Home Perkuliahan Tugas Jenis Pengambilan Sampel Riset Beserta Medotenya

Jenis Pengambilan Sampel Riset Beserta Medotenya

Dalam proses penelitian ada istilah yang disebut pengambilan sampel atau contoh. Itu dilakukan kalau kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan percobaan ke seluruh bagian. Misalkan saja seperti penelitian dengan sasarannya penduduk Indonesia sekarang yang berjumlah 250 juta lebih. Tentu akan sangat lama kalau harus menuju ke setiap orang, karenanya hanya diambil sampel sebagian.

Dalam bukunya yang berjudul Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Arikunto menjelaskan bahwa sampel yang diambil harus mewakili karakteristik dari populasi yang diteliti. Supaya dengan begitu meskipun hanya mengambil sebagian sampel, tapi hasilnya tetap bisa mewakili dari keseluruhan bagian. Karenanya pengambilan sampel tidak bisa sembarangan, berikut dua metode yang bisa digunakan:

Probability Sampling

metode pengambilan sampel
Sumber gambar : arcmetal.se

Sugiyono dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D” mengatakan bahwa metode ini bisa dilakukan kalau peneliti sudah tahu jumlah total populasi sejak awal. Misalkan ingin meneliti penduduk Indonesia yang sudah diketahui pasti jumlahnya dari sensus terbaru. Maka jumlah sampel yang diambil harus disesuaikan dengan jumlah yang sudah pasti  itu.

Ada beberapa macam metode probability sampling yang bisa dipakai peneliti, antara lain:

Proportionate Stratified Random Sampling

Cara ini dipakai untuk konteks penelitian yang populasinya heterogen dan punya tingkatan yang proporsional. Misalkan meneliti populasi dengan tingkat pendidikan yang berbeda-beda dan masing-masing jumlahnya proporsional, SMP 20 orang, SMA 20 orang, D3 30 orang dan S1 30 orang.

Disproportionate Stratified Random Sampling

Metode probability sampling jenis ini juga mirip dengan cara pertama, hanya bedanya disini ada tingkatan yang jumlah anggotanya tidak proposional dengan populasi. Misalkan untuk lulusan SMA dan SMP hanya sedikit, diambil sampel sedikit karena memang tidak proporsional dengan jumlah populasi total.

Simple Random Sampling

Cara ini lebih simpel dibandingkan dua cara sebelumnya karena pengambilannya secara acak tanpa mempertimbangkan adanya tingkatan dalam populasi. Ini bisa digunakan asalkan memang sudah diketahui kalau karakter populasi cenderung homogen, jadi adanya tingkatan tak berpengaruh besar.

Contohnya adalah penelitian yang dilakukan ke siswa SMA, tidak perlu memperhatikan tingkatan 1, 2 ataupun 3, jika memang sudah diketahui kalau hal itu tidak berpengaruh terhadap karakter mereka yang akan diteliti.

Area Sampling

Sebenarnya ini mirip dengan cara simple random sampling. Hanya sedikit perbedaan kalau cara ini nantinya mengambil sampel dari beberapa daerah yang berbeda. Misalkan ketika mengambil sampel untuk penelitian terhadap seluruh penduduk jawa, sampel di ambil dari berbagai wilayah di kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Baca juga: Operasionalisasi konsep penelitian

Non-probability Sampling

metode pengambilan sampel
Sumber foto : displayr.com

Maksud dari non-probability sampling adalah anggota populasi yang diteliti belum tentu berpeluang untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Ada beberapa jenis cara yang bisa digunakan yaitu :

Quota Sampling

Peneliti yang memakai cara ini mengambil sampel dengan kuota yang sudah ditentukan sebelumnya. Jadi misalkan kuotanya adalah 80 orang dan peneliti sudah mengambil sampel sejumlah itu, maka pengambilan sampel dihentikan.

Snowball Sampling

Untuk cara ini, penelitian dilakukan awalnya pada satu orang sebagai sampel. Kemudian setelahnya orang itu diminta untuk tanya ke teman-teman selainnya. Dan begitu seterusnya sampai didapatkan semakin banyak sampel.

Sampling Sistematis

Untuk cara ini, anggota populasi yang dijadikan sebagai sampel penelitian hanya sebagian, karena karakter tertentu yang mereka punya.

Purposive Sampling

Ini juga dilakukan dengan pertimbangan karakter atau ciri-ciri tertentu dari anggota populasi. Tapi kriteria tersebut sudah ditentukan sejak awal.

Baca juga: Jenis Observasi Penelitian

Jadi itulah beberapa metode pengambilan sampel yang bisa digunakan dalam penelitian. Metode yang dipilih pastinya disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks penelitian yang dilakukan. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...

Yuk Ketahui Paradigma Penelitian Kualitatif

Masih banyak dari kita yang kurang mengerti apa itu paradigma. Di beberapa bahan bacaan tingkat lanjut dalam jurnal, dalam karya ilmiah tentu beberapa kali...

Mengenal Apa Itu Jurusan Biologi

Setelah lulus SMA ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi tapi masih bingung ke jurusan apa? Suka dengan dunia Biologi tapi ingin mengetahui gambaran kuliahnya seperti...

Mengenal Universitas Jenderal Soedirman

Memilih tempat untuk melanjutkan studi adalah sesuatu yang penting, apalagi untuk kamu yang saat ini merupakan siswa SMA yang sedang memilih perguruan tinggi untuk...