Jenis Variabel Penelitian: Sifat, Skala dan Contoh

Apakah kamu mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian? Kamu pasti tidak asing bukan tentang variabel penelitian. Variabel penelitian sendiri juga menjadi salah satu bagian penelitian yang penting lho.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian serta jenis variabel penelitian yang meliputi pengertian variabel penelitian, jenis-jenis variabel penelitian, cara menentukan variabel penelitian hingga contoh variabel penelitian. Silahkan disimak pengertian serta jenis variabel penelitian berikut ya!

Pengertian Menurut Ahli dan Umum

Pengertian menurut para ahli dan umum
Sumber: Gerd Altmann from Pixabay

Pengertian Menurut Ahli

Made Indra & Ika Cahyaningrum

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang sudah ditetapkan oleh peneliti untuk dikaji sehingga didapatkan informasi tentang hal tersebut dan dapat ditarik kesimpulan. Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau objek, yang memiliki variasi.

Baca juga: Jenis-Jenis Penelitian

Usman & Akbar

Usman dan Akbar (2008) menyatakan bahwa variabel penelitian adalah konsep yang memiliki variasi nilai. Konsep ini digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan abstraksi gejala sosial atau gejala alamiah. Konsep juga dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala yang sama.

Juhana Nasrudin

Menurut Juhana Nasrudin (2019), variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Maksudnya adalah di dalam penelitian ada sesuatu yang menjadi target, yaitu variabel sehingga hal tersebut menjadi pusat perhatian penelitian untuk diamati atau diukur. Selain itu, variabel juga diartikan sebagai konsep yang memiliki variabilitas atau dapat dibedakan menjadi beberapa kategori.

Siyoto & Sodik

Siyoto dan Sodik (2015) menyebutkan bahwa variabel penelitian adalah objek penelitian. Maksudnya adalah segala sesuatu yang harus diteliti. Di dalam penelitian, variabel ini menjadi fokus perhatian yang memiliki pengaruh serta memiliki nilai.

Sugiarto

Sugiarto dalam Siyoto dan Sodik (2015) menjelaskan pengertian variabel penelitian adalah karakter yang dapat diobservasi dari suatu pengenal atau atribut dari sekelompok objek karena adanya variasi antara objek yang satu dengan objek yang lainnya dalam kelompok tertentu.

Pengertian Umum

Secara umum, variabel penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran pengamatan dalam penelitian. Variabel ini menjadi pusat perhatian dalam sebuah penelitian untuk diamati dan diukur. Variabel penelitian juga dapat diartikan sebagai konsep yang memiliki variabilitas atau dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Variabel penelitian merupakan salah satu komponen penelitian yang penting dalam kaitannya dengan proses studi komprehensif.

Jenis Variabel Penelitian

Jenis variabel penelitian
Sumber: Gerd Altmann from Pixabay

Jenis variabel penelitian dapat dikelompokkan menjadi berbagai macam tipe untuk menjelaskan penggunaannya dalam penelitian. Macam-macam tipe variabel tersebut, yaitu variabel bebas (independen), variabel terikat (dependen), variabel moderator, variabel perancu, dan variabel kontrol.

Variabel Bebas (Independen)

Variabel bebas dapat juga disebut sebagai variabel stimulus, predictor, atau antecedent, yaitu variabel yang nilainya menentukan variabel yang lain. Variabel bebas ini yang mempengaruhi atau menjadi sebab berubahnya variabel terikat.

Biasanya, variabel bebas ini diubah-ubah, diobservasi, dan diukur untuk mengetahui hubungannya atau pengaruhnya terhadap variabel lain. Variabel ini dimanipulasi oleh peneliti sehingga menciptakan suatu dampak pada variabel terikat (dependen). Pada umumnya, variabel bebas diberi lambang X (X1, X2, X3, dan seterusnya).

Variabel Terikat (Dependen)

Variabel terikat atau bisa disebut juga variabel tergantung adalah variabel yang dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel bebas. Variabel ini akan muncul sebagai akibat dari perubahan variabel-variabel lain. Variabel terikat atau variabel dependen ini adalah faktor yang diobservasi dan diukur untuk menetapkan ada atau tidaknya pengaruh atau hubungan dari variabel bebas. Karena sifatnya yang tergantung, variabel ini juga bisa disebut variabel output, kriteria, respons, dan indogen.

Variabel Moderator

Variabel moderator adalah variabel yang dapat berperan sebagai variabel bebas dan terikat. Seringkali variabel moderator ini disebut sebagai variabel bebas kedua. Variabel moderator ini diangkat untuk menentukan apakah keberadaannya mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel moderator ini juga bisa dijelaskan sebagai faktor yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih peneliti untuk mengungkapkan apakah faktor tersebut mengubah hubungan variabel bebas dan terikat.

Hubungan langsung antara variabel bebas dan terikat terkadang dipengaruhi oleh variabel lain yang dapat memperlemah atau memperkuat hubungan tersebut. Variabel ini juga bisa mengubah nilai hubungan dari negatif ke positif atau sebaliknya.

Variabel Perancu

Variabel perancu adalah variabel yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi variabel. Variabel perancu ini merupakan jenis variabel yang memiliki hubungan dengan variabel bebas (independen) dan terikat (dependen) tetapi bukan variabel antara.

Variabel perancu ini penting diidentifikasi karena ia dapat membuat peneliti salah mengambil kesimpulan. Variabel perancu ini perlu disingkirkan supaya tidak mengganggu dalam penarikan kesimpulan penelitian. Adapun cara menyingkirkan variabel perancu ini dapat dilakukan dengan restriksi, matching, dan randomisasi.

Restriksi adalah menyingkirkan perancu dari dari setiap subjek penelitian. Matching adalah proses menyamakan perancu diantara dua kelompok. Randomisasi adalah melakukan pengacakan sehingga pengaruh variabel perancu dapat disingkirkan karena variabel tersebut akan terbagi secara seimbang di antara kelompok.

Variabel Kontrol

Variabel kontrol adalah variabel yang nilainya dikendalikan dalam penelitian sehingga tidak mempengaruhi variabel bebas dan terikat. Dalam suatu penelitian, tidak semua variabel dapat dipelajari sekaligus dalam waktu yang sama. Supaya variabel tersebut tidak mengganggu hubungan variabel bebas dan terikat, maka perlu dinetralkan pengaruhnya. Variabel yang harus dinetralkan tersebut disebut dengan variabel kontrol.

Variabel kontrol dapat dijelaskan dengan kata lain, yaitu faktor-faktor yang dinetralkan pengaruhnya oleh peneliti karena diduga dapat mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan terikat. Perbedaan variabel kontrol dan moderator terletak pada penetapannya. Pada variabel moderator, penetapannya untuk dipelajari atau dianalisis pengaruhnya. Sedangkan penetapan variabel kontrol adalah untuk dinetralkan atau disamakan pengaruhnya.

Baca juga: Contoh Hipotesis Penelitian

Sifat Variabel Penelitian

Sifat variabel penelitian
Sumber: Pete Linforth from Pixabay

Variabel penelitian, apabila ditinjau dari sifatnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu variabel statis dan dinamis.

Variabel Statis

Variabel statis tidak dapat diubah nilai, keadaan, dan karakteristiknya. Apabila hasil penelitian menunjukkan akibat dari variabel tersebut, peneliti tidak dapat mengubahnya. Variabel statis ini misalnya jenis kelamin, status sosial ekonomi, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Variabel Dinamis

Kebalikan dari variabel statis, variabel dinamis merupakan variabel yang dapat diubah-ubah tempatnya dan karakternya. Apabila hasil penelitian menunjukkan sesuatu yang menunjukkan adanya akibat dari variabel tersebut, peneliti dapat mengubahnya. Karena dapat diubah-ubah, peneliti sering menggunakan variabel ini sesuai dengan yang diinginkan.

Skala Pengukur

Pengukuran variabel merupakan proses pemberian atribut atau nilai pada objek. Jenis skala pengukuran variabel dikelompokkan menjadi empat, yaitu skala nominal, ordinal, interval, dan rasio. Keempat skala tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Skala Nominal

Skala nominal merupakan skala yang bukan sebenarnya, melainkan hanya membedakan subkategori secara kualitatif. Contoh skala nominal ini seperti jenis kelamin laki-laki diberi kode 1 dan jenis kelamin perempuan diberi kode 2. Namun, dari contoh tersebut tidak menandakan bahwa perempuan memiliki jenjang yang lebih rendah dari laki-laki. Pemberian nominal di sini hanya sebagai kode dalam pengolahan.

Penggunaan data dengan skala nominal memiliki keuntungan, yaitu mudah dijawab dan diolah. Akan tetapi, juga memiliki kekurangan, yaitu informasi yang diperoleh tidak mendetail, antar data tidak dapat dibedakan secara kuantitatif.

Skala Ordinal

Skala ordinal merupakan skala yang memiliki urutan atau jenjang, tetapi masih bersifat kualitatif. Data yang menggunakan skala ordinal memiliki ciri-ciri, yaitu adanya perbedaan antar-subkategori meskipun jaraknya tidak sama dan tidak konstan. Skala ordinal digunakan untuk membedakan data sekaligus mengandung unsur pemeringkatan, derajat, atau tingkatan.

Skala ordinal ini berguna untuk mengukur tingkat loyalitas, hubungan, kepuasan, motivasi, kualitas produk atau jasa, nilai tambah, keberhasilan, dan lain sebagainya. Namun, kelemahan jenis skala ini salah satunya dari unsur subjektivitas dari responden karena faktor psikologi, sosial, rasionalitas politik dan pengetahuan.

Skala Interval

Skala interval ini memenuhi sifat-sifat dari skala nominal dan ordinal. Skala interval merupakan skala yang memiliki jarak tertentu. Biasanya, skala ini digunakan untuk mengukur objek penelitian kuantitatif yang jelas dan terukur dengan baik. Dibandingkan dengan skala ordinal, skala interval memiliki unsur objektivitas dan akurasi pengukuran yang lain baik. Skala interval ini jika dilakukan operasi matematis, hasilnya masih mempunyai makna tertentu yang terkait dengan penelitian.

Skala Rasio

Skala rasio merupakan skala yang memiliki sifat skala interval dan sifat lain, yaitu memberikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang diukur. Skala rasio ini bisa dibedakan, diurutkan, mempunyai jarak, dan bisa dibandingkan. Skala rasio menggunakan titik nol mutlak dan angka pada skala rasio menunjukkan nilai sebenarnya dari objek yang dukur.

Hubungan Antara Variabel

hubungan antara variabel
Sumber: PIRO4D from Pixabay

Hubungan Simetris

Hubungan simetris merupakan hubungan antar variabel yang tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lain. Terdapat empat kategori yang menyebabkan hubungan simetris ini dapat terjadi, yaitu kedua variabel merupakan indikator dari konsep yang sama, akibat dari suatu faktor yang sama, saling berikatan secara fungsional, dan hubungan yang kebetulan semata-mata.

Hubungan Timbal Balik

Merupakan hubungan variabel yang bisa menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Pada hubungan timbal balik ini, hubungan antara dua variabel saling mempengaruhi satu sama lain. Misalnya, jika ada variabel A dan B yang berhubungan, maka variabel A dan B tersebut memiliki hubungan timbal balik.

Dalam hubungan timbal balik ini, peneliti tidak tahu mana yang menjadi penyebab dan akibat. Apabila suatu ketika variabel A mempengaruhi variabel B, maka di lain waktu variabel B bisa mempengaruhi variabel A.

Hubungan Asimetris

Hubungan asimetris merupakan hubungan yang terjadi ketika satu variabel mempengaruhi variabel yang lain, tetapi hubungan tersebut bukan hubungan timbal balik. Hubungan asimetris ini berasal dari hubungan antar konsep.

Dilihat dari sifat-sifat variabel yang mempengaruhi sifat variabel lain, hubungan asimetris dibagi menjadi enam jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Hubungan antara stimulus dan respons yang merupakan hubungan kausal yang lazim digunakan oleh peneliti.
  2. Hubungan yang menunjukkan respons tertentu dalam situasi tertentu.
  3. Hubungan antara diri individu dan disposisi atau tingkah laku, yaitu menunjukkan sifat individu yang relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan.
  4. Hubungan antara prasyarat dengan akibat tertentu.
  5. Hubungan karena adanya jalinan yang erat antara variabel satu dengan variabel yang lain.
  6. Hubungan antara tujuan dan cara.

Baca juga: Contoh Instrumen Penelitian

Cara Menentukan Variabel Penelitian

Dalam menentukan variabel penelitian, terlebih dahulu perlu dipahami keterkaitan dalam penelitian tersebut dari awal hingga akhir. Penentuan variabel penelitian tersebut, perlu didasari beberapa kriteria sebagai berikut.

  1. Variabel penelitian berdasarkan permasalahan penelitian yang ingin diselesaikan.
  2. Variabel penelitian harus memiliki dasar teori yang dapat diperoleh dari buku atau penelitian sebelumnya.
  3. Variabel penelitian juga harus memiliki indikator penelitian.

Contoh Variabel Penelitian

Contoh Variabel Penelitian Jenis Variabel Bebas

Misalnya pada penelitian tentang karakteristik tepung kimpul terfermentasi dan aplikasinya pada pembuatan mie instan, yang bisa dijadikan variabel bebas, yaitu.

  1. Lama fermentasi.
  2. Rasio air fermentasi.
  3. Jenis nutrisi yang ditambahkan selama fermentasi.
  4. Ukuran bahan yang difermentasi.
  5. Metode fermentasi, spontan atau tidak spontan.
  6. Persentase tepung kimpul hasil fermentasi yang ditambahkan untuk pembuatan mie instan.

Contoh Variabel Penelitian Jenis Variabel Terikat

Kelanjutan dari contoh sebelumnya, dari variabel bebas yang digunakan dalam penelitian tentang karakteristik tepung kimpul terfermentasi dan aplikasinya pada pembuatan mie instan, dapat ditetapkan variabel terikat sebagai berikut.

  1. Kadar air tepung dan mie instan
  2. Warna tepung dan mie instan
  3. Kelarutan tepung
  4. Daya kembang tepung
  5. Viskositas tepung
  6. Daya patah mie instan
  7. Daya putus mie instan

Contoh Variabel Penelitian Jenis Variabel Kontrol

Masih menggunakan contoh pada penelitian tentang tepung kimpul terfermentasi dan aplikasinya pada mie instan, variabel kontrol yang dat dipilih yaitu tepung kimpul yang tidak diberi perlakuan atau tepung kimpul yang tidak difermentasi.

Contoh Variabel Penelitian Jenis Variabel Moderator

Misalnya pada uji sensoris mie instan dari berbagai merk yang ada di Indonesia dengan variabel bebasnya adalah rasa mie instan, variabel terikatnya adalah tingkat kesukaan. Variabel yang bisa menjadi variabel moderating adalah suhu penyajian mie instan. Apabila mie instan tersebut disajikan dalam bentuk panas atau dingin akan mempengaruhi variabel terikatnya.

Contoh Variabel Penelitian Jenis Variabel Perancu

Misalnya pada penelitian tentang karakteristik tepung kimpul terfermentasi dan aplikasinya pada pembuatan mie instan, yang bisa menjadi variabel perancu yaitu asal dari umbi kimpul dan waktu panen umbi (musim kemarau atau musim hujan). Apabila variabel tersebut tidak dikendalikan dapat merancu hasil penelitian yang diharapkan.

Baca juga: Metode Penelitian Secara Lengkap

Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian serta jenis variabel penelitian. Untuk menentukan variabel penelitian kamu juga perlu berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Dosen pembimbing dapat mengarahkan kamu untuk memilih variabel penelitian yang tepat. Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat dan semoga penelitanmu lancar ya!


Sumber:

Budiarto, E. 2002. Biostatistika. Jakarta: EGC.

https://penalaran-unm.org/

Indra, I.M. & Cahyaningrum, I. (2019). Cara Mudah Memahami Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Deepublish Publisher.

Nasrudin, J. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan: Buku ajar praktis cara membuat penelitian. Pantera Publishing.

Nursalam, R. S., & Sri, U. (2009). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan: pedoman skripsi (Doctoral dissertation, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan (Concept and Application of Nursing Research Methodology: Guidelines Theses and Nursing Research Instruments). Salemba Medika, 89).

Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.

Sudaryono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana

Tersiana, A. 2018. Metode Penelitian. Bantul: Anak Hebat Indonesia

Usman, H., & Akbar, P. S. (2008). Metodologi penelitian sosial. Bumi Aksara.

Artikel Terbaru

Devi

Devi

Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *