Home Komunikasi 8 Produk Jurnalistik Yang Ada Disekitarmu

8 Produk Jurnalistik Yang Ada Disekitarmu

Layaknya pasar dunia, jurnalistik memiliki produk yang harus dipasarkan. Namun, apakah produk tersebut sama seperti produk pasaran itu? Tentu saja tidak! Itulah perbedaan dunia jurnalistik dengan yang lainnya. Kebanyakan produk jurnalistik dikemas dalam media.

Lantas, apa saja produk jurnalistik tersebut? Berikut adalah empat macam produk jurnalistik yang bisa kamu temukan di sekitarmu.

Pendapat
sumber: suaramerdekasolo.com

Opini

Ketika mendengar kata ini, sepintas sudah tergambar bagaimana seseorang mengungkapkan pendapat terhadap sesuatu. Opini bersifat subjektif yang terbagi dalam beberapa bentuk. Dalam buku Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature, Haris Sumadiria mengelompokkan opini kedalam beberapa kategori, yaitu:

1. Pojok

Pernahkah kamu membaca kutipan dalam sebuah peristiwa yang terletak di pojok tulisan? Secara umum itulah yang dinamakan pojok. Biasanya pojok berisikan hal kontroversial dan menarik untuk dikomentari.

2. Tajuk Rencana

Tajuk rencana atau editiorial adalah pendapat yang ditujukan untuk mewakili tanggapan sebuah institusi terhadap perkembangan terkini.

3. Artikel

Jika kamu terbiasa dengan dunia tulis menulis online, artikel bukanlah menjadi barang baru lagi bagimu. Artikel merupakan karangan yang berisi fakta dan gagasan yang bertujuan untuk mendidik, meyakinkan, atau sekedar menghibur pembaca.

4. Surat Pembaca

Layaknya surat pada umumnya, surat pembaca ditulis oleh masyarakat yang berisi tentang segala macam bentuk keluhan. Entah itu tentang keluhan layanan publik, layanan instansi, atau lainnya.

5. Kolom

Biasanya berisi tentang penekanan pada suatu aspek yang berkembang dalam lingkup kemasyarakatan.

6. Karikatur

Berbeda halnya dengan produk opini sebelumnya, karikatur dikemas khusus dalam bentuk gambar yang berisi kritik sosial.

News
Sumber: connectingu.online

Berita

Ini adalah produk jurnalis yang paling akrab di telinga orang-orang Indonesia. Menurut istilah, berita diartikan sebagai laporan yang berisi tentang peristiwa yang harus disampaikan. Penyampaian berita ini dapat dilakukan melalui berbagai media seperti media online, media eletronik, maupun media cetak.
Berita dikelompokkan dalam beberapa jenis, seperti berikut ini.

1. Straight News

Straight news atau berita langsung disampaikan secara tegas dan apa adanya. Berdasarkan isi beritanya, straight news dibedakan menjadi soft news (pendukung) dan hard news (khusus).

2. Depth News

Berdasarkan namanya, Depth news diartikan sebagai berita yang bersifat kajian mendalam dimana terdapat beberapa ulasan-ulasan seputar peristiwa yang terjadi.

3. Interpretative News

Diartikan sebagai perkembangan dari Straight news dimana di dalamnya terdapat informasi-informasi tambahan.

4. Investigation News

Pernahkah kamu menonton berita tentang penggerebekan? Pada umumnya, berita tersebut berisikan liputan tentang aksi individual atau kelompok yang sangat merugikan masyarakat. Ya, inilah yang dinamakan dengan “investigation news”. Berita ini bertujuan untuk mengungkap tabir atau membongkar kejadian yang belum terpecahkan.

5. Opinion News

Berisi tentang rentetan kejadian yang di dalamnya terdapat kesimpulan atau tinjauan para ahli sebagai pemecah masalah tersebut.

Essay
Sumber: technofaq.org

Esai

Berdasarkan ensiklopedia, esai diartikan sebagai prosa yang bertujuan untuk mengurai permasalahan di bidang kesenian, kesusastraan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan filsafat. Esai bersandar pada pengamatan, penafsiran, dan kajian terperinci atas fakta hingga tanggapan yang membentuk gagasan penulisnya.

Pada umumnya esai diberlakukan dalam lingkup akademis. Namun, esai diartikan sebagai tulisan singkat dalam dunia jurnalistik. Esai berisikan pandangan penulis terhadap subjek dengan terstruktur.

Baca juga: 9 Elemen Jurnalistik

Beberapa struktur penulisan esai adalah sebagai berikut.

1. Pendahuluan

Biasanya berisikan segenap informasi yang menunjukkan latar belakang subjek.

2. Pembahasan

Setelah menghimpun latar belakang dalam pendahuluan, struktur esai dapat dilanjutkan kepada pembahasan yang bertujuan untuk merincikan bukti dengan penalaran, teori, penelitian, dan contoh konkret yang relevan.

3. Kesimpulan dan Penutup

Menghimpun seluruh inti dari pembahasan tersebut.

Rssensi
Source: beritagar.id

Resensi

Berasal dari recensere atau revidere yang berarti menimbang, kembali, atau menilai. Lebih lengkapnya, resensi buku merupakan kegiatan membaca yang dilanjutkan dengan memahami dan menganalisa bacaan. Bacaan yang akan dieksekusi nantinya terlebih dahulu harus melalui proses evaluasi.

Kamu bisa membuat resensi dengan tahapan ulasan singkat, sinopsis buku, kelemahan dan keunggulan buku, rumusan kerangka buku, dan tinjauan bahasa. Selain itu kamu juga harus mengetahui Kode Etik Jurnalistik loh!

Reportase

Reportase merupakan produk jurnalistik yang pastinya sudah tidak asing lagi bagimu. Ya, reportase merupakan kegiatan peliputan berita secara langsung dengan segenap fakta yang menyertainya.

Mereka yang melakukan reportase disebut sebagai reporter. Selain berisikan fakta, reportase juga berisi pelaporan khusus tentang sebuah peristiwa. Ini bisa dikaitkan dengan adanya unsur investigasi yang berisi data-data dan hasil observasi.

Features

Apa yang kamu ketahui tentang features? Jika itu mengenai tulisan non fiksi, jawabanmu adalah benar. Features merupakan bagian dari produk jurnalistik yang ditulis secara santai.

Apa yang dimaksud dengan “santai” di sini? Apakah penulisan features tidak menyertakan kaidah penulisan? Apapun jenis penulisannya, tidak akan terlepas dari struktur penulisan yang benar. Namun, features tidak terlalu menekankan unsur 5W + 1H.

Features ditulis dengan tujuan menghibur yang disertai gaya penulisan straight news dan tidak menuntut adanya pelaporan real time. Sehingga kamu bisa mempublikasikaan tulisanmu kapan saja.

Sumber: myportfolio.com

Editorial

Produk jurnalistik berikutnya adalah editorial. Pernahkah kamu mendengar ini sebelumnya? Jika pernah, apa yang kamu ketahui tentang teks editorial?

Teks editorial merupakan sebuah tulisan yang di tempatkan pada surar kabar. Pada umumnya, editorial berisi pendapat atau pandangan mengenai sebuah peristiwa booming atau sedang hangat-hangatnya menjadi perbincangan.

Masalah yang diangkat pada tulisan editorial meliputi isu terkini seputar politik, ekonomi, sosial, dan lainnya.

Iklan

Siapa sih yang tidak mengenal iklan? Hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia mengenal iklan dengan gaya bahasanya yang menjual. Ya, iklan bertujuan untuk mempromosikan sesuatu. Akan tetapi, tidak semua iklan berakhir sebagai alat komersial.

Iklan pelayanan masyarakat misalnya. Meskipun menggaungkan ajakan, iklan tersebut bertujuan untuk memberikan contoh yang baik dan panduan dalam melakukan sesuatu.

Nah, itulah ulasan mengenai delapan macam produk jurnalistik. Tentunya produk-produk tersebut tidak lagi asing bagi kamu. Lalu, sejauh mana kamu sudah memahaminya?

Referensi:

romadecade.org

alfaniotarina.wordpress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

10 Suku di Maluku Serta Penjelasannya

Maluku adalah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku. Alam Maluku masih sangat indah, banyak objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai,...

10 Contoh Cerpen Cinta Dengan Berbagai Pesan

Cerpen cinta memiliki tema yang sering diangkat dalam dunia kepenulisan. Cerpen cinta biasanya mengungkapkan perasaan, cinta, kasih sayang, dan juga penderitaan yang telah dialami. Berikut...

13 Suku di Pulau Sulawesi Serta Penjelasannya

Sulawesi menjadi pulau besar di Indonesia yang bentuknya begitu unik. Seolah seperti huruf "K", dan di dekatnya bertebaran pulau - pulau kecil. Selain keunikan...

12 Suku di Pulau Kalimantan Serta Penjelasannya

Kalimantan salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia. Sebagian wilayahnya juga ditempati oleh negara lain, yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam. Yang mana kedua...

Mengenal Apa Itu Jurusan Ilmu Sejarah

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!” Kalimat ini pasti sering kamu dengar di berbagai media kan? Yup, kalimat ini adalah ucapan Presiden Soekarno pada pidato kepresidenan pada...