Home Komunikasi Kode Etik Jurnalistik yang Perlu Diketahui

Kode Etik Jurnalistik yang Perlu Diketahui

Etika merupakan hal yang terkait dengan kesopanan. Ini menjadi salah satu pedoman dalam pergaulan. Ketika kamu membiarkan dirimu berada dalam kesopanan, itu berarti kamu juga membiarkan orang lain bersikap yang sama sepertimu. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya.

Semakin kamu beretika, semakin orang-orang bersikap sama terhadapmu. Bagaimana dengan etika dalam jurnalisme? Apakah juga diberlakukan hal yang sama?

Di mana saja kamu berada, kamu dituntut untuk menjunjung tinggi etika. Memperhatikan bagaimana kamu bersikap, termasuk dalam dunia jurnalistik.

Terdapat etika jurnalisme menurut kode etik jurnalistik yang harus kamu perhatikan sebelum kamu bertugas. Etika jurnalisme disepakati oleh seluruh wartawan Indonesia.

Jurnalisme Ethic
Sumber: whaleoil.net.nz

Pasal 1

Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Interpretasi:

– Seorang jurnalis atau wartawan harus memberitakan suatu peristiwa yang terjadi sesuai dengan fakta yang ada, tidak mengandung intervensi, paksaan, dan campur tangan pihak lain.

– Berita yang ditulis berdasarkan sumber yang akurat, valid, dan dapat dipercaya.

– Seorang jurnalis harus bekerja dengan hati nurani dan tidak berniat jahat atau merugikan pihak lainnya.

Pasal 2

Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Interpretasi:

– Profesionalitas seorang jurnalis ditunjukkan dengan kepemilikan identitas yang ditunjukkan ketika bertugas.

– Menghormati dan menghargai privasi.

– Menghasilkan berita yang jelas dan menghindari plagiasi.

– Terhindar dari tindakan pidana.

Pasal 3

Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.”

Interpretasi:

– Memastikan informasi yang diterima adalah benar adanya dengan memeriksa dan mengulang kembali pemeriksaan.

– Berimbang berarti bertindak sesuai dengan porsinya.

– Menjunjung tinggi keadilan dan tidak menghakimi orang lain.

Pasal 4

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Interpretasi:

– Wartawan Indonesia diharapkan mampu menjunjung tinggi kejujuran dalam menjalankan tugasnya.

– Bersedia untuk selalu membentengi diri dari bahaya fitnah dan berita yang tidak pantas dipublikasi.

Pasal 5

Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Interpretasi:

– Wartawan Indonesia harus melindungi hak pribadi seseorang termasuktidak menyiarkan identitas korban dalam suatu peristiwa dan lainnya.

– Kategori “anak” adalah mereka yang berusia dibawah 16 tahun.

Pasal 6

Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Interpretasi:

– Penyalahgunaan profesi terkait dengan melanggar seluruh aturan yang telah ditetapkan.

– Aksi penerimaan suap adalah mengambil fasilitas yang sebenarnya tidak ada demi kepentingan pribadi.

Pasal 7

Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.

Interpretasi:

– Hak tolak merupakan hak yang dipergunakan dalam melindungi seseorang yang tidakberkenan untuk mengungkapkan siapa dirinya.

– Embargo merupakan penundaan publikasi berita yang disesuaikan oleh permintaan narasumber.

– Informasi latar belakang merupakan segenap informasi terkait narasumber

– Off the record merupakan informasi yang tidak boleh dipublikasi atau diberitakan.

Pasal 8

Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Interpretasi:

Prasangka merupakan praduga yang bersifat tidak baik dan merusak keadaan. Sedangkan diskriminasi merupakan tindakan membeda-bedakan perlakuan karena alasan tertentu.

Pasal 9

Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Interpretasi:

Wartawan atau jurnalis diharapkan selalu memperhatikan sikapnya dan selalu menghormati kepentingan publik.

Pasal 10

Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

Interpretasi:

Ketika melakukan kesalahan dalam penyampaian berita, wartawan atau jurnalis harus bersedia untuk meminta maaf dan memperbaiki berita tersebut sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Pasal 11

Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Interpretasi:

Wartawan Indonesia harus menggunakan haknya sesuai dengan porsi yang diberlakukan.

Baca juga: Struktur Penulisan Jurnalistik

Itulah etika jurnalisme menurut kode etik jurnalistik. Ingat selalu akan poin ini agar kamu terlindung dari hal-hal yang akan merugikanmu di kemudian hari.
Dengan demikian, seluruh pekerjaan berat di bidang jurnalistik pun tidak begitu terasa. Ini karena kamu benar-benar bekerja dengan hati dan sesuai dengan kata hati. Ketulusan dalam bekerja akan mempermudah langkahmu.

Referensi:

https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/kode-etik-jurnalistik-8Nb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

Komunikasi Pemasaran Terpadu, atau dapat juga disebut sebagai Integrated Marketing Campaign (IMC) adalah hal yang penting dalam bidang pemasaran. Secara definisi, IMC adalah sebuah...