Home Bisnis Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan Dalam Perusahaan

Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan Dalam Perusahaan

Dalam mengatur keuangan di sebuah perusahaan, dibutuhkan seorang akuntan yang bertanggung jawab penuh dalam mengelola segala hal mengenai keuangan perusahaan. Hal ini merupakan hal yang sangat krusial sehingga diperlukan seorang ahli akuntansi yang bertanggung jawab langsung terhadap hal tersebut. Seorang akuntan memiliki tanggung jawab dalam melakukan pembukuan dan pencatatan. Loh, apa bedanya pembukuan dan pencatatan? Bukan kah keduanya sama saja?

Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan

Jawabannya tidak, keduanya tidak sama. Pembukuan dan pencatatan memang serupa tapi tidak sama. Dua-duanya merupakan istilah yang sering didengar dalam proses pengelolaan keuangan. Keduanya juga saling berkaitan dan sama-sama pentingnya bagi pengelolaan keuangan perusahaan. Kemiripan kedua hal ini seringkali disalahartikan oleh pemilik perusahaan. Padahal, ketika dipelajari lebih mendalam, keduanya adalah hal yang berbeda. Lantas apa perbedaan pembukuan dan pencatatan?

Apa itu Pembukuan?

Sumber: www.mpssoft.co.id/

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007, pembukuan memiliki pengertian yaitu: suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.

Baca juga: 5 Strategi IMC (Integrated Marketing Communication)

Lalu siapa saja yang wajib melakukan pembukuan? Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015 yang wajib menyelenggarakan pembukuan adalah: Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam 1 (satu) tahun sebesar Rp4.800.000.000,00 dan Wajib Pajak Badan

Biasanya dalam melakukan pembukuan, terdapat dua sistem pembukuan yang sering dilakukan. Kedua sistem tersebut ialah sistem pembukuan akun tunggal dan sistem pembukuan akun ganda. Selain itu, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam pembukuan yang adalah:

  1. Mengumpulkan dan Menganalisa Data Transaksi
  2. Membuat Jurnal Transaksi
  3. Memindahkan Jurnal  Transaksi ke Buku Besar
  4. Membuat Neraca Percobaan
  5. Membuat Laporan Keuangan

Apa itu Pencatatan?

Sumber: syncoreconsulting.com

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007, pencatatan memiliki pengertian yaitu: sebuah proses yang terdiri atas data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang, termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final.

Baca juga: 6 Cara Menyelesaikan Konflik Tim Agar Kembali Normal

Lalu siapa saja yang wajib melakukan pencatatan? Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015, yang wajib menyelenggarakan pembukuan adalah: Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam 1 (satu) tahun kurang dari Rp4.800.000.000,00 dan Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

Proses dari pencatatan ini biasanya dilakukan dalam sebuah siklus atau berulang secara terus menerus. Adapun langkah-langkah untuk melakukan transaksi keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan bukti pencatatan
  2. Melakukan pencatatan transaksi dalam buku harian jurnal
  3. Melakukan posting kedalam buku besar
  4. Membuat pelaporan

Baca juga: Pengertian Segmentasi Pasar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

Komunikasi Pemasaran Terpadu, atau dapat juga disebut sebagai Integrated Marketing Campaign (IMC) adalah hal yang penting dalam bidang pemasaran. Secara definisi, IMC adalah sebuah...