Home Penghasilan Bisnis Cara Membuat Business Plan

Cara Membuat Business Plan

Setiap bisnis perlu memiliki business plan atau rencana bisnis tertulis. Hal tersebut berfungsi sebagai arahan serta menarik investor. Rencana bisnis sangat penting untuk keberhasilan sebuah bisnis. Tetapi, bagaimana cara menulis business plan yang benar? Menulis business plan sebenarnya tidaklah rumit. Dalam artikel ini, terdapat panduan langkah demi langkah yang akan menunjukkan cara menulis business plan dengan benar dan mudah sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Mengenal Business Plan

Sebelum kita beranjak kepada panduan cara menulis rencana bisnis, pertama-tama kita harus mencari tahu terlebih dulu apa rencana bisnis itu. Kemudian, kita dapat membahas dasar-dasar cara menulis rencana bisnis setelahnya. Business plan atau rencana bisnis adalah gambaran tertulis tentang masa depan sebuah bisnis serta dokumen yang memberi gambaran yang akan dilakukan dan bagaimana cara untuk melakukannya.

Rencana tersebut dapat menunjukkan bagaimana bisnis akan mendapatkan apa dengan cara apa. Rencana sangat penting untuk kesuksesan sebuah bisnis. 70% perusahaan bisnis gagal dan kegagalan adalah realitas. Penyebab utamanya adalah kurangnya perencanaan. Entah apakah itu penelitian pasar yang tidak mencukupi, perencanaan keuangan, dan manajemen. Semua kesalahan ini bermuara pada kurangnya perencanaan sejak awal.

Business plan atau rencana bisnis di banyak perusahaan adalah dokumen yang berisikan setiap detail penting. Detail ini mencakup informasi berikut: apa yang akan dijual atau dihasilkan, struktur bisnis, visi tentang cara menjual produk, berapa banyak dana yang dibutuhkan, informasi tentang proyeksi keuangan, dan perincian lainnya. Rencana bisnis harus dapat menjelaskannya dengan cara yang jelas, ringkas, strategis, dan realistis. Tulislah dalam bahasa yang mudah dibaca dan dipahami.

Seorang individu atau sekelompok individu yang memulai bisnis bertanggung jawab untuk menulis business plan atau rencana bisnis. Penting untuk diingat bahwa ini bukan dokumen untuk penggunaan internal saja. Sebaliknya, ini merupakan dokumen promosi yang akan terus mengalami pembaruan dan perubahan, yang dapat diperlihatkan kepada pihak eksternal (investor, pelanggan, dll.).

Sumber: https://ashtonmortgages.ca/

Aturan Menulis Business Plan yang Mudah

Sebelum mulai dengan rencana bisnis, mari bicara tentang beberapa “aturan” yang harus dipatuhi agar membuat seluruh proses perencanaan bisnis lebih mudah. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan rencana bisnis sesegera mungkin sehingga dapat fokus membangun bisnis setelahnya. Berikut adalah aturan yang dimaksud:

1. Buat Tetap Singkat

Rencana bisnis harus singkat dan ringkas. Alasan untuk itu ada dua. Pertama, kita ingin rencana bisnis dibaca dengan mudah (dan tidak ada yang akan membaca rencana bisnis 100 halaman atau bahkan 40 halaman). Kedua, rencana bisnis harus menjadi alat yang digunakan untuk menjalankan dan menumbuhkan bisnis kedepannya, sesuatu yang akan terus digunakan dan disempurnakan dari waktu ke waktu. Rencana bisnis yang terlalu panjang akan sulit jika direvisi.

2. Kenali Target Audiens

Mengenali target audiens sangat penting, agar rencana bisnis ditulis sesuai dengan bahasa yang akan dipahami oleh audiens. Akan berbeda jika target audiensnya adalah investor dan ilmuwan. Selain bahasa, konten yang ditulisnya pun akan ikut berbeda.

3. Jangan Terintimidasi

Tahukah bahwa sebagian besar pemilik bisnis dan wirausahawan bukan ahli bisnis? Rata-rata mereka tidak memiliki gelar MBA atau akuntansi. Mereka belajar sambil berjalan menumbuhkan bisnis mereka. Menulis rencana bisnis mungkin terlihat seperti rintangan besar, tetapi kenyataannya tidak harus begitu. Untuk itu, mulailah menulis karena kita yang lebih paham akan bisnis yang kita miliki. Jangan terlalu memusingkan penulisan secara berlebihan.

Baca juga: Mengenal Manajemen Risiko Bisnis

Cara Membuat Business Plan

Sumber: https://squarespace.com/

Mungkin kita lebih menyukai format rencana bisnis ‘tradisional’ jika kita sangat berorientasi pada detail, ingin rencana yang komprehensif, atau berencana untuk meminta pembiayaan dari sumber-sumber tradisional. Ketika akan menulis rencana bisnis, kita tidak harus mengikuti garis besar rencana bisnis yang tepat. Alih-alih, gunakan bagian yang paling masuk akal untuk bisnis dan kebutuhan kita. Menurut SBA.gov, rencana bisnis tradisional menggunakan beberapa kombinasi dari sembilan bagian ini:

1. Executive Summary (Ringkasan Eksekutif)

Beri tahu pembaca secara singkat mengenai bisnis kita dan mengapa bisnis tersebut akan berhasil. Sertakan pernyataan visi misi, produk atau layanan, dan informasi dasar tentang tim kepemimpinan, karyawan, dan lokasi perusahaan, informasi keuangan dan rencana pertumbuhan tingkat tinggi.

2. Company Description (Deskripsi Perusahaan)

Gunakan deskripsi perusahaan untuk memberikan informasi terperinci tentang perusahaan. Perincikan tentang masalah yang diselesaikan bisnis. Spesifik, dan sertakan siapa konsumen, organisasi, atau bisnis yang akan dilayani oleh perusahaan. Jelaskan apa saja keunggulan bisnis yang membuat sukses.

3. Market Analysis (Analisis Pasar)

Kita akan membutuhkan pemahaman yang baik tentang prospek industri dan target pasar. Dalam riset pasar, penelitian kompetitif akan menunjukkan kepada Anda apa yang dilakukan bisnis lain dan apa kekuatan mereka.

4. Organization And Management (Organisasi dan Manajemen)

Beri tahu pembaca bagaimana perusahaan akan disusun dan siapa saja yang akan menjalankannya. Jelaskan struktur hukum bisnis dan apa jenis entitas bisnis yang akan dijalankan.

5. Service or Product (Jasa dan Produk)

Jelaskan produk apa yang dijual atau jasa apa yang ditawarkan. Jelaskan bagaimana manfaatnya bagi pelanggan dan seperti apa siklus hidup produk tersebut. Sertakan pula rencana untuk pengajuan hak cipta atau paten. Jika akan melakukan penelitian dan pengembangan untuk jasa atau produk, jelaskan pula secara detail.

6. Marketing and Sales (Pemasaran dan Penjualan)

Tujuan penulisan di bagian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana perusahaan akan menarik dan mempertahankan pelanggan. Jelaskan pula bagaimana penjualan sebenarnya akan terjadi. Hal ini akan berkaitan dengan proyeksi keuangan, jadi pastikan untuk menggambarkan strategi pemasaran dan penjualan secara menyeluruh dan lengkap.

7. Funding Request (Permintaan Pendanaan)

Jika akan meminta pendanaan, ini adalah bagian untuk menjabarkan persyaratan pendanaan. Tujuannya adalah menjelaskan dengan jelas berapa banyak dana yang akan dibutuhkan selama lima tahun ke depan dan untuk apa perusahaan akan menggunakannya.

8. Financial Projections (Proyeksi Keuangan)

Lengkapi permintaan pendanaan dengan penjabaran proyeksi keuangan. Tujuannya adalah meyakinkan pembaca bahwa bisnis ini stabil dan akan sukses secara finansial. Jika bisnis sudah mapan, sertakan laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas selama tiga hingga lima tahun terakhir. Berikan prospek keuangan yang prospektif untuk lima tahun ke depan. Pastikan untuk menjelaskan proyeksi tersebut dengan jelas, dan sesuaikan dengan permintaan pendanaan Anda.

Baca juga: Apa Itu Business Model Canvas?

9. Appendix (Lampiran)

Gunakan lampiran untuk melampirkan dokumen pendukung atau materi lain yang diminta secara khusus, seperti resume, gambar produk, surat referensi, lisensi, izin, atau paten, dokumen hukum, dan lampiran lainnya.


Sumber:
https://www.entrepreneur.com/article/281416
https://articles.bplans.com/how-to-write-a-business-plan/
https://blog.pandadoc.com/write-a-business-plan/
https://www.sba.gov/business-guide/plan-your-business/write-your-business-plan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...

Yuk Ketahui Paradigma Penelitian Kualitatif

Masih banyak dari kita yang kurang mengerti apa itu paradigma. Di beberapa bahan bacaan tingkat lanjut dalam jurnal, dalam karya ilmiah tentu beberapa kali...

Mengenal Apa Itu Jurusan Biologi

Setelah lulus SMA ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi tapi masih bingung ke jurusan apa? Suka dengan dunia Biologi tapi ingin mengetahui gambaran kuliahnya seperti...