Home Perkuliahan Tugas Apa Itu Penelitian Kuantitatif? Yuk Ketahui

Apa Itu Penelitian Kuantitatif? Yuk Ketahui

Sebelum melakukan penelitian, lazimnya kamu harus menentukan terlebih dahulu pendekatan yang akan diterapkan. Apakah model penelitian kuantitatif ataukah kualitatif, yang akan kamu pilih pada penelitianmu. Hal ini demi penelitianmu agar memiliki landasan kokoh dari sisi metodologinya, juga pemahaman hasil penelitian yang lebih proporsional. Nah, jika kamu memilih model penelitian kuantitatif, maka di sinilah kita akan bahas.

Pengertian Penelitian Kuantitatif?

Penelitian Kuantitatif
Sumber: ikhsanaira.wordpress.com

Penelitian kuantitatif mungkin lebih banyak digunakan bagi kamu yang meneliti di dunia eksak atau engineer. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk kamu yang berkecimpung di dunia sosial humaniora dalam menggunakan metode ini.

Penelitian kuantitatif mewakili paham positivisme, yang digunakan jika kamu memulainya dengan teori, hipotesis dan berusaha membuktikan kebenarannya. Metode ini dinilai baik, karena penerapan instrumen penelitian untuk mengukur variabel dan atau gejala tertentu, yang kemudian diolah secara statistik.

Simpelnya, penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif, yang dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai atau jumlah, yang bisa diukur dengan pasti besar kecilnya, serta sifatnya obyektif, sehingga penafsirannya sama bagi setiap orang. Metode ini juga bisa diterapkan untuk membandingkan dua fenomena atau lebih dengan ukuran statistik sebagai pembandingnya.

Karakteristik Penelitian Kuantitatif

Contohnya: dalam sebuah penelitian yang dilakukan, sebanyak 80% ibu muda di Indonesia lebih menyukai youtube sebagai sarana belajar memasak. Lalu 15% di antaranya belajar memasak dari resep di majalah atau media cetak lainnya. Mirisnya, hanya 5% yang belajar memasak dari para orang tuanya terdahulu.

Penelitian kuantitatif sudah pasti dalam datanya menghadirkan angka, ukuran, statistik, variabel operasional dan kode kuantitatif lainnya. Konsep penting dalam pendekatan penelitian kuantitatif di antaranya variabel, hipotesis, prediksi, replikasi, validitas, reliabilitas, operasional dan signifan (secara statistik).

Selain itu rancangannya lebih terstruktur dibandingkan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kuantitatif lebih terpusat pada gejala dengan karakteristik tertentu dalam kehidupan manusia atau yang disebut variabel. Beberapa tokoh yang menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif seperti Emile Durkheim, Donald Chambell, Robert Bales, Edward Thorndike dan Fred Kerlinger.

Kriteria metode ini adalah penggunaan lingkungan alami sebagai sumber datanya, bersifat deskriptif analitik dan induktif, mengutamakan makna serta menekankan pada proses bukan hasil akhirnya.

Pendekatan penelitian kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, menstabilkan fakta, menunjukkan hubungan antar variabel, memprediksi serta sebagai deskripsi statistik. Seperti halnya kualitatif, penelitian kuantitatif pada pendekatannya memiliki 2 afiliasi. Pertama, afiliasi teoritisnya yaitu fungsionalisme struktural, teori sistem, behaviorisme, empirisme logis, realisme dan positivisme. Kedua, afiliasi akademisnya yang meliputi psikologis, sosiologi, ilmu politik dan ilmu ekonomi.

Frase yang berkaitan dengan penelitian kuantitatif seperti eksperimen, data keras, empiris, positivis, fakta sosial, statistik, metode ilmiah dan perspektif luar. Biasanya pada usulan penelitian, akan diungkapkan panjang detail, fokus merinci dan khusus, prosedurnya juga rinci dan khusus, tinjauan pustakanya pun substantif dan ditulis sebelum ada datanya, yang kemudian menyatakan hipotesa.

Apa Saja yang Dibutuhkan?

Sampel dalam penelitian kuantitatif lebih besar, dalam kelompok kontrol, yang dipilih secara acak, tepat dan cermat, serta adanya kendali kontrol untuk variabel luar. Penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen, observasi terstruktur, survei, eksperimen semu maupun wawancara terstruktur.

Baca juga: Teknik Analisis Penelitian Kuantitatif

Kemudian, instrumen dan alat yang digunakan dalam penelitian kuantitatif berupa kuisioner, komputer, indeks, skala atau pun skor tes dan inventori. Terakhir, data penelitian kuantitatif dianalisis secara statistik, deduktif dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data. Akan tetapi, ada beberapa masalah yang mungkin akan muncul dalam penggunaan metode kuantitatif, seperti pengendalian dan pengontrolan variabel lain, validitas, obtrusiveness dan reifikasi.

Pada penelitian kuantitatif, data diperoleh dari metode tabel dan grafik. Untuk metode tabel, nantinya akan ada distribusi frekuensi, distribusi frekuensi relatif, distribusi frekuensi kumulatif, distribusi frekuensi relatif kumulatif, diagram batang-daun dan tabulasi silang. Sedangkan untuk metode grafik, yang bisa ditampilkan opsinya seperto plot titik, histogram, ogive dan diagram scatter.

Penelitian kuantitatif menggunakan desain eksplanasi. Yakni objek penelitiannya untuk menguji hubungan antar variabel yang dihipotesiskan. Hipotesis menggambarkan hubungan / korelasi antara dua variabel atau lebih. Apakah antar variabel memiliki hubungan sebab-akibat atau satu variabel yang mempengaruhi variabel lainnya.

Desain eksplanasi di sini maksudnya adalah menjelaskan generalisasi sampel terhadap populasinya. Baik menjelaskan hubungannya, perbedaan atau pengaruh dari satu variabel terhadap variabel lain. Maka dari itu, penelitian bermodel eksplanasi seperti ini, bisa mengembangkan dan menyempurnakan teori yang ada, atau bahkan bisa melemahkan dan menggugurkannya.

Menarik Kesimpulan Penelitian Kuantitatif

Terakhir, dalam penarikan sebuah kesimpulan dari penelitian kuantitatif, hendaknya berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data yang ada. Kamu dituntut untuk membuat generalisasi dan kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan.

Generalisasi di sini maksudnya adalah pembentukan gagasan berdasarkan interpretasi data. Maka dari itu, generalisasi harus memiliki keterkaitan dengan teori yang mendasari penelitian, yang biasanya dicantumkan di tinjauan pustaka. Kesimpulan pada metode ini, akan menjawab rumusan masalah yang diajukan.

Jadi, kesimpulannya tidak hanya berpengaruh atau tidak. Berhasil atau tidak. Setuju atau tidak. Tapi juga diikuti hasil akhir dari analisis datanya, seberapa banyak pengaruhnya, berapa persen keberhasilannya dan lain sebagainya.

Contoh Penelitian Kuantitatif (Gambaran Sederhana)

Nah berikut adalah contoh yang bisa kamu coba terapkan pada penelitianmu.

contoh tabel pengamatan
sumber: statsdata.my.id

Pertama

Kamu membuat penelitian tentang motivasi anak SD dalam berprestasi di kelasnya. Maka variabelnya adalah motivasi anak SD dan prestasi di kelas. Kedua variabel tersebut akan kamu uji, apakah ada korelasinya; atau adanya kemungkinan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Nah, karena kamu menggunakan pendekatan kuantitatif, maka harus melalui pengujian dan atau pengukuran pada variabel uji. Kamu bisa menyebarkan kuisioner pada responden yaitu anak-anak SD, yang sudah kamu tentukan di mana lokasinya, kelas berapa saja yang dituju dan sebagainya.

Di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, ada 8 SD Negeri, dengan sasaran responden adalah siswa kelas V dan VI, sejumlah 85 siswa. Hasilnya, 90% siswa termotivasi untuk berprestasi di sekolah karena ingin membanggakan orang tuanya. Sedangkan 10% sisanya hanya untuk membuktikan bahwa dia bisa memahami pelajaran

Kedua

Kamu membuat penelitian tentang pengaruh kadar sari kedelai dalam pembuatan yogurt. Maka variabelnya adalah kadar sari kedelai dan yogurt yang dihasilkan. Kamu menggunakan teknik pengumpulan data eksperimental, yaitu pengukuran sari kedelai pada 3 kadar yang berbeda yaitu 0,5%; 1%; 1,5%, dengan pengaruhnya pada parameter uji yaitu kadar air, pH dan uji organoleptik.

Baca juga: Syarat Pengambilan Sampel Riset Serta Ukurannya

Instrumen yang digunakan yaitu oven, alat ukur kadar air, pH meter dan kuisioner untuk uji organoleptik (rasa, warna dan aroma). Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa sari kedelai yang ditambahkan untuk membuat yogurt yaitu dengan kadar 1%. Kadar 1% sari kedelai membuat yogurt lebih disukai rasa dan aromanya. Meskipun warnanya tidak sebaik yogurt sari kedelai berkadar 1,5%. Selain itu, kadar air dan pH nya pun tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

Avatar
Lailli
Saya freelance writer sejak 2016. Saya banyak mengerjakan artikel tentang dunia pertanian (termasuk peternakan & perikanan), penelitian sampai dengan dunia bisnis online. Saya juga pernah melakukan penelitian kuantitatif, khususnya di skripsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...

Yuk Ketahui Paradigma Penelitian Kualitatif

Masih banyak dari kita yang kurang mengerti apa itu paradigma. Di beberapa bahan bacaan tingkat lanjut dalam jurnal, dalam karya ilmiah tentu beberapa kali...

Mengenal Apa Itu Jurusan Biologi

Setelah lulus SMA ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi tapi masih bingung ke jurusan apa? Suka dengan dunia Biologi tapi ingin mengetahui gambaran kuliahnya seperti...