Home Tugas Prinsip Dasar Observasi yang Wajib Diketahui

Prinsip Dasar Observasi yang Wajib Diketahui

Ada beragam jenis metode dalam pengumpulan data, salah satunya lewat observasi. Dalam observasi, kemampuan pengamatan seorang peneliti menjadi kunci utama. Data-data penelitian ini sangat bergantung pada sikap dan kondisi peneliti pada saat melakukan observasi. Agar data-data tersebut valid dan memadai, maka peneliti harus menjalankan prinsip-prinsip observasi yang baik. Dalam buku “Metode Research”, Nasution menjabarkan prinsip-prinsipnya, yakni:

1. Menentukan metode dan prosedur 

prinsip observasi
Sumber foto : medium.com

Ketika melakukan observasi, peneliti harus fokus terhadap subyek dan obyek penelitian. Maka, agar tidak terjadi kesalahan dan kebingungan, sejak awal peneliti harus sudah menentukan metode penelitian yang akan digunakan. Peneliti harus memahami betul bagaimana cara agar penelitian ini bisa mendapatkan data yang sesuai. Dengan begitu, tujuan penelitian dapat tercapai.

Prosedur observasi juga harus dijabarkan. Mulai dari informasi apa yang harus didapatkan, siapa yang memiliki informasi tersebut, serta siapa yang akan dituju ketika ada kesulitan atau kebingungan. Dengan adanya prosedur, maka peneliti dapat memprediksi waktu yang diperlukan selama melakukan pengumpulan data.  Dan jika dilakukan secara tim maka hasil yang diperoleh akan seragam.

2. Membatasi obyek observasi

prinsip observasi
Sumber foto : theepochtimes.com

Seorang peneliti yang mengamati obyek terlalu banyak akan menyulitkan dirinya sendiri. Maka, peneliti harus membatasi lingkup observasi sesuai kapasitas dirinya. Peneliti harus menghitung kemampuan ketelitian dalam melakukan pengamatan dan batas-batas fokus yang dimiliki.

Baca juga: Jenis Pengambilan Sampel Riset

Jika peneliti merasa terlalu luas, sebaiknya memperkecil lingkup atau melakukan observasi secara tim. Dengan observasi secara tim, kamu dapat membagi fokus kepada tiap anggotamu. Semisal kamu meneliti perilaku suatu suku pedalaman dalam bersosialisasi selama 5 tahun, maka kamu bisa membagi fokus sesuai variabel penelitianmu. Bisa berdasarkan kategori waktu atau jenis kegiatan.

3. Melakukan observasi dengan cermat, jujur, objektif, serta terfokus

prinsip observasi
Sumber foto : longwood.edu

Data yang didapatkan peneliti harus bebas dari bias. Dalam buku “Research Methods for Business: A Skill Building Approach (5th ed.)”, Sekaran dan Bougie menjelaskan ada beberapa penyebab terjadinya bias dalam observasi. Seorang peneliti bisa jadi melakukan beberapa kesalahan mulai dari kekeliruan pencatatan, kesalahan interpretasi, atau kehilangan informasi penting karena peneliti yang melewatkan detail tertentu.

Baca juga: Metode Penelitian Kualitatif

Maka dari itu, peneliti harus fokus sepenuhnya ketika melakukan observasi. Peneliti juga harus mengamati secara objektif, tidak mencampurkan opini atau kepentingan peneliti. Sehingga hasil penelitian akan benar-benar valid sesuai dengan kondisi di lapangan.

4. Mencatat apa yang harus dicatat

prinsip observasi
Sumber foto : blog.storage-solutions.org

Salah satu aspek yang menentukan hasil pencatatan dalam observasi adalah jenis observasi. Maka, peneliti harus mengetahui kriteria informasi yang harus dicatat. Lebih baik, peneliti membuat format pencatatan sebelum melakukan observasi. Format pencatatan ini dapat berupa tabulasi atau daftar. Hal ini akan membantu peneliti agar tidak melewatkan satu pun informasi penting. Semisal, peneliti menuliskan dalam daftar terkait hal-hal apa saja yang harus didapatkan, kemudian selama observasi berlangsung, peneliti tinggal mengecek dalam daftar.

Baca juga: Analisis Penelitian Kuantitatif

Pengumpulan data penelitian dengan metode observasi memiliki keunikan tersendiri. Kualitas data observasi ini sangat ditentukan oleh peneliti. Dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas, kamu akan mendapatkan data dengan kualitas baik dan memadai. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan observasi. Selamat mencoba, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

Komunikasi Pemasaran Terpadu, atau dapat juga disebut sebagai Integrated Marketing Campaign (IMC) adalah hal yang penting dalam bidang pemasaran. Secara definisi, IMC adalah sebuah...