Litosfer: Pengertian, Lapisan, dan Manfaat Litosfer

Di bagian bumi mana kamu tinggal? Apakah kamu tinggal di dataran rendah atau dataran tinggi? Ya, sebagian besar makhluk hidup di planet bumi tinggal pada lapisan bumi yang keras dan kaku. lapisan ini disebut kulit bumi atau litosfer.

Lapisan litosfer terletak paling atas biasa disebut kerak bumi. Meskipun begitu, kerak bumi bukanlah materi yang statis tapi bersifat dinamis. Litosfer bukanlah lapisan yang kompak tetapi terpecah-pecah menjadi bagian-bagian lempeng. Lempeng ini dikenal sebagai lempeng samudra dan lempeng benua.

Pengertian Lapisan Litosfer

lapisan bumi
sumber: sites.google.com

Litosfer berasal dari Bahasa Yunani yaitu lithos yang berarti batuan dan sphera yang artinya lapisan. Sehingga litosfer bisa diartikan sebagai lapisan batuan. Lapisan litosfer termasuk terdapat kerak bumi berisi berbagai mineral dan lapisan tanah. Mereka saling berinteraksi dengan lapisan atmosfer dan hidrosfer menghasilkan sistem bumi yang penting untuk unsur kehidupan.

Lapisan litosfer sebagai lapisan kerak bumi paling luar dengan ketebalan rata-rata 70 km. Batuan ini tidak hanya terdiri atas batuan keras saja, namun juga ada tanah liat, abu gunung berapi, dan pasir.

Tebal kulit bumi tidaklah merata. Kulit bumi pada bagian benua lebih tebal dari bagian samudra. Litosfer merupakan lapisan yang tipis, kurang dari 100 km. Kamu bisa mengintrepretasikan litosfer layaknya cangkang telur. Sedangkan di bawah lapisan litosfer terdapat lapisan kental dan panas yang disebut astenosfer diibaratkan putih telurnya.

Baca juga: Siklus Batuan Beserta Penjelasannya

Lapisan Bumi

lapisan litosfer dan bumi
sumber: www.nationalgeographic.org

Berdasarkan penelitian, bumi dibedakan atas tiga lapisan besar yaitu kerak bumi (crush), selimut (mantel), dan inti (core).

1. Kerak Bumi (Crush)

Lapisan kerak bumi merupakan lapisan paling atas yang memiliki ketebalan antara 8-50 km. Ketebalan di setiap tempat berbeda tergantung pada jenis materialnya dan keadaan bentang alamnya. Kerak samudra memiliki ketebalan 10-12 km sedangkan kerak benua memiliki ketebalan lapisan 10-50 km.

2. Astenosfer (Mantel)

Lapisan astenosfer terletak di bawah lapisan kerak bumi yang berfungsi melindungi lapisan litosfer dari panasnya inti bumi. Lapisan ini bersifat sangat kental berisi batuan pijar yang memiliki ketebalan 2.900 km dengan suhu lebih dari tiga ribu derajat celcius.

3. Barisfer (Lapisan Inti Bumi atau Core)

Barisfer yaitu lapisan inti bumi bagian paling dalam. Tersusun atas lapisan Nife (Niccolumatau/nikel dan ferrrumatau/besi). Lapisan barisfer dapat dibedakan atas dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam.

Lapisan inti bumi ada dua yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam( inner core). Tebal inti luar 2.160 km dengan suhu sekitar 3.9000 C. Inti dalam tersusun atas unsur nikel dan besi. Ketebalannya sekitar 2500 km dengan suhu sekitar 4.8000 C. Inti dalam bersifat lebih padat dibandingkan lapisan mantel karena tekanan yang tinggi dari bagian bumi lainnya.

Pembagian Lapisan Litosfer

Lapisan Litosfer dibagi menjadi 2,yakni :

1. Kerak Samudra

Kerak samudra merupakan bagian bumi yang berbentuk padat, tersusun atas lapisan batuan dan terdapat di dasar samudra. Memiliki ketebalan sekitar 10-15 km.

2. Kerak Benua

Kerak Benua atau kontinen merupakan suatu daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. Pengertian Benua menurut KBBI (2020) adalah tanah atau juga daratan yang sangat luas sehingga bagian tengah benua itu tidak akan mendapat pengaruh langsung dari angin laut.

Pada saat ini ada tujuh benua yakni Benua Asia, Benua Afrika, Benua Amerika Utara, Benua Amerika Selatan, Benua Antartika, Benua Eropa dan Benua Australia. Ketebalan lapisan benua merupakan sekitar 50-100 km.

Susunan Litosfer

Susunan litosfer terdiri atas unsur-unsur utama yaitu oksigen (46,6%), silicon (27,7%), aluminium (8,1%), besi (5%), kalsium (3,6%), natrium (2,8%), dan magnesium (2,1%). Unsur-usur itu membentuk satu senyawa yang disebut dengan batuan. Litosfer terdiri atas dua bagian yaitu sebagai berikut:

1. Lapisan Sial

Lapisan sial adalah lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam SiO2 dan Al2O3 (terdiri atas silikon dan aluminium). Susunan litosfer pada lapisan ini terdapat batuan sedimen, granit, andesit, serta jenis-jenis batu metamorf. Lapisan ini disebut juga lapisan kerak yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan rata-rata 35 km. Kerak dibagi menjadi dua bagian, yaitu kerak benua dan kerak samudra.

a. Kerak benua, Benda padat sebagian besar terdiri atas batuan granit bagian atas dan dibawahnya terdapat batuan beku basalt.

b. Kerak samudra, Benda padat yang terdiri atas endapan di laut pada bagian atas, kemudian dibawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun atas batuan baku gabbro dan peridotit.

2. Lapisan Sima

Lapisan sima adalah lapisan kulit bumi yang disusun oleh SiO2 dan MgO (silikon oksida dan magnesium oksida). Lapisan sima ini mempunyai berat jenis lebih besar dari lapisan sial. Lapisan sima menyusun litosfer pada bagian bawah. Lapisan ini sebagian besar tersusun atas batuan yang mengandung besi dan magnesium dan batuan basalt. Lapisan ini bersifat pekat dan elastis dengan ketebalan sekitar 65 km.

Baca juga: Materi Sejarah Pembentukan Bumi

Batuan Penyusun Litosfer

sumber: rtastudio.com

Kerak bumi disusun oleh berbagai macam batuan dan mineral. Berdasarkan penelitian, terdapat lebih dari 3.500 jenis mineral. Mineral dapat dibedakan berdasarkan struktur kristal, warna, goresan, kekerasan, transparansi, dan penampilannya. Persebaran batuan dan mineral tidaklah merata di permukaan bumi. Ada wilayah yang persediaannya melimpah dan ada juga wilayah yang kurang.

Litosfer ini tersusun atas tiga jenis batuan utama yang bahan dasarnya merupakan suatu lava yang membeku. Berikut ini batuan penyusun litosfer:

Batuan Beku (Igneous Rock)

Batuan beku berasal dari bahasa latin yang artinya api (fire). Batuan beku terbentuk akibat pembekuan cairan magma baik secara intrusi (di dalam umi) maupun ekstrusi (mampu mencapai permukaan bumi) sehingga mengalami pembekuan. Magma panas yang bergerak dari dalam bumi ke permukaan melalui pipa magma gunung api, karena suhunya rendah sehingga akan membeku. Batuan penyusun litosfer ini banyak ditemukan di daerah gunung berapi atau bekas gunung api purba.

Contoh batuan: batu apung, batu granit, batu andesit, dan batu gabro.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen atau endapan terbentuk karena proses pengendapan material batuan. Batuan sedimen ini adalah penyusun batuan litosfer terbanyak di kerak bumi. Terdapat 80% permukaan benua tersusun atas material sedimen dan batuan sedimen. Material batuan endapan terdiri dari berbagai jenis partikel ada yang ringan dan berat.

Contoh batuan sedimen: batu pasir, batu lempung, dan batu konglomerat.

Batuan Metamorf

Penyusun batuan litosfer selanjutnya adalah batuan metamorf. Batuan metamorf diakibatkan oleh proses metamorfosis. Batuan metamorf bisa berasal dari batuan beku atau sedimen. Batuan metamorf terjadi karena proses perubahan akibat adanya tekanan dan temperatur yang tinggi, sehingga mengubah struktur maupun susunan kimia dari batuan asalnya.

Contoh: batu pualam atau marmer, batu sabak, batu bara, dan topas.

Manfaat Litosfer

1. Sebagai Tempat Tinggal Makhluk Hidup

Litosfer bisa dikatakan sebagai pusat dari perkembangan kehidupan sejak bumi sudah bisa dihuni oleh makhluk hidup. Sejak zaman hewan purba, kemudian muncul tumbuhan, sampai perkembangan peradaban manusia, lapisan litosfer adalah tempat utama bagi sebagian makhluk hidup tinggal.

Makhluk hidup melakukan segala aktivitasnya seperti bernafas, mencari makan, berteduh, berkembang biak, mengolah makanan, dan menciptakan kreativitas semuanya dilakukan di litosfer.

2. Sebagai Tempat Dekomposisi

Litosfer memiliki fungsi sebagai tempat untuk membuang sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati dan mendaur ulangnya. Di sini daur ulang sisa makhluk hidup dibantu oleh mikroorganisme tanah dan proses dinamika litosfer sendiri.

Tahukan kamu jika minyak bumi dan batu bara merupakan sisa dari makhluk hidup jaman purba dulu? Sisa-sisa makhluk hidup ini bisa kita jumpai sebagai sumber energi fosil. Batu bara berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terkubur selama berjuta-juta tahun yang lalu. sedangkan minyak bumi berasal dari jasad renik yang terkubur selama jutaan tahun.

3. Sebagai Sumber Bahan Galian Tambang dan Mineral

Tidak hanya batu bara dan minyak bumi, Kandungan perut bumi sangatlah berlimpah. Kaya akan sumber bahan galian tambang dan mineral. untuk dimanfaatkan oleh umat manusia seperti adanya tambang emas, aluminium, tembaga, dan zamrud yang bernilai ekonomis tinggi.

Keberlimpahan barang galian tidak merata di semua lokasi, karena terbentuknya barang tambang ini juga dipengaruhi oleh dinamika litosfer dan dinamika tenaga endogen yang berasal dari dalam bumi. Vulkanisme, suhu, dan tekanan sangat berpengaruhi besar bagi terciptanya berbagai jenis barang galian tambang.

4. Mendukung Proses Kehidupan

Litosfer sebagai wadah untuk perkembangan kehidupan di muka bumi. Di laut, litosfer akan menjadi lempeng samudra yang berguna untuk wadah air laut. Begitupun lempeng benua, lapisan teratas lempeng benua adalah lapisan tanah. Segala aktivitas kehidupan seperti tumbuhan tumbuh dan berkembang, manusia mencari makan, dan hewan saling bersimbiosis semuanya terjadi di lapisan tanah. Tanah juga berfungsi untuk menampung air di dalam tanah ataupun air permukaan melalui danau dan sungai.

5. Sebagai Penyedia Sumber Energi

Litosfer menyediakan sumber energi yang tersimpan dalam perut bumi dalam bentuk energi geothermal. Ini biasanya ditemukan di daerah vulkanis. Selain itu, di dalam perut bumi juga mengandung sumber energi fosil dalam bentuk gas alam, batu bara, dan minyak bumi.

6. Sebagai Tempat Penyimpanan Air Hujan

Tanah memiliki kemampuan menyerap air hujan dan menyimpannya dalam tanah yang biasa disebut air tanah. Air tanah ini akan muncul melalui mata air, sumur galian, ataupun sebagai air artesis. Air hujan kalau tidak disimpan sebagian akan mengakibatkan makhluk hidup kekurangan air karena air permukaan akan cepat menguap.

7. Sebagai Pelindung Dari Inti Bumi yang Panas (Magma)

Dari kerak bumi menuju inti bumi melewati beberapa lapisan bumi. Adanya kerak bumi ini, melindungi kehidupan dari bahaya magma inti bumi. Karena inti bumi ini sangatlah panas.

8. Menyediakan Kebutuhan Manusia

Litosfer bumi sangat cocok untuk ditinggali manusia. Litosfer ini menyediakan segala bahan yang dibutuhkan manusia seperti bahan baku industri, peralatan rumah tangga ataupun bahan bangunan. Tinggal manusia tahu bagaimana memanfaatkannya sebaik mungkin.

Baca juga: Pengetahuan Dasar Pemetaan

Pemahaman Akhir

Ketika tinggal di bagian bumi yang dikenal sebagai daratan, yang sebagian besar termasuk dalam dataran rendah. Sebagian besar makhluk hidup, termasuk manusia, tinggal pada lapisan keras dan kaku di atas bumi yang disebut litosfer.

Litosfer adalah lapisan batuan yang terletak di paling atas bumi dan merupakan bagian dari kerak bumi. Meskipun dinamis, litosfer terpecah-pecah menjadi bagian-bagian lempeng yang dikenal sebagai lempeng samudra dan lempeng benua.

Kerak bumi merupakan bagian atas litosfer yang memiliki ketebalan bervariasi antara 8-50 km. Ada dua jenis kerak bumi, yaitu kerak samudra yang lebih tipis (10-12 km) dan kerak benua yang lebih tebal (10-50 km).

Litosfer memiliki peran penting dalam ekosistem bumi. Ini adalah tempat tinggal bagi sebagian besar makhluk hidup, termasuk manusia, dan mendukung berbagai aktivitas kehidupan seperti bernafas, mencari makan, dan berkembang biak. Selain itu, litosfer menyediakan berbagai sumber daya alam seperti bahan tambang, mineral, dan sumber energi geothermal. Litosfer juga berperan dalam menyimpan air hujan sebagai air tanah dan melindungi dari bahaya magma inti bumi yang panas.

Dalam pembelajaran geografi, pemahaman tentang litosfer adalah penting karena lapisan ini merupakan bagian yang vital dalam menyokong kehidupan dan menyediakan berbagai sumber daya alam yang dibutuhkan oleh manusia.

Bagaimana dengan penjelasan di atas? Semoga bisa membantu kamu untuk lebih mudah memahami materi litosfer ya.


Sumber:

Gatot Harmanto. (2016). Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Penerbit Yrama Widya.

Zuhdi, Muhammad. (2019). Buku Ajar Pengantar Geologi. Duta Pengantar Ilmu: Lombok

Artikel Terbaru

Avatar photo

Anava

Seseorang yang menyukai pengetahuan dengan moto hidup ingin bertumbuh bersama lingkungan sekitar. Dia sekarang seorang pendidik, pengajar, dan pembelajar yang sudah lebih dari 8 tahun di bidang pendidikan. Mata Pelajaran Geografi dan Biologi sedang selami saat ini.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *