Home Komunikasi 5 Cara Mendapatkan Sumber Berita Yang Valid

5 Cara Mendapatkan Sumber Berita Yang Valid

Seberapa penting kehadiran berita bagi masyarakat Indonesia saat ini? Penting atau tidaknya berita tersebut tergantung pada sumber beritanya. Se-viral apapun sebuah berita jika sumber beritanya tidak diketahui, kebenaran berita tersebut akan dipertanyakan.

Bagi dunia jurnalistik, berita merupakan jantung dari jurnalistik itu sendiri. Oleh karenanya, aktualisasi dan hubungan terhadap sumber berita harus dijaga dengan baik.

Lalu, dimanakah sumber berita itu bisa didapatkan?

Pertanyaan ini akan muncul begitu kamu atau para jurnalis sedang giat-giatnya berburu berita. Khawatir sih pasti karena kamu harus bisa mempertanggung jawabkan berita yang kamu berikan.

Apabila kamu jujur dalam menyampaikan berita, kamu akan dengan mudahnya mendapatkan sumber berita yang nantinya bisa dipertanggung jawabkan. Lima tips mendapatkan sumber berita berikut ini sedikitnya bisa mengobati rasa kekhawatiranmu.

1. Observasi

Observasi
Sumber: helmantaofani.com

Langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah melakukan observasi. Bertindak langsung dengan terjun ke lapangan dinilai adalah langkah yang terbaik untuk mendapatkan sumber berita.

Mendapatkan sumber berita melalui observasi terkait dengan mengumpulkan fakta. Apapun kejadian di lapangan berdasarkan pengamatan dirumuskan dalam gambaran yang benar. Observasi juga dapat disamakan dengan melaporkan/ report peristiwa secara langsung.

Sebagai contohnya adalah bencana gunung meletus. Kamu selaku jurnalis yang baik harus mampu menggambarkan secara rinci tentang kejadian dengan melawangkan rumusan 5W + 1H.

Apakah hanya sampai di situ saja?

Untuk memperkokoh data, kamu harus melakukan pre-event atau menelisik data tersebut. Setelah itu, kamu harus melakukan cover both side atau pelibatan pihak lainnya. Apablia semua hal tersebut sudah dilakukan dan datanya telah terkumpul, himpunlah seluruhnya atau lakukan verifikasi (cover all side)

2. Beat

Apa yang terbayangkan bila kamu mendengar kata “beat” di bidang jurnalistik? Jangan sampai kamu berpikiran bahwa “beat” memiliki keterkaitan dengan merek kendaraan. “beat” mempunyai arti pengelompokkan jurnalis untuk menulis serta melaporkan berita pada bidang tertentu.

Baca juga: Mengenal Teknik Peliputan Investigasi

Singkatnya, kamu akan menangani niche berita yang benar-benar ditangani olehmu. Ini memudahkan, bukan?

3. Narasumber

Tips mendapatkan sumber berita selanjutnya adalah dengan menemukan narasumber. Ini dibilang sebagai cara yang ampuh karena langsung berhubungan dengan pemilik informasi.

Apakah narasumber merupakan perorangan atau kelompok yang memiliki kumpulan sumber terpercaya?

Tidak hanya berkutat pada sumber perorangan atau makhluk hidup, Narasumber bisa saja berupa penampakan benda seperti buku, hasil pencarian di internet, kumpulan gambar, dan lain sebagainya. Kamu harus memastikan bahwa narasumber yang kamu kutip bisa dipertanggung jawabkan dan memilii kredibilitas yang tinggi.

Catatan kecil (lagi) yang harus kamu perhatikan adalah memastikan bahwa kamu tidak akan membawa masalah jika mencantumkan nama sang empunya sumber berita tersebut.

Interview
Sumber: gawkerassets.com

4. Wawancara

Apakah wawancara dan narasumber bisa dikatakan sama? Sayangnya, wawancara tidak berlangsung tanpa kehadiran “human resources”. Ya, wawancara berlangsung bersama sumber nyata yang benar-benar memiliki pengalaman terkait.

Kamu dapat menerapkan prinsip wawancara berikut ini agar proses wawancaramu bersama narasumber dianggap benar dan dapat dipergunakan sebagai sumber berita.

  • Wawancara melibatkan dua pihak dimana nantinya akan berlangsung pertukaran informasi.
  • Pelaku wawancara hanya bertugas untuk menggali informasi semata tanpa “mengalahkan” narasumber.
  • Menyampaikan informasi secara benar tanpa berpihak kepada siapapun.

Jangan lupa untuk selalu berpegang teguh kepada prinsip wawancara di atas. Selagi tidak adanya pertentangan, kamu bebas menanyakan hal apa saja dengan menghindari unsur SARA.

Dokumen publik
Sumber: livechatagent.com

5. Dokumen Publik

Setelah menguasai keempat tips mendapatkan sumber berita di atas, kamu bisa melangkah ke poin selanjutnya. Dokumen publik merupakan cara terakhir yang dapat digunakan untuk menghimpun berita.

Sesuai dengan namanya, dokumen publik berisi segenap informasi yang bisa dikonsumsi publik secara bebas.
Kamu bisa menemukan dokumen publik di perpustakaan pemerintah atau lembaga yang menangani keberadaan dokumen publik tersebut.

Baca juga: Prinsip Dasar Penulisan Jurnalistik

Itulah lima tips mendapatkan sumber berita yang bisa diaplikasikan. Catatan pentingnya adalah jadilah penyaji berita yang baik dengan mengutamakan sumber berita yang jelas. Jangan sampai jika kamu hanya mengejar ke-viral-an sebuah berita tanpa mempertimbangkan dari mana berita tersebut berasal.

Referensi:
https://blog.ub.ac.id/deapristotia/2013/03/12/dokumen-publik-dan-dokumen-semi-publik-tugas-organisasi-informasi/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

10 Suku di Maluku Serta Penjelasannya

Maluku adalah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku. Alam Maluku masih sangat indah, banyak objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai,...

10 Contoh Cerpen Cinta Dengan Berbagai Pesan

Cerpen cinta memiliki tema yang sering diangkat dalam dunia kepenulisan. Cerpen cinta biasanya mengungkapkan perasaan, cinta, kasih sayang, dan juga penderitaan yang telah dialami. Berikut...

13 Suku di Pulau Sulawesi Serta Penjelasannya

Sulawesi menjadi pulau besar di Indonesia yang bentuknya begitu unik. Seolah seperti huruf "K", dan di dekatnya bertebaran pulau - pulau kecil. Selain keunikan...

12 Suku di Pulau Kalimantan Serta Penjelasannya

Kalimantan salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia. Sebagian wilayahnya juga ditempati oleh negara lain, yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam. Yang mana kedua...

Mengenal Apa Itu Jurusan Ilmu Sejarah

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!” Kalimat ini pasti sering kamu dengar di berbagai media kan? Yup, kalimat ini adalah ucapan Presiden Soekarno pada pidato kepresidenan pada...