Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara

Halo! Selamat datang sobat tambahpinter.com! Kali ini kita akan membahas materi IPS kelas 7 BAB sejarah mengenai kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara.

Apakah kamu pernah mengunjungi museum purbakala? Ditempat itu kamu dapat menemukan benda-benda peninggalan orang zaman dahulu. Benda-benda tersebut ada yang berupa fosil, hewan, tumbuhan yang sudah membatu, artefak dan lain-lain.

Melalui benda-benda tersebut, kamu dapat mengetahui kehidupan orang-orang pada zaman dahulu, khususnya Indonesia.

Masa praaksara merupakan masa awal kajian sejarah masyarakat Indonesia. Masa praaksara berakhir setelah agama Hindu-Buddha masuk dan berkembang di Indonesia pada abad V Masehi.

Bagaimanakah perkembangan masyarakat di Indonesia pada masa-masa tersebut? Bagaimana perkembangan peradaban mereka? Untuk lebih jelasnya mari simak uraian materi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara yuk!

Kehidupan Manusia pada Masa Praaksara

praaksara
Sumber: topwisata.info

Masa praakasara merupakan tahapan awal kehidupan manusia. Pada masa praaksara manusia telah menjadikan kebudayaan dalam taraf sederhana. Masa praaksara dibagi menjadi beberapa periode yang saling berkesinambungan.

Baca juga: Interaksi Sosial dan Kelembagaan Masyarakat

Dari masa ke masa kehidupan masyarakat pada masa praaksara mengalami perubahan ke arah yang lebih maju. Para pakar memanfaatkan penemuan fosil atau benda purbakala untuk mengetahui lebih lanjut karakteristik masa praaksara.

Mengenal Masa Praaksara

Masa praaksara berlangsung sejak manusia belum mengenal tulisan dan berakhir setelah manusia mengenal dan menggunakan tulisan.

Aksara atau tulisan merupakan hasil kebudayaan manusia. Aksara digunakan untuk berkomunikasi dan menyimpan informasi. Manusia yang telah mengenal tulisan biasanya meninggalkan catatan.

Catatan tersebut dapat berupa batu bertulis (prasasti) atau naskah-naskah kuno. Melaui catatan-catatan tersebut, generasi penerus dapat mengetahui kehidupan pada zaman dahulu. Oleh karena itu, kemajuan tulisan menjadi aspek yang penting dalam memahami sebuah peradaban.

Berakhirnya masa praaksara setiap daerha berbeda-beda. Sebagai contoh, bangsa Mesopotamia mulai mengenal tulisan sekira tahun 3000 sebelum Masehi. Dapat disimpulkan bangsa Mesopotamia telah meninggalkan masa praaksara sekira tahun 3000 sebelum Masehi.

Berdasarkan penemuan Yupa (batu bertulis peninggalan Kerajaan Kutai) di Muarakaman, Kalimantan Timur, diperkirakan bahwa masyarakat Indonesia mulai mengenal tulisan sekitar tahun 400 Masehi. Bahasa dan bentuk huruf yang digunakan pada Yupa menunjukkan prasasti tersebut dibuat tahun 400 Masehi.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan masa praaksara merupakan periode dalam kehidupan manusia ketika belum mengenal tulisan. Pra  artinya sebelum dan aksara artinya tulisan.

Para pakar juga menggunakan istilah lain menyebut masa praaksara, yaitu nirleka. Nirleka berasal dari kata nir yang berarti tidak dan leka yang berarti tidak mengenal tulisan. Jadi, nirleka berarti zaman saat manusia belum mengenal tulisan.

Periodisasi Masa Praaksara

Kajian waktu dalam sejarah tidak dapat dilepaskan dari sistem periodisasi. Melaui periodisasi atau pembabakan waktu, kamu dapat mengkaji perkembangan kehidupan masa praaksara secara berurutan dari masa awal menuju masa-masa selanjutnya.

Periodisasi Secara Geologis

Geologi merupakan ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.

praaksara
sumber: cdn.mos.cms.futurecdn.net

Tahukah kamu, pada zaman dahulu keadaan bumi tidak seperti ini? Sebelum adanya kehidupan, bumi mengalami beberapa perubahan. Dahulu kala, planet bumi berada dalam keadaan sangat panas dan membara. Pada masa itu tidak ada satupun makhluk hidup mampu hidup di bumi.

Selanjutnya, bumi menjadi dingin dan terbentuklah kerak atau kulit bumi. Ketika suhu bumi mulai menurun, makhluk hidup mulai bermunculan.

Proses perubahan bumi terjadi atas beberapa fase zaman. Tiap-tiap fase perubahan bumi memerlukan waktu lama hingga jutaan tahun. Menurut pakar geologi, sejarah perkembangan bumi terbagi menjadi empat zaman berikut.

Zaman Arkaikum. Zaman ini merupakan zaman tertua. Pada zaman ini bumi masih sangat panas sehingga belum ada tanda-tanda kehidupan. Periode ini terjadi sekira 2.5000 juta tahun yang lalu.

Zaman Paleozoikum. Pada zaman ini terdapat kehidupan makhluk yang pertama atau tertua. Periode ini terjadi sekira 340 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini lapisan atmosfer bumi mulai terbentuk.

Zaman Mesozoikum. Zaman ini disebut zaman kehidupab pertengahan yang berlangsung sekira 140 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini, kehidupan bumi semakin berkembang. Binatang-binatang mencapai bentuk tubuh yang besar sekali. Zaman ini disebut juga zaman reptil karena banyak reptil yang ditemukan.

mesozoikum
Sumber: helios-i.mashable.com

Zaman Neozoikum/Kenozoikum. Zaman ini disebut juga dengan zaman kehidupan baru. Pada zaman ini keadaan bumi sudah mulai membaik, perubahan cuaca tidak begitu besar, dan kehidupan berkembang pesat. Zaman ini dibagi menjadi dua yaitu periode tersier dan periode kuarter.

  • Periode Tersier. Pada periode tersier jenis-jenis reptil mulai punah dan sudah ditemukan banyak binatang menyusui. Contohnya gajah purba (mammuthus) yang pernah hidup di wilayah Amerika Utara dan Eropa Utara.
  • Periode Kuarter. Periode ini terjadi sekira 3.000.000 tahun yang lalu. Pada periode ini terdapat kehidupan manusia.

Baca juga: Aktivitas Manusia dalam Memenuhi Kebutuhan

Periodisasi Secara Arkeologis

Pembagian masa praaksara berdasarkan ilmu arkeologi bertujuan untuk mengetahui usia manusia purba berdasarkan peninggalan benda-benda purbakala. Benda-benda tersebut berupa perkakas rumah tangga, patung, coretan di gua-gua, dan fosil purba.

Manusia purba menggunakan alat-alat untuk memenuhi kebutuhannya seperti mencari dan mengolah makanan menggunakan perkakas dari batu atau benda-benda alam lain yang jeras seperti kayu dan tulang.

Para ahli arkeologi membagi zaman prasejarah menjadi dua periode, yaitu zaman batu dan zaman logam. Penjelasan mengenai kedua periode ini adalah sebagai berikut.

1. Zaman Batu

Zaman batu merupakan zaman ketika sebagian besar perkakas atau peralatan penunjang kehidupan manusia terbuat dari batu. Berdasarkan temuan arkeologis, zaman batu dibagi menjadi beberapa zaman sebagai berikut.

Zaman Paleolitikum

Zaman ini disebut juga dengan zaman batu tua yang berlangsung selama sekira 600.000 tahun. Ciri-ciri benda peninggalan zaman paleolitikum antara lain alat-alat batu masih dibuat secara kasar dan pembuatannya tidak dihaluskan.

Contoh benda peninggalan pada zaman ini adalah kapak genggam dan kapak perimbas.

 

paleolitikum
Sumber: idsejarah.net
Zaman Mesolitikum

Zaman ini disebut juga dengan zaman batu tengah. Zaman mesolitikum dimulai pada akhir zaman es atau sekira 10.000 tahun yang lalu. Manusia pada masa ini sudah ada yang hidup menetap sehingga kebudayaan yang menjadi  ciri dari zaman ini adalah Kjokkenmoddinger dan kebudayaan Abris sous Roche. 

Mesolitikum
Gambar: kjokkenmoddinger       Sumber: asset.kompas.com

Kjokkenmoddinger merupakan timbunan sampah dapur yang berasal dari kulit kerang dan siput yang menggunung dan sudah menjadi fosil. Kjokkenmoddinger dapat ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera tepatnya antara Langsa dan Medan.

Zaman Neolitikum

Zaman neolitikum disebut juga zaman batu muda berlangsung sejak sekira tahun 1500 sebelum Masehi. Untuk menunjang kehidupannya, manusia bercocok tanam (bertani), membuat tembikar, dan membuat tenunan.

Ciri-ciri peninggalan pada zaman ini antara lain alat dari batu yang sudah diasah dan pembuatannya lebih halus. Benda peninggalan zaman ini antara lain kapak lonjong dan kapak persegi.

neolitikum
Sumber: indonesiakaya.com
Zaman Megalitikum

Zaman ini disebut juga dengan zaman batu besar. Ciri yang menonjol pada zaman megalitikum adalah munculnya peninggalan-peninggalan dalam bentuk monumen yang terbuat dari batu berukuran besar untuk menghormati arwah nenek moyang.

Tradisi ini muncul pada zaman batu dan erat kaitannya dengan kepercayaan yang berkembang pada saat itu, yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang. Jenis-jenis bangunan megalitik antara lain  sebagai berikut.

  1. Menhir merupakan bangunan berupa batu tegak atau tugu untuk pemujaan roh nenek moyang.
  2. Dolmen merupakan bangunan berupa meja batu terdiri atas batu lebar yang ditopang oleh beberapa batu lain.
  3. Kubur peti batu merupakan tempat menyimpan mayat yang terdiri atas enam buah papan batu dan sebuah penutup peti.
  4. Waruga merupakan peti kubur batu berukuran kecil yang berbentuk kubus dan ada juga yang berbentuk bulat
  5. Sarkofagus merupakan bangunan berupa kubur batu yang berbentuk seperti lesung dan diberi tutup.
megalitikum
Gambar: Menhir      Sumber: JackiLou DL on Pixabay
2. Zaman Logam

Zaman logam atau zaman perundagian berlangsung ketika manusia pada masa praaksara sudah dapat membuat peralatan dari logam. Pada zaman ini manusia sudah mengenal teknik melebur dan mencetak logam menjadi peralatan yang diinginkan.

zaman logam
Sumber: 4.bp.blogspot.com

Zaman logam terbagi menjadi zaman tembaga, perunggu, dan besi. Zaman logam di Indonesia di dominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga zaman perunggu.

Benda-benda yang dihasilkan pada zaman logam antara lain kapak corong, nekara, moko, bejana perunggu, manik-manik dan candrasa.

Periodisasi Berdasarkan Perkembangan Kehidupan

Pembahasan berikutnya materi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara adalah periodisasi. Perkembangan kehidupan masyarakat dibagi dalam beberapa periode. Tiap-tiap periode memiliki karakteristik berbeda. Pada awalnya masyarakat praaksara hidup sangat sederhana. Mereka bergantung pada kondisi alam sekitar.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat prasejarah mulai berinovasi menciptakan alat-alat yang membantu mereka untuk bertahan hidup. Selanjutnya mereka mulai memproduksi makanan sendiri dan mengembangkan kebudayaan.

1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Masa berburu dan mengumpulkan makanan merupakan awal tatanan kehidupan manusia. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia menghasilkan alat-alat yang digunakan untuk menopang kehidupannya.

Masa ini dibagi menjadi dua yaitu masa berburu serta mengumpulkan makanan tingkat sederhana dan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.

masa praaksara
Sumber: buguruku.com

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana,  manusia menggantungkan kehidupannya pada alam. Mereka mengumpulkan umbi-umbian, buah-buahan dan dedaunan.

Jika sumber makanan di sekitar tempat tinggal berkurang atau habis, maka manusia akan bermigrasi ke lokasi lain yang menyediakan makanan. Pada masa ini manusia hidup berpindah-pindah dan memilih tempat tinggal yang dekat dengan bahan makanan dan sumber air.

Mereka hidup berkelompok. Tiap anggota memiliki tugas masing-masing. Anggota laki-laki melakukan perburuan, sedangkan anggota perempuan mengumpulkan makanan dari tumbuh-tumbuhan serta hewan-hewan kecil.

Pada masa berburu tingkat lanjut, kehidupan manusia pada masa ini sudah lebih berkembang dari masa sebelumnya. Manusia telah mengembangkan teknik bercocok tanam dengan menggunakan sistem berladang.  Manusia menebang hutan kemudian menanaminya.

Setelah beberapa kali digunakan dan dirasa kesuburan tanahnya berkurang, mereka akan berpindah ke tempat lain. Selain bercocok tanam, manusia pada masa ini memelihara dan mengembangbiakkan binatang. Cara hidup pada masa sebelumnya masih memengaruhi kehidupan sosial pada masa ini yaitu berburu dan mengumpulkan makanan.

Kehidupan budaya pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ditandai dengan dikenalnya lukisan. Manusia pada masa ini melukis di dinding-dinding gua yang mereka tempati.

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut kemampuan manusia dalam membuat alat-alat atau perkakas juga mengalami kemajuan. Alat-alat batu yang digunakan pada masa ini sudah lebih halus daripada peralatan batu pada masa sebelumnya.

2. Masa Bercocok Tanam

Setelah masa berburu dan mengumpulkan makanan, kehidupan masyarakat memasuki masa bercocok tanam. Masa ini diperkirakan berlangsung pada zaman neozoikum.

Pada masa ini manusia purba sudah membudidayakan tanaman dan beternak. Selain itu, manusia sudah hidup menetap dan tidak berpindah-pindah seperti masa sebelumnya.

Pada masa bercocok tanam manusia purba tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam. Mereka mulai mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mencukupi kebutuhan makanan, mereka membabat hutan dan semak belukar untuk ditanami beberapa jenis makanan.

Manusia purba pada masa bercocok tanam juga telah mengenal sistem ekonomi secara sederhana. Kegiatan ekonomi dilakukan secara barter. Aktivitas barter menyebabkan terbentuknya kelompok baru. Kelompok tersebut menjalankan kegiatan barter disuatu tempat yang telah disepakati bersama.

Pada masa ini manusia sudah hidup menetap.  Jumlah anggota kelompok yang semakin bertambah menyebabkan terbentuknya perkampungan. Selanjutnya, mereka memilih seorang pemimpin yang berwibawa, kuat, dan disegani untuk mengantur para anggotanya.

Alat-alat yang dihasilkan pada masa ini sudah dibuat halus dan memiliki beragam fungsi. Alat-alat yang dihasilkan pada masa ini antara lain kapak persegi, kapak lonjong, gerabah dan perhiasan.

Baca juga: Manusia Tempat dan Lingkungan

3. Masa Perundagian

Masa perundagian merupakan masa terakhir dari masa praaksara di Indonesia. Perundagian berasal dari kata undagi seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai kepandaian membuat gerabah, perhiasan kayu, sampan dan batu.

Manusia pada masa ini telah mampu mengatur kehidupannya. Kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak lagi sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi, mereka melakukan kegiatan ekonomi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan.

Pada masa ini manusia telah mengenal pembagian kerja berdasarkan kemampuan yang dimiliki tiap-tiap individu. Masyarakat tersusun menjadi kelompok majemuk seperti kelompok petani, pedagang, peternak, penambang dan pengrajin.

Pada masa ini kebudayaan masyarakat lebih maju. Keadaan ini dibuktikan dengam adanya peralatan dari logam. Peninggalan kebudayaan masa ini antara lain nekara perunggu, kapak perunggu, bejana perunggu, arca perunggu, kapak corong, perhiasan, dan manik-manik.

Tingkat kepercayaan masyarakat praaksara pada masa perundagian sudah berkembang lebih maju. Kepercayaan berkembang sesuai pola pikir manusia yang merasa ada kekuatan lebih besar dibandingkan kekuatan manusia.

Demikian pembahasan materi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara. Mudah-mudahan materi ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua.


Sumber:

Oni Setiadi, Inung.2019.Ilmu Pengetahuan Sosial.Klaten:Cempaka Putih

Muslih, A, Setiawan, Iwan, Dedi, Suciati.2016.Ilmu Pengetahuan  Sosial.Jakarta:Kemendikbud

Artikel Terbaru

Avatar photo

Irwan

Lulusan Pendidikan Ekonomi yang saat ini mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di salah satu sekolah swasta. Pernah menjadi guru PKn dan Komputer. Disela-sela kesibukan mengajar juga aktif menulis artikel di beberapa platform.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *