Mengenal Secara Mendalam Perubahan Sosial Budaya

Mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya?

Bila melihat foto-foto di buku sejarah, menonton film zaman dahulu, atau juga saat berkunjung ke museum, pastilah kamu berpikir kalau zaman dahulu berbeda sekali dengan  sekarang. Misalnya saja penemuan ponsel pintar. Zaman dahulu kita hanya bisa surat-menyurat seperti dalam film Kartini.

Perlahan zaman berkembang dan manusia bisa menggunakan telepon, meski sebatas telepon box atau telepon rumah, satu untuk semua, seperti yang bisa kamu temui dalam film Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990. Di awal tahun 2000, sudah tersedia telepon genggam yang bisa dibawa ke mana-mana, meski belum berwarna, yang kemudian berkembang seiring berjalannya waktu hingga menjadi smartphone seperti sekarang. Hingga akhirnya, orang-orang tidak dapat hidup tanpa internet. Contoh kecil itu merupakan contoh kasus adanya perubahan.

Pengertian

Emansipasi Wanita
Sumber: matamatapolitik.com

Perubahan selalu terjadi dan tidak dapat dihindari sebagai akibat dari manusia yang selalu berusaha beradaptasi dengan lingkungan. Karenanya, manusia dan lingkungan akan selalu berubah. Perubahan yang terjadi tersebut meliputi perubahan sosial dan budaya.

Perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya, termasuk corak kebudayaannya sebagai akibat dari adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi di dalam struktur dan fungsi masyarakat. Mac Iver menyebutkan perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan dalam hubungan sosial.

Baca juga: Mengenal Pemberdayaan Masyarakat

Bentuk Perubahan Sosial Budaya

Evolusi
Sumber: xenology.home.blog

Terdapat berbagai macam bentuk perubahan sosial budaya, yang dibagi ke dalam beberapa kategori, antara lain proses lama waktu perubahan, pengaruh perubahan, wujud perubahan, dan penyebab perubahan.

Bentuk Perubahan Sosial Budaya Dilihat dari Proses Lama Waktu Perubahan

  1. Evolusi
    Disebut juga perubahan secara lambat. Contohnya adalah perubahan masyarakat tradisional ke modern. Seperti contoh yang telah disebutkan di awal, masyarakat berubah. Dahulu, masyarakat menggunakan telepon box atau telepon rumah yang satu telepon digunakan oleh orang serumah. Hingga kini, masing-masing orang dalam satu rumah menggunakan ponsel pintar masing-masing. Perubahan ini membutuhkan waktu yang lama dan proses yang tidak singkat.

  2. Revolusi
    Kebalikan dari evolusi, revolusi merupakan perubahan yang waktu berlangsungnya secara cepat. Contohnya revolusi industri.

Bentuk Perubahan Sosial Budaya Dilihat dari Pengaruh Perubahan

  1. Perubahan kecil
    Sesuai sebutannya, efek atau pengaruh yang dihasilkan oleh perubahan ini hanya dalam skala kecil dan tidak menimbulkan keributan yang berarti. Misalnya, perubahan model gaya rambut atau gaya pakaian. Masyarakat dengan sukarela mengikuti gaya pakaian terbaru, tanpa paksaan yang berarti.
  2. Perubahan besar
    Kebalikannya, peruabahan ini membawa dampak yang besar dalam unsur-unsur kehidupan masyarakat, seperti stratifikasi sosial. Contohnya adalah industrialisasi.

Bentuk Perubahan Sosial Budaya Dilihat dari Penyebab Perubahan

  1. Perubahan yang dikehendaki
    Perubahan yang diinginkan atau telah direncanakan sebelumnya. Biasanya perubahan ini dilakukan dengan rancangan berbagai macam program. Contoh sederhananya adalah program Keluarga Berencana atau yang sedang sering didengar saat ini; program New Normal.
  2. Perubahan yang tidak dikehendaki
    Tidak seperti program-program yang dirancang untuk menciptakan perubahan, terdapat perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, yang sebenarnya tidak diinginkan oleh masyarakat, tetapi memaksa masyarakat untuk berubah. Contohnya saja terjadinya bencana alam.

Bentuk Perubahan Sosial Budaya Dilihat dari Hasil Perubahan

Perubahan ada yang membawa dampak positif dan negatif, Ada yang membuat kemajuan dalam kehidupan masyarakat dan ada yang justru membuat masyarakat tidak berkembang dan bahkan mundur. Terbagi menjadi dua, progresif dan represif.

  1. Perubahan progresif
    Merupakan perubahan yang membawa kemajuan di masyarakat. Contohnya penemuan alat transportasi, penemuan telepon, perkembangan internet, dan sebagainya,
  2. Perubahan represif
    Adalah perubahan yang membawa kemunduran dalam masyarakat, yang biasanya disebabkan oleh masyarakatnya itu sendiri. Misalnya, adanya ponsel pintar dengan internet cepat yang sebenarnya dikehendaki agar digunakan untuk menambah ilmu dan belajar, tetapi justru digunakan untuk bermain game online hingga lupa waktu.

Faktor Penyebab

Mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya? Masyarakat bersifat dinamis, yang artinya masyarakat akan terus bergerak dan berubah. Karenanya, perubahan sosial selalu terjadi di dalamnya sepanjang manusia saling berinteraksi dan bersosialisasi. Berikut adalah beberapa faktor penyebab atau yang mendorong terjadinya perubahan sosial tersebut. Nah, bila dijabarkan, faktor penyebab tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor Internal atau Faktor Penyebab dari Dalam

  1. Faktor pertumbuhan penduduk
    Dalam suatu negara atau masyarakat, banyak sedikitnya penduduk mampu menyebabkan berbagai hal yang nantinya akan menjurus ke terjadinya perubahan. Misalnya saja, pertumbuhan penduduk yang pesat kemungkinan akan membuat suatu negara atau masyarakat kelebihan penduduk. Akibatnya akan banyak dijumpai pengangguran. Nah, hal ini bisa saja menjadikan angka kriminalitas dan gelandangan meningkat pesat.

    Sebaliknya, apabila pertumbuhan penduduk rendah, suatu masyarakat akan kesulitan mencari tenaga kerja yang memadai. Bila tidak terpenuhi, masyarakat akan sulit untuk mengembangkan sistemnya sendiri. Baik pesat atau tidak, pertumbuhan penduduk mampu mendorong terjadinya perubahan sosial budaya.

    Contoh lainnya adalah perpindahan penduduk, entah itu migrasi, urbanisasi, atau transmigrasi. Mengapa demikian? Masyarakat dari daerah A yang kemudian berpindah ke daerah B akan tetap membawa nilai-nilai yang mereka anut dari daerah A, yang nantinya mampu bercampur dengan nilai-nilai di daerah B, otomatis memengaruhi nilai sosial budaya yang ada dalam masyarakat tersebut.

  2. Adanya penemuan baru
    Mengambil contoh penemuan ponsel pintar atau smartphone, pola interaksi masyarakat sekarang berubah. Yang dulu surat-menyurat, kini bisa online chatting. Yang dulu ketika kumpul bertemu teman lama akan sibuk mengobrol dan bercanda, kini sibuk mengunggah foto di instastory. Artinya, adanya penemuan baru mampu menyebabkan perubahan sosial budaya.
  3. Invensi
    Invensi artinya penciptaan atau perancangan sesuatu yang sebelumnya tidak ada, yang biasanya merupakan suatu kombinasi baru atau cara penggunaan baru dari suatu pengetahuan yang telah ada. Contohnya, dahulu ponsel hanya bisa digunakan untuk SMS dan telepon, mengetik dokumen serta mengedit foto harus di komputer. Kini, ponsel bisa digunakan untuk SMS, telepon, hingga mengedit sebuah dokumen. Hal ini jelas memengaruhi masyarakat. Kini, masyarakat menyesuaikan dengan zaman yang ada tidak puas hanya dengan ponsel yang hanya bisa untuk SMS dan telepon saja.
  4. Sistem ideologi
    Adalah kepercayaan akan nilai-nilai yang dianut dalam suatu masyarakat, termasuk juga cara berpikir seseorang atau suatu kaum dalam hal tertentu. Contohnya yang gampang ditemui adalah paham feminisme. Kini, banyak orang yang telah menganut feminisme, demi kehidupan yang adil, setara, dan damai berdampingan antarmanusia. Masyarakat kemudian berubah ke arah yang lebih berkembang dan terbuka dengan paham satu ini.

Faktor Eksternal atau Faktor Penyebab dari Luar

  1. Lingkungan fisik
    Faktor di luar masayarakat yang memengaruhi terjadinya perubahan sosial budaya adalah lingkungan itu sendiri. Terjadinya bencana alam adalah salah satu contohnya. Contoh lain adalah masyarakat yang sebelumnya bertani, tetapi kemudian tanah pertanian itu berubah menjadi deretan pabrik. Maka mata pencaharian masyarakat itu pun akan berubah, dari yang semula petani menjadi buruh pabrik.
  1. Peperangan
    Contohnya peperangan yang terjadi antara masyarakat pribumi Indonesia dan Belanda saat zaman penjajahan dahulu. Belanda yang lebih unggul kemudian memaksakan nilai-nilai yang mereka anut pada masyarakat pribumi, yang mendorong terjadinya perubahan.
  1. Pengaruh kebudayaan lain
    Mengambil contoh yang sama, yaitu penjajahan, nilai kebudayaan masyarakat Belanda memengaruhi nilai-nilai masyarakat Indonesia. Contoh lainnya adalah saat Indonesia didatangi oleh para pedagang. Para pedagang kemudian memengaruhi nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lokal.

Baca juga: Contoh Teks Berita

Faktor Penghambat

Selain faktor-faktor yang mampu mendorong terjadinya perubahan sosial budaya, ada juga faktor yang menghambat terjadinya perubahan. Faktor penghambat tersebut membuat perubahan sulit terjadi, yang meliputi:

  1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
    Menjadi faktor penghambat karena, perubahan terjadi ketika manusia saling berinteraksi. Bila sibuk dengan lingkungan sendiri, manusia tidak akan tahu kalau masyarakat sebelah sudah berkembang dan puas dengan kondisi mereka saat ini.
  1. Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat
  2. Sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi masa lalu
    Menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi adalah hal yang baik. Namun, mengapa itu termasuk faktor penghambat perubahan sosial budaya? Apabila melakukan sesuatu yang berlebihan, pastilah tidak baik hasilnya. Misalnya saat kamu terlalu fokus pada diri sendiri dan mengangung-agungkan kelebihanmu sendiri, pastilah kamu kurang menyadari kekuranganmu. Dan akhirnya justru tidak mampu memperbaiki kekurangan tersebut dan berkembang.
  1. Adanya kepentingan yang sudah tertanam kuat (vested interest)
  2. Adanya rasa takut
  3. Berprasangka buruk terhadap hal-hal baru
  4. Adat atau kebiasaan dan ideologi yang kuat

Dari beberapa faktor penghambat tersebut dapat diambil contoh masyarakat Suku Anak Dalam, yaitu adalah sekelompok masyarakat yang tinggal di dalam hutan, tertutup dan menolak adanya perubahan. Mereka juga tinggal di tempat terpencil dan memiliki aturan-aturan serta tradisi adat mereka sendiri.

Dampak Perubahan Sosial Budaya

Seperti pada umumnya sebuah peristiwa pastinya membawa dampak positif dan negatif, perubahan sosial budaya juga membawa efek bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut adalah dampak perubahan sosial budaya yang bisa kamu temukan di masyarakat.

Dampak Perubahan Sosial Budaya Positif

  1. Kemajuan teknologi
    Kemajuan teknologi merupakan dampak perubahan sosial budaya yang positif karena memudahkan masyarakat dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, berkirim berkas kini tidak harus menggunakan mesin fax, tetapi bisa menggunakan surel.
  2. Pola pikir yang maju dan berkembang
    Tidak alot dan kolot seperti dahulu, cara berpikir masyarakat lebih terbuka dan berkembang karena informasi-informasi baru.
  3. Perubahan nilai dan tata sikap

Dampak Perubahan Sosial Budaya Negatif

  1. Muncul perilaku hidup konsumtif. Boros sebab tidak pernah puas terhadap apa yang dimiliki.
  2. Westernisasi
  3. Dekadensi moral
  4. Sikap individualis
  5. Kriminalitas
  6. Kesenjangan sosial

Konsep Perubahan Sosial Budaya

Mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya? Masyarakat selalu bergerak, tidak diam di tempat. Ditambah lagi, manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas terhadap suatu hal, karenanya mereka akan selalu mencari jalan untuk terus berkembang. Karenanya, masyarakat akan selalu berubah. Hal itu menunjukkan konsep perubahan sosial budaya secara mendasar, karena manusia selalu mencari cara yang lebih mudah untuk melakukan sesuatu demi beradaptasi dengan zaman. Adaptasi menuntut pola-pola perilaku yang dapat membantu manusia mengatasi persoalan hidup, membantu mempermudah pekerjaan, dan melindungi diri dari bahaya.

Terdapat empat teori yang mampu menjelaskan terjadinya konsep perubahan sosial budaya, antara lain:

  1. Teori Evolusi

Teori ini menjelaskan konsep perubahan sosial budaya sebagai sebuah proses yang berlangsung secara perlahan. Dengan mengadaptasi nilai-nilai baru seiring berjalannya waktu, perubahan sosial budaya terjadi.

  1. Teori Konflik

Konflik berasal dari pertentangan antarkelas. Karl Marx menjelaskan sebab mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya melalui konflik yang terjadi antara kelas borjuis dan proletar atau kelas yang memiliki alat produksi dan kelas buruh. Adanya kesenjangan antara dua kelas tersebut memunculkan konflik antarkelas yang kemudian menciptakan adanya perubahan sosial budaya.

  1. Teori Fungsionalis

Pemikiran konsep perubahan sosial budaya satu ini berasal dari konsep goncangan budaya atau cultural lag dari William Ogburn. Unsur-unsur dalam masyarakat saling berhubungan, tetapi meski demikian, ada unsur-unsur yang berubah lebih cepat dibanding unsur-unsur lain. Contohnya, perubahan teknologi lebih cepat terjadi, sementara masyarakat masih menganut kepercayaan yang telah tertanam kuat.

  1. Teori Siklus

Mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya? Tidak lain karena itu merupakan sebuah siklus. Perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya. Oleh karena itu, dalam setiap masyarakat terdapat siklus yang harus diikuti.

Contoh Perubahan Sosial Budaya yang Ada di Sekitar Kita

Bila melihat sekelilingmu, pasti kamu bisa dengan mudah menemukan contoh perubahan sosial budaya setelah kamu memahami konsep perubahan sosial budaya tersebut. Nah, berikut beberapa contoh perubahan sosial budaya agar kamu bisa lebih memahami peristiwa-peristiwa tersebut disekitarmu.

  1. Alat komunikasi

Contoh perubahan sosial budaya yang paling bisa dilihat adalah satu ini. Zaman sekarang semua dimudahkan oleh penggunaan ponsel pintar. Mengirim pesan, menelepon, mengedit dokumen, mempercantik foto, semua bisa dilakukan oleh satu perangkat saja. Berbeda dengan zaman dahulu yang jika menelepon harus gantian dengan anggota keluarga yang lain.

  1. Pakaian dan Mode

Pemakaian celana cutbray begitu populer di tahun 2000-an. Namun, mode berubah dan kini masyarakat lebih gemar menggunakan celana pensil dan joggerpants sesuai mode yang tengah marak. Contoh lainnya, saat demam drama Korea melanda, banyak yang kemudian meniru gaya make-up dan gaya bajunya karena gaya-gaya itu terlihat cantik dan bagus di dalam drama yang ditonton.

  1. Gaya hidup

Dahulu gaya hidup masyarakat cenderung sederhana, tetapi kini banyak yang menganut gaya hidup konsumerisme dengan menuruti keinginan sendiri. Contohnya, perlu ponsel hanya untuk berkomunikasi, tetapi karena mengejar spesifikasi ponsel yang baik, maka rela membeli ponsel dengan harga yang lebih mahal.

  1. Mata pencaharian

Dahulu, masyarakat Indonesia didominasi oleh mata pencaharian petani dan pedagang lantaran hidup di daerah yang subur untuk pertanian. Kini, tanah-tanah dipenuhi dengan lahan pabrik, membuat mata pencaharian masyarakat pun berubah.

  1. Emansipasi wanita

Belakangan banyak yang memperjuangkan kaum-kaum tertindas, yang kebanyakan merupakan wanita. Ini juga termasuk contoh perubahan sosial budaya, lho. Kasus-kasus kekerasan kemudian membuat masyarakat mengedukasi diri mereka sendiri, khususnya perempuan, dan mulai melawan ketertindasan dan ketidaksetaraan yang ada dalam masyarakat sejak lama. Zaman sudah berubah, kata mereka. Urusan wanita tidak hanya di rumah saja!

  1. Budaya

Industri K-Pop mulai merajalela, membuat beberapa kelompok dalam masyarakat mengadopsi nilai-nilai kebudayaan Negara Ginseng tersebut dan menciptakan budaya baru.

Baca juga: Contoh Kata Penghubung

Nah, dari uraian di atas, apakah kamu sudah lebih memahami tentang perubahan sosial budaya dan apa-apa saja hal yang terkait dengannya? Lihat dan amati sekelilingmu. Selama belasan tahun kamu hidup, kamu sendiri pasti mengalami perubahan itu sendiri. Coba, perubahan sosial budaya seperti apa yang bisa kamu uraikan setelah ini.


Referensi :

Budiati, Atik Catur. 2009. Sosiologi Konstektual untuk Kelas X SMA & MA. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Artikel Terbaru

dianaaristina

dianaaristina

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kerap menulis di media online dan merupakan editor di sebuah penerbit buku.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *