Mengenal Apa Itu Jurusan Teknik Nuklir

Jika berbicara mengenai nuklir maka kata apa yang pertama kali terbayang di benak Kamu? Bom? Radiasi berbahaya yang menimbulkan kanker? Atau sumber energi listrik yang sangat besar? Bisa dikatakan semua paradigma yang ada mengenai nuklir tersebut tidak semuanya salah, namun memang ada lebih banyak kekeliruan yang tersebar di masyarakat.

Nuklir berbicara mengenai reaksi yang terjadi di atom dan inti atom yang berpotensi menghasilkan banyak manfaat bagi manusia. Memang benar nuklir bisa menjadi pisau bermata dua, di satu sisi ia menyimpan potensi energi yang sangat besar sementara di sisi lain ia bisa dimanfaatkan untuk hal yang buruk.

Meski begitu, tingginya tingkat regulasi di badan tenaga nuklir nasional dan global membuat kemungkinan penyalahgunaan nuklir berkurang. Nuklir sendiri menyimpan manfaat sangat luas tidak hanya di bidang energi, namun juga pertanian seperti pemuliaan tanaman, pengawetan makanan, industri, bahkan hingga kesehatan.

Apa itu Jurusan Teknik Nuklir?

Bidang Teknik Nuklir
Sumber: energyservicesexperts.com

Jurusan Teknik Nuklir mempelajari cabang ilmu rekayasa dalam memanfaatkan energi nuklir dan turunannya seperti iradiasi. Selama berkuliah, Kamu akan diajarkan berbagai teori yang berkaitan dengan keteknikan secara umum, pengembangan teknologi nuklir untuk bidang energi dan non – energi, kewirausahaan berbasis teknik, hingga faktor keselamatan, dan keamanan nuklir.

Di Indonesia sendiri, belum banyak perguruan tinggi yang menyelenggarakan perkuliahan khusus di bidang teknologi nuklir. Tercatat hanya ada dua perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi khusus untuk Teknik Nuklir, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan STTN (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir) – BATAN.

Seperti Apa Kuliah di Jurusan Teknik Nuklir?

Untuk dapat lulus kuliah dari Jurusan Teknik Nuklir UGM, Kamu harus menyelesaikan total 144 SKS dengan 120 SKS adalah matakuliah yang wajib sementara 24 sisanya adalah matakuliah pilihan. Secara umum, kuliah di Jurusan Teknik Nuklir hampir serupa dengan kuliah di jurusan teknik pada umumnya.

Pada semester awal perkuliahan, Kamu akan belajar berbagai dasar keteknikan seperti gambar teknik, fisika dasar, matematika dasar hingga kimia dasar. Beberapa praktikum laboratorium juga harus diambil oleh mahasiswa sepanjang perkuliahan. Kamu juga akan mengikuti satu minggu pelatihan praktikum radiokimia di BATAN sebelum mengambil tugas akhir.

Alasan Kuliah di Jurusan Teknik Nuklir

Pemanfaatan Nuklir PLTN
Sumber: newengineer.com

Berkarir di Bidang Energi

Energi terutama energi listrik adalah hal primer yang dibutuhkan oleh semua orang saat ini. Apalagi dengan semakin meningkatnya ekonomi suatu negara maka kebutuhan energi listrik pun akan semakin besar. Pasalnya, industri yang semakin besar membutuhkan dukungan pasokan listrik stabil dengan sumber yang besar.

Nuklir menjanjikan pasokan daya listrik stabil dengan jumlah yang besar. Mengingat cadangan sumberdaya energi fosil yang kian menipis, opsi pendayagunaan energi nuklir semakin tak terelakkan. Belum lagi penggunaan energi fosil akan menyebabkan masalah lingkungan.

Apabila Kamu memiliki visi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional berkelanjutan, maka bidang nuklir adalah bidang yang tepat untukmu.

Aplikasi Disiplin Ilmu yang Sangat Luas

Di Teknik Nuklir, Kamu tidak hanya belajar mengenai penggunaan energi nuklir untuk PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) namun juga Fisika Medis, aplikasi isotop lingkungan, hingga industri. Teknologi Nuklir dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan bahkan hingga pengawetan makanan dan rekayasa material.

Berkesempatan untuk Berkarir di Luar Negeri

Banyak negara di hampir seluruh dunia sedang berlomba – lomba untuk membangun PLTN pertamanya atau setidaknya fasilitas nuklir pertama. Negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi kini juga tengah mencoba membangun fasilitas reaktor nuklir pertama. Sayangnya, banyak negara tersebut yang masih kekurangan ahli di bidang teknologi nuklir.

Oleh karena itu, peluang untuk berkarir di luar negeri masih terbuka sangat luas saat ini. Apabila berkarir di luar negeri adalah mimpimu, maka mengambil Jurusan Teknik Nuklir mungkin bisa menjadi pilihanmu.

Ada “Nilai” Tersendiri

Masih langkanya Jurusan Teknik Nuklir di tanah air membuat mahasiswa yang berkuliah di bidang ini dipandang dengan “nilai” tersendiri. Bahkan, tak jarang mahasiswa Teknik Nuklir dipandang sebagai orang yang pemberani dan cerdas karena mempelajari hal yang terkesan masih cukup misterius di masyarakat.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Teknik Nuklir

Garis besar topik yang akan dibahas selama berkuliah di jurusan Teknik Nuklir adalah pendalaman materi fisika, matematika dan ilmu rekayasa. Teknik Nuklir sendiri sebenarnya merupakan bidang ilmu rekayasa yang di dalamnya mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu rekayasa disertai basis prinsip fisika nuklir.

Oleh karena itu jika Kamu menyenangi bidang – bidang tersebut, maka jurusan Teknik Nuklir mungkin bisa menjadi salah satu pilihanmu.

  1. Teknologi Aplikasi Radioisotop dan Radiasi
  2. Produksi Isotop dan Senyawa Bertanda
  3. Pengelolaan Limbah Radioaktif
  4. Pengembangan dan Produksi Instrumentasi dan Peralatan Ionik
  5. Teknologi Pengelolaan Bahan Bakar Nuklir
  6. Teknologi Reaktor Nuklir
  7. Keselamatan, Keamanan dan Proliferasi Teknologi Nuklir
  8. Radioaktivitas Lingkungan
  9. Kedokteran Nuklir
  10. Perpindahan Panas

Di Jurusan Teknik Nuklir UGM, ada dua peminatan yang ditawarkan kepada mahasiswa secara umum. Peminatan yang ditawarkan yakni meliputi Fisika Medis (FisMed) dan Teknologi Energi Nuklir (TEN). Jika Kamu mengambil penguatan Fisika Medis, maka itu artinya Kamu harus mempelajari beberapa hal terkait dengan bidang Biologi dan kedokteran nuklir.

Baca juga: Mengenal Teknik Informatika

Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) memiliki spektrum pembelajaran yang sangat luas. Kamu bisa mengambil peminatan lebih spesifik ke bidang radioaktivitas lingkungan ataupun isotop alam, teknologi reaktor nuklir fisi dan fusi, keselamatan, keamanan dan proliferasi teknologi nuklir, bahan bakar nuklir, dan sebagainya.

Prospek Kerja Teknik Nuklir

Tenaga Peneliti

Salah satu lembaga penelitian di dalam negeri yang membutuhkan banyak lulusan Teknik Nuklir adalah BATAN. Sebagai institut riset dengan fokus utama di bidang nuklir, BATAN bahkan memiliki tiga buah reaktor riset yang tersebar di Yogyakarta, Tangerang serta Bandung.

Di institute riset ini berbagai penelitian dilakukan seperti iradiasi bahan, hingga pelatihan dan sertifikasi. Beberapa alumni Teknik Nuklir UGM bahkan pernah menjabat sebagai ketua BATAN dan kepala bidangnya.

Tidak hanya di BATAN, Kamu juga berkesempatan untuk menjadi tenaga peneliti di institut penelitian global. Beberapa alumni Teknik Nuklir juga berkarya di institut nuklir internasional seperti IAEA (International Atomic Energy Agency).

Pengawas dan Pembuat Kebijakan Nuklir

Jika Kamu lebih tertarik menjadi seorang pejabat yang membuat peraturan di bidang nuklir, maka Kamu bisa memilih untuk berkarir di BAPETEN. Banyak lulusan Teknik Nuklir yang berkarir di BAPETEN dari mulai staf hingga kepala bidangnya. Kamu akan terjun langsung dalam melakukan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di dalam negeri.

Fisika Medik

Apabila Kamu lebih ingin berkarir di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, maka mengambil kuliah Teknik Nuklir memungkinkan Kamu untuk berkarir di unit radioterapi dan radiologi rumah sakit. Kamu bisa mengambil bidang keahlian Fisika Medis selama kuliah jika ingin berkarir di unit kesehatan tersebut.

Pada bidang keahlian Fisika Medis, Kamu akan diajarkan hal – hal yang mendukung radiologi klinik atau radiodiagnostik serta radioterapi. Bidang – bidang ini membutuhkan radioisotop dan radiasi dalam pelaksanaannya.

Polisi, BIN, dan TNI

Tahukah Kamu bahwa di Kepolisian ada detasemen khusus di bidang Kimia, Biologi dan Radioaktif? Beberapa alumni Teknik Nuklir ada yang sudah berkarya di Kepolisian untuk mendukung penyelenggaraan laboratorium forensik serta gegana. Selain itu, di TNI juga terdapat unit tersendiri di bidang Nuklir yakni unit Nubika (Nuklir, Biologi dan Kimia).

Radiografer untuk Penerapan Teknologi Non – Destructive Testing

Untuk melakukan pengujian kualitas alat – alat industri dilakukan melalui dua metode, yakni Non – Destructive Testing dan Destructive Testing. Non – Destructive Testing adalah metode pengujian peralatan industri tanpa perlu merusak peralatan tersebut. Sementara itu, metode Destructive Testing biasa diterapkan saat mendesain produk untuk menguji kekuatan dan kelenturan bahan.

Oleh karena itu, metode Non – Destructive Testing umum dimanfaatkan pada masa perawatan peralatan. Salah satu cara untuk melakukan Non – Destructive Testing adalah dengan memanfaatkan radiasi bahan nuklir berupa sinar gamma dan juga sinar X. Sinar gamma biasanya digunakan untuk peralatan yang sangat tebal hingga tidak bisa ditembus oleh sinar X.

Petugas Proteksi Radiasi

Pada setiap fasilitas yang memanfaatkan teknologi nuklir dan radiasi membutuhkan setidaknya satu orang Petugas Proteksi Radiasi (PPR) yang telah bersertifikat. Seorang Petugas Proteksi Radiasi (PPR) akan melakukan pemantauan atas penyelenggaraan pemanfaatan radiasi. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah terkait penggunaan teknologi nuklir dan radiasi.

Industri yang membutuhkan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) misalnya industri yang memanfaatkan teknologi Non – Destructive Testing menggunakan radiasi seperti X – ray dan sinar gamma. Petugas Proteksi Radiasi (PPR) juga dibutuhkan pada unit radiologi di rumah sakit.

Akademisi

Jika Kamu tertarik untuk mengabdi bagi bangsa dan negara, maka berkarir sebagai akademisi bisa menjadi pilihanmu. Kamu bisa memilih pekerjaan yang berkaitan dengan dunia akademik seperti menjadi dosen. Dengan berkarir sebagai seorang dosen, Kamu memiliki berbagai tugas mulai dari mendidik anak murid, pengabdian di masyarakat dan juga melakukan penelitian.

Ada beberapa perguruan tinggi tanah air yang membuka jurusan terkait dengan bidang nuklir, baik itu yang khusus membahas teknik nuklir maupun yang hanya sebagai cabang peminatan. Universitas yang membuka peminatan terkait bidang nuklir seperti Peminatan Fisika Nuklir untuk S1 Fisika di ITB, Peminatan Fisika Medis untuk S1 Fisika Undip dan UI.

Tips Kuliah di Jurusan Teknik Nuklir

Berpikir Secara Kreatif

Menjadi seorang problem solver adalah inti dari perkuliahan di bidang Teknik Nuklir. Kamu dilatih untuk berpikir kreatif menganalisis permasalahan, menemukan solusi di tengah keterbatasan yang ada. Dengan kreativitas yang terus dilatih selama kuliah, Kamu akan lebih terbiasa saat menghadapi dunia kerja.

Berpikir Secara Analitis dan Sistematis

Dalam dunia nuklir, keselamatan adalah hal yang paling utama. Ketika kita merancang suatu fasilitas nuklir dari mulai reaktor, fasilitas penelitian dan sebagainya, maka cara berpikir yang sistematis harus dilatih.

Pasalnya, Kamu harus meneliti satu persatu tempat – tempat penting yang riskan dan harus dijaga. Kamu juga harus menganalisa setiap faktor risiko yang mungkin ada dan mendesain pengamanan berlapis untuk mengatasi setiap faktor risiko yang dapat muncul.

Baca juga: Mengenal Jurusan Kedokteran Hewan

Bekerja Secara Tim

Hampir setiap proyek di perkuliahan harus dikerjakan secara berkelompok. Dengan begitu, Kamu akan dilatih agar dapat bekerjasama dengan baik dalam sebuah tim. Misalnya saja Kamu akan ditugaskan untuk membuat coding proses nuklir dalam reaktor, membangun instrumentasi nuklir dan sebagainya.


Sumber:

https://tf.ugm.ac.id/2011/07/26/alumni-teknik-nuklir-sukses-berkarir-di-kepolisian/

http://web06.opencloud.dssdi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/589/2018/09/BUKU-PANDUAN-TEKNIK-NUKLIR-TH-2018-REV-01.pdf

http://www.batan.go.id/index.php/id/home/kepala-batan

Artikel Terbaru

Dessy

Dessy

Penulis adalah alumni dari S1 Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM). Penulis juga pernah ikut terlibat aktif dalam salah satu perusahaan yang bergerak di bidang riset teknologi nuklir tanah air sebagai Asisten Peneliti

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *