Home Bahasa Indonesia Kelas X Kalimat Deklaratif: Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Contoh

Kalimat Deklaratif: Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Contoh

Jenis-jenis kalimat dalam bahasa Indonesia jumlahnya cukup banyak. Salah satu jenis kalimat dalam bahasa Indonesia, yaitu jenis kalimat berdasarkan isinya. Pada kesempatan kali ini akan dibahas jenis kalimat berdasarkan isi lainnya, yaitu kalimat deklaratif. Hal-hal yang akan dibahas dalam artikel ini seputar pengertian, ciri, fungsi, aturan penulisan, macam-macam kalimat deklaratif, dan contoh kalimatnya.

Pengertian Kalimat Deklaratif

Pengertian Kalimat Deklaratif
Sumber: ekspresionline.com

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang memberikan informasi atau memberitakan tentang suatu peristiwa. Selain itu, kalimat deklaratif juga dapat diartikan sebagai kalimat yang berisi pernyataan, fakta, atau pendapat. Kalimat deklaratif dapat pula disebut dengan kalimat berita. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi informasi pernyataan, fakta, atau pendapat untuk memberitakan suatu peristiwa.

Ciri-Ciri Kalimat Deklaratif

  • Bersifat Informatif. Kalimat deklaratif atau kalimat berita dapat berupa informasi yang disampaikan langsung oleh orang yg bersangkutan. Lalu, dapat pula informasi yang berasal dari orang ketiga.
  • Tidak memerlukan jawaban dari lawan bicara.
  • Bersifat tidak memaksa. Hal ini disebabkan seseorang yang menyampaikan kalimat deklaratif (baca: informasi) tidak harus mendapatkan balasan atau jawaban dari lawan bicara.
  • Berintonasi netral atau datar.
  • Selalu diakhiri dengan tanda baca titik (.). Tanda baca titik (.) ini berfungsi sebagai tanda akhir atau penutup dari penyampaian informasi oleh narasumber.

Fungsi

Fungsi kalimat deklaratif adalah untuk memberikan informasi berita yang biasanya berisi pernyataan, pendapat, ataupun fakta tentang suatu peristiwa. Dengan fungsinya yang berupa informasi, maka penggunaan bahasanya harus jelas, sesuai fakta, dan tidak dilebih-lebihkan.

Aturan Penulisan

Pada kalimat deklaratif tidak ada aturan khusus dalam penulisannya. Hanya saja perlu diperhatikan unsur-unsur kalimatnya seperti subjek, predikat, dan objeknya. Pada beberapa jenis kalimat deklaratif umumnya menggunakan pola kalimat sesuai SPOK, namun ada pula yang tidak sesuai pola SPOK.

Baca juga: Contoh Teks Berita

Macam-Macam Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif dapat diklasifikasikan menjadi 5 macam, di antaranya kalimat deklaratif aktif, kalimat deklaratif pasif, kalimat deklaratif inversi, kalimat deklaratif langsung, dan kalimat deklaratif tidak langsung. Berikut di bawah ini penjelasan mengenai macam-macam kalimat deklaratif:

Kalimat Deklaratif Aktif

Kalimat deklaratif aktif adalah kalimat berita yang subjeknya melakukan tindakan terhadap objek. Kalimat deklaratif aktif terbagi menjadi dua bagian, di antaranya kalimat deklaratif aktif transitif dan kalimat deklaratif aktif intransitif.

  • Kalimat Deklaratif Aktif Transitif

Kalimat deklaratif aktif transitif adalah kalimat berita yang memiliki unsur objek di dalamnya. Kalimat ini umumnya memiliki predikat dengan imbuhan me-. Kalimat deklaratif jenis ini juga dapat diubah menjadi kalimat bentuk pasif. Berikut contoh kalimatnya.

Contoh:

  1. Karang Taruna Desa Sukmajaya mengadakan acara santunan anak yatim pada 15 Mei 2020. (bentuk aktif)
    • Pada 15 Mei 2020 diadakan acara santunan anak yatim oleh Karang Taruna Desa Sukmajaya. (bentuk pasif)
  1. Pak Ahmad selaku Kepala Desa Sukmajaya menghadiri acara santunan anak yatim di Pondok Pesantren Darussalam. (bentuk aktif)
    • Acara santunan anak yatim di Pondok Pesantren Darussalam dihadiri oleh Pak Ahmad selaku Kepala Desa Sukamajaya. (bentuk pasif)
  1. Jurusan ini menerima sebanyak 60 orang mahasiswa. (bentuk aktif)
    • Sebanyak 60 orang mahasiswa diterima jurusan ini. (bentuk pasif)
  1. Para guru menyambut bahagia kedatangan Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (bentuk aktif)
    • Kedatangan Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan disambut oleh para guru dengan bahagia. (bentuk pasif)
  2. Polisi telah menangkap pelaku pencurian itu. (bentuk aktif)
    • Pelaku pencurian itu telah ditangkap oleh polisi. (bentuk pasif)
  • Kalimat Deklaratif Aktif Intransitif

Kalimat deklaratif aktif intransitif adalah kalimat berita yang tidak harus disisipi unsur objek di dalamnya. Pola atau struktur dari kalimat deklaratif aktif intransitif biasanya berbentuk S-P, S-P-K, atau S-P-Pel. Predikat dalam kalimat jenis ini umumnya menggunakan kata kerja berimbuhan ber-. Berikut contoh kalimatnya.

Contoh:

  1. Mereka (S) + sedang berdiskusi (P) + di kelas (K) — Mereka sedang berdiskusi di kelas.
  2. Dia (S) + tidak berbicara (P) — Dia tidak berbicara.
  3. Aku (S) + sudah bertemu (P) + dengannya (Pel) — Aku sudah bertemu dengannya.
  4. Ibunya (S) + bekerja (P) + sebagai dokter (Pel) — Ibunya bekerja sebagai dokter.
  5. Para karyawan (S) + telah berkumpul (P) + di lapangan (K) — Para karyawan telah berkumpul di lapangan.

Kalimat Deklaratif Pasif

Kalimat deklaratif pasif adalah kalimat berita yang subjeknya menerima tindakan dari objeknya. Kalimat deklaratif pasif juga diklasifikasikan dalam dua bentuk, yaitu kalimat deklaratif pasif biasa dan kalimat deklaratif pasif zero.

  • Kalimat Deklaratif Pasif Biasa

Jenis kalimat ini merupakan kalimat deklaratif atau kalimat berita aktif yang diubah ke dalam bentuk pasif. Predikat yang digunakan dalam kalimat ini umumnya menggunakan imbuhan di-, ter-, dan ke-an. Berikut contoh kalimatnya.

Contoh:

  1. Perahu layar itu diterjang oleh ombak pada malam hari.
  2. Tersangka diberi hukuman penjara selama 10 tahun.
  3. Kobaran api tersebut dipadamkan oleh patugas pemadam kebakaran.
  4. Rambutnya tertiup angin
  5. Ada banyak kejanggalan dibalik kecelakan tersebut.
  • Kalimat Deklaratif Pasif Zero

Jenis kalimat ini merupakan kalimat deklaratif yang predikatnya menggunakan akhiran -an. Lalu, objek pada jenis kalimat ini tidak memerlukan sisipan dari kata lain. Berikut contoh kalimatnya:

Contoh:

  1. Akan aku sampaikan salammu kepada dia.
  2. Sudah aku titipkan pesananmu kemarin.
  3. Telah kami selesaikan semua tugas rumah.
  4. Rotinya dia berikan pada pengemis di pasar tadi.
  5. Aku sudah cantumkan namamu.

Kalimat Deklaratif Inversi

Kalimat deklaratif inversi adalah kalimat berita yang predikatnya mendahului subjek. Berikut contoh dari kalimatnya:

Contoh:

  1. Dicurinya mobil mewah itu dari garasi.
  2. Sudah kakak bersihkan kamar kalian.
  3. Pulanglah dia ketika ibunya memanggil.
  4. Dibuang Rachel makanan dari Roy.
  5. Buatkan saya secangkir teh hangat.

Kalimat Deklaratif Langsung

Kalimat deklaratif langsung adalah kalimat berita yang dikutip sama persis seperti yang disampaikan orang tersebut (narasumber). Ciri dari kalimat ini ditandai dengan tanda baca petik (“…”). Berikut contoh kalimatnya:

Contoh:

  1. “Besok pagi, aku akan pergi ke Seoul.” kata Ratih.
  2. “Aku akan pulang terlambat hari ini.” jelas Darwin.
  3. Johan berkata, “Kamu saya terima bekerja di sini”.
  4. Ibu Nunik berkata, “Saya tidak bisa ikut serta dalam acara penggalangan dana besok pagi”.
  5. “Aku tidak ingin berteman denganmu lagi. Kau telah mengecewakan aku.” ucap Dinda kepada Ratih.

Kalimat Deklaratif Tidak Langsung

Kalimat deklaratif tidak langsung adalah kalimat berita yang bertujuan untuk melaporkan ucapan atau perkataan orang lain. Berikut ini contoh dari kalimatnya:

Contoh:

  1. Fahri mengatakan bahwa dirinya tidak akan kembali lagi ke Indonesia.
  2. Yanti berpesan bahwa kamu tidak boleh terlambat pergi ke sekolah besok.
  3. Jenny mengatakan bahwa Soni mengalami kecelakaan kemarin sore.
  4. Pak Rahmat berpesan padaku bahwa semua murid harus mengumpulkan PR bahasa Indonesia di mejanya.
  5. Yoga menjelaskan bahwa Rudi tidak akan bergabung lagi dengan tim sepak bola kampus.

Baca juga: Yuk Ketahui Jenis-Jenis Kalimat

Nah, gimana ilmu kamu tentang jenis-jenis kalimat dalam bahasa Indonesia semakin bertambah kan. Semoga pembahasan ini dapat membantu kamu untuk mengenali jenis-jenis kalimat berdasarkan isinya ya. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

Avatar
Tatiek
Saya lulusan S1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Saya angkatan 2015 dan lulus tahun 2019 dengan predikat Cumlaude. Saya sangat tertarik dan menyukai dunia pendidikan dan kepenulisan. Dalam bidang kepenulisan saya telah menulis dalam berbagai tema seperti pendidikan, budaya, kesehatan, hiburan, akuntansi, dan dunia anak. Selain itu, saya juga mahir dalam hal penyuntingan artikel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Mengenal Apa itu Audit Komunikasi

Pernah mendengar kata audit komunikasi? mungkin kata audit sering kita dengar. Namun biasanya kata audit identik dengan keuangan, bukan komunikasi. Lalu bagaimana audit komunikasi itu?...

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...