Home Fotografi Apa Itu Kamera DSLR?

Apa Itu Kamera DSLR?

Semua orang bisa menghasilkan foto beresolusi tajam dengan smartphone. Tapi pada suatu titik, kita ingin menjadi seorang fotografer profesional, yakni mereka yang menghasilkan uang dari memotret. Fotografer profesional tentu butuh kamera digital yang lebih mumpuni, terlebih lagi kadang perlu gonta-ganti lensa sesuai dengan kebutuhan klien.

Untuk tujuan ini, kamera DSLR (digital single lens reflex) masih menjadi opsi pertama. Meski relatif berukuran besar dan berbobot berat, kamera DSLR tetap menjadi favorit karena sanggup memenuhi standar kualitas seorang profesional.

Cara Kerja

Kamera DSLR memiliki mirrorbox yang berisikan beragam elemen cermin dengan fungsi yang bervariasi. Maka dari itu, ukuran kamera DSLR tergolong lebih besar dibandingkan jenis kamera lain, seperti mirrorless dan polaroid.

Secara singkat, cara kerja kamera DSLR banyak mengoptimalkan pantulan cahaya. Bayangan cahaya dari lensa dipantulkan oleh cermin refleks (2) yang berada dalam posisi sudut 450, lalu cahaya masuk ke elemen optik yang disebut pentaprism (7). Kemudian, pentaprism mengubah cahaya vertikal menjadi horizontal, lalu masuk ke jendela bidik atau viewfinder (8).

Saat kita menekan tombol shutter (3) untuk mengambil gambar, cermin refleks akan mengayun ke atas, sehingga cahaya akan lurus masuk ke bidang sensor gambar (4). Cahaya akan kembali dipantulkan ke elemen pentaprism dan jendela bidik ketika tombol shutter tidak diaktifkan.

Cara Kerja
Sumber: belfot.com

Kondisi Fisik

Dengan adanya mirrorbox seperti yang sudah dijelaskan di atas, tidak heran jika kamera DSLR memiliki body yang besar dan berat. Sepintas ini terlihat merepotkan, terlebih bagi traveller yang tidak ingin repot menenteng tas kamera besar ke atas pesawat dan kereta. Tapi, ukuran kamera yang besar justru memberi banyak keuntungan.

Jika kita memiliki ukuran tangan dan jari besar, kamera DSLR terasa erat di genggaman dan dimensi tombolnya pas dalam jangkauan. Body kamera DSLR juga lebih kokoh dan seimbang saat dipasangkan dengan lensa besar, seperti lensa tele. Lensa berukuran besar akan sering digunakan oleh fotografer aliran wildlife.

Jika menggunakan kamera mirrorless, kita masih butuh adapter untuk mengonversi lensa DSLR ke sistem viewfinder milik kamera mirrorless. Ukuran body mirrorless yang lebih mungil tidak akan memberi keseimbangan sebaik kamera DSLR.

Kamera DSLR sangat dibutuhkan oleh fotografer jurnalistik yang butuh kamera tahan banting dan berkinerja cepat.

Kondisi Fisik
Sumber: idntimes.com

Kecepatan Penguncian Autofocus

Kamera DSLR menggunakan teknik phase detect, sehingga obyek ditangkap secara autofocus berdasarkan cahaya yang masuk ke lensa. Pendekatan ini akan lebih memudahkan kamera untuk mengunci obyek. Fitur phase detect ini terhubung ke optical viewfinder, namun menjadi tidak aktif apabila kita menggunakan jendela bidik di layar LCD (electric viewfinder).

Optical viewfinder memberi gambaran hasil foto yang real dan tidak mengalami lag digital. Apalagi saat kondisi minim cahaya, kita akan lebih mudah menangkap obyek dibandingkan harus melihat dari layar LCD. Kamera DSLR sangat unggul untuk urusan autofocus pada obyek yang bergerak cepat, seperti kondisi umum pada wildlife dan sport photography.

Tapi untuk tujuan foto tertentu, seperti memotret benda langit di malam hari, kekuatan autofocus ini menjadi nihil. Fotografer lebih memilih untuk memakai manual focus agar bisa mengatur komposisi ISO, aperture, dan shutter time secara terpisah.

Penggunaan optical viewfinder ini juga banyak berpengaruh ke ketahanan baterai kamera. Makin sering kita menggunakan layar LCD, maka makin cepat pula komponen itu menguras daya baterai. Namun, jangan terlalu dipikirkan, karena pada dasarnya ukuran baterai kamera DSLR cukup besar.

Kecepatan Penguncian Autofocus
Sumber: bantenkamera.com

Pilihan Lensa

Lensa bisa menjadi faktor terkuat milik DSLR jika kita sedang mempertimbangkan memilih kamera yang akan dibeli. Kamera DSLR memiliki ragam lensa yang sangat bervariasi, mulai dari ultra-wide, makro, sampai tele-zoom untuk menembak obyek yang sangat jauh dan berbahaya.

Tidak heran jika kamera DSLR memiliki pilihan lensa dengan focal length beragam, mengingat kamera DSLR sudah diproduksi sejak lama. Tidak seperti kamera mirrorless yang tergolong baru, bahkan kadang malah memakai bantuan adapter untuk bisa dipasangkan dengan lensa milik kamera DSLR.

Mayoritas kamera DSLR di pasaran hanya berasal dari dua pabrikan besar, yakni Canon dan Nikon. Lensa kamera pun kebanyakan berasal dari dua brand itu, hanya sedikit yang diproduksi oleh pihak ketiga.

Pilihan Lensa
Sumber: plazakamera.com

Memilih Kamera DSLR

Jika kita sudah memutuskan untuk memilih kamera DSLR, ada beberapa fitur yang harus diperhatikan. Semakin tinggi spesifikasi, maka harga kamera akan semakin mahal juga. Spesifikasi pembeda di antara kamera DSLR itu seperti ukuran megapixel, layar (bisa flip/fixed, touchscreen), sensor, port untuk mic, slot memory card, dan kapasitas baterai.

Memilih Kamera DSLR
Sumber: clear.photo.blog

Meski bertubuh besar dan cenderung tidak praktis, namun kamera DSLR masih menjadi opsi pertama bagi fotografer profesional. Hal ini tidak terlepas dari kualitas foto yang dihasilkan, kapasitas baterai, keleluasaan memilih variasi lensa, dan kinerja dari kamera itu sendiri.

Baca juga: Yuj Ketahui Jenis Kamera

Jika ingin memantapkan diri untuk menekuni fotografi, tidak ada salahnya untuk berinvestasi di kamera dan lensa DSLR. Akhir kata, terimakasih sudah membaca dan selamat hunting foto!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Mengenal Apa itu Audit Komunikasi

Pernah mendengar kata audit komunikasi? mungkin kata audit sering kita dengar. Namun biasanya kata audit identik dengan keuangan, bukan komunikasi. Lalu bagaimana audit komunikasi itu?...

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...