diketahui memiliki aset berupa gedung di Kota A senilai Rp. 800.000.000. Selain itu Perusahaan XY juga memiliki beberapa kendaraan operasional yang jika ditotal nilainya sebesar Rp. 300.000.000. Perusahaan XY diketahui juga memiliki gudang penyimpanan barang di Kota B dengan nilai gudang sebesar Rp. 100.000.000. Hitung ROI dari perusahaan XY.

Jawab:

Seperti biasa, untuk memudahkan perhitungan ROI, kita tulis dulu rumus seperti pada contoh 1 di atas. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut: Titik impas (ROI) = laba bersih sesudah pajak / total aktiva.

Karena pada soal kedua ini perusahaan XY belum membayar pajak, maka kita hitung dulu laba bersih perusahaan XY setelah dikurangi pajak. Diketahui besarnya pajak yang harus dibayar Perusahaan XY adalah Rp. 20.000.000. Sedangkan besarnya keuntungan sebelum dikurang pajak adalah Rp. 1.500.000.000. Maka untuk menghitung besarnya keuntungan setelah dikurang pajak = Rp. 1.500.000.000 – Rp. 20.000.000 = Rp. 1.480.000.000.

Pada contoh 2 ini, Perusahaan XY juga diketahui memiliki banyak aset yang tersebar di beberapa tempat. Maka dari itu kita jumlahkan semua aset yang dimiliki Perusahaan XY terlebih dahulu. Jumlah aset perusahaan XY = Rp. 800.000.000 + Rp. 300.000.000 + Rp. 100.000.000 = Rp. 1.200.000.000.

Dari sini dapat diketahui jumlah laba bersih setelah dikurang pajak adalah sebesar Rp. 1.480.000.000. Sedangkan jumlah aset yang dimiliki Perusahaan XY (terdapat tiga aset) adalah Rp. 1.200.000.000. Setelah kedua hal ini ketemu jumlahnya, maka tinggal dimasukkan ke dalam rumus.

ROI = Rp. 1.480.000.000 / Rp. 1.200.000.000 = 1,23
Jika diubah dalam bentuk persen berarti 1,23/100 = 0,0123%

Dari contoh 1 dan 2 dalam cara menghitung di atas, tentu perusahaan yang baik adalah Perusahaan X yang ada pada contoh 1. Sebab nilainya sebesar 25%. Sedangkan pada Perusahaan XY yang ada di contoh 2, nilainya hanya 0,0123%.

Jika menemui soal yang berbeda seperti di atas dalam menghitung ROI, ingat anda tak perlu panik. Tenangkan dulu diri anda, lalu urai profit bersih setelah dikurangi pajak. Setelah itu jumlahkan semua aset yang dimiliki. Barulah anda bisa mencari ROI nya.

Demikianlah artikel tentang pengertian ROI, fungsi ROI, Rumus ROI dan cara menghitung ROI. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ROI begitu penting dalam menganalisis keuangan perusahaan. Karena berkaitan dengan investasi yang telah ditanamkan pada perusahaan.

Akhir kata, apabila ada pertanyaan, silakan ketik di kolom komentar. Tim kami akan menjawab pertanyaan anda secara maksimal. Semoga bisa menambah wawasan anda mengenai Return on Investment (ROI).


Sumber:

repository.widyatama.ac.id

media.neliti.com

digilib.uns.ac.id

Artikel Terbaru

Ratih

Ratih

Penggemar teh yang suka nulis dan jalan - jalan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *