Home Pengembangan Diri Komunikasi Apa Itu Lobby dan Negosiasi?

Apa Itu Lobby dan Negosiasi?

Pernahkah Kamu melakukan lobby atau negosiasi? Mungkin kalau memakai istilah itu cenderung formal, padahal sebenarnya itu salah satu aktivitas yang sering kita lakukan. Posisi kita sebagai manusia yang punya kebutuhan pasti setiap saat berusaha memenuhinya, entah itu untuk makan, minum, rekreasi, belajar dan seterusnya.

Ketika kita butuh sesuatu, kita harus berhadapan dengan orang lain. Karena mereka yang bisa memenuhinya, seperti contohnya seorang anak yang berusaha menyampaikan keinginannya kepada orangtua. Terkadang itu tak selalu langsung dipenuhi dan harus melewati proses dulu, yang biasa disebut Lobby atau Negosiasi. Seperti apa itu? Simak lebih lanjut di bawah ya!

Pengertian Lobby

Pengertian Lobby
Sumber foto : insta-group.com

Istilah lobby dipakai untuk kegiatan dimana ada orang yang berusaha membujuk pihak lain supaya mau mengikuti apa yang diharapkannya. Orang itu akan berusaha untuk menawarkan berbagai keuntungan yang bisa didapatkan, supaya pihak yang dibujuk sepakat. Hal ini juga dilakukan untuk mempengaruhi pendapat orang lain supaya sepakat dengan pihaknya.

Mungkin agaknya jarang Kamu dengar di kehidupan sehari-hari, wajar karena istilah Lobby lebih banyak untuk konteks politik atau bisnis. Ketika ada pihak yang mencoba mempengaruhi kelompok atau pihak lain dengan kekuasaannya, melakukan tawar menawar keuntungan, sehingga bisa sepakat mengikutinya.

Lobby menuntut kemampuan komunikasi karena dalam prosesnya kita harus bisa memahami bagaimana karakter dan celah kebutuhan dari obyek. Supaya dengan begitu kita bisa memanfaatkannya dalam usaha mempengaruhi atau membujuk. Seperti seorang anak yang tahu bahwa ayah atau ibunya memiliki titik lemah pada perasaan kasih sayangnya, mereka sengaja menangis supaya keinginannya dituruti.

Tujuan akhir dari sebuah lobby adalah untuk menumbuhkan hubungan jangka panjang dengan “pihak yang bersangkutan”. Selain itu, dengan melakukan lobby juga diharapkan bisa digunakan sebagai jalan pembuka untuk memulai proses negosiasi, sehingga bisa mendapatkan respon yang baik dari pihak kedua.

Dalam lobby tidak terjadi pengambilan keputusan. Tujuan dari sebuah proses loby adalah mempengaruhi pengambilan keputusan pada proses negosiasi yang selanjutnya. Biasanya, dalam proses ini juga diberikan atau ditawarkan berbagai keuntungan yang dapat menggiurkan bagi pihak yang bersangkutan sehingga pada akhirnya mengikuti keputusan yang diinginkan atau diharapkan oleh pelobby tadi.

Pengertian Negosiasi

Pengertian Negosiasi
Sumber foto : officeoneplus.com

Sedikit berbeda dengan lobby, negosiasi mempertemukan kepentingan dua pihak. Jadi bukan hanya satu pihak saja yang butuh dan berusaha membujuk, tapi masing-masing aktif mempengaruhi. Sehingga pola komunikasi yang terbangun lebih bersifat diskusi. Masing-masing pihak berusaha untuk menyampaikan kebutuhannya, saling menawarkan keuntungan, supaya nantinya ditemukan jalan tengah.

Idealnya negosiasi bisa win-win solution, artinya masing-masing bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan. Tapi sering yang terjadi, kita harus berkompromi pada keinginan, sehingga hanya mendapatkan pemenuhan kebutuhan. Memang seperti itulah negosiasi, jika ingin menghasilkan kesepakatan, masing-masing pihak harus siap berkompromi, tidak bisa memaksakan kepentingannya.

Prinsipnya yang terpenting hasil dari negosiasi bisa benar-benar solutif untuk masalah yang sedang dibahas. Dengan tetap memberikan keuntungan kedua belah pihak, meskipun kadang harus ada sedikit kerugian yang diterima. Tapi sejauh itu masih lebih baik dibandingkan tidak dibuat kesepakatan, maka tetap dikatakan negosiasi berjalan efektif.

Tujuan dari negosiasi adalah menciptakan sebuah kesepakatan bersama antara kedua pihak dengan cara pengambilan keputusan suatu masalah secara bersama. Dalam negosiasi juga bertujuan untuk meyakinkan pihak lain dengan opini atau pendapat dari pelobby tadi.

Selain itu, negosiasi juga berguna untuk menggiring pihak lain agar dapat mengubah pendapatnya. Hal tersebut bisa tercapai jika Kamu menguasai strategi dalam persiapan, seni mendengarkan, kemampuan dalam mengidentifikasi kepentingan legislator dan orang-orang dari oposisi, serta bagaimana menangani berbagai hambatan yang muncul dalam negosiasi ini.

Hasil akhir dari sebuah negosiasi yaitu diperolehnya kesepakatan yang menghasilkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Sehingga tidak ada satupun pihak yang akan merasa dirugikan atau bahkan dikalahkan yang diakibat dari pengambilan kesepakatan dalam bernegosiasi. Yang paling terpenting tujuan dari negosiasi yaitu guna mendapatkan keuntungan sehingga terhindar dari kerugian atau untuk memecahkan suatu permasalahan yang lainnya.

Jadi disini Kamu sudah paham kan bahwa negosiasi berbeda dengan lobby. Meskipun keduanya sama-sama komunikasi yang sifatnya persuasif, berusaha mempengaruhi pihak lain, tapi pelakunya berbeda. Dalam negosiasi dua pihak sama-sama aktif, sedangkan dalam proses lobby hanya salah satu pihak. Sehingga pola komunikasi yang akan terbangun pun juga berbeda.

Baca juga: Prinsip Negosiasi yang Perlu Diketahui

Hal ini akan lebih banyak dialami oleh orang-orang yang bekerja di bidang pemasaran, public relation, politik, dan sejenisnya. Karena mereka akan lebih sering bersinggungan kepentingan dengan pihak lain sehingga perlu melakukan negosiasi atau lobby.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Inilah 8 Cara Mudah Membuat Ringkasan

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan ringkasan. Dalam setiap buku pelajaran, tentu ada ringkasan dari seluruh isi materi, sehingga pembaca sekilas akan tahu...

Cara Memasak dengan Teknik Ungkep

Ada banyak cara untuk memasak makanan. Lebih lagi bagi kamu yang benar-benar menyukai kegiatan masak memasak. Pasti akan lebih seru jika mencoba semua teknik...

Contoh Notulen Rapat beserta Pengertiannya

Rapat merupakan kegiatan rutin dimana-pun kita bekerja. Rapat sendiri umumya kita akan membahas berbagai hal seperti masalah-masalah yang sedang dihadapi, penyesuaian data-data yang masuk...

Mengenal Manajemen Risiko Bisnis

Semua risiko, bahkan di dalam bisnis sekalipun umumnya bersifat merugikan dan berdampak negatif. Meskipun begitu, bukan berarti risiko tidak dapat dihindarkan. Risiko dapat dikelola...