Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

“Merdeka atau mati!” Pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, itu adalah kalimat yang sering diucapkan semasa perjuangan kemerdekaan. Kamu pasti tahu jika Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Barat. Namun dari semua kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia, apakah kamu tahu bahwa bukan hanya Belanda saja yang pernah menjajah Indonesia? Untuk mengetahui mengenai hal tersebut, yuk simak materi Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia berikut ini.

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Bangsa Barat adalah bangsa dengan peradaban yang telah maju sejak berabad-abad yang lalu, termasuk dalam dunia pelayaran. Bangsa Barat telah menjelajah samudra untuk menemukan dunia yang baru. Penjelajahan samudra ini tentunya tidak lepas dari alasan pribadi, seperti mempertahankan kehidupan, mendapatkan kejayaan, atau memenuhi kepuasaan semata (Kemdikbud, 2017:7).

Dunia baru sendiri merupakan sebutan untuk wilayah yang berada di sebelah timur Eropa, yang banyak menghasilkan bahan-bahan seperti rempah-rempah. Dalam pasar Eropa, rempah merupakan bahan yang banyak dicari sehingga memiliki harga jual yang tinggi. Hal itu dikarenakan, Eropa memiliki iklim yang dingin sehingga membutuhkan bahan yang dapat menghangatkan badan. Rempah oleh masyarakat Eropa banyak digunakan sebagai bahan masakan dan minuman karena khasiatnya yang dapat menghangatkan badan. Oleh karena itu, Bangsa Eropa datang ke Nusantara supaya bisa mendapat rempah dengan harga yang murah.

Hubungan yang dijalin Bangsa Eropa dan Nusantara ini pada awalnya untuk perdagangan. Namun seiring dengan munculnya keinginan untuk mendapat keuntungan yang lebih besar, maka hubungan itu berubah menjadi keinginan untuk menguasai sumber daya alam dan manusianya.

Pada masa kedatangan Bangsa Eropa sendiri, di Nusantara juga sudah terdapat kerajaan-kerajaan yang memonopoli perdagangan. Sehingga memunculkan persaingan para Bangsa Eropa dengan kerajaan lokal.

Baca juga: Mengenal Organisasi Pergerakan Nasional

Faktor Pendorong Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Kedatangan Bangsa Barat ke Nusantara ini disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa pendorong kedatangan Bangsa Eropa.

  1. Membuktikan Teori Heliosentris

Merupakan teori dari Copernicus yang mengatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya, dan bumi memiliki bentuk bulat. Hal tersebut bertentangan dengan teori yang telah ada, yaitu Geosentris, dimana Bumi adalah pusat tata surya. Sehingga para para pelaut merasa terdorong untuk melakukan penjelajahan samudera.

  1. Berkembangnya Paham Merkantilisme

Merkantilisme adalah suatu paham yang merujuk pada pemupukan kekayaan sebanyak-banyaknya sebagai standar dari kesejahteraan dan kekuasaan suatu Negara. Sehingga untuk mencapainya, beberapa negara memutuskan untuk mencari daerah jajahan untuk diambil sumber dayanya.

  1. Jatuhnya Konstantinopel

Konstantinopel merupakan pusat pemerintahan dari Romawi Timur. Jatuhnya wilayah ini dilakukan oleh Turki Ustmani pada 1453. Dengan dikuasanya Konstantinopel, maka Laut Tengah dikuasai oleh Pedagang Islam. Oleh karena itu, para pedagang Eropa mencari alternatif jalur lain yakni ke wilayah Timur.

  1. Semboyan Tiga G (Gold, Glory, Gospel)

Semboyan Gold merujuk pada kekayaan, dan biasanya dilakukan melalui perdagangan rempah, budak, dan logam mulia. Dari semboyan ini diketahui, bahwa penguasan daerah berkembang menjadi penguasaan baik sumber daya alam serta manusianya. Glory merujuk pada kejayaan, dimana dengan menguasai dunia luar diharapkan bisa tercapai kejayaan baik dalam bidang ekonomi, sosial, dan lainnya. Sedangkan Gospel merujuk pada penyebaran agama nasrani khususnya kristen ke dunia luar.

Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Datangnya Bangsa Barat ke Indonesia tidak terjadi secara bersamaan. Kedatangan mereka dilakukan secara bertahap, dari satu negara kemudian disusul dengan negara lainnya.

Kedatangan Bangsa Portugis

Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai Asia untuk melakukan hubungan perdagangan (Kemdikbud, 2018:4). Sejak abad ke-15, Portugis telah mengembangkan teknologi pelayaran, dengan adanya kompas dan peta portolan dalam penjelajahan samudera. Dalam pelayaran, seorang pelaut bernama Bartolomeo Diaz sampai di Tanjung Harapan pada tahun 1486 dengan menyusuri pantai Barat Afrika. Pada awalnya ia bermaksut untuk berlayar ke India, namun gagal.

Selanjutnya, pada 1498 ekspedisi itu dilanjutkan oleh Vasco Da Gama hingga berhasil mencapai Kalikut, India yang merupakan pusat rempah-rempah. Namun, setelah lama tinggal di India, mereka menyadari bahwa India bukanlah pusat penghasil rempah-rempah. Portugis mendengar bahwa Malaka adalah pusat penghasil rempah, dan menyiapkan ekspedisi ke daerah tersebut. Lalu pada akhirnya Portugis sampai di Malaka pada tahun 1511. Saat itu Portugis berada dibawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Sejak dikuasai Portugis, Malaka menjadi pusat perdagangan di Asia.

Vasco da Gama
Sumber: Buku Sejarah Indonesia Kelas XI

Untuk meluaskan wilayah monopoli dagangnya, Portugis bermaksud menguasi Selat Malaka. Portugis selalu berusaha untuk menguasai Kerajaan Sunda dan Sunda Kelapa, namun tidak pernah berhasil. Hingga akhirnya Sunda Kelapa justru dikuasai oleh VOC dan berganti nama menjadi “Batavia”.

Pada setiap ekspedisi yang dilakukan oleh Portugis, disertai dengan penyebaran agama. Setiap benteng yang dibangun, selalu dibangun gereja di benteng tersebut. Oleh karena itu, tujuan kedatangan Portugis bukan hanya untuk perdagangan, namun juga penyebaran agama.

Kedatangan Bangsa Spanyol

Spanyol merupakan pelopor dari penjelajahan samudra untuk mencari rempah ke wilayah Timur. Ambisi bangsa ini sama dengan Portugis yang ingin mencari dunia baru. Hal tersebut menjadi keprihatinan bagi Paus Yulius II. Oleh karena itu, gereja mengusulkan Perjanjian Tordesilas, dimana kedua bangsa ini menjelajah samudra dengan arah yang berlawanan. Namun pada akhirnya, kedua negara ini justru kembali bertemu di Maluku pada tahun 1521. Hal tersebut, juga menjadi pembuktian bahwa bumi itu bulat.

Kedatangan Bangsa Spanyol ini mengusik keberadaan Portugis yang telah sampai lebih dulu. Portugis melakukan kerja sama dengan Ternate, sedangkan Spanyol bersekutu dengan Tidore. Karena perlawanan yang tak kunjung selesai, maka paus memutuskan untuk mengadakan perjanjian Saragosa. Spanyol pada akhirnya berkuasa atas Meksiko ke barat hingga Filipina. Sedangkan Portugis berkuasa atas Brazil ke arah timur hingga Maluku.

Kedatangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC)

Dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Portugis dan Spanyol. Belanda datang sedikit lebih terlambat, yaitu pada abad ke-16. Hal tersebut dikarenakan pada abad ke-15, Belanda masih menjadi vasal atau negara bawahan dari Spanyol (Kemdikbud, 2017:19). Hingga Belanda melakukan revolusi kemerdekaannya. Ditengah revolusi tersebut, perdagangan Belanda dengan pusatnya di Lisabon terus berkembang. Pada masa selanjutnya ketika Portugis menjadi vasal Spanyol, maka Belanda tidak diperbolehkan berdagang di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Belanda mencari jalan lain ke Timur untuk mencari rempah-rempah.

Pada tahun 1619 dibawah Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, VOC berhasil merebut Jayakarta dari Pangeran Wijaya Krama dan membangun Benteng yang dinamai “Batavia”. VOC juga berhasil merebut beberapa Benteng Portugis di tempat-tempat yang strategis. Untuk memperkuat kedudukannya, mereka juga menjalin kerja sama dengan penguasa lokal. Kerja sama tersebut berjalan cukup lancar, karena para penguasa lokal membutuhkan VOC untuk menyingkirkan Portugis. Setelah Portugis tersingkir, VOC mulai berusaha menguasai kerajaan-kerajaan lokal. Cara yang digunakan adalah dengan memihak salah satu kerajaan yang tenga bertikai, dan tentunya kerajaan yang menguntungkan bagi dirinya.

J. P. Coen
Sumber: Buku Sejarah Paket C Kelas XI

Pada akhirnya, VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799 dan digantikan oleh pemerintahan Kolonial Belanda. Pembubaran tersebut dikarenakan adanya permasalahan keuangan, yang salah satunya disebabkan oleh korupsi.

Kedatangan Inggris ke Nusantara

Terinspirasi oleh Spanyol dan Portugis, Inggris mengikuti jejak untuk melakukan ekspedisi ke Timur. Ekspedisi pertama ini dipimpin oleh Francis Drake dan berhasil sampai di Ternate. Ekspedisi selanjutnya kemudian dipimpin oleh Thomas Cavendish hingga berhasil mendorong Ratu Elizabeth I untuk meningkatkan perdagangan Internasionalnya dengan memberikan hak istimewa pada East Indian Company (EIC) untuk mengelola perdagangan di Asia.

Pada tahun 1811, Inggris berhasil merebut Batavia dari Belanda dengan ditandatanganinya Perjanjian Tuntang. Berdasarkan (Kemdikbud, 2018:15), isi dari perjanjian Tuntang tersebut ialah:

  1. Semua kekuatan militer Belanda di Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.
  2. Utang pemerintahan Belanda tidak diakui oleh Inggris.
  3. Pangkalan militer Belanda di Jawa, Madura, dan lura Pulau Jawa menjadi milik Inggris.

Namun, penguasan Inggris ini tidak lama karena kekalahan Napoleon. Hingga Inggris harus menyerahkan kembali wilayah kekuasanya di Nusantara pada Belanda pada 1814.

Baca juga: Perang Banjar: Penyebab Serta Akhir Perang

Rute Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Peta Pelayaran Bangsa Eropa
Sumber: Buku Sejarah Indonesia Kelas XI

Portugis

Pelayaran Bangsa Portugis diawali oleh seorang bernama Vasco da Gama. Rute pelayarannya ini mengikuti seorang pelaut yang sebelumnya telah berlayar ke Timur, yaitu Bartholomeus Diaz. Pelayarannya sampai di ujung selatan Afrika yang disebut dengan Tanjung Harapan. Dari pentunjuk pelaut bangsa Moor, Vasco da Gama melajutkan pelayarannya dengan menyusuri pantai timur Afrika lalu berbelok ke Lautan Hindia (Samudera Hindia), hingga kairnya sampai di Kalikut India. Namun, setelah sampai di India ternyata mereka mengetahui bahwa Malaka merupakan pusat perdagangan rempah-rempah. Hingga mereka menuju wilayah Malaka.

Spanyol

Pelayaran Bangsa Spanyol mencari rempah dilakukan oleh Magellan. Rute pelayaran yang diambil mengikuti Rute Columbus pada pelayaran sebelumnya. Hingga Magellan sampai di ujung selatan benua Amerika, dan masuk ke Selat Magellan. Melalui selat ini mereka meninggalkan Samudera Atlantik dan memasuki Samudera Pasifik. Hingga mereka sampai di Asia, lebih tepatnya Filipina. Namun, karena pertentangan dari penduduk lokal, maka terjadi perang diantaranya keduanya dan Magellan terbunuh. Pelayaran dilanjutkan dibawah Sebastian del Cano ke arah selatan, hingga mereka sampai di Maluku.

Rute Pelayaran Magellan
Sumber: Buku Sejarah Indonesia Kelas XI

Belanda

Dalam pelayaran yang dilakukan Belanda, diawali oleh Willem Barents melalui Kutub Utara dengan keyakinan bumi itu bulat. Namun pelayarannya gagal, karena kapalnya terjepit es. Ekspedisi kemudian dilanjutkan oleh Cornelis de Houtman dengan mengambil jalur pelayaran seperti Portugis dan berhasil sampai di Banten.

Inggris

Jalur pelayaran yang diambil oleh Inggris ini mengikuti rombongan Portugis yaitu Vasco da Gama. Mereka berhasil sampai di India pada tahun 1498. Hingga kemudian mereka sampai di Kepulauan Nusantara.

Berdasarkan materi tersebut, dapat diketahui bahwa Nusantara merupakan wilayah yang begitu strategis dengan sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itulah, Nusantara banyak diincar negara-negara asing khususnya Eropa.

Baca juga: Perjalanan Sejarah Kemerdekaan

Pemahaman Akhir

Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia adalah bahwa berbagai bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang ke Nusantara dengan tujuan perdagangan, mencari rempah-rempah, dan mengejar keuntungan ekonomi serta kekuasaan. Mereka menjalankan pelayaran jauh dan menemukan jalur laut ke Asia, termasuk Nusantara, untuk mendapatkan rempah-rempah yang memiliki nilai tinggi di pasar Eropa.

Perdagangan rempah-rempah menjadi faktor utama kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia. Selain itu, munculnya paham merkantilisme dan semboyan “Gold, Glory, Gospel” juga menjadi pendorong kedatangan mereka. Agar perdagangan dan penguasaan wilayah berjalan lancar, bangsa Eropa menjalin kerjasama dengan penguasa lokal dan juga melakukan penyebaran agama, khususnya agama Kristen.

Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia tidak hanya membawa dampak positif, seperti pertukaran budaya dan teknologi, tetapi juga dampak negatif, seperti eksploitasi sumber daya dan penindasan terhadap penduduk asli. Meskipun telah merdeka dari penjajahan, sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia tetap menjadi bagian penting dari identitas dan perkembangan bangsa Indonesia.

Demikian pembahasan kali ini, semoga bisa membantumu mendapatkan wawasan yang baru ya. Tetap semangat dan selamat belajar!


Daftar Rujukan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revis)i. 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Muljana, S. 2011. Sriwijaya. Yogyakarta: LKIS

Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisius

Artikel Terbaru

Avatar photo

Leni

Nama saya Leni Sagita, lulusan S1 Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Malang. Saya tertarik menulis dalam bidang pendidikan, khusunya bidang Sejarah, untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan. Semoga artikel yang saya buat nantinya dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya adik-adik yang sedang menimba ilmu supaya lebih bersemangat dalam belajar.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *