Model Analisis Data Kuantitatif

Metode yang digunakan dalam penelitian beragam dan disesuaikan dengan tipe data yang sudah dikumpulkan. Selama ini, selain metode kualitatif, metode kuantitatif menjadi metode yang paling sering dipakai dalam penelitian. Metode kuantitatif sendiri digunakan untuk menganalisa data kuantitatif atau data yang berhubungan atau berupa angka. Dalam kata lain, data kuantitatif juga disebut dengan data numerik yang bisa dikalkulasikan.

Dikarenakan data ini umumnya berupa angka, maka dalam proses analisanya lebih sering menggunakan bantuan perhitungan matematis dan statistik. Model analisis data kuantitatif sendiri dibagi menjadi 3 macam yaitu analisis deskriptif, analisis regresi, dan analisis faktor. Ketiganya akan dijelaskan lebih mendetail dan bisa kamu simak sebagai berikut.

Analisis Deskriptif

Analisis Deskriptif
Sumber: Mudassar Iqbal from Pixabay

Analisis deskriptif adalah model analisis data kuantitatif yang lebih sering dipakai untuk menganalisa data dalam jumlah yang besar. Model analisis data ini tergolong yang paling mendasar dalam menggambarkan data secara umum. Menurut Wiyono (2001), analisis deskriptif terdiri dari beberapa bagian seperti distribusi frekuensi, pengukuran tendensi pusat, dan pengukuran variabilitas.

Baca juga: Teknik Analisis Data Penelitian Kuantitatif

Dalam distribusi frekuensi, data-data yang acak akan dikategorikan berdasarkan kategori khusus supaya lebih sistematis. Distribusi frekuensi ini juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni distribusi frekuensi berkelompok, tidak berkelompok, dan grafik distribusi.

Pengukuran tendensi pusat dilakukan untuk mencari gambaran jelas mengenai populasi atau sampel. Selain itu, tendensi pusat juga berfungsi untuk mengetahui bagian terbesar dalam distribusi data. Pengukuran tendensi pusat ini meliputi mean/rata-rata, median/nilai tengah, dan modus/nilai paling banyak.

Kemudian, pengukuran variabilitas bertujuan untuk tingkat homogenitas dan heterogenitas data penelitian. Pengukuran ini menggunakan rentang antarkuartil, rata-rata simpangan, simpangan kuartil, simpangan baku, serta koefisien variasi.

Secara umum, data yang dianalisa menggunakan analisis deskriptif akan berupa tabel, diagram, dan grafik. Cara perhitungan datanya dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunakan software SPSS atau secara manual. Pada cara yang manual, perhitungan akan dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus tertentu sesuai dengan jenis pengukuran yang diterapkan.

Analisis Regresi

Analisis Regresi
Sumber: David Schwarzenberg from Pixabay

Model analisis data kuantitatif selanjutnya disebut dengan analisis regresi. Model ini mempunyai tujuan untuk menganalisa adanya pengaruh antara satu variabel dengan variabel yang lain dengan menggunakan bantuan persamaan regresi. Analisis regresi cukup sering dijadikan sebagai model analisis data kuantitatif terutama dalam bidang teknik dan ekonomi.

Baca juga: Jenis Analisis Data Kuantitatif

Terdapat dua jenis dari analisis regresi sederhana yaitu regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Dalam analisis regresi sederhana, satu variabel independen dipakai untuk memprediksi hasil variabel dependen. Analisis regresi sederhana umumnya akan menggunakan rumus sebagai berikut.

Y = a + bX

Dengan keterangan:

Y: Variabel dependen

X: Variabel independen

a: Konstanta (nilai dari Y jika X = 0)

b: Koefisien regresi

Sementara itu, analisis regresi berganda menggunakan dua atau lebih variabel independen untuk menganalisa hasil dari variabel dependen atau terikat. Untuk analisis regresi berganda dapat menggunakan beberapa software seperti SPSS, STATA, hingga Eviews.

Analisis Faktor

Analisis Faktor
Sumber: janjf93 from Pixabay

Analisis faktor merupakan model analisis data kuantitatif berikutnya yang dijuluki dengan analisis multivariat. Analisis ini lebih didasarkan pada hubungan antar variabel yang bertujuan untuk menjelaskan suatu analisa data dengan lebih sederhana dengan bantuan reduksi jumlah variabel (faktor).

Dengan kata lain, analisis faktor mempunyai fungsi untuk meringkas variabel lama menjadi variabel baru dengan jumlah yang lebih sedikit, akan tetapi secara umum masih mengandung informasi yang sama dengan variabel lama. Dengan kelebihannya ini, analisis faktor juga menjadi salah satu model analisis data kuantitatif yang sering dipakai pada disiplin ilmu psikologi dan sosio-ekonomi.

Baca juga: Mengenal Uji F dalam Penelitian Kuantitatif

Itulah seluruh penjelasan untuk model analisis data kuantitatif yang terdiri dari 3 macam yaitu analisis deskriptif, regresi, dan faktor. Dengan adanya penjabaran di atas, pastinya kamu sudah mempunyai gambaran bukan mengenai model analisis apa yang akan kamu gunakan untuk menganalisa data kuantitatif yang kamu miliki? Ingat, jangan sampai salah pilih model analisa ya, karena nantinya model analisa juga akan menentukan keberhasilan penelitian yang kamu kerjakan. Semangat!


Sumber:

Statmat. (2021). Metode Analisis Faktor dan Rumus Pengujiannya. Diakses pada tanggal 3 Juni 2021, dari statmat.net.

Tanoto. U. (2021). Analisis Regresi; Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contoh Penerapannya. Diakses pada tanggal 3 Juni 2021, dari jojonomic.com.

Wiyono, B. B. (2001). Statistik Pendidikan: Buku Bahan Ajar Mata Kuliah Statistik. Malang: FIP UM.

Artikel Terbaru

Wasila

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *