Contoh Kerangka Pemikiran dan Cara Membuatnya

Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus menentukan serangkaian urutan kegiatan penelitian terlebih dahulu. Urutan tersebut bisa dimulai dari menentukan permasalahan yang akan dibahas, mencari solusi, mengumpulkan variabel data, dan lain-lain. Kegiatan tersebut disebut dengan kerangka pemikiran atau kerangka berpikir.

Pengertian Kerangka Pemikiran Menurut Para Ahli

Menurut Widayat dan Amirullah (2002), kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang hubungan antara teori dengan berbagai faktor yang diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berpikir berguna membangun suatu hipotesis sehingga dapat disebut sebagai dasar penyusun hipotesis.

Menurut Purnomo, dkk (1998), kerangka pemikiran menjelaskan gejala yang menjadi objek permasalahan yang dibahas serta disusun berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan. Kerangka pemikiran merupakan argumentasi peneliti dalam merumuskan suatu hipotesis.

Menurut Suriasumantri (1986), kerangka pemikiran adalah penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi objek permasalahan. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang memunculkan hipotesis.

Secara umum, kerangka pemikiran adalah garis besar alur logika berjalannya penelitian yang dapat digambarkan menggunakan suatu diagram yang di dalamnya menjelaskan mengenai keterkaitan antar variabel.

Penamaan kerangka pemikiran bisa bervariasi, seperti kerangka konsep, kerangka teoretis atau model teoretis. Selain itu, penyajiannya dalam bentuk diagram kerangka pemikiran pun juga dapat bervariasi. Kerangka pemikiran ini dapat memudahkan peneliti dalam merumuskan suatu hipotesis penelitiannya.

Baca juga: Contoh Makalah Serta Cara Membuatnya

Tahap Kerangka Pemikiran

Tahap Kerangka Pemikiran
Sumber: StockSnap from Pixabay

Tahapan yang dapat dilalui dalam menyusun kerangka pemikiran, yaitu sebagai berikut.

  1. Menetapkan variabel yang lebih rinci

Ketika peneliti ingin mendapatkan berbagai macam teori yang jelas untuk menyusun kerangka berpikir, maka perlu menentukan variabel terlebih dahulu. Variabel dapat ditentukan dengan cara memperhatikan judul yang dibuat, menentukan variabel-variabel data dari judul tersebut, dan kemudian menulis seluruh variabel yang sudah ditentukan tersebut. Variabel-variabel itulah yang nantinya menjadi titik tolak dalam pengembangan teori.

  1. Memperbanyak membaca buku dan hasil penelitian

Banyak membaca adalah langkah umum yang dilakukan dalam mempelajari sesuatu. Begitu juga pada penelitian, seorang peneliti perlu membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Seorang peneliti dapat membaca buku teks, jurnal, hasil-hasil penelitian seperti skripsi, tesis, dan disertasi untuk dapat mendapatkan pengetahuan tentang penelitian yang akan dilakukan.

  1. Menjelaskan teori-teori tentang variabel yang diteliti

Berdasarkan pengetahuan yang telah didapatkan dari membaca banyak bacaan tersebut, selanjutnya dapat dipilih teori-teori yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Keterkaitan antar variabel juga perlu dijelaskan. Penjelasan mengenai variabel tersebut dapat dilakukan secara deduktif. Adapun tahap berpikir deduktif meliputi, tahap penelaahan konsep, tahap pertimbangan, dan tahap penyimpulan.

  1. Menganalisis teori dan hasil penelitian secara kritis

Analisis teori dan hasil penelitian ini dilakukan untuk bisa memberikan argumen teoretis sebagai upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah. Argumen teoretis nantinya dapat digunakan sebagai petunjuk arah bagi pelaksanaan penelitian. Argumen teoretis ini adalah jawaban sementara dari rumusan masalah sehingga produk akhir dari kerangka pemikiran adalah sebuah jawaban sementara dari suatu hipotesis.

  1. Melakukan analisis komparatif tentang teori dan hasil penelitian

Pada tahap ini dilakukan komparasi antara teori yang satu dengan yang lainnya. Dari hal tersebut kemudian peneliti dapat menggabungkan teori yang satu dengan teori yang lainnya. Selain itu, apabila hasil analisis komparatif ini terlalu luas, peneliti dapat mereduksi sehingga lebih sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.

  1. Mengambil kesimpulan sementara

Setelah dilakukan analisis teori dan komparasi, tahap selanjutnya adalah menarik kesimpulan sementara. Perpaduan beberapa kesimpulan sementara antar variabel tersebut dapat menghasilkan beberapa kerangka pemikiran yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis.

  1. Menyusun kerangka berpikir

Tahap terakhir adalah menyusun kerangka pemikiran yang dapat disajikan menggunakan skema. Kerangka berpikir bisa berupa kerangka asosiatif dan komparatif.

Jenis Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu kerangka teoretis, kerangka konseptual, dan kerangka operasional. Ketiga jenis kerangka pemikiran tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Kerangka Teoretis

Kerangka teoretis adalah kerangka pemikiran yang menegaskan tentang teori yang dijadikan landasan serta asumsi-asumsi teoretis. Selanjutnya teori tersebut digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.

Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual adalah uraian kerangka pemikiran yang menjelaskan konsep-konsep apa saja yang terdapat di dalam asumsi teoretis. Konsep-konsep tersebut akan digunakan untuk mengistilahkan unsur-unsur yang terdapat di dalam fenomena yang akan diteliti dan mengetahui hubungan di antara konsep-konsep tersebut.

Kerangka Operasional

Kerangka operasional adalah uraian yang menjelaskan tentang variabel-variabel yang diturunkan dari konsep-konsep terpilih dan mengetahui hubungan di antara variabel-variabel tersebut. Selain itu, juga menjelaskan hal-hal apa saja yang dijadikan indikator untuk mengukur variabel-variabel yang bersangkutan.

Cara Membuat Kerangka Pemikiran

Cara membuat kerangka pemikiran dapat dilakukan dengan tiga cara, sebagai berikut.

Menentukan Kunci Masalah Penelitian yang Akan Dibahas

Langkah pertama dalam membuat kerangka pemikiran adalah memilih istilah kunci dari permasalahan penelitian. Kunci permasalahan tersebut harus didefinisikan dengan jelas untuk setiap istilahnya karena seringkali memiliki definisi yang banyak. Kerangka pemikiran dapat dibangun dari masalah penelitian.

Mengevaluasi Definisi, Teori, dan Model yang Relevan

Peneliti dapat menggambarkan hubungan antar konsep-konsep dengan melakukan tinjauan pustaka yang menyeluruh. Menulis kerangka pemikiran bertujuan untuk membandingkan dan mengevaluasi secara kritis pendekatan yang telah diusulkan.

Menunjukkan kontribusi penelitian sendiri

Selain menjelaskan teori dan ide orang lain, kerangka pemikiran harus juga bertujuan menunjukkan proyek yang sedang dilakukan oleh peneliti. Teori-teori yang sudah ada digunakan untuk memperkuat penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti.

Menuliskan Langkah-langkah yang Diambil Dalam Mencapai Tujuan

Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui urutan penelitian sehingga nantinya pelaksanaan penelitian dapat terarah dengan jelas. Hal ini juga dapat digunakan oleh peneliti untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi sehingga bisa melakukan antisipasi.

Baca juga: Contoh Latar Belakang Makalah

Contoh Kerangka Pemikiran

Contoh kerangka pemikiran
Sumber: OpenClipart-Vectors from Pixabay

Contoh Kerangka Pemikiran Skripsi

Berikut adalah contoh kerangka pemikiran skripsi yang dapat kamu jadikan referensi.

Buah naga merupakan salah satu buah unggulan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang produksinya melimpah. Produksi yang melimpah tersebut terkadang malah menimbulkan masalah baru yaitu tidak terserapnya seluruh di pasaran. Hal tersebut menyebabkan buah naga yang tidak terserap pasar dijadikan pakan ternak atau bahkan dibuang.

Di sisi lain, buah naga memiliki kandungan nutrisi dan senyawa antioksidan yang baik untuk kesehatan manusia. Oleh karena itu, pada penelitian ini membahas tentang buah naga yang diolah menjadi buah buatan sebagai bentuk pengembangan produk baru dan untuk memperpanjang umur simpan buah.

Penelitian tentang buah buatan telah dilakukan oleh Sharma et al. (2013) Lins et al. (2014) Danalache et al. (2015), dan Costa et al. (2020) dengan menggunakan buah apricot, mombin kuning, mangga, dan jambu. Pada penelitian tersebut digunakan jenis hidrokoloid yang berbeda-beda, seperti pektin, alginate, gelatin, dan gellan gum.

Pada penelitian sebelumnya, tekstur buah tiruan yang paling bisa diterima oleh konsumen adalah ketika menggunakan hidrokoloid gellan gum. Akan tetapi, harga gellan gum begitu tinggi sehingga menghasilkan produk yang kurang ekonomis. Sehingga pada penelitian ini digunakan hidrokoloid lain yang lebih umum dan lebih ekonomis untuk menghasilkan produk yang layak secara ekonomi.

Hidrokoloid yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi alginate-agar dan pektin-agar. Konsentrasi yang gunakan untuk masing-masing alginate dan pektin, yaitu 0,5%, 1,0%, dan 1,5% dengan konsentrasi agar 0,75%. Penetapan konsentrasi tersebut berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan.

Contoh Kerangka Teori

Di masa pandemi corona ini, banyak pembelajaran yang dilakukan secara online. Salah satu media online atau media konferensi yang digunakan adalah aplikasi zoom. Penggunaan media pembelajaran menggunakan aplikasi zoom bertujuan untuk membantu pengajar dan murid untuk dapat melakukan pembelajaran di mana pun dan kapan pun.

Aplikasi zoom ini dapat membantu murid untuk mendapatkan penjelasan langsung dari pengajar tentang materi yang diajarkan selayaknya belajar di kelas. Murid juga bisa langsung bertanya apabila ada materi yang ingin langsung mereka tanyakan.

Akan tetapi, pada pelaksanaannya terkadang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hambatan yang dihadapi oleh murid dalam menggunakan media pembelajaran online berbasis aplikasi zoom.

Studi ini dilakukan untuk menemukan solusi yang bisa diterapkan dalam mengatasi hambatan yang terjadi selama menggunakan media online untuk pembelajaran. Hal tersebut supaya para murid tetap mendapatkan haknya mendapatkan ilmu selayaknya pada kondisi kehidupan normal.

Contoh Kerangka Teoretis

Kimpul adalah salah satu umbi inferior yang ada di Indonesia. Disebut sebagai umbi inferior karena kimpul belum banyak diolah untuk menjadi produk turunannya. Selama ini pemanfaatan umbi kimpul hanya diolah secara dikukus dan dibuat keripik.

Umbi kimpul memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 20,9 g/100 g sehingga berpotensi diolah menjadi tepung. Akan tetapi, tepung yang dihasilkan dari umbi kimpul memiliki warna yang cenderung gelap sehingga kenampakannya kurang menarik. Selain itu, pada kimpul juga terdapat senyawa anti gizi asam oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal pada tubuh.

Senyawa anti pada umbi kimpul dapat dihilangkan melalui beberapa cara salah satunya yaitu dengan fermentasi (Oke et al., 2011). Selain itu, fermentasi juga telah dilaporkan dapat meningkatkan kecerahan warna (Wisyasputra, 2013). Oleh karena itu, pada penelitian ini membahas fermentasi tepung kimpul secara spontan untuk meningkatkan warna tepung dan menurunkan kadar oksalat tepung.

Fermentasi dilakukan spontan karena dianggap lebih ekonomis dan aplikatif dibandingkan dengan fermentasi dengan penambahan starter. Waktu fermentasi dilakukan selama 12, 24, 36, dan 48 jam dengan pertimbangan pada waktu tertentu sudah terjadi perkembangbiakan mikroba yang berperan dalam proses fermentasi.

Contoh Kerangka Pemikiran Berupa Skema

Skema 1#

Konsep pembatasan sosial berskala besar.

Skema 2#

Sebagai bentuk perang melawan wabah covid-19 ini, pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau familiar disebut PSBB.

Skema 3#

PSBB dirancang untuk mengurangi interaksi sosial sehingga tercipta social distancing yang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Skema 4#

Penjelasan mengenai penanganan epidemi telah dijelaskan juga dari perspektif islam. Cara paling penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular yaitu dengan melakukan karantina diri.

Skema 5#

Pada prinsipnya, islam menganut pengobatan secara preventif dibandingkan dengan pengobatan penyembuhan.

Skema 6#

Tindakan preventif dalam menangani wabah covid-19 ini dapat dilakukan dengan mengurangi interaksi sosial.

Contoh Kerangka Pemikiran

Di masa pandemi ini, terjadi krisis ekonomi dimana-mana. Termasuk UMKM di Indonesia juga terkena dampaknya. Oleh karena itu, pada penelitian ini ingin mengetahui variabel apa yang dapat digunakan untuk menentukan strategi pemasaran supaya kegiatan perekonomian UMKM tetap bisa berjalan dengan baik.

Skema 1#

Permasalahan mengenai krisis ekonomi di masa pandemi saat ini adalah berubahnya selera konsumen sehingga berpengaruh pada kegiatan perekonomian.

Skema 2#

Strategi pemasaran, pelayanan, harga, dan promosi perlu dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian UMKM.

Skema 3#

Sebelum itu, perlu diketahui pengaruh pelayanan, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian. Serta perlu diketahui variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan pembelian.

Skema 4#

Pengaruh variabel pelayanan, harga, dan promosi dapat memberikan umpan balik terhadap penentuan strategi pemasaran.

Baca juga: Berbagai Macam Contoh Kata Pengantar

Nah, itulah penjelasan mengenai kerangka pemikiran dan beberapa contohnya yang bisa membantu kamu dalam menulis proposal penelitian. Semoga bisa membantu!


Sumber:

Hamdi, A. S., & Bahruddin, E. (2015). Metode penelitian kuantitatif aplikasi dalam pendidikan. Deepublish.

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. MEDIA SAHABAT CENDEKIA.

Artikel Terbaru

Devi

Devi

Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

Komentar

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *