Home Bisnis Pengertian Kas dalam Bisnis

Pengertian Kas dalam Bisnis

Memahami pengertian kas dalam bisnis sangatlah penting, terutama bagi praktisi dan akademisi ilmu bisnis. Kata “kas” memang sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sejak kecil di bangku SD.

Posisi kas sedemikian penting dalam bisnis. Sehingga ketika membicarakan ini, pihak terkait harus satu frekuensi atau sepemahaman. Namun, sudahkah kita memiliki pengertian yang sama tentang kas ketika sedang membicarakannya?

Pengertian Kas Menurut KBBI

pengertian kas menurut KBBI
Sumber: dream.co.id

Istilah kas dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata cash dalam bahasa Inggris yang berarti tunai. Ini merujuk kepada sifat kas yang dapat langsung digunakan untuk melakukan pembelanjaan secara tunai.

Menurut KBBI sendiri, kas berarti tempat menyimpan, membayar dan menerima, atau dengan kata lain tempat keluar masuknya uang. Beberapa pengertian kas menurut KBBI mungkin dapat berbeda tergantung konteks yang digunakan.

Misalnya kalimat kas dalam sebuah pengumuman, “Kas dibuka setiap hari dari pukul 09.00 – 15.00.” Ini bermakna sebagai tempat membayar, menerima, dan menyimpan uang. Agak berbeda memang dengan pengertian kas dalam bisnis.

Sedangkan dalam konteks kalimat, “Belanja saja, masukkan ke dalam kas harian.” Ini bermakna sebagai persediaan uang tunai yang diperuntukkan untuk pembayaran atas kegiatan sehari-hari.

Pengertian Kas Menurut Para Ahli / Akademisi

pengertian kas menurut para ahli
Sumber: Pexels.com

Para ahli dan akademisi pun dapat memunculkan definisi yang berbeda, sesuai dengan pemahaman mereka. Pengertian kas menurut Rizal Effendi dalam bukunya Accounting Principles misalnya, memunculkan definisi yang lebih luas.

Kas dianggap tidak hanya uang tunai, melainkan semua yang dapat dipakai untuk alat pembayaran atau pelunasan kewajiban. Pendapat ini bertolak dari kemungkinan pembayaran tidak dengan uang tunai, melainkan dengan bilyet dan giro.

Dari sudut pandang akuntansi, keduanya dapat merubah neraca dan pembukuan.

Sedangkan menurut Dr. Dwi Martani dari PPA (Pusat Pengembangan Akuntansi FEUI) mencetuskan definisi yang lebih sederhana. Pengertian kas adalah aset perusahaan paling likuid atau cair. Dimana ia dapat langsung digunakan untuk membayar kewajiban atau keperluan operasional.

Definisi kas menurut beberapa ahli lain seperti Thomas Sumarsan dan Rudianto tidak jauh berbeda dari kedua pengertian sebelumnya. Poin utamanya ada pada sifatnya yang likuid dan penggunaannya untuk operasional perusahaan.

Pengertian Kas dalam Bisnis

pengertian kas dalam bisnis
Sumber: Pexels.com

Pengertian kas yang dijabarkan di atas diambil berdasarkan sudut pandang akuntansi. Karena secara keilmuan, bisnis dan akuntansi merupakan dua sisi dalam satu koin mata uang.

Adapun dalam ilmu ekonomi, yang disebut kas hanyalah yang berbentuk mata uang, baik uang kertas ataupun koin. Syarat utamanya adalah berlaku sebagai pembayaran, dapat disetor ke bank sesuai nominal, dan dapat diambil sewaktu-waktu.

Ini menunjukkan perbedaan pengertian kas menurut akademisi dan praktisi bisnis. Akademisi lebih cenderung kepada keseimbangan pencatatan dan administrasinya. Sedangkan praktisi lebih cenderung kepada fungsionalitasnya bagi perusahaan.

Kalau itu bisa digunakan untuk membayar apa yang dibutuhkan saat ini, maka bagi para praktisi bisnis, itu adalah kas. Jika tidak, maka dianggap aset atau harta yang tidak likuid.

Karakteristik Kas

karakteristik kas dalam bisnis
Sumber: Pixabay.com

Untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai pengertian kas dalam bisnis, sebelumnya kita harus memahami karakteristik kas tersebut. Karakteristik ini berlaku baik dari sudut pandang bisnis maupun ilmu akuntansi.

Ada setidaknya 3 karakteristik kas yang dapat dijadikan pertimbangan.

Memiliki Likuiditas yang Tinggi

Kas memiliki likuiditas yang tinggi karena dibutuhkan untuk operasional dalam waktu yang relatif cepat. Oleh karena itu, ia sering disebut juga sebagai aktiva lancar atau aset perusahaan paling likuid.

Standar Pertukaran Paling Umum

Karena digunakan secara berulang-kali, maka segala pencatatan pengeluaran atau pemasukan akan mempengaruhi nilai kas. Di sini, kas dijadikan sebagai standar pertukaran paling umum. Atau disebut juga sebagai aset yang paling sering berubah oleh pertukaran.

Digunakan sebagai Basis Pengukuran dan Perhitungan

Karena setiap kali pengeluaran atau pemasukan dapat diukur dan dibandingkan terhadap kas. Maka kas dianggap sebagai basis dari pengukuran dan perhitungan untuk banyak hal.

Istilah kas negatif dan kas positif dapat menggambarkan karakteristik kas sebagai basis pengukuran.

Fungsi Kas dalam Bisnis atau Perusahaan

fungsi kas dalam bisnis
Sumber: Pixabay.com

Kas dalam bisnis memiliki fungsi yang penting, di dukung karakteristiknya sebagai aset yang paling fluid. Secara sederhana, fungsi kas dalam perusahaan adalah sebagai berikut.

  1. Alat pembayaran untuk operasional perusahaan dalam waktu cepat.
  2. Salah satu alat penyimpanan ke bank yang paling utama.
  3. Sebagai dana cadangan yang dapat digunakan untuk keperluan mendadak.
  4. Salah satu pengukur kemampuan perusahaan dalam menghadapi volatilitas dan goncangan.

Semakin besar nilai kas suatu perusahaan, semakin kuat perusahaan itu dalam mengatasi kemungkinan terjadi goncangan.

Baca juga: Membuat Anggaran Bisnis

Pembagian Kas dalam Bisnis atau Perusahaan

pembagian kas dalam bisnis
Sumber: Pixabay.com

Karena memiliki fungsi yang berbeda, pengertian kas dalam bisnis sering dibedakan ke dalam 3 pembagian.

Kas Kecil

Kas kecil adalah cadangan uang tunai yang disiapkan perusahaan untuk membayar keperluan yang bersifat cepat dan nilainya relatif kecil.

Dalam kas kecil ini termasuk juga kas harian. Yaitu cadangan uang tunai yang disiapkan perusahaan untuk membayar keperluan operasional sehari-hari. Jenis kas ini sering disebut sebagai petty cash.

Kas di Bank

Sering disebut saldo rekening bank, kas di Bank juga merupakan cadangan uang tunai perusahaan. Karakteristiknya adalah nilainya yang besar sehingga membutuhkan keamanan yang lebih  baik.

Kas di Bank diperuntukkan bagi transaksi yang nilainya besar dan tidak mungkin dilakukan secara langsung dalam bentuk tunai. Nilai kas di Bank tercatat dengan baik dan dilaporkan ke perusahaan melalui rekening koran.

Kas dalam Laporan

Jenis kas ini merupakan kas yang tidak dalam bentuk uang tunai yang likuid. Kalaupun likuid, tapi tidak dapat digunakan melainkan hanya dicatatkan secara pelaporan akuntansi.

Kas dalam laporan atau pelaporan kas ini dibedakan ke dalam 3 jenis.

Pertama, cash equivalent, atau orang sering menyebut sebagai setara kas. Yakni aktiva (harta lancar) yang tidak berupa uang tunai, tapi dapat digunakan sebagai pembayaran. Karena kemungkinan likuidnya dalam jangka waktu minimal 3 bulan.

Contoh dari cash equivalent adalah surat utang negara (SUN) atau treasury bill. Surat ini dapat dipindahtangankan sebagai alat pembayaran yang terjamin likuiditasnya dalam waktu dekat.

Kedua, restricted cash, atau kas yang terlarang untuk digunakan tetapi tetap harus dicatatkan. Ini karena cadangan uang tunai tersebut akan digunakan untuk membayar utang dalam jangka waktu tertentu.

Contoh dari restricted cash ketika perusahaan memiliki kewajiban pembayaran sebesar 12 juta yang dicicil selama 1 tahun. Maka uang tersebut tetap dicatatkan sebagai kas, tapi dimasukkan ke dalam restricted cash.

Ketiga, Bank Overdrafts, atau pencatatan kas yang melebihi saldo rekening perusahaan di bank. Ini terjadi ketika perusahaan mengeluarkan cek pembayaran yang melebihi jumlah rekening saldonya di bank.

Maka besar selisih pembayaran tersebut tetap dicatatkan sebagai kas dan dibuat balance-nya dalam akun utang jangka pendek.

Kesimpulan

Pengertian kas dalam bisnis memiliki banyak pengertian dan pembagian. Maka ketika berbicara mengenai kas, pastikan bahwa kamu dan partner bicara berada dalam frekuensi pemahaman yang sama.

Baca juga: Pengertian Buku Besar

Karena pentingnya posisi dan pengertian kas dalam bisnis ini, bagikan artikel ini ke partner bisnis kamu. Agar sama-sama saling memahami ketika bernegosiasi dalam bisnis dan usaha kamu.

Avatar
Sigid
Penulis adalah pemerhati pendidikan, penyuka dunia anak dan hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Mengenal Apa itu Audit Komunikasi

Pernah mendengar kata audit komunikasi? mungkin kata audit sering kita dengar. Namun biasanya kata audit identik dengan keuangan, bukan komunikasi. Lalu bagaimana audit komunikasi itu?...

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...