Home Bisnis Apa itu Merek atau Brand? Yuk Ketahui

Apa itu Merek atau Brand? Yuk Ketahui

Apa itu merek atau brand, adakah bedanya? Jika ada, apa perbedaan di antara kedua kata itu, selain bahasa yang jelas-jelas satunya Inggris, satunya Indonesia. Perdebatan mengenai apa itu merek atau brand biasanya terjadi antara akademisi dan praktisi.

Akademisi itu paling senang membuat batasan-batasan untuk sesuatu, karena dari situlah definisi sesuatu diistilahkan. Sedangkan praktisi lebih suka diskusi tentang sesuatu yang praktis, empiris, dan berdampak langsung.

Perdebatan apa yang dimaksud dengan merek atau brand ini juga lahir karena beda rasa antara bahasa Inggris dan Indonesia. Sementara kita tahu bahwa arti dari brand kalau di-Indonesia-kan, ya merek. Sedangkan pemahaman merek dalam bahasa Indonesia terasa masih belum menampung rasa brand dalam Bahasa Inggris.

Sejarah Konsep Merek atau Brand

sejarah merek atau brand
Sumber: Highlight.id

Sejarah brand sendiri lahir di Inggris abad ke-19, dimana orang-orang menggunakan cap dari besi panas sebagai penanda kepemilikan. Cap ini diberikan kepada hewan-hewan ternak atau budak-budak sebagai tanda bahwa mereka ada pemiliknya.

Penandaan dengan cara dibakar (burn) menjadi (brennen) dalam bahasa Jerman yang bermakna serupa. Istilah ini kemudian dialihbahasakan kembali ke dalam bahasa Inggris menjadi brand.

Sejarah fungsi brand dengan makna menandai sesuatu menggunakan cap besi panas membuatnya dekat dengan kata mark atau tanda. Dua kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata merek dan brand seperti sekarang ini.

Pengertian Merek atau Brand

pengertian apa itu merek atau brand
Sumber: Dictio.id

Istilah brand atau merek sering digunakan dalam dunia bisnis dan pemasaran. Karena itu paling baik istilah ini dipahami dari sudut pandang pebisnis, pengusaha, atau pemasar.

Pengertian brand menurut Philip Kottler dari American Marketing Association (Asosiasi Pemasar Amerika) adalah sebagai berikut. Jika pengertian brand menurut ahli marketing tersebut dipahami dalam bahasa Indonesia kira-kira seperti ini: Nama, istilah, tanda, simbol, desain, atau kombinasi dari semua itu. Dimana ia dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau layanan dari penjual perorangan atau kelompok. Juga untuk membedakannya dari kompetitor mereka yang serupa.

Pengertian menurut Kottler ini senada dengan pengertian brand menurut Professor David Aaker dari Haas School of Business. Menurut Aaker (1996), brand adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan untuk mengidentifikasi barang atau layanan dari penjual perorangan atau kelompok.

Dalam bahasa Indonesia, pengertian merek menurut KBBI adalah tak jauh beda. Yakni tanda yang disematkan oleh para pelaku bisnis dan usaha pada barang yang dihasilkan agar berfungsi sebagai tanda pengenal. Brand atau merek juga bisa berarti tanda yang menjadi pengenal untuk menyatakan nama dan sebagainya.

Mencermati apa itu merek atau brand dari pengertian-pengertian tersebut, tampak bahwa ada perbedaan yang mendasar. Definisi brand atau merek menurut KBBI tampak memiliki dimensi yang lebih dangkal dan sempit.

Bisa jadi karena pengerti KBBI menurut ini merujuk kepada pengertian brand menurut Oxford Dictionary. Yaitu sebagai, “A type of product manufactured by a particular company under a particular name.” Dari sini bisa tampak jelas sudut pandang dari akademisi dan praktisi tentang apa itu merek atau brand ini.

Perbedaan Merek dan Brand

Perbedaan merek dan brand
Sumber: Dokumentasi penulis

Meski sekilas terdengar mirip, jika dikupas lebih jauh apa itu merek atau brand, akan tampak perbedaan yang nyata. Perbedaan brand dan merek adalah pada kedalaman bahasannya.

Merek dalam pengertian KBBI lebih cenderung kepada sebuah bentuk atau struktur yang dapat dilihat dan didengar. Fungsi brand menurut itu juga terbatas sebagai pembeda identitas. Sedangkan brand dalam pengertian para ahli dan praktisi memiliki dimensi yang lebih luas.

Dari sudut pandang praktisi, AMA menawarkan definisi brand sebagai keseluruhan pengalaman konsumen yang membedakan suatu produk atau layanan jasa. Tentu hal tersebut jika dilihat dari sisi konsumen.

Robin Landa, professor dari Kean University (2005) menguraikan bahwa brand tidak hanya sebatas pada nama, logo visual, dan merek dagang. Lebih lagi, brand adalah keseluruhan hal yang berkaitan dengan nama tersebut. Seperti persepsi, citra, kredibilitas, karakter, dan kepercayaan konsumen pada nama tersebut.

Baca juga: Cara Menjalankan Komunikasi Bisnis Yang Efektif

Oleh karena itu, Aaker (1996) juga berpendapat bahwa brand juga merupakan sebuah janji. Yaitu janji perusahaan atau penjual untuk secara konsisten memberikan fitur, nilai, manfaat, dan tingkat kinerja tertentu kepada pelanggannya.

Fungsi Brand atau Merek

fungsi merek atau brand
Sumber: Treelight.id

Penggunaan brand atau merek perlu untuk memunculkan fungsi-fungsi yang fundamental dan penting. Beberapa fungsi brand atau merek dapat dirangkum sebagai berikut.

Pertama

Sebagai identitas, agar mudah dikenali, dan membedakan dengan pesaing lainnya.

Kedua

Menancapkan citra, nilai, keyakinan, prestise, dan jaminan kualitas pada benak konsumen untuk mempengaruhi pembelian.

Ketiga

Mengendalikan pasar dengan merek atau brand yang kuat.

Unsur-unsur Merek atau Brand

unsur-unsur merek atau brand
Sumber: Pixabay.com

Setelah memahami apa itu merek atau brand, tentunya kita perlu uraikan unsur-unsur merek atau brand.

Misalnya ketika kamu mendengar kata Indomie, pasti banyak yang muncul di benak kamu. Mulai dari rasanya yang lezat dan gurih, tulisannya yang khas, hingga jingle-nya yang legendari, “Indomie.. seleraku..”. Semua itu merupakan unsur-unsur merek atau brand.

Ada 6 unsur utama dalam sebuah merek atau brand menurut entitasnya. Untuk dapat memperkenalkan sebuah merek dengan baik, unsur-unsur berikut harus terpenuhi.

1. Nama Merek

Seperti kamu yang dipanggil dengan nama kamu untuk membedakan dengan teman atau saudara kamu. Nama merek juga identitas yang sangat penting untuk membedakannya dengan yang lain.

Logo merupakan bentuk visual yang lebih mudah diingat dari pada nama. Seperti ketika kamu mendengar kata apple. Kemudian langsung muncul buah apel dengan bagian yang tergigit sedikit.

3. Tampilan Visual

Tampilan visual lebih kepada pengasosiasian warna-warna. Sehingga membuat ingat kepada merek tersebut setiap kali konsumen melihat warna-warna serupa. Misal Facebook dengan warna birunya, Bukalapak dengan merahnya, Shopee dengan jingganya.

4. Juru Komunikasi

Juru komunikasi diperlukan untuk menancapkan kesan merek atau brand sesuai segementasi tertentu. Biasanya menggunakan idola, sosok yang memiliki kedekatan atau kemiripan, atau sesuatu yang mewakili. Endorser atau bintang iklan menjadi contoh yang baik sebagai juru komunikasi dari sebuah merek atau brand.

5. Tagline

Tagline merupakan janji yang ditawarkan dari logo tersebut. Misalkan dulu Nokia dengan “connecting people”-nya, atau Yamaha dengan “selalu di depan”-nya.

6. Suara

Suara dapat berupa jingle atau lagu tema yang mudah diingat dan diulang-ulang. Produk Indonesia biasanya sering menggunakan lagu tema seperti Indomie, Sosis So Nice, dan sebagainya.

Kesimpulan

Jawaban yang baik mengenai apa itu merek atau brand tidak hanya berakhir pada nama dan simbol saja. Melainkan keseluruhan terkait nilai, citra, karakter, dan persepsi yang ditimbulkan dari nama tersebut.

Baca juga: Cara Membuat Business Plan

Brand memiliki fungsi penting dalam pemasaran, baik secara jangka pendek maupun panjang. Karena itu unsur-unsurnya perlu didesain dan dikonsep dengan baik. Mulai dari nama, logo, visual atau kemasan, tagline, hingga teknik promosinya.

Avatar
Sigidhttps://www.sigid.my.id
Penulis adalah pemerhati pendidikan, penyuka dunia anak dan hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Bagaimana Kontak dan Komunikasi Yang Baik Dengan Pembimbing

Mahasiswa yang ingin menyelesaikan masa studinya diwajibkan membuat laporan tertulis di akhir semester yang biasa disebut tugas akhir. Tugas akhir dapat dikategorikan sesuai jenjang...

Cara Membuat Kata Pengantar Skripsi

Skripsi adalah karya tulis yang dibuat dengan mengikuti prinsip-prinsip ilmiah yaitu berdasarkan data dan fakta. Dalam penulisan skripsi, terdapat beberapa aturan yang membedakannya dengan...

Yuk Ketahui 6 Macam Gaya Belajar

Gaya belajar adalah karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang saat mempelajari dan memproses sebuah informasi. Tahukah kamu, selain memiliki kepribadian yang berbeda, setiap orang juga...

10 Gaya Kepemimpinan dan Pengaruhnya

Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinannya sendiri. Gaya ini dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dari organisasi. Tidak ada satu gaya kepemimpinan yang cocok diterapkan pada...

Cara Membuat Daftar Isi Secara Otomatis

Daftar isi menjadi hal yang penting, tidak hanya di dalam karya ilmiah tetapi juga karya fiksi. Menurut KBBI, daftar isi adalah lembar halaman yang...