Mengenal Apa Itu Metode Penelitian Sosial

Metode penelitian sosial pasti sangat lazim didengar jika kamu mahasiswa yang berada di dalam rumpun humaniora atau ilmu-ilmu sosial. Terlebih jika kamu merupakan mahasiswa semester akhir di jurusan yang berada dalam rumpun ilmu tersebut, kamu mesti menguasai metode penelitian sosial sebagai prasyarat untuk melakukan penelitian sosial dan menyelesaikan tugas akhir maupun skripsi.

Untuk kamu yang sedang mempersiapkan skripsi atau sekedar penelitian, kamu pasti berjibaku dengan metode penelitian sosial. Jikapun kamu bukan mahasiswa semester akhir, tak ada salahnya kamu mempelajari metode penelitian sosial ini lebih awal.

Apa Itu Penelitian Sosial dan Metode Penelitian Sosial?

Apa Itu Penelitian Sosial dan Metode Penelitian Sosial
Sumber: wayhomestudio on Freepik

Sebelum membahas apa itu metode penelitian sosial, sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu penelitian sosial. Neumann dalam bukunya yaitu Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif menyebutkan bahwa penelitian sosial merupakan serangkaian proses penemuan dan penciptaan pengetahuan yang hidup dan berkembang. Penelitian sosial umumnya mencakup gejala sosial, masalah sosial, perubahan sosial, dampak dari suatu kebijakan dan lain-lain.

Baca juga:  Cara Membuat Essay

Penelitian ilmu sosial atau disebut juga ilmu kemasyarakatan sangat bersinggungan dan berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari-hari. Yang meliputi kehidupan keluarga kita, teman, tetangga, dan bahkan rekan kerja kita. Baik disadari atau tidak dan secara langsung maupun tidak langsung, kita sebenarnya selalu menggunakan pengetahuan dari penelitian ilmu sosial.

Selain itu, penelitian ilmu sosial sebenarnya selalu kita gunakan dalam kehidupan bermasyarakat, juga ketika mengambil keputusan sehari-sehari dalam bisnis, pekerjaan profesional, bahkan perawatan dan pelayanan kesehatan. Jadi, penelitian ilmu sosial tidak hanya digunakan oleh mahasiswa, civitas akademika di perguruan tinggi, maupun profesor dan peneliti.

Melainkan, temuan-temuan dari penelitian ilmu sosial juga digunakan oleh guru atau pengajar, orang tua, pemilik bisnis, biro iklan, administrator, manajer, pejabat publik, politisi, penyedia jasa, para profesional dalam pelayanan publik dan perawatan kesehatan serta bidang lainnya. Mereka menggunakan penelitian ilmu sosial untuk mendidik anak muridnya, membesarkan anak, mengelola bisnis, menjual produk atau jasa, mengurangi kriminalitas, membuat kebijakan publik, dan sebagainya.

Meskipun penelitian ilmu sosial menghasilkan informasi yang sangat berharga dan dibutuhkan untuk memahami kehidupan sosial secara umum, tetapi faktanya melakukan penelitian tidaklah mudah. Dan tidak ada jaminan ‘kebenaran absolut’ dari penelitian yang kita lakukan. Oleh karenanya, kita membutuhkan suatu cara atau metode tertentu yang telah ditetapkan agar penelitian yang kita lakukan terhindar dari berbagai macam bias.

Jadi, dalam penelitian sosial metode mengacu kepada sekumpulan teknik tertentu yang digunakan dalam suatu penelitian untuk memilih kasus, mengukur dan mengamati kehidupan sosial, mengumpulkan dan menyempurnakan data, menganalisis data, dan melaporkan hasilnya (Neuman, 2019:2).

Jika kamu pernah mendengar kata ‘metodologi’, kata ini memiliki pengertian yang lebih luas dibandingkan dengan ‘metode’. Metodologi mencakup metode, juga seluruh proses penelitian, termasuk konteks sosialnya, asumsi-asumsi secara filosofis, prinsip-prinsip etis, serta dampak politik terhadap pengetahuan baru dari penelitian terkait.

Mengapa Harus Mempelajari Metode Penelitian Sosial?

Untuk melakukan sesuatu, kamu perlu untuk mengetahui bagaimana melakukannya bukan? Begitu pula dengan penelitian. Kamu perlu mengetahui, mempelajari dan menguasai cara untuk melakukan penelitian sebelum melaksanakannya. Tanpa menguasai metode penelitian sosial, penelitian yang kamu lakukan bisa jadi tidak akan dianggap valid dan diragukan hasilnya. Sebab, dalam penelitian, bagaimana cara melakukannya menjadi hal yang sangat penting.

Dalam ilmu sosial, cara A dan B bisa menghasilkan hasil dan analisis yang berbeda. Oleh karenanya, kamu musti bijak dalam menentukan metode apa yang akan kamu gunakan dalam penelitianmu. Kamu juga harus memiliki alasan kuat serta dapat menjelaskan mengapa kamu menggunakan metode tersebut dibandingkan metode lainnya.

Melakukan penelitian sosial bisa menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. Karena kamu dapat mempelajari berbagai hal baru yang menarik secara subjektif melalui perspektifmu. Tetapi dengan satu syarat, asalkan kamu menguasai cara melakukannya.

Melakukan riset ilmu sosial membutuhkan kegigihan, integritas pribadi, toleransi terhadap ambiguitas, kemampuan komunikasi dan interaksi dengan orang lain, serta kebanggaan melakukan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Selain itu, juga memerlukan pemikiran logis, mengikuti berbagai aturan secara cermat, dan kesabaran ketika harus mengulang berbagai tahapan penelitian.

Dalam melakukan penelitian sosial, kamu akan menggabungkan teori atau gagasan tertentu dengan fakta-fakta yang ada di lapangan dalam cara yang sistematis. Kamu juga akan menggunakan kreativitasmu untuk mendesain penelitian yang sesuai, juga untuk mengorganisir dan merencanakan serangkaian prosesnya.

Kamu juga harus memilih metode penelitian yang sesuai dengan pertanyaan penelitianmu. Selain itu, kamu harus memperlakukan para peserta penelitianmu dengan cara yang etis dan berakhlak. Serta, kamu masih harus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait mengenai caramu melakukan penelitian dan hal-hal apa yang kamu pelajari dari penelitian tersebut.

Siapa Saja yang Perlu Mempelajari Metode Penelitian Sosial?

Siapapun yang hendak melakukan penelitian sosial perlu mempelajari metode penelitian sosial untuk dapat melaksanakan penelitiannya. Siapapun itu. Apakah itu mahasiswa, para tenaga pendidik yang hendak meneliti murid-muridnya untuk mengevaluasi proses belajar mengajar, para evaluator program pelayanan publik, apalagi dosen dan peneliti yang bekerja di lembaga penelitian, wajib menguasai metode penelitian sosial.

Jika suatu penelitian tidak dilakukan dengan metode yang tepat dan sesuai, jangan heran jika hasilnya pun tidak sesuai. Sehingga, kebijakan publik yang didasari atas penelitian itu pun menjadi tidak tepat sasaran. Pernahkah kamu mengamati di sekitarmu, banyak hal yang dilakukan secara tidak sesuai? Bagaimana hasilnya?

Atau, pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa kualitas pendidikan kita tertinggal jauh dari negara-negara lain? Mengapa anak-anak muda kita tidak suka membaca? Berapa banyak penelitian yang dilakukan untuk menjawab persoalan-persoalan itu? Jangan-jangan, masih terlalu sedikit penelitian yang dilakukan untuk menjawab persoalan-persoalan tadi. Ternyata metode yang dilakukan tidak tepat? Atau, memang pengambilan kebijakan tidak didasarkan pada hasil penelitian. Banyak sekali kemungkinan jawabannya bukan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya hendak mengantarkanmu pada kesimpulan bahwa penelitian merupakan cara yang paling akurat untuk mengetahui dan memahami fenomena-fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita. Selanjutnya, cara melakukan penelitian pun menjadi penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tetapi, tidak berhenti disitu saja. Kuantitas dan konsistensi dari penelitian yang dilakukan secara berkali-kali juga penting untuk diperhatikan. Untuk selanjutnya, penelitian-penelitian itu kemudian digunakan sebagai salah satu landasan dalam menyusun kebijakan.

Apa Saja Jenis-Jenis Penelitian Sosial?

Ada berbagai jenis penelitian sosial, diantaranya yaitu:

Berdasarkan Orientasi Penelitian

Penelitian sosial memiliki dua sayap atau orientasi. Ada yang tergolong berorientasi pada keilmuan dan akademis, dan ada pula yang berorientasi pada tindakan, aktivis, dan praktis. Adapun perbedaan atau penggolongan ini menurut Neuman tidaklah kaku. Sebab ada peneliti yang bekerja pada kedua orientasi ini. Ada pula yang berpindah dari orientasi satu ke orientasi yang lain.

Jenis penelitian sosial berdasarkan orientasi penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Penelitian Dasar atau Murni (Basic Research)

Merupakan penelitian sosial yang bertujuan utuk membangun, memperluas, memperkaya dan memverifikasi teori. Penelitian ini dirancang untuk memajukan pengetahuan dasar mengenai cara kerja dunia dan membentuk atau menguji penjelasan teoritis dengan cara berfokus pada pertanyaan “mengapa”. Adapun audiens utamanya adalah komunitas ilmiah.

Penelitian jenis ini biasanya dilakukan pada ilmu-ilmu murni. Fokus dari penelitian ini adalah untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. Sehingga, tidak terlalu memperhatikan aspek kebermanfaatan penelitian baik bagi peserta penelitian maupun lingkungan sekitarnya secara langsung. Hasil dari penelitian jenis ini biasanya berupa narasi yang menggunakan standar ilmiah tinggi dan sifatnya teoritis.

  • Penelitian Terapan (Applied Research)

Merupakan penelitian yang dirancang untuk memberikan jawaban praktis atas masalah nyata atau menjelaskan kebutuhan dokter atau praktisi secara langsung dan spesifik. Atau sederhananya, penelitian ini dilakukan atas dasar menemukan solusi atas suatu masalah sosial tertentu. Fokus dari penelitian terapan adalah mendapatkan kebermanfaatan secara langsung bagi subjek penelitian dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, juga digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan.

Sederhananya, penelitian terapan ini bertujuan untuk mendapatkan data atau informasi yang bisa digunakan untuk kebutuhkan praktis dalam kehidupan sosial kita sehari-hari.

Berdasarkan Tujuan Penelitian

Neuman dan banyak ahli lain menggolongkan jenis penelitian berdasarkan tujuannya dalam tiga golongan atau kelompok, yang pertama untuk menyelidiki topik baru, yang kedua untuk menjelaskan fenomena sosial, dan yang terakhir untuk menerangkan alasan terjadinya suatu hal.

  • Deskriptif (Descriptive Research)

Merupakan penelitian yang tujuan utamanya adalah untuk “memberikan gambaran” dengan menggunakan kata-kata dan angka serta untuk menyajikan profil atas persoalan yang diteliti, klasifikasi jenis, atau garis besar tahapan guna menjawab pertanyaan seperti “siapa, kapan, dimana dan bagaimana”.

Penelitian deskriptif menyajikan gambaran yang spesifik mengenai situasi atau keadaan, hubungan dan penataan sosial. Jenis penelitian sosial ini banyak digunakan dalam jurnal ilmiah dan penelitian yang berorientasi sebagai dasar dalam kebijakan publik dan pengambilan keputusan.

Studi deskriptif berfokus pada pertanyaan “bagaimana” dan “siapa”, serta menyajikan gambaran mengenai aktivitas sosial atau jenis orang. Selain itu, penelitian deskriptif juga bertujuan untuk menerangkan alasan terjadinya suatu hal atau menyelidiki persoalan baru. Misalnya, mengapa orang tua yang sering mabuk melakukan kekerasan terhadap anak mereka. Penelitian deskriptif kebanyakan menggunakan teknik pengumpulan data berupa survei, penelitian di lapangan, analisis isi, dan penelitian komparatif sejarah.

Robert R. Mayer dan Ernest Greenwood membedakan dua jenis penelitian deskriptif, yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kualitatif mengacu pada karakteristik sekelompok orang, peristiwa, atau benda dan melibatkan proses konseptualisasi, serta menghasilkan pembentukan skema klasifikasi. Sedangkan, penelitian deskriptif kuantitatif menjelaskan tahapan lanjutan dari observasi atau pengamatan dengan wujud penggambaran karakteristik dari benda, peristiwa, atau sekelompok orang, yang berupa kecenderungan sentral, distribusi frekuensi, dan dispersi.

  • Eksploratif (Exploratory Research)

Merupakan penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki fenomena atau persoalan yang sedikit sekali dipahami dan mengembangkan gagasan awal mengenai hal tersebut, serta kemudian menyempurnakan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Penelitian eksploratif bertujuan untuk mengetahui suatu keadaan sosial secara mendalam. Tipe penelitian ini dimanifestasikan dalam pertanyaan “apa”. Para ahli penelitian sosial mengemukakan bahwa penelitian eksplorasi merupakan penelitian penelitian yang bersifat menjelajah, bertujuan untuk mendalami pengetahuan tentang suatu gejala sosial tertentu, atau mendapatkan ide-ide atau gagasan abu mengenai gejala sosial itu dengan maksud untuk merumuskan masalahnya secara lebih terperinci atau untuk mengembangkan hipotesis.

  • Eksplanatif (Explanatory Research)

Merupakan jenis penelitian yang fokus utamanya adalah menjelaskan alasan terjadinya peristiwa dan untuk membentuk, memperdalam, mengembangkan atau menguji teori.

Penelitian eksplanatif berfokus pada menjelaskan hubungan antara dua atau lebih gejala sosial atau variabel penelitian. Penelitian ini berpijak pada pertanyaan “mengapa”. Peneliti tidak puas hanya sekedar mengetahui apa yang terjadi, atau bagaimana terjadinya, melainkan juga ingin mengetahui mengapa sesuatu itu dapat terjadi dan menjelaskan penyebabnya. Maka dari itu diperlukan identifikasi berbagai variabel di luar masalah untuk mengkonfirmasi sebab terjadinya suatu masalah. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki banyak sebutan. Di antaranya, penelitian korelasional (correlational research), dan juga penelitian konfirmatori (confirmatory research).

Penelitian eksplanasi memiliki dua tipe utama, yaitu penelitian asosiasi yang juga disebut dengan penelitian korelasional atau penelitian kausal; dan penelitian komparatif. Penelitian ini adalah penelitian yang mempelajari hubungan sebab – akibat antara dua atau lebih variabel dengan pertanyaan inti “apakah suatu variabel yang mengalami perubahan nilai mengakibatkan perubahan nilai terhadap variabel lainnya?”.

Neuman memaparkan perbedaan antara ketiga jenis penelitian ini dengan lebih skematis, yaitu sebagai berikut:

EksploratifDeskriptifEksplanatif
Terbiasa dengan penataan, fakta sosial dan kekhawatiran mendasar.Menyediakan gambaran terperinci dan sangat akurat.Menguji prediksi atau prinsip suatu teori.
Menciptakan gambaran mental umum mengenai kondisi.Menemukan data baru yang bertentangan dengan data lama.Menjabarkan dan memperkaya penjelasan teori.
Merumuskan dan memfokuskan pertanyaan untuk penelitian di masa yang akan datang.Menciptakan serangkaian kategori atau mengklasifikasi jenis.Mengembangkan teori menjadi persoalan atau topik baru.
Menghasilkan ide, dugaan atau hipotesis.Menjelaskan rangkaian tahapan atau langkah.Mendukung atau menentang penjelasan atau prediksi.
Menetapkan kelayakan melakukan penelitian.Mendokumentasikan proses atau mekanisme sebab akibat.Mengaitkan persoalan atau topik dengan prinsip umum.
Mengembangkan teknik untuk mengukur dan melokasikan data masa depan.Melaporkan latar belakang atau konteks situasi.Menentukan penjelasan terbaik di antara beberapa penjelasan.

Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data

Neuman mengelompokkan teknik pengumpulan data dalam dua kategori berdasarkan jenis data yang dikumpulkan. Yang pertama kuantitatif, yaitu mengumpulkan data dalam bentuk angka. Dan kualitatif, yaitu mengumpulkan data dalam bentuk kata atau gambar. Teknik-teknik tertentu lebih efektif untuk menjawab jenis pertanyaan atau topik penelitian tertentu. Diperlukan keterampilan, praktik dan kreativitas untuk menyesuaikan pertanyaan penelitian dengan teknik pengumpulan data yang tepat.

  • Data Kuantitatif

Data Kuantitatif didapatkan melalui lima cara, yaitu penelitian eksperimen atau percobaan, penelitian survei, penelitian non-reaktif, penelitian analisis isi dan penelitian statistik yang telah ada.

Penelitian eksperimen (experimental research) merupakan penelitian yang memanipulasi berbagai kondisi untuk beberapa peserta penelitian tetapi tidak untuk orang lain dan kemudian membandingkan respons kelompok untuk melihat ada tidaknya perbedaan akibat perlakuan tersebut.

Penelitian survei (survey research) merupakan penelitian di mana peneliti mengajukan pertanyaan yang sama secara sistematis kepada orang dalam jumlah banyak dan kemudian mencatat jawaban mereka. Sedangkan penelitian non-reaktif (nonreactive research) adalah metode penelitian yang orang-orangnya tidak sadar mereka sedang diteliti atau dipelajari.

Penelitian Analisis Isi (content analysis) merupakan penelitian yang isi dari medium komunikasinya secara sistematis dicatat dan dianalisis. Dan terakhir, penelitian statistik yang telah ada (existing statistics research) merupakan penelitian dengan seseorang memeriksa ulang dan secara statistik menganalisis data kuantitatif yang telah dikumpulkan oleh lembaga pemerintah atau organisasi lain.

  • Data Kualitatif

Data kualitatif berasal dari berbagai macam bentuk, misalnya foto, peta, wawancara secara terbuka, observasi, dokumen dan sebagainya. Neuman menyederhanakan data tersebut dalam dua kategori utama, yaitu penelitian lapangan (termasuk etnografi, observasi peserta, dan wawancara mendalam) dan penelitian historis-komparatif.

Penelitian lapangan (field research) merupakan penelitian kualitatif di mana penelitinya secara langsung mengamati dan mencatat orang-orang dalam penataan alamiah untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan penelitian historis-komparatif adalah penelitian yang penelitinya menyelidiki data mengenai peristiwa dan kondisi dalam sejarah masa lalu dan atau dalam masyarakat yang berbeda-beda.

Apa Saja Kekeliruan Umum dalam Melakukan Penelitian Sosial?

Neuman (2019:4) mengingatkan kita bahwa pengalaman pribadi memiliki lima kekeliruan umum, yang coba dikurangi melalui proses penelitian atau riset. Apakah kelima kekeliruan umum tersebut?

  • Generalisasi yang Berlebihan (Overgeneralization)

Keadaan ini terjadi ketika seseorang memiliki beberapa bukti yang meyakinkan atau pengalaman tertentu dan berasumsi bahwa hal tersebut juga berlaku untuk kebanyakan keadaan lain dan bagi banyak orang lain. Generalisasi bisa jadi tepat tetapi terbatas. Kita dapat melakukan generalisasi bukti dalam jumlah sedikit terhadap situasi yang lebih luas tetapi hanya jika kita melakukannya secara berhati-hati.

Sayangnya, banyak di antara kita yang cenderung untuk menggeneralisasi jauh di luar hal-hal yang dapat diterima dengan bukti yang terbatas. Kita seringkali menggeneralisasi dari hal-hal yang kita ketahui untuk bidang-bidang yang tidak kita ketahui.

Misalnya, selama bertahun-tahun kita mengenal lima orang buta, dan kesemuanya memiliki sifat yang ramah dan mudah bergaul. Dapatkah kita menyimpulkan bahwa semua orang buta memiliki sikap yang ramah dan mudah bergaul? Apakah kelima orang buta yang kamu kenal dapat mewakili seluruh orang buta yang tinggal di bumi ini?

  • Observasi Selektif (Selective Observation)

Observasi selektif sedikit berbeda jika dibandingkan dengan generalisasi yang berlebihan. Observasi selektif terjadi ketika kita secara khusus memperhatikan beberapa orang atau peristiwa dan kemudian membuat generalisasi.

Kita seringkali fokus kepada kasus atau situasi tertentu, terutama ketika hal itu sesuai dengan gagasan yang telah terbentuk sebelumnya. Kita juga cenderung untuk mencari bukti yang mendukung keyakinan pribadi kita. Sayangnya, pada saat yang sama, kita justru sedang mengabaikan keseluruhan kasus. Kita cenderung menganggap informasi yang bertentangan sebagai suatu pengecualian yang dapat ditoleransi atau diabaikan.

Misalnya, kita yakin orang-orang yang obesitas atau kelebihan berat badan memiliki sifat yang lebih mudah bergaul dan ramah dibandingkan orang kurus. Keyakinan tersebut berasal dari stereotipe yang berkembang di sekitar lingkunganmu. Kita mengamati orang-orang yang kelebihan berat badan dan tanpa sadar lebih memperhatikan senyum dan tawa mereka. Sebaliknya, kita cenderung lebih memperhatikan orang kurus ketika mereka tampak serius, marah atau kesal.

Tanpa menyadarinya, kita memperhatikan orang-orang dan situasi yang menguatkan cara berpikir kita yang telah terbentuk sebelumnya.

  • Penutup Prematur atau Penutup yang Terlalu Dini (Premature Closure)

Kesalahan ketiga yang sering kita lakukan tanpa sadar ini bekerja dengan menguatkan dua kesalahan pertama. Penutup prematur terjadi ketika kita merasa kita telah memiliki jawabannya dan tidak perlu lagi mendengar, mencari informasi dan mengajukan pertanyaan.

Memang, untuk tujuan praktis dan sampai taraf tertentu, kita perlu untuk berhenti mengumpulkan informasi dan mengambil keputusan. Sayangnya, banyak di antara kita yang malas atau menjadi ceroboh. Kita mengumpulkan bukti dalam jumlah yang minim atau melihat berbagai peristiwa atau situasi dalam jangka waktu singkat dan kemudian berpikir kita telah mendapatkan jawabannya.

Kita mencari bukti untuk mendukung atau menolak suatu gagasan dan berhenti setelah mendapatkan bukti dalam jumlah yang sebenarnya minim, untuk kemudian segera menarik kesimpulan dan mengambil keputusan.

  • Efek Halo (Halo Effect)

Efek halo terjadi ketika kita melakukan generalisasi secara berlebihan dari hal-hal yang kita yakini menjadi sangat positif atau bergengsi. Kita memberikan lingkaran cahaya atau halo yang bermakna reputasi positif pada berbagai hal atau orang yang kita hormati. Efek halo ini akan menghilang pada hal atau orang lain yang tidak terlalu kita ketahui, sehingga juga tidak terlalu kita hormati.

Misalnya, ketika menulis laporan atau mengerjakan tugas tertentu, kita mengambil laporan atau jurnal ilmiah sebagai referensi dari katakanlah Universitas Gadjah Mada. Kita berasumsi bahwa penulisnya amat cerdas dan memperkirakan laporannya sempurna atau paling baik di antara yang lain.

Kita tidak mengasumsikan hal yang sama ketika membaca laporan yang ditulis oleh seseorang dari Universitas Antah Berantah yang tidak kita ketahui. Kita membentuk opini sebelum membaca laporan tersebut, sehingga kita tidak melihat setiap laporan berdasarkan kemampuannya sendiri.

Jadi, efek halo bekerja ketika reputasi orang, tempat, lembaga, benda atau lainnya mewarnai evaluasi seseorang ketimbang mengevaluasi semua dalam cara yang netral dan seimbang.

  • Konsensus yang Keliru (False Consensus)

Kesalahan umum yang terakhir ini merupakan kecenderungan kita untuk memproyeksikan cara berpikir seseorang pada orang lain. Dengan kata lain, kita mengasumsikan bahwa orang lain berpikir seperti kita. Kesalahan umum ini hendak menunjukkan bahwa kita tidak pandai dalam membedakan antara hal-hal yang kita piki secara pribadi dan hal-hal yang kita pikir diyakini oleh sebagian besar orang. Sederhananya, kita cenderung melihat pandangan orang lain sama dengan pandangan kita sendiri.

Oleh karena itu, penelitian sosial membantu mengatasi kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan atas pengalaman pribadi kita sebagai manusia. Standar, aturan dan prinsip penelitian dirancang untuk mengurangi salah penilaian, bias atau pemikiran yang menyimpang dan sering terjadi dengan pengalaman pribadi.

Apa Saja Contoh Penelitian Sosial?

Ada banyak sekali contoh penelitian sosial yang dapat kita kemukakan. Pada intinya, penelitian sosial selalu berkaitan erat dengan kehidupan kita secara sosial, artinya yang mendapat pengaruh dan dipengaruhi oleh orang lain. Penelitian sosial pasti terkait dengan gejala sosial, perubahan sosial, masalah sosial, fenomena sosial dan sebagainya.

Berikut ini beberapa topik atau contoh penelitian sosial yang dapat menjadi referensi buat kamu.

  • Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Desa A, Kabupaten Magelang

Penelitian dengan judul seperti di atas berfokus pada upaya untuk memberdayakan masyarakat yang belum berdaya melalui nilai-nilai lokal setempat. Sederhananya, nilai-nilai lokal yang diyakini oleh masyarakat dijadikan dasar landasan dari upaya-upaya pemberdayaan yang dilakukan. Dalam hal kebijakan yang berorientasi pada penanggulangan masalah kemiskinan memang nilai-nilai lokal, atau kearifan lokal sebaiknya menjadi input pokok dalam merumuskan kebijakan terkait.

Penelitian ini dilakukan untuk mendapat gambaran sekaligus menerangkannya, mengenai proses-proses dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan. Dan bagaimana nilai-nilai dan kearifan lokal itu dipergunakan untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat desa terkait. Tentu, penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Atau lebih tepatnya, deskriptif kualitatif.

  • Peran Karang Taruna dalam Menginisiasi Terbentuknya Desa Wisata

Penelitian yang mengangkat judul seperti di atas hendak memfokuskan penelitiannya pada peran Karang Taruna sebagai sebuah kelompok penggerak yang telah berhasil menginisiasi terbentuknya desa wisata. Peran sosial dari kelompok atau lembaga Karang Taruna merupakan fokus utama penelitian ini. Dalam perjalanannya, penelitian ini bisa saja mendapatkan temuan-temuan berupa berbagai inovasi yang dilakukan untuk membentuk desa wisata. Namun, temuan-temuan itu hanya bersifat teknis dan sebagai pendukung dalam menggambarkan dan menjelaskan kondisi yang ada.

Permasalahan penelitian yang diangkat sehingga menjadi alasan kenapa penelitian ini perlu dilakukan misalnya adalah adanya geliat kesukarelaan dari pemuda-pemuda yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna untuk membentuk dan mengembangkan desa wisata di desa mereka sehingga desa mereka menjadi terangkat potensinya dan memberikan kebermanfaatan bagi kesejahteraan warga desa. Mengapa pemuda-pemuda dalam Karang Taruna begitu antusias menginisiasi terbentuknya desa wisata ini menjadi menarik untuk digali dan diteliti, sehingga peneliti mendapatkan jawabannya.

  • Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Se-Kecamatan Batu, Kabupaten Malang

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang musti dipenuhi oleh negara kepada warganya. Oleh karenanya, pelayanan kesehatan menjadi hal yang menarik untuk diteliti sejauh mana keberhasilannya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Penelitian ini hendak melakukan evaluasi atas pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional di wilayah terkait.

Untuk bisa mengevaluasi suatu program tentunya diperlukan komponen-komponen kriteria keberhasilan program. Serta data pembanding dari tahun-tahun sebelumnya, atau periode waktu tertentu yang menjadi batasan dalam penelitian. Penelitian ini dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif, kuantitatif, maupun kombinasi atau mix-method.

  • Dampak Sosial Terhadap Warga Desa Bolero Atas Pencemaran Sungai Citarum

Penelitian dengan judul seperti di atas ingin mengetahui apa saja dampak sosial yang diakibatkan oleh pencemaran Sungai Citarum terhadap warga di Desa C, yang tentu saja dalam hal ini memiliki hubungan kausalitas yang erat dengan sungai tersebut. Misalnya, kebutuhan air warga baik untuk kebutuhan pribadi maupun kebutuhan usaha dipenuhi dari sungai tersebut.

Pencemaran sungai tidak hanya dapat dipahami sebagai permasalahan pencemaran air semata. Tetapi juga perlu dilihat melalui kaca mata sosial, di mana kehidupan-kehidupan sosial di sekitarnya akan menjadi terganggu pula dengan pencemaran tersebut. Sehingga, pencemaran sungai bisa juga disebut sebagai permasalahan sosial yang dapat diteliti.

Penelitian sosial yang hendak mengangkat topik ini biasanya dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Sebab, yang diperlukan adalah penggambaran melalui narasi, kata, gambar, dan dokumentasi lainnya untuk menjelaskan dampak apa saja yang dirasakan oleh warga terdampak pencemaran sungai tersebut.

Tambahan Referensi

Untuk kamu yang hendak mendalami metode penelitian sosial, sebaiknya membaca dari sumber primer, tidak lain adalah buku-buku yang membahas metode penelitian. Dalam tulisan ini, saya mengacu pada buku Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif-nya W. Lawrence Neumann. Atau dalam versi aslinya dalam Bahasa Inggris berjudul Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches.

Kamu bisa membeli buku yang telah dialihbahasakan dalam Bahasa Indonesia ini di berbagai toko online. Di Shopee misalnya, kamu bisa mendapatkan buku ini mulai harga lima puluh ribu rupiah hingga kisaran seratus lima puluh ribu rupiah.

Selain Neumann, kamu juga bisa mempelajari metode penelitian sosial melalui buku-buku ini:

  • 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  • Suyanto, Bagong. 2005. Metode Penelitian Sosial, Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media
  • Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial, Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: Erlangga
  • Soehartono, Irawan. 2004. Metode Penelitian Sosial, Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  • Bungin, Burhan. 2005. Metode Penelitian Sosial: Format Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Prenada Media
  • Simanjuntak, Antonius Bungaran dan Sosrodiharjo, Soejidto. 2009. Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
  • Ruane, Janet M. 2013. Dasar-Dasar Metode Penelitian: Panduan Riset Ilmu Sosial. Bandung: Nusa Media
  • Kuswana, Dadang dan Saebani, Beni Ahmad. 2011. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Pustaka Setia
  • Champion, Dean J. & Black, James A. 1992. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung: Eresco
  • Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama
  • Karsadi & Riyanto. 2018. Metode Penelitian Sosial, Antara Teori dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  • Usman, Husaini & Akbar, Purnomo Setiady. Jakarta: Bumi Aksara
  • Poulus, Sugiono & Rusdin. 2018. Metodologi Penelitian Sosial, Suatu Pendekatan Teori dan Praktis. Bandung: Alfabeta

Selain beberapa referensi di atas, tentu masih banyak sekali buku yang mengupas tuntas mengenai metode penelitian sosial. Buku apa yang perlu kamu baca untuk mempelajari metode penelitian sosial yang sesuai dengan kebutuhan skripsi dan penelitian tertentu, juga perlu kamu sesuaikan dengan program studi, jurusan, fakultas, bahkan universitas di mana kamu melakukan studi.

Sebab, bisa jadi rujukan yang digunakan untuk setiap program studi atau jurusan berbeda meskipun berada di rumpun ilmu yang sama. Jika gaya penulisan karya ilmiahnya saja bisa berbeda, tentu rujukan metode penelitian yang digunakan pun bisa saja berbeda. Oleh karena itu, sangat disarankan, jika kamu hendak mendalami metode penelitian sosial untuk mengerjakan skripsi atau tugas akhir kuliah, sesuaikan dahulu dengan program studi dan jurusanmu.

Baca juga: Metode Penelitian Kuantitatif

Kamu bisa terlebih dahulu membaca tugas akhir atau skripsi milik kakak tingkatmu yang biasanya tersedia di perpustakaan kampusmu. Atau di repository online milik kampusmu. Hari ini, kamu bisa mengakses semua kebutuhan pembelajaranmu secara online. Google dengan segala data yang tersingkronisasi di dalamnya, telah menyediakan semua kebutuhan informasi untuk kita semua.

Baca juga: Contoh Penelitian Kualitatif

Nah baiklah, sampai sini dulu perkenalan kita dengan Metode Penelitian Sosial ya. Semoga tulisan ini membantu kamu dalam mempelajari dasar-dasar dari metode penelitian sosial. Tulisan ini memang bukan dimaksudkan untuk membahas metode penelitian sosial secara mendalam hingga tuntas, sebab untuk melakukannya tentu saja diperlukan tulisan yang sangat panjang dan berbab-bab, mengingat bahkan ada berbagai buku khusus untuk mengulas tuntas metode penelitian sosial. Untuk itu, jika kamu tertarik mendalami metode penelitian sosial dan mendalaminya hingga tuntas, sebaiknya kamu membaca dari sumber primer sehingga pemahamanmu mengenai metode penelitian menjadi utuh dan komprehensif.


Referensi:

Neuman, W. L. 2019. Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: Indeks

Artikel Terbaru

Tiars

Tiars

Seorang content writer yang suka menulis topik wisata, pendidikan dan kesetaraan sekaligus mahasiswi Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial di Universitas Jember. Jurusan Ilmu Kesos ini berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Ilmu Kesejahteraan Sosial merupakan ilmu terapan dimana mahasiswa akan belajar bagaimana meningkatkan keberfungsian sosial seseorang dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Email: tiar.s998@gmail.com

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *