Home Kampus Tugas Interpretasi Laporan Observasi Dengan Cara Berikut

Interpretasi Laporan Observasi Dengan Cara Berikut

Pernahkah kalian melakukan penelitian? Jjika pernah tahukah Kamu metode penelitian menggunakan teknik observasi ? Bagaimanakah cara atau teknik laporan dengan mtode observasi itu ? Beberapa pertanyaan itu akan kalian jumpai jawabannya setelah menyimak tentang tulisan dibawah ini.

Dalam melakuan aktifitas penelitian, terdapat beberapa metode atau cara. Salah satu cara tersebut adalah dengan menggunakan metode observasi (pengamatan). Menurut KBBI metode observasi adalah tinjauan secara cermat. Menurut ahli nya, observasi disebut juga dengan teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukannya.

Sederhananya, kalau kalian pernah mengikuti kelas praktikum di laboratorium untuk mengetahui kandungan kimiawi dari obat di lab kimia. Kalian kemudian melakukan pengamatan terhadap berbagai cairan kimia yang disediakan. Itu adalah salah satu contoh ketika Kalian berusaha membuat laporan hasil observasi terhadap kandungan kimia.

Perlu kalian tahu bahwa ada beragam cara membuat laporan hasil observasi tersebut. Apa saja caranya ? Berikut adalah 3 cara yang biasanya digunakan dalam membuat laporan hasil observasi, yang bisa Kalian gunakan untuk memahaminya.

Menggunakan Pernyataan / deksriptif

cara menafsirkan laporan observasi
Sumber foto : unsplash.com

Tata cara yang pertama yakni dengan membuat pernyataan. Maksud dari membuat pernyataan disini adalah peneliti membuat pernyataan sesuai dengan objek yang diamatinya.  Contohnya adalah ketika seorang peneliti ingin mendekripsikan tentang Smartphone atau Handphone pintar.

Maksud HP pintar disini adalah HP yang berisikan fitur-fitur canggih, yang kehadirannya mempermudah aktifitas kehidupan manusia di dunia. Salah satu bentuk kecanggihan fitur smartphone adanya jaringan internet. Jaringan internet memudahkan manusia dalam berkomunikasi satu sama lain. Sekalipun jarak yang ada bisa sampai ratusan bahkan ribuan kilometer.

Sudah paham tidak ? Lantas bagaimana dengam cara yang selainnya ? Cara yang selanjutmya adalah penggunaan simbol.

Menggunakan Simbol

cara menafsirkan laporan observasi
Sumber foto : conceptdraw.com

Tata cara  yang kedua dengan menggunakan simbol. Simbol itu biasanya bisa berupa grafik ataupun tabel. Grafik ataupun tabel disini tetap berdasarkan kepada pengamatan yang ada. Tujuan dari penggunaan simbol disini bisa bermakna dua hal.

Pertama, hal ini bisa bermakna mendeksripsikan hasil pengamatan (observasi) yang sudah dilakukan. Kedua, dalam rangka menunjang hasil observasi yang selama ini sudah dilakukan.  Sifatnya adalah menjelaskan lebih detail data yang sudah dipaparkan dalam pernyataan deskriptif.

Baca juga: Menulis Karya Ilmiah dengan Baik

Tapi apakah itu sudah cukup ? Apakah simbol hanya berupa 2 jenis itu ? Simbol yang bisa digunakan ada lebih banyak dari itu, contohnya simbol yang berupa gambar dari objek. Tapi itu adalah cara pelaporan observasi yang ketiga, yang akan dijelaskan setelah ini.

Intinya simbol digunakan untuk memperjelas hasil laporan sehingga pihak yang membaca bisa memahami lebih jelas. Contoh hasil observsi yang membutuhkan simbol contohnya ketika menjelaskan jumlah siswa dalam sebuah sekolah yang terdiri dari beberapa tingkatan dan kelas, menjelaskan prosentase korban gempa di beberapa kota bagian yang ada di Indonesia dan sebagainya.

Menggunakan Objek Pengamatan

cara menafsirkan laporan observasi
Sumber foto : meta-chart.com

Cara yang ketiga  dalam menjelaskan data hasil laporan pengamatan adalah fokus kepada hasil objek pengamatan yang ada. Maksutnya adalah memang dari sifat datanya sendiri membutuhkan penjelasan khusus. Dengan arti lain hasilnya tidak bisa atau sulit dijelaskan menggunakan kalimat ataupun simbol. Sehingga cara yang digunakan adalah dengan gambar.

Baca juga: Menganalisis Penelitian Kualitatif

Contohnya seperti menunjukkan hasil dari perolehan Survey Sementara perolehan kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden oleh pihak KPU Pusat. Dimana saat itu kandidat pasangan calon nomer 2 unggul sebanyak 60 % dibandingkan dengan kandidat calon nomer 1 yang hanya memperoleh perolehan suara 40 % saja. Jika dijelaskan menggunakan kalimat justru akan lebih sulit dipahami, sehingga menggunakan infografis seperti diagram lingkaran dan sejenisnya.

Jadi itulah 3 cara yang bisa dipakai untuk memahami dan membuat laporan observasi. Kamu bisa pilih sesuai dengan kebutuhan ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Inilah 8 Cara Mudah Membuat Ringkasan

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan ringkasan. Dalam setiap buku pelajaran, tentu ada ringkasan dari seluruh isi materi, sehingga pembaca sekilas akan tahu...

Cara Memasak dengan Teknik Ungkep

Ada banyak cara untuk memasak makanan. Lebih lagi bagi kamu yang benar-benar menyukai kegiatan masak memasak. Pasti akan lebih seru jika mencoba semua teknik...

Contoh Notulen Rapat beserta Pengertiannya

Rapat merupakan kegiatan rutin dimana-pun kita bekerja. Rapat sendiri umumya kita akan membahas berbagai hal seperti masalah-masalah yang sedang dihadapi, penyesuaian data-data yang masuk...

Mengenal Manajemen Risiko Bisnis

Semua risiko, bahkan di dalam bisnis sekalipun umumnya bersifat merugikan dan berdampak negatif. Meskipun begitu, bukan berarti risiko tidak dapat dihindarkan. Risiko dapat dikelola...