Home Pengetahuan Mengenal Secara Mendalam Pemberdayaan Masyarakat

Mengenal Secara Mendalam Pemberdayaan Masyarakat

Setiap negara memiliki undang-undang yang mengatur bagaimana proses jalannya pemerintahan, tak terkecuali untuk masyarakat. Aturan tersebut, tidak hanya mengatur bagaimana keberlangsungan suatu negara dan masyarakat tetapi juga mengenai kesejahteraan mereka. Di Indonesia, kesejahteraan sosial tertuang dalam pasal 34 ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Dalam undang-undang tersebut, tertulis bahwa negara wajib untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Selain itu, aturan mengenai kesejahteraan sosial juga diatur dalam beberapa undang-undang lainnya.

Pada hakikatnya, kesejahteraan sosial dapat dituju dengan beberapa cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan, yaitu pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan sendiri berasal dari kata daya yang berarti proses menuju berdaya atau memberi daya. Lantas, apakah yang dimaksud dengan pemberdayaan masyarakat? Apa saja tujuan yang ingin dicapai? Bagaimanakah strategi yang dijalankan? Pada ulasan kali ini, kamu akan mengetahui tentang pengertian, tujuan, prinsip, strategi, tahap, dan contoh pemberdayaan masyakarat.

Pengertian Para Ahli dan Umum

Pemberdayaan Masyarakat Sosial
Sumber: pixabay.com

Pengertian mengenai pemberdayaan masyarakat bermacam-macam. Berikut ini pengertian dari beberapa ahli dan umum mengenai pemberdayaan masyarakat.

  1. Suharto dalam bukunya (2009: 57-58), berpendapat bahwa pemberdayaan merujuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok yang rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kemampuan dan kekuatan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan berpartisipasi untuk menjadi sumber-sumber produktif guna pembangunan dan keputusan yang memengaruhi mereka.
  2. Dalam Pemdagri RI nomor 7 tahun 2007 pasal 1 ayat 8, berisi tentang kader pemberdayaan masyarakat. Peraturan tersebut menyatakan bahwa pemberdayaan adalah strategi yang digunakan dalam pembangunan sebagai upaya untuk mewujudkan kemampuan serta kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  3. Daulay (2006: 7-14) berpendapat bahwa pemberdayaan adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mendorong masyarakat guna memiliki sebuah posisi. Hal ini diharapkan agar masyarakat mampu untuk menjadi pelaku dalam proses pembangunan.
  4. Dalam bukunya, Slamet (2003) mengatakan bahwa pemberdayaan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menciptakan masyarakat yang mampu membangun dirinya sendiri sehingga masyarakat dapat memperbaiki kehidupannya. Secara tidak langsung, pemberdayaan diartikan sebagai kesempatan untuk melihat dan memanfaatkan peluang sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat, sesuai dengan inisiatif masing-masing.
  5. Menurut Ife (1995: 182), pemberdayaan memiliki arti sebagai sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berpartisipasi dan menentukan masa depannya.
  6. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemberdayaan adalah cara, proses, perbuatan untuk memperdayakan. Pemberdayaan berasal dari kata daya yang berarti kemampuan untuk bertindak; kekuatan; muslihat; akal, ikhtiar atau upaya.

Dari beberapa pendapat tersebut, secara garis besar dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan pembangunan suatu negara. Setelah pemberdayaan tersebut, kemampuan masyarakat dalam melaksanakan fungsinya diharapkan dapat dilakukan secara mandiri.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Feminisme

Tujuan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam proses pemberdayaan masyarakat, terdapat tujuan yang ingin dicapai. Dalam bukunya, Mardikanto (2014: 202) mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki enam tujuan, yaitu:

Perbaikan kelembagaan

Perbaikan kelembagaan bekerja untuk sektor Lembaga aktivitas masyarakat. Pemberdayaan ini memiliki tujuan untuk memperbaiki kelembagaan serta pengembangan kemitraan usaha masyarakat.

Perbaikan usaha

Perbaikan usaha bekerja untuk sektor yang bergerak di bidang usaha masyarakat. Bidang tersebut meliputi sarana prasarana pendidikan, akses disabilitas, usaha kecil menengah, dan sebagainya dengan tujuan dapat memperbaiki usaha atau bisnis masyarakat.

Perbaikan pendapatan

Perbaikan pendapatan sejalan dengan perbaikan usaha. Jika usaha masyarakat berjalan dengan baik, maka masyarakat memiliki penghasilan yang mencukupi.

Perbaikan lingkungan

Dari perbaikan pendapatan dan bisnis, diharapkan dapat memperbaiki sektor lingkungan, baik secara fisik maupun sosial. Perbaikan lingkungan ini juga bertujuan untuk menjaga keasrian lingkungan itu sendiri karena secara tidak sadar, tingkat penghasilan masyarakat yang rendah dapat memengaruhi kerusakan lingkungan.

Perbaikan kehidupan

Setelah perbaikan pendapatan dan lingkungan terpenuhi, dilanjutkan dengan perbaikan kehidupan. Perbaikan ini bertujuan agar masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Perbaikan masyarakat

Setelah kelima sektor di atas telah diperbaiki, maka tujuan terakhir yang ingin dicapai, yaitu perbaikan hubungan antar masyarakat. Perbaikan ini diharapkan dapat membuat hubungan antar masyarakat menjadi lebih baik.

Prinsip Pemberdayaan Masyarakat

Selain tujuan, pemberdayaan masyarakat juga memiliki prinsip yang harus dijalani agar dapat terwujud dengan baik. Menurut Najiati dkk (2005: 54), pemberdayaan masyarakat memiliki empat prinsip, yaitu:

Kesetaraan

Prinsip kesetaraan merupakan prinsip awal yang harus diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat karena kesetaraan itu merupakan kunci utama untuk terjalinnya pemberdayaan yang baik. Hubungan yang baik itu tidak hanya antara masyarakat dan lembaga, tetapi juga antara laki-laki dan perempuan.

Partisipasi

Prinsip partisipasi adalah prinsip yang juga harus dipegang oleh semua kalangan. Prinsip pemberdayaan ini digunakan untuk memberi kemandirian dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. Agar sampai di tahap ini, dibutuhkan waktu dan proses pendampingan dari petugas sehingga prinsip ini dapat berjalan dengan baik.

Keswadayaan

Prinsip keswadayaan adalah prinsip yang menghargai dan mengutamakan kemampuan masyarakat. Prinsip ini tidak memandang tingkat ketidakmampuan masyarakat melainkan melihat masyarakat sebagai subjek yang memiliki kemampuan terbatas. Kemampuan di sini adalah kemampuan masyarakat untuk mengetahui usaha, lingkungan, tenaga kerja, dan norma yang berlaku di masyarakat.

Berkelanjutan

Prinsip berkelanjutan adalah prinsip pemberdayaan yang dirancang untuk berkelanjutan nantinya. Dari prinsip ini, peran pendamping yang tadinya sudah ada sejak prinsip partisipasi, lambat laun akan berkurang karena masyarakat telah mampu mengontrol kegiatannya sendiri.

Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Strategi pemberdayaan masyarakat
Sumber: freepik.com

Dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat, petugas atau lembaga memiliki strategi untuk pendekatan kepada masyarakat. Secara umum, strategi yang biasa digunakan antara lain:

  1. Pemberdayaan memiliki sifat yang mudah. Mudah di sini memiliki maksud bahwa pemberdayaan tersebut memiliki struktur yang jelas dan tidak berbelit-belit sehingga masyarakat dapat mudah menerima pesan yang disampaikan karena masyarakat tidak hanya subjek tetapi juga memiliki peran sebagai pelaksana dan pengelola.
  2. Setelah itu, pemberdayaan dibuat dengan aturan pengelolaan yang terbuka sehingga masyarakat juga dapat mempertanggungjawabkannya.
  3. Hasil kegiatan pemberdayaan berupa pendapatan harus memadai, sesuai dengan kegiatan yang dilakukan. Masyarakat juga diajarkan untuk mengelola kegiatan atau program secara ekonomis. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat melanjutkan kegiatan tersebut dengan kemampuan keuangan yang sesuai sehingga tercipta modal yang baik dan ditempatkan di wadah lembaga sosial ekonomi setempat.
  4. Kegiatan dapat dilakukan secara konsisten. Selain itu, pengelolaan keuangan juga mudah digulirkan dan dikembangan oleh masyarakat dalam ruang lingkup yang lebih luas.

Baca juga: Yuk Mengenal Pendidikan Karakter

Tahap Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilakukan begitu saja. Terdapat tahapan yang harus dilewati agar pemberdayaan tersebut dapat berjalan dengan semestinya. Menurut Soekanto (1987: 63), ada tujuh tahapan yang dilakukan, yaitu:

Tahap persiapan

Tahap persiapan adalah tahap awal yang dilakukan untuk melaksanakan pemberdayaan. Ada dua tahapan di sini, yaitu persiapan petugas dan persiapan lapangan. Pada persiapan awal, petugas berperan sebagai tenaga pemberdayaan yang juga dapat dilakukan oleh komunitas pekerja. Kedua, persiapan lapangan diupayakan dengan cara tidak langsung atau non direktif sehingga dapat dilihat kondisi dan kebutuhannya terlebih dahulu.

Tahap pengkajian

Setelah tahap persiapan, ada tahap pengkajian yang dapat dilaksanakan oleh individu maupun kelompok masyarakat. Dalam hal ini, petugas memiliki kewajiban untuk mengidentifikasi masalah yang terdapat di lingkungan tersebut serta mencari potensi sumber daya yang bisa dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Tahap perencanaan alternatif kegiatan

Pada tahap ini, petugas tidak lagi menjadi tenaga pemberdayaan tetapi telah menjadi agen perubahan yang mengajak masyarakat untuk dapat mengidentifikasi masalah yang sedang terjadi dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Tahap perencanaan alternatif diharapkan dapat mengajak masyarakat agar lebih berpartisipasi dan dapat memikirkan cara alternatif yang dapat dilakukan nantinya.

Tahap pemformalisasi rencana aksi

Di tahap pemformalisasi rencana aksi, masyarakat dibantu agen perubahan untuk merumuskan dan menentukan program yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalahnya. Tidak hanya itu, agen perubahan juga membantu gagasan masyakarat agar lebih tertata baik dan formal dalam bentuk tulisan sehingga masyarakat yang membutuhkan proposal dapat mengajukan proposal tersebut guna pencairan dananya kelak.

Tahap pelaksanaan kegiatan

Tahap ini mengajak masyarakat untuk menjadi kader yang dapat menjaga keberlangsungan program yang sudah dikembangkan di tahap ke empat. Pada tahap pelaksanaan kegiatan, kerja sama antara petugas atau agen perubahan dan masyarakat juga merupakan hal penting agar kegiatan yang telah dirancang dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Tahap evaluasi

Setelah tahap kegiatan berlangsung, terjadi tahap evaluasi yang menjadi proses pengawasan kegiatan. Tahap ini dilakukan tidak hanya oleh petugas tetapi juga masyarakat. Dengan pengawasan dari dua pihak, diharapkan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berlangsung secara terus-menerus.

Tahap terminasi

Tahap terminasi adalah tahap di mana terjadi pemutusan hubungan dengan komunitas sasaran secara formal. Pada tahap ini, kegiatan yang berlangsung diharuskan untuk berhenti dan diselesaikan secara resmi.

Contoh Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan di segala sektor kehidupan. Berikut ini adalah contoh-contoh pemberdayaan masyarakat di sektor sosial, ekonomi, pendidikan, dan wisata.

Sosial

Terdapat beragam contoh pemberdayaan masyarakat di sektor sosial. Sebagai contoh, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh dinas sosial. Kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan bimbingan teknis dan fasilitas, pemantauan serta evaluasi sarana dan prasarana kesejahteraan sosial.

Pemberdayaan sektor ini ditujukan untuk perorangan, keluarga, bahkan lembaga masyarakat. Tidak hanya lembaga, komunitas kecil juga menjadi bagian dari pemberdayaan sosial. Biasanya, pemberdayaan tersebut tidak hanya kegiatan yang membangun di awal tetapi juga terkait dengan masalah sosial dalam keluarga, wanita rawan sosial, karang taruna dan organisasi sosial.

Ekonomi

Pada sektor ekonomi, terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menunjangnya. Pemberdayaan ini dapat dilakukan dengan cara sosialisasi untuk membantu masyarakat mengasah keterampilan dan memperkuat usahanya. Pemberdayaan ini diharapkan dapat membuat sumber daya manusia yang lebih baik dan mandiri secara ekonomi.

Hal ini seperti pemberdayaan ekonomi di desa Kota Bani, Bengkulu. Sebagai desa dengan kelapa sawit sebagai komoditas penghasilan masyarakat, desa ini memiliki akses jalan yang baik sehingga memudahkan para petani untuk mengangkut hasil panennya. Petani yang dulunya kesulitan karena akses jalan yang buruk, sekarang dapat lebih sejahtera dengan jalan rabat beton yang memudahkan transportasi pengangkut kelapa sawit untuk berlalu lalang.

Pendidikan

Sektor pendidikan merupakan sektor yang tak kalah penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Pada sektor ini, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan pemberian akses pendidikan secara merata di semua daerah, khususnya daerah terpencil. Pendidikan dianggap penting karena dengan adanya pendidikan, siswa sekolah di daerah tersebut memiliki pengetahuan yang luas serta dapat menjadi individu yang mandiri ke depannya.

Sebagai contoh, pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan, yaitu dengan pemerataan persebaran pengajar di daerah 3T. Hal tersebut singkatan dari kata Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Program ini diwajibkan pemerintah untuk para guru dengan sistem rotasi atau bergilir. Dengan begitu, para siswa dapat memeroleh pengajaran yang baik.

Wisata

Wisata merupakan sektor pemberdayaan masyarakat yang dapat menunjang sektor perekonomian di suatu daerah. Sektor ini termasuk penting karena biasanya wisata memberi masukan pendapatan yang lebih tinggi sehingga dapat membantu pembangunan masyarakat di daerah tersebut.

Sebagai contoh, pemberdayaan wisata Kampung Pelangi, Semarang. Tempat ini berlokasi di belakang pasar Kembang Kalisari. Sebelum dijadikan tempat wisata, pemukiman yang berada di bukit ini terlihat kumuh dan tidak beraturan. Dengan sosialiasi pemberdayaan masyarakat, kampung ini dicat ulang dengan warna yang beraneka ragam sehingga menjadi salah satu wisata menarik di Semarang. Hal ini dapat menjadi sumber pendapatan untuk masyarakat di sekitar.

Baca juga: Mengenal Revolusi Industri 1.0 – 4.0

Itu dia pembahasan mengenai pemberdayaan masyarakat. Kalau di daerah kamu, apakah ada kegiatan yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat juga? Seperti apa bentuk kegiatannya? Semoga artikel ini dapat bermanfaat, ya.


Sumber:

Daulay, Harmona. 2006. Pemberdayaan Perempuan (Studi Kasus Pedagang Jamu di Gedung Johor Medan). Jurnal Harmoni Sosial, volume I, no. 1; P. 7-14

Ife, J. 1995. Community Development: Creating Community Alternatives, Vision. Australia: Longman.

Mardikanto, Totok. 2014. CSR (Corporate Social Responsibility). Tanggung Jawab Sosial Korporasi. Bandung: Alfabeta.

Najiati dkk. 2005. Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Gambut. Bogor: Wetlands International.

Slamet, M. 2003. Pemberdayaan Masyarakat. Dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. Disunting oleh Ida Yustina dan Adjat Sudradjat. Bogor: IPB Press.

Soekanto, Soerjono. 1987. Pribadi dan Masyarakat. Jakarta: Rajawali.

Suharto, Edi. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT Refika Aditama.

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Verent
Verenthttps://gerberarouge.wordpress.com/150-2/
Hobi jalan-jalan dan mencicipi kuliner baru. Ilmu sastranya? Saya sampaikan melalui tulisan. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

20 Website Jurnal Internasional dan Cara Mencarinya

Membuat suatu tulisan ilmiah, terutama skripsi, tentu memerlukan banyak artikel dari jurnal sebagai tinjauan pustaka. Beberapa dosen pembimbing juga menyarankan untuk mencari jurnal internasional...

Cara Menggunakan Mendeley

Membuat sitasi dan daftar pustaka sering terasa membingungkan dan melelahkan. Apalagi ada banyak sistem yang tersedia untuk mengutip suatu tulisan, misalnya yang menggunakan metode...

Turunan Fungsi Aljabar

Turunan fungsi merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari. Turunan fungsi ini merupakan syarat untuk belajar materi integral. Selain sebagai materi syarat turunan...

Perang Banjar: Penyebab Serta Akhir Perang

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau, dari sabang sampai merauke. Salah satunya yaitu Kalimantan Selatan. Daerah ini terkenal dengan produk pengolahan daerahnya seperti...

Pakaian Adat Banten Serta Pembahasannya

Banten sebagai provinsi yang dulunya menjadi bagian dari Jawa Barat memiliki kebudayaan yang pastinya dipengaruhi oleh budaya Jawa Barat atau Sunda. Seperti pada pakaian...