Penawaran Serta Penjelasannya

Pengertian dari penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dijual kepada para pembeli pada harga, waktu dan tempat tertentu. Kegiatan tersebut dilakukan oleh penjual, baik mereka yang memperdagangkan barang ataupun menghasilkan jasa. Hal yang paling mempengaruhinya adalah harga barang atau jasa.

Harga akan sangat diperhatikan oleh para produsen karena jika harga suatu barang tinggi maka persentase keuntungan margin laba juga banyak. Hal ini mendorong para produsen untuk menaikkan jumlah produksinya saat harga di pasaran sedang tinggi. Harapannya adalah mereka mendapatkan keuntungan yang tinggi dari adanya kenaikan harga di pasaran.

Jenis-Jenis Penawaran

Sumber: Dokumentasi Penulis

Secara umum penawaran yang dilakukan oleh penjual dibedakan menjadi dua yaitu perseorangan atau pasar. Biasanya penawaran pasar juga disebut dengan penawaran kelompok. Jumlah barang yang ditawarkan kepada pembeli biasanya dilakukan berdasarkan mahal atau murahnya harga suatu barang.

Baca juga: Materi Kelangkaan Ekonomi

Penawaran Perseorangan

Pengertian dari penawaran perseorangan adalah jumlah penjualan barang yang dilakukan oleh satu produsen kepada konsumen. Contohnya, di suatu pasar ada seorang penjual bunga, ia menjual sebanyak 30 tangkai. Jumlah penawaran perseorangan adalah 30 tangkai.

Penawaran Pasar

Pengertiannya penawaran pasar adalah penjualan yang dilakukan oleh beberapa produsen kepada konsumen. Misalnya saja di suatu pasar ada tiga penjual bunga, penjual A menjual 30 tangkai, penjual B 40 tangkai dan penjual C 35 tangkai. Jumlah penawaran pasar atau kelompok adalah 105 tangkai yaitu total dari semua yang dijual di pasar tersebut.

Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran

Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi jumlah penawaran yang dilakukan oleh penjual di pasaran. Faktor paling utama memang harga barang yang dijual tetapi ada faktor lainnya yang juga memberikan pengaruh. Para penjual akan memperhatikan berbagai macam faktor tersebut dalam menentukan jumlah barang yang akan ditawarkannya.

Harga

Pastinya harga barang adalah faktor utama yang menentukan berapa penawaran yang akan dilakukan oleh para penjual. Pada saat harga barang sedang tinggi maka mereka ingin menjual dalam jumlah yang besar. Hal ini dikarenakan dengan harga tinggi maka akan didapatkan laba yang besar.

Biaya Produksi

Biaya produksi yang tinggi akan membuat para penjual mengurangi penawaran barang atau jasa kepada konsumen. Peningkatan biaya produksi akan membuat laba yang diperoleh menjadi semakin berkurang. Hal tersebut menjadikan produsen akan beralih ke untuk membuat dan menjual barang lainnya.

Teknologi

Kemajuan teknologi menjadikan produksi dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan juga murah. Kondisi ini akan menjadikan produsen cenderung memproduksi sebanyak mungkin karena biaya produksinya semakin murah. Dampaknya adalah jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat.

Jumlah Produsen

Pada saat jumlah produsen banyak maka jumlah barang yang ditawarkan akan tinggi dan sebaliknya. Hal ini biasanya terjadi di perkotaan dimana jumlah penjual di pasaran sangat banyak sehingga jumlah barang yang ditawarkan juga tinggi. Kondisi sebaliknya di pedesaan yang jumlah penjualnya sedikit maka jumlah yang ditawarkan disana juga rendah.

Kebutuhan Akan Uang

Ada kalanya seorang penjual sedang memerlukan uang, sehingga akan menjual lebih banyak barangnya di pasaran. Misalkan salah satu anggota keluarga membutuhkan biaya untuk rumah sakit, maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan ke pembeli. Harapannya adalah agar segera mendapatkan uang sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak tersebut.

Jenis Barang atau Jasa

Kondisi barang atau jasa tertentu yang musiman bisa mengakibatkan penawarannya meningkat dan menurun. Biasanya berkaitan dengan buah-buahan yang masa panennya di musim tertentu. Misalnya penjualan buah mangga pada saat sedang musim akan meningkat dan sebaliknya jika tidak sedang musim akan menurun dengan sendirinya.

Perkiraan Harga di Masa Depan

Pada saat produsen memperkirakan bahwa harga di masa depan lebih mahal maka mereka akan cenderung ingin menjual di waktu mendatang. Kondisi ini menjadikan mereka menimbun barang untuk dijual di saat harga tinggi. Akibatnya adalah yang ditawarkan saat ini hanya sedikit dan mereka menjual di saat harga sudah tinggi di masa depan menjadi banyak.

Hukum Penawaran

Bunyi dari hukum penawaran adalah pada saat harga tinggi maka penawaran banyak dan pada saat harga rendah maka penawaran sedikit. Hal ini dikarenakan produsen akan berusaha menaikkan barang yang akan dijual pada saat harga tinggi. Tujuannya adalah agar bisa mendapatkan untung yang besar.

Hukum yang satu ini akan berlaku dengan syarat kondisi ceteris paribus atau kondisi faktor lain yang mempengaruhi harga tidak berubah. Ada berbagai faktor lain yang mempengaruhi seperti biaya produksi, teknologi dan lainnya. Harga berubah tetapi biaya produksi tetap, teknologi tidak mengalami perubahan dan faktor lainnya tidak berubah.

Baca juga: Materi Permintaan Ekonomi

Kurva Penawaran

Bentuk kurva penawaran adalah miring dari arah kiri bawah menuju ke kanan atas. Hal ini sesuai dengan hukumnya yang menyatakan bahwa jika harga naik maka jumlah yang ditawarkan akan bertambah. Pada saat harga semakin tinggi maka keinginan produsen untuk menambah jualannya akan semakin besar, karena mereka berharap keuntungan yang banyak.

Pada dasarnya produsen akan berusaha untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Hal tersebut menjadikan mereka akan berkeinginan menambah dagangannya saat harga tinggi. Perilaku produsen sesuai dengan hukum penawaran ini bisa digambarkan dengan kurva yang bergerak dari kiri bawah ke arah kanan atas.

HARGABARANG
Rp2.000

Rp4.000

Rp6.000

Rp8.000

Rp10.000

10

30

50

70

90

Fungsi Penawaran

Bentuk dari fungsi penawaran adalah Qs = -a + bP

Qs = Jumlah barang yang ditawarkan

a = Konstanta (boleh positif atau negatif)

b = Koefisien (harus positif karena hubungan harga dengan jumlah barang positif)

P = Harga barang

Nilai a dalam fungsi penawaran bisa bernilai positif ataupun negatif, akan tetapi untuk nilai b harus selalu positif. Hal ini disebabkan hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan positif. Hubungan positif tersebut artinya saat harga tinggi maka yang ditawarkan juga akan bertambah banyak.

Misalnya fungsi penawarannya adalah Qs = -10 + 10P dan diperintahkan untuk menggambarkan kurvanya. Langkah yang perlu dilakukan adalah mencari nilai dari titik P dan Q terlebih dahulu. Pada tahap berikutnya, setelah kedua titik tersebut telah diketahui maka bisa digambarkan kurvanya.

Mencari titik P maka, Qs = 0

Qs = -10 + 10P

0 = -10 + 10P

-10P = -10

10P = 10

P = 1

Hasilnya diperoleh titik (0,1)

Mencari titik Q maka, P = 0

Qs = -10 + 10P

Qs = -10 + 10 . 0

Qs = -10

Hasilnya adalah titik (-10.0)

Gabungan dari kedua titik tersebut yakni (0,1) dan (-10,0) akan menjadi (-10,1). Langkah berikutnya bisa digambarkan kurva penawaran dari titik (-10,1).

Pergeseran Kurva Penawaran

Ada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi penawaran, tentunya yang paling besar adalah pengaruh dari harga. Ada beberapa hal selain harga yang memberikan pengaruh terhadap besar kecilnya jumlah yang ditawarkan. Perubahan jumlah yang ditawarkan diakibatkan oleh faktor selain harga akan menjadikan pergeseran kurva.

Harga akan membuat bentuk kurva menjadi bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Faktor lainnya yang mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan akan membuat kurva menjadi bergeser. Adakalanya kurva ini bergeser ke kanan dan terkadang ke kiri.

Kurva akan bergeser ke kanan jika pada saat harga tidak berubah tetapi faktor lain yang mempengaruhi berubah. Misalnya saja perusahaan menemukan teknologi baru dalam memproduksi suatu barang. Hal tersebut akan menjadikan kurva menjadi bergeser ke kanan.

Kurva ini bisa saja bergeser ke kiri saat harga tetap namun faktor lainnya berubah. Misalnya harga bahan baku yang digunakan untuk membuat barang naik. Hal ini akan mengurangi jumlah yang ditawarkan  meskipun harga tidak berubah sehingga kurva penawaran bergeser ke kiri.

Elastisitas Penawaran

Pengertian dari elastisitas penawaran adalah besarnya perubahan barang yang ditawarkan dibandingkan dengan besarnya perubahan harga. Pada saat harga tinggi maka para produsen akan berlomba-lomba meningkatkan dagangannya. Besarnya perubahan jumlah yang ditawarkan dilakukan oleh produsen disebut dengan elastisitas penawaran.

Elastisitas untuk barang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Misalnya saja terjadi kenaikan harga yang sedikit terhadap barang x tetapi menjadikan kenaikan jumlah yang ditawarkan naik drastis. Kondisi kebalikannya juga bisa terjadi, misalnya terjadi kenaikan harga yang tinggi terhadap barang y tetapi kenaikan barang yang ditawarkan hanya sedikit.

Kondisi kenaikan barang yang ditawarkan dibandingkan dengan kenaikan harga yang disebut dengan elastisitas penawaran ini bisa diukur. Caranya adalah dengan mencari nilai E, hasilnya lalu dikelompokkan menjadi penawaran elastis, inleastis, uniter, inelastis sempurna dan elastis sempurna. Rumus untuk mencari nilai E bisa melalui persamaan berikut.

Keterangan:

P = harga barang

Q = jumlah barang

∆P = selisih harga barang akhir dengan awal

∆Q = selisih jumlah barang akhir dengan awal

Es = koefisien elastisitas

Penawaran Elastis (E>1)

Pengertian dari penawaran elastis adalah persentase perubahan penjualan lebih besar dari persentase perubahan harga atau Es > 1. Hal ini bisa terjadi karena cara memproduksi suatu barang bisa ditambah dengan cepat. Misalnya barang yang tidak ada hubungannya dengan musim dan panen,  saat harga naik sedikit maka produsen bisa segera menambah dagangannya.

Penawaran Uniter (E=1)

Pengertian dari penawaran uniter adalah besarnya persentase perubahan harga sama dengan besarnya persentase perubahan barang yang ditawarkan atau Es = 1. Barang yang termasuk ini biasanya tidak tergantung pada masa panen, sehingga produsen bisa segera menambah penjualan saat harga naik. Saat harga naik maka akan diimbangi dengan penambahan barang oleh produsen.

Penawaran Inelastis (E<1)

Arti dari penawaran inelastis adalah persentase perubahan jumlah yang dijual lebih kecil dari perubahan harga. Biasanya terjadi pada penawaran barang yang tidak bisa cepat diproduksi, meskipun harga naik produsen tidak bisa cepat menambah penawaran. Contohnya adalah barang-barang pertanian yang harus menunggu masa panen sehingga meskipun harganya naik, produsen tidak bisa cepat menghasilkan produk pertanian.

Penawaran Elastis Sempurna (E = ~)

Definisi dari penawaran elastis sempurna adalah pada harga tertentu penawaran yang dilakukan produsen berubah-ubah atau Es = ~. Pada saat harga tertentu yang akan memberikan keuntungan bagi produsen maka mereka akan memproduksinya sejumlah tertentu. Kadang ada produsen baru, bisa juga produsen lama berganti untuk memproduksi barang lain, sehingga jumlah penawaran berubah-ubah, meski harganya tetap.

Penawaran Inelastis Sempurna (E=0)

Arti dari penawaran inelastis sempurna adalah pada jumlah barang tertentu terjadi harga yang berubah-ubah. Jumlah barang tidak bisa ditambah lagi, misalnya saja barang antik, tanah dan lain sebagainya sehingga hanya berubah harganya saja. Produsen bisa menaik turunkan harga tetapi tidak bisa menambah jumlah barang yang mereka tawarkan kepada konsumen.

Baca juga: Teori Produksi

Bagi produsen mereka akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Tentu untuk mencapai ini kamu akan berpikir bahwa mereka akan melakukan berbagai macam strategi. Diantaranya adalah dengan cara menambah produk mereka atau menaikkan penawaran saat harga di pasaran tinggi agar diperoleh keuntungan yang besar.


Daftar Rujukan:

Widjayanto, Bambang. Aristanti W. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 untuk kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Sa’diyah, Chumidatus.2009. Ekonomi 1 untuk SMA dan MA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Ismawanto. 2009. Ekonomi 1 untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasiona

Artikel Terbaru

Ahmad Iksan, S.Pd

Ahmad Iksan, S.Pd

Ahmad Iksan, S.Pd adalah guru mata pelajaran IPS di SMPN 1 Lawang, Kabupaten Malang. Lulusan cumlaude Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang ini juga mendedikasikan diri sebagai penulis dan tentor di Bimbel RLangga Singosari.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *