Konsep Dasar Sosiologi

Pernahkah kamu mendengar bahwa manusia adalah makhluk sosial? Yang berarti bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri? Manusia hidup dengan cara bermasyarakat, berhubungan individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

Mengapa hal tersebut terjadi? Ada banyak pertanyaan dan jawaban yang bisa menjelaskan fenomena-fenomena sosial, meliputi hubungan antar manusia dan perilaku sosial budaya yang ada di masyarakat. Maka dari itulah lahir sosiologi.

Sosiologi menjadi salah satu ilmu sosial yang usianya paling muda di antara ilmu sosial lainnya, yang meliputi ekonomi, sejarah, geografi, dan lain sebagainya. Ditemukan oleh tokoh yang kemudian disebut sebagai bapak Sosiologi, ilmu sosial satu ini ditemukan oleh Auguste Comte. Sebenarnya dalam sosiologi membahas apa saja? Untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasan di bawah ini ya.

Pengertian

Berasal dari bahasa Latin, sosiologi berasal dari kata socius yang berarti sosial atau kawan dan logos yang artinya ilmu. Secara sederhana, sosiologi berarti ilmu yang mempelajari hubungan yang ada dalam masyarakat. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat terlebih dahulu pengertian sosiologi menurut para ahli dari tabel berikut.

No.Tokoh / AhliPengertian Sosiologi
1.Auguste ComteSosisologi baginya adalah ratu ilmu-ilmu sosial. Menurutnya, sosiologi adalah studi tentang statika sosial dan dinamika sosial. Statika mewakili stabilitas dan dinamika mewakili perubahan.
2.Max WeberSosiologi mempelajari tindakan-tindakan sosial. Masyarakat adalah produk dari tindakan individu-individu yang berbuat dalam kerangka fungsi nilai, motif, dan kalkulasi rasional. Dengan kata lain, bagi Weber, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami dengan cara melakukan interpretasi atas tindakan sosial.
3.Pitirim A. SorokinSosiologi merupakan ilmu yang mempelajari:

a. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial.

b. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial.

c. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial.

4.Emile DurkheimSosiologi merupakan ilmu yang mempelajari fakta sosial, yang meliputi cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
5.George SimmelSosiologi sebagai ilmu yang khusus dan independen yang mencakup permasalahan konsepsi masyarakat dan individu.
6.Mayor PolakSosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni hubungan antara manusia dan manusia, manusia dan kelompok, serta kelompok dan kelompok, baik formal maupun material, statis maupun dinamis.
7.Kenneth C. W. Kammeyer dan kawan-kawanSosiologi merupakan studi sistematis tentang perilaku sosial individu, karya-karya kelompok sosial, organisasi, kebudayaan, masyarakat, pengaruh kelompok sosial, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat atas perilaku individu dan kelompok.
8.Anthony GiddensSosiologi merupakan studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok, dan masyarakat. Menurutnya, ilmu ini sangat memesona dan menarik, karena subjeknya adalah perilaku manusia sendiri sebagai makhluk sosial.
9.Herbert SpencerSosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat.
10.William F. Ogburn dan Meyer F. NimkoffSosiologi adalah ilmu tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya adalah organisasi sosial.
11.Soerjono SoekantoSosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat.
12.Selo Soemarjan dan Soelaiman SoemardiSosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Melalui pengertian sosiologi dari dua belas ahli atau tokoh tersebut, pengertian sosiologi dapat disimpulkan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang ada di dalam masyarakat. Hal-hal tersebut meliputi individu, masyarakat, kelompok sosial, komunitas, dan lain sebagainya yang akan dijelaskan di bawah ini. Mereka disebut sebagai konsep dasar sosiologi.

Baca juga: Perubahan Sosial Budaya

Konsep Dasar Sosiologi

Konsep dasar sosiologi merupakan sebutan untuk keseluruhan unsur-unsur pokok dalam dunia sosial. Konsep dasar sosiologi meliputi istilah ilmiah yang sering kali muncul dalam pembahasan sosiologi.

  1. Individu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, individu adalah orang seorang, pribadi orang (terpisah dari orang lain. Secara umum, individu merupakan satu organisme tunggal yang hidupnya itu berdiri sendiri dan secara fisiologis bersifat bebas, serta tidak memiliki hubungan organik dengan sesamanya.

Dalam masyarakat, unsur pertama dan paling dasar sekaligus paling kecil adalah individu. Individu tidak bisa diurai lagi menjadi suatu bagian yang lebih kecil dalam sosiologi.

Dalam bahasa Yunani, individu berasal dari kata individum yang artinya ‘tidak dapat dibagi lagi’. Sementara menurut Soerjono Soekanto, individu adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang dilengkapi kelengkapan hidup yang bmeliputi raga, ras, dan lain sebagainya. Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.

  1. Masyarakat

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, masyarakat didefinisikan sebagai sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Meskipun begitu, pengertian masyarakat dalam sosiologi agak berbeda. Berikut adalah pengertian masyarakat dalam konsep dasar sosiologi menurut para ahli:

  • Selo Soemarjan memberikan definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
  • Ralph Linton mendefinisikan masyarakat sebagai setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskannya dengan jelas.
  • Mac Iver dan Page menyebutkan masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia.
  • Gillin dan Gillin sendiri menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat berkelanjutan dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Dari empat definisi para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekumpulan individu yang hidup bersama dan saling berinteraksi dalam waktu yang cukup lama, baik antara individu dan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok, dengan adanya kesadaran bahwa mereka adalah satu kesatuan dan bersama menciptakan suatu kebudayaan. Sosiologi kemudian mempelajari hal-hal dalam masyarakat tersebut.

  1. Kelompok Sosial

Kelompok Sosial
Sumber: Greatedu

Kelompok sosial terdiri dari beberapa orang yang membentuk sebuah himpunan yang saling berhubungan satu sama lain. Secara sosiologis, kelompok adalah setiap kumpulan manusia yang memiliki pola interaksi yang terorganisir dan terjadi secara berulang-ulang. Apabila sekumpulan individu atau manusia berkumpul di suatu tempat, tetapi tanpa aturan dan tidak terjadi secara berulang-ulang, maka sekelompok manusia tersebut bukan termasuk kelompok sosial.

Misalnya, sekelompok orang yang turut membantu penyelamatan orang kecelakaan dan kumpulan manusia yang menyaksikan kejadian tersebut. Mereka bukanlah kelompok sosial, melainkan hanya kerumunan. Karena di antara mereka tidak ada aturan dan terjadi hanya satu kali itu, karena kecelakaan hanya terjadi saat itu saja.

Contoh kelompok sosial, misalnya remaja karang taruna RT 05. Dikatakan sebagai kelompok sosial sebab mereka mengatur jadwal ronda malam, mengurus adanya kegiatan rutin RT 05, dan juga terlibat dalam agenda rapat karang taruna bulanan.

  1. Komunitas

Pastinya kamu kerap kali mendengar kata komunitas, entah itu komunitas sepeda atau komunitas online seperti Komunitas Pencinta Kucing Solo atau KOPEKUSO di Facebook. Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI mendefinisikan komunitas atau community sebagai kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan selain berinteraksi di dalam suatu daerah tertentu.

Sementara dalam sosiologi, komunitas merupakan satuan sosial yang dasari oleh lokalitas, mempunyai ikatan solidaritas yang kuat antar anggota sebagai hasil dari kesamaan tempat tinggal, memiliki perasaan membutuhkan satu sama lain, serta keyakinan tanah di mana tempat mereka tinggal memberikan kehidupan pada mereka (community sentiment). Unsur-unsur sentimen komunitas meliputi unsur perasaan, unsur sepenanggungan, dan unsur memerlukan. Contoh lain komunitas misalnya saja para mahasiswa dari Cepu yang sama-sama menuntut ilmu di Kota Solo.

  1. Interaksi Sosial

Menjadi salah satu dari hal yang mendasari sosiologi, interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang di dalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok, maupun individu dengan kelompok. Ada berbagai faktor yang mendasari proses interaksi di masyarakat, seperti faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi.

No.FaktorPengertianContoh
1.ImitasiProses meniru orang lain, baik sikap, tingkah laku, maupun penampilan fisik. Baik yang bersifat positif maupun negatif. Bisa sesuai dengan nilai dan norma, atau bisa juga menyimpang.Anak-anak kecil meniru adegan-adegan yang mereka lihat di televisi, misalnya adegan mengucap salam hingga adegan berkelahi dan membuat geng.
2.SugestiPandangan atau suatu sikap dari seseorang yang kemudian diterima oleh pihak lain.Seorang ustaz yang menyebarkan ceramah-ceramah tentang kebaikan, kemudian dianut oleh para ulama karena diyakini bisa mendatangkan rezeki, berkah, hingga pahala.
3.IdentifikasiKecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan suatu pihak, umumnya pihak yang diidolakan.Eny sang\at mengagumi ibunya yang lemah lembut dan keibuan, serta berharap bisa seperti sang ibu. Karenanya, ia mulai mengikuti gaya bicara dan gerak gerik ibunya tersebut.
4.SimpatiSuatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain, sehingga ingin mengerti pihak lain agar bisa semakin memahaminya. Bisa juga perasaan peduli akan suatu pihak.Saat membaca berita tentang pelecehan dan pemerkosaan, Rani turut merasakan kemarahan, kesedihan, dan ketakutan saat membayangkan dirinya di posisi korban.
5.EmpatiHampir sama dengan simpati. Bedanya, pada empati, seseorang benar-benar merasakan perasaan pihak lain dan melakukan suatu tindakan karenanya.Karena bersimpati dengan para korban pelecehan dan pemerkosaan, Rani bergabung dalam komunitas yang menyediakan bantuan atau support terhadap korban pelecehan. Ia juga turut bersuara dalam acara tahunan Women’s March di jalanan.
6.MotivasiMirip dengan sugesti. Akan tetapi motivasi lebih bersifat rasional dan tidak langsung diterima oleh suatu pihak.Seorang guru memuji siswanya yang mendapatkan nilai baik agar terus ditingkatkan dan menjadi juara kelas.

 

  1. Perubahan Sosial

Masyarakat tidak statis, melainkan dinamis, yang artinya masyarakat selalu berubah seiring berjalannya waktu, menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Zaman berubah, manusia ikut berubah, kemudian masyarakat juga turut bergerak untuk berubah. Hal tersebut yang disebut perubahan sosial. Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi di dalam struktur dan fungsi masyarakat. Sendirinya, perubahan sosial memiliki beberapa teori yang digunakan untuk menjelaskan proses perubahan itu sendiri, antara lain teori evolusi, teori konflik, teori fungsionalis, dan teori siklus.

Baca juga: Norma Hukum: Pengertian, Sumber, Ciri dan Contoh

  1. Peran dan Status Sosial

Status sosial bisa berupa kedudukan, pangkat, peringkat, atau posisi seseorang dalam masyarakat atau suatu kelompok sosial tertentu. Status sosial mengandung hak dan kewajiban dan sangat erat kaitannya dengan peran seseorang dalam masyarakat. Peran sosial sendiri merupakan tingkah laku yang diharapkan muncul atau ditemukan dalam diri seseorang yang memiliki status sosial tertentu.

Contoh kedua hal tersebut misalnya saja seseorang memiliki status sebagai polisi. Masyarakat mengharapkan polisi untuk mampu memberikan keamanan, ketenteraman, sekaligus mengayomi masyarakat karena itu merupakan peran sekaligus fungsi dari polisi.

Status sosial itu sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ascribed status, achieved status, dan assigned status. Yang membedakan ketiga status tersebut adalah cara mendapatkannya.

StatusAscribedAchievedAssigned
Cara MendapatkanTersemat sendiri secara alami sejak lahir. Bisa juga dikarenakan faktor keturunanDiperoleh dengan perjuangan dan usaha, serta merupakan status yang didapatkan secara sengaja.Didapatkan dengan usaha dan perjuangan, sama seperti achieved status. Akan tetapi, status satu ini diberikan oleh masyarakat, umumnya sebagai tanda penghargaan atau kehormatan.
ContohLahir sebagai perempuan. Lahir dari keluarga yang kaya.Untuk meraih cita-cita menjadi dokter, seseorang diharuskan menjalani kuliah kedokteran, magang, dan lain sebagainya.Masyarakat menyebut seseorang sebagai pahlawan karena mengakui perjuangan dan jasa yang diberikan oleh orang tersebut.

 

  1. Nilai dan Norma

Nilai sosial dapat diartikan sebagai suatu konsep abstrak tentang segala sesuatu yang baik dan ideal, yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, serta dijadikan sebagai dasar atau landasan untuk menentukan mana yang benar dan salah. Nilai sosial memeliki ciri-ciri:

  • Tercipta dari proses interaksi antarmanusia secara intensif.
  • Disosialisasikan atau diwariskan dari generasi satu ke generasi lain.
  • Berbeda-beda tiap kelompok manusia.

Sedangkan norma sosial dibuat agar nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat dapat dipatuhi dan dijalankan, serta memiliki alat penegak dan sanksi sendiri. Norma sosial dapat dikatakan sebagai aturan-aturan yang memiliki sanksi untuk memastikan nilai dalam suatu masyarakat dianut dengan baik.

  1. Struktur Sosial

Struktur sosial adalah jalinan antara unsur-unsur yang pokok, yaitu kaidah atau norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok, serta lapisan-lapisan sosial yang ada dalam masyarakat yang kesemuanya membentuk suatu struktur.

  1. Masyarakat sebagai Sistem Sosial

Sistem merupakan bagian-bagian yang saling berhubungan satu dengan yang lain, sementara sistem sosial adalah suatu sistem yang terdiri dari tindakan-tindakan sosial yang dilakukan individu-individu sebagai anggota masyarakat yang saling berinteraksi satu sama lain, sehingga terwujud suatu keharmonisan.

Masyarakat itu sendiri adalah sekelompok manusia yang hidup bersama, melakukan interaksi dalam waktu yang cukup lama dan memiliki kesadaran bahwa mereka adalah sebuah kesatuan yang mampu menciptakan suatu kebudayaan. Seorang tokoh sosiologi modern merumuskan masyarakat sebagai suatu sistem sosial yang swasembada (self-subsistem), melebihi masa hidup individu normal, merekrut anggota secara reproduksi biologis, serta melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Melalui pengertian tersebut, masyarakat kemudian dikatakan sebagai suatu sistem sosial karena mengandung unsur-unsur yang saling terkait dan berhubungan, serta merupakan satu kesatuan yang utuh. Individu-individu di dalam masyarakat tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain.

  1. Kebudayaan sebagai Hasil Karya Manusia

Kebudayaan sebagai Hasil Karya Manusia
Sumber: Sahabatnesia

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kebudayaan adalah produk dari masyarakat. Kebudayaan masyarakat satu berbeda dengan masyarakat lainnya. Bahkan mungkin bisa dianggap aneh, misalnya saja budaya cium tangan masyarakat Indonesia akan dianggap aneh oleh orang-orang dari Eropa. Contoh lainnya, budaya carok di Madura akan dianggap sadis dan keterlaluan oleh orang-orang Jawa.

Kebudayaan itu sendiri secara sederhana diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa kebudayaan adalah sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sementara itu, C. Kluckhon menyebutkan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang biasa disebut cultural universals, yang meliputi:

  • Peralatan dan perlengkapan hidup manusia. Terdiri dari alat-alat produksi, senjata, wadah, alat untuk menyalakan api, pakaian, perubahan, dan lain sebagainya.
  • Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi. Misalnya peternakan, pertanian, industri, barter yang kemudian berkembang jadi sistem jual beli, dan lain-lain.
  • Sistem kemasyarakatan. Bisa berupa sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sitem perkawinan.
  • Bahasa, baik lisan maupun tertulis.
  • Kesenian. Kesenian berupa gagasan-gagasan, ciptaan, pikiran yang wujudnya dapat berbentuk bena-benda, seperti candi, tarian, kain tenun, dan lain-lain.
  • Sistem pengetahuan. Meliputi teknologi dan kepandaian dalam hal tertentu, misalnya pada daerah pedesaan yang mata pencahariannya bertani memiliki informasi tentang cara dan musim tanam.
  • Sistem kepercayaan (religi). Berisi gagasan-gagasan tentang Tuhan, dewa, roh, serta hal-hal gaib yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata. Termasuk juga upacara-upacara suci dan benda-benda yang dianggap keramat.

Baca juga: Norma Kesopanan: Sumber, Tujuan, Ciri dan Contohnya

Mengulang pertanyaan di awal, apa saja sih yang bisa ditemukan di dalam sosiologi? Paling tidak ada sebelas konsep dasar sosiologi berupa istilah-istilah mendasar yang kerap kali ditemui ketika mempelajari sosiologi. Namun, ilmu satu ini memang mencakup bahasan yang luas, tetapi juga menarik.

Apakah kamu tertarik mempelajarinya lebih lanjut?


Daftar Pustaka:

Budiati, Atik Catur. 2009. Sosiologi Konstektual: Untuk SMA & MA Kelas X. Departemen Pendidikan Nasional.

Elisanti, dkk. 2009. Sosiologi 1: Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suhardi, dkk. 2009. Sosiologi 1: Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Artikel Terbaru

dianaaristina

dianaaristina

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kerap menulis di media online dan merupakan editor di sebuah penerbit buku.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *