Contoh Instrumen Penelitian Serta Penjelasannya

Instrumen penelitian dibutuhkan oleh peneliti dalam mengumpulkan data ketika melakukan penelitian. Instrumen penelitian ini dapat mempermudah peneliti dalam mengelola, menganalisa dan menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan. Instrumen penelitian ini sangat diperlukan dalam berbagai jenis penelitian ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, karya ilmiah, dan lain sebagainya.

Karena pentingnya memahami tentang instrumen penelitian, kali ini kita akan membahas tentang pengertian instrumen penelitian menurut para ahli dan umum, langkah-langkah membuat, serta jenis-jenisnya beserta contoh.

Pengertian Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli dan Umum

Instrumen penelitian
Sumber: Arek Socha from Pixabay

Instrumen penelitian menurut para ahli memiliki pengertian yang berbeda-beda. Pengertian instrumen penelitian menurut para ahli dapat dijelaskan sebagai sebagai berikut.

Suharsimi Arikunto

Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih untuk digunakan oleh peneliti dalam kegiatan penelitian. Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data penelitian supaya data tersebut menjadi sistematis dan mudah untuk dilakukan analisis selanjutnya.

Ibnu Hajar

Ibnu Hajar berpendapat bahwa instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan untuk memperoleh informasi kuantitatif berkaitan dengan berbagai macam karakteristik variabel secara objektif. Informasi tersebut dapat berupa data kuantitatif; data kualitatif; data nominal, ordinal, interval atau data rasio; dan data primer atau data sekunder.

Sumadi Suryabrata

Sumadi Suryabrata menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan untuk merekam keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis. Data yang dihasilkan pada umumnya berupa data kuantitatif dimana secara teknisnya bisa digolongkan menjadi atribut kognitif dan atribut non-kognitif. Atribut kognitif perangsangnya adalah pertanyaan, sedangkan atribut non-kognitif, perangsangnya yaitu pernyataan.

Notoatmodjo

Notoatmodjo menyatakan mengenai  instrumen penelitian, yaitu sebagai alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data. Alat tersebut dapat berupa kuesioner, formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data penelitian dan lain sebagainya.

Sugiyono

Sugiono menyatakan bahwa instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Dalam hal ini, peneliti memiliki peranan yang besar dalam memegang kendali dan menentukan data yang diperoleh.

Pengumpulan data dapat dilakukan di berbagai tempat, berbagai sumber, dan berbagai cara. Apabila dilihat dari sudut pandang tempat, data penelitian dapat dikumpulkan pada laboratorium dengan metode eksperimen, atau di rumah dengan berbagai responden, dan lain sebagainya. Apabila dilihat dari sumber datanya, data penelitian dapat dikumpulkan melalui sumber data primer dan sekunder.

Berdasarkan pengertian instrumen penelitian menurut para ahli tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian instrumen penelitian secara umum adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yang bermanfaat dalam suatu penelitian untuk menjawab hipotesis yang telah dirumuskan dari penelitian tersebut.

Baca juga: Contoh Proposal Penelitian

Langkah Membuat Instrumen Penelitian

Sumber: infopenerbangan.com

Langkah umum dalam menyusun instrumen penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Analisis variabel penelitian, yaitu menganalisis variabel menjadi sub penelitian dengan jelas sehingga indikator penelitian dapat diukur dan menghasilkan data yang diinginkan. Peneliti dapat menggunakan teori atau konsep yang sudah ada atau fakta empiris berdasarkan pengalaman di lapangan untuk membuat indikator variabel.
  2. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan, instrumen ini nantinya digunakan untuk mengukur variabel/sub variabel/ indikator penelitian. Satu variabel mungkin bisa diukur menggunakan lebih dari satu instrumen.
  3. Peneliti menyusun kisi-kisi atau layout instrumen setelah ditetapkan jenis instrumen yang digunakan. Kisi-kisi instrumen tersebut diperlukan sebagai pedoman dalam merumuskan item instrumen. Di dalam kisi-kisi harus tergambarkan indikator dari setiap variabel. Misalnya untuk menentukan prestasi belajar atau kemampuan subjek penelitian diukur dari tingkat pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan lain sebagainya.
  4. Menyusun item instrumen sesuai dengan jenis instrumen yang digunakan berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. Item instrumen di sini misalnya, apabila penelitian tentang pendidikan, untuk instrumen penelitian yang menggunakan tes, berarti item instrumennya berupa pertanyaan-pertanyaan.
  5. Uji coba instrumen, instrumen yang telah dibuat sebaiknya diuji coba untuk dapat di revisi apabila ada yang tidak perlu dimasukkan ke dalam isi instrumen. Selain itu, uji coba ini juga dilakukan untuk mengetahui tingkat realibilitas dan validitas serta keterbacaan setiap item.

Jenis-Jenis Instrumen Penelitian dan Contohnya

Sumber: pikiran.cekkembali.com

Instrumen penelitian secara umum dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur intelektual seseorang, sedangkan non-tes digunakan untuk mengukur minat, bakar, dan kebiasaan seseorang. Selain itu, jenis-jenis instrumen penelitian secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut.

Instrumen Tes

Instrumen tes merupakan serangkaian pertanyaan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, kemampuan, bakat, dan intelegensi objek penelitian. Instrumen tes sendiri dapat dibagi menjadi lima bentuk, yaitu tes kepribadian, tes bakat, tes prestasi, tes intelegensi, dan tes sikap. Instrumen berbentuk tes ini sering digunakan pada penelitian tindakan kelas atau penelitian yang berkaitan dengan pendidikan.

Contoh Instrumen Penelitian

Adapun contoh dari instrumen tes adalah sebagai berikut.

Contoh 1.

Contoh 1 instrumen tes
Sumber: dokumentasi pribadi

Contoh 2.

Soal Higher Order Thinking Skills

  1. Dua jam dari sekarang Elsa akan melaksanakan ujian keterampilan untuk melakukan teknik kerja aseptis. Namun karena peralatan untuk transfer aseptis belum siap digunakan maka Elsa membutuhkan alat dengan kemampuan dapat mensterilkan alat dan bahan dalam waktu singkat. Maka alat apakah yang harus digunakan oleh Elsa ….
  2. Inkubator
  3. oven
  4. autoklaf
  5. laminar flow
  6. steam sterilize
  7. Kirana mendapat tugas untuk menghitung jumlah bakteri yang berkembangbiak di cawan petri yang telah dilakukan transfer aseptis seminggu yang lalu. Kirana akan melakukan pengamatan terhadap sel bakteri tersebut. Maka Kirana akan mengambil alat bantu apa untuk dapat melihat bakteri sehingga dapat menghitung jumlah bakteri yang berhasil berkembangbiak ….
  8. Pipet
  9. Mikropipet
  10. Pinset
  11. Ose
  12. Mikroskop
  13. Dalam melakukan teknik kerja aseptis dibutuhkan beberapa alat yang dapat digunakan untuk membantu memindahkan mikroorganisme dari satu wadah ke wadah yang lain. Lani akan melakukan kegiatan transfer aseptis dari media cair ke media padat, sehingga salah satu alat yang disiapkan oleh lani adalah ….
  14. Pinset
  15. Ose
  16. Mikropipet
  17. Batang L
  18. Pipet tetes
  19. Dalam melakukan praktek kerja di laboratorium Irfan harus menyediakan 50 ml aquades untuk campuran pembuatan media perkembangbiakan mikroba. Untuk mendapatkan aquades dengan ukuran yang akurat sebesar 50 ml, Irfan harus menampung aquades tersebut pada alat ….
  20. Erlenmeyer
  21. Beaker glass
  22. Tabung durham
  23. Gelas ukur
  24. Tabung reaksi

Instrumen Kuesioner

Kuesioner atau angket merupakan instrumen penelitian yang berbentuk pertanyaan dan biasanya digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dari responden. Pertanyaan pada kuesioner dapat disajikan secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Rancangan kuesioner ini harus valid, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak boleh palsu sehingga data tersebut dapat digunakan untuk memvalidasi penelitian.

Instrumen kuesioner ini identik digunakan pada penelitian kuantitatif. Hal tersebut karena data yang diberikan kepada responden adalah data yang ada jawaban terbuka dan tertutup. Pertanyaan yang disampaikan di dalam kuesioner adalah jenis pertanyaan yang dibutuhkan dalam laporan penelitian.

Keunggulan penggunaan instrumen kuesioner ini adalah memfasilitasi pengumpulan data dalam jumlah besar dalam periode yang relatif singkat dan murah dikelola. Adapun kelemahannya adalah terdapat beberapa pertanyaan yang mungkin membingungkan atau tidak mudah dipahami oleh responden sementara peneliti tidak berada di tempat.

Baca juga: 20 Website Jurnal Internasional

Contoh instrumen kuesioner adalah sebagai berikut.

Contoh 1.

UJI ORGANOLEPTIK (UJI HEDONIK)

Nama                    :

Jenis Kelamin         :

Umur                     :

Tanggal                  :

Tempat asal            :

Sampel                   : Mie Instan Mentah

Instruksi: Dihadapan saudara tersedia 6 sampel mie instan mentahdengan kode 248, 649, 125, 603, 353, 505 yang akan diuji.Saudara diminta untuk memberikan penilaian berdasarkan kesukaan saudara terhadap atribut warna, kenampakan, dan tekstur masing –masing sampel dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Tulislah kode masing-masing produk pada tempat yang tersedia.
  2. Evaluasilah karakteristik produk tersebutyang meliputi warna, kenampakan (sifat kilap mie), dan tekstur (kasar tidaknya permukaan mie) dengan cara memberi centang (√) di kolom penilaian. Lakukan penilaian berdasarkan kesukaan anda dan jangan membandingkan karakteristik antar
  3. Diharapkan tidak memakan sampel tersebut.
  4. Kode Produk :
AtributSangat SukaSukaAgak SukaTidak SukaSangat Tidak Suka
Warna
Kenampakan
Tekstur

Komentar :

 

5. Kode Produk :

AtributSangat SukaSukaAgak SukaTidak SukaSangat Tidak Suka
Warna
Kenampakan
Tekstur

Komentar :

 

6. Kode Produk :

AtributSangat SukaSukaAgak SukaTidak SukaSangat Tidak Suka
Warna
Kenampakan
Tekstur

Komentar :

 

7. Kode Produk :

AtributSangat SukaSukaAgak SukaTidak SukaSangat Tidak Suka
Warna
Kenampakan
Tekstur

Komentar :

 

8. Kode Produk :

AtributSangat SukaSukaAgak SukaTidak SukaSangat Tidak Suka
Warna
Kenampakan
Tekstur

Komentar :

 

9. Kode Produk :

AtributSangat SukaSukaAgak SukaTidak SukaSangat Tidak Suka
Warna
Kenampakan
Tekstur

Komentar :

 

Contoh 2.

Instrumen Wawancara

Wawancara bisa disebut juga dengan kuesioner lisan atau interview. Wawancara dilakukan dengan berdialog antara pewawancara dan yang diwawancarai untuk memperoleh suatu informasi. Instrumen wawancara bisa berupa pedoman wawancara.

Wawancara sendiri dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara terstruktur digunakan apabila peneliti sudah mengetahui pasti informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu, peneliti menyiapkan instrumen berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis dan alternatif jawabannya. Selain itu, perekam suara, gambar, brosur dan material lain juga dapat digunakan sebagai instrumen wawancara.

Sedangkan wawancara tidak terstruktur dapat dilakukan bebas dimana saja tanpa menggunakan pedoman wawancara yang sistematis dan lengkap seperti pada wawancara terstruktur. Instrumen wawancara tidak terstruktur dapat berupa garis besar pertanyaan tentang suatu permasalahan.

Pada wawancara tidak terstruktur peneliti belum mengetahui secara pasti informasi yang akan diperoleh. Sehingga peneliti lebih banyak menggali informasi secara mendalam dari responden. Jawaban responden tersebut kemudian dilakukan analisis dimana dari analisis tersebut peneliti dapa mengajukan pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada satu tujuan.

Baca juga: Jenis-Jenis Penelitian

Contoh instrumen wawancara terstruktur dan tidak terstruktur

Contoh 1. Pedoman wawancara terstruktur pada siswa SMK 5 Jember

  1. Pertanyaan: Menurut kalian sebagai pelajar SMK 5 Jember, apakah setuju dengan kebijakan sekolah untuk melaksanakan belajar online sejak adanya wabah virus corona?

Jawabannya: Setuju

  1. Menurut kalian, apakah belajar di rumah lebih efektif daripada belajar di sekolah?

Jawabannya: Tidak, lebih enak belajar di sekolah

  1. Menurut kalian, apakah tugas-tugas yang diberikan sekolah sejak belajar di rumah lebih banyak daripada ketika belajar di sekolah?

Jawabannya: Iya, tugasnya lebih banyak

Contoh 2. Pedoman wawancara tak terstruktur

  1. Apakah masyarakat lingkungan sekitar paham tentang pentingnya membaca?
  2. Bagaimana kondisi sosial budaya masyarakat di lingkungan sekitar?
  3. Bagaimana mata pencaharian dan pendidikan masyarakat sekitar?
  4. Bagaimana pendapat masyarakat sekitar berkaitan dengan pembangunan perpustakaan desa?

Instrumen Observasi

Observasi merupakan kegiatan pengamatan untuk memperhatikan suatu objek penelitian dengan saksama dan mencatat setiap keadaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Pencatatan ini dilakukan secara sistematik sesuai dengan fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi ini dilakukan secara langsung dan cermat di lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi yang terjadi dalam penelitian. Kegiatan observasi ini tidak hanya mencatat melainkan juga mengadakan pertimbangan untuk kemudian dilakukan penelitian skala bertingkat.

Contoh instrumen observasi

Contoh 1.

contoh 1 instrumen observasi
Sumber: dokumentasi pribadi

Contoh 2.

Contoh 2 instrumen observasi
Sumber: dokumentasi pribadi

Instrumen Skala Bertingkat

Instrumen skala bertingkat lebih memudahkan peneliti dalam mengetahui pendapat responden secara mendalam tentang variabel yang diteliti. Skala bertingkat sendiri merupakan suatu ukuran subjektif yang dibuat berskala. Skala pada instrumen ini harus dibuat dengan hati-hati supaya pernyataan yang diskalakan mudah diinterpretasikan dan responden bisa memberikan jawaban secara jujur.

Antisipasi adanya ketidakjujuran jawaban dari responden dapat dilakukan dengan mewaspadai beberapa hal yang mempengaruhinya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi ketidakjujuran tersebut, diantaranya persahabatan, kecepatan menerka, cepat memutuskan, jawaban kesan pertama, penampilan instrumen, prasangka, halo effects, kesalahan pengambilan rata-rata, dan kemurahan hati (Salim, 2019).

Adapun contoh instrumen skala bertingkat

Contoh 1.

Contoh 1 instrumen skala bertingkat
Sumber: image.slidesharecdn.com

Contoh 2.

Contoh 2 instrumen skala bertingkat
Sumber: dokumentasi pribadi

Instrumen Dokumentasi

Instrumen dokumentasi merupakan suatu bentuk pengarsipan instrumentasi penelitian. Bentuk instrumen dokumentasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pedoman dokumentasi yang memuat kategori data yang dicari dan check-list yang berisi daftar variabel yang akan dikumpulkan datanya.

Instrumen dokumentasi biasanya digunakan dalam penelitian untuk mencari bukti-bukti sejarah, landasan hukum,  dan peraturan-peraturan yang pernah berlaku sebelumnya. Subjek penelitiannya dapat berupa majalah, dokumen, buku-buku, notulen rapat, peraturan-peraturan, catatan harian, bahkan benda-benda bersejarah seperti artefak dan prasasti.

Adapun sumber dokumen yang berasal dari dokumen resmi, dokumen tidak resmi, dokumen primer, dan dokumen sekunder. Dokumen resmi adalah berkas dokumen yang dikeluarkan oleh lembaga secara resmi, seperti rapor, arsip sejarah, dan lain-lain.

Dokumen tidak resmi bisa berupa  dokumen yang diperoleh dari sumber tidak resmi tetapi dapat dijadikan sebagai sumber informasi penting berkaitan dengan suatu kejadian, seperti catatan harian. Dokumen primer berupa dokumen yang diperoleh dari sumber asli, atau orang yang menjadi nara sumber. Sedangkan dokumen sekunder adalah dokumen yang diperoleh selain dari sumber asli, dapat berasal dari orang lain, surat kabar, atau publikasi lainnya.

Adapun contoh instrumen dokumentasi, seperti sekumpulan hasil lembar kerja siswa yang telah dinilai dan lembar observasi siswa yang telah diisi untuk bidang pendidikan. Untuk bidang sejarah, instrumen dokumentasi bisa berupa prasasti, artefak, atau arsip sejarah lainnya.

Instrumen Lembar Check List

Pada prinsipnya, instrumen tes, instrumen observasi, instrumen kuesioner, dan instrumen skala bertingkat dapat menggunakan lembar check list. Apabila semua instrumen yang telah disebutkan tersebut menggunakan daftar cek, maka subjek yang bersangkutan membubuhkan tanda cek (√). Hasil dari instrumen ini bisa berupa angka maupun bukan.

Lembar check list sendiri merupakan daftar pengecek yang berisi nama subjek dan beberapa gejala/identitas lainnya dari objek pengamatan. Apabila instrumen ini digunakan, peneliti hanya tinggal menilai dan memberikan tanda cek (√) pada respons objek yang diamati. Contoh instrumen lembar check list adalah sebagai berikut.

Contoh 1.

Contoh 1 instrumen lembar check list
Sumber: docplayer.info

Contoh 2.

Contoh 2 instrumen lembar check list
Sumber: image.slidesharecdn.com

Baca juga: Perbedaan Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Nah, itulah beberapa instrumen penelitian yang dapat digunakan dalam kegiatan penelitian. Instrumen tersebut dapat digunakan bersama-sama atau berdiri sendiri, tergantung pada kebutuhan peneliti. Pemilihan jenis instrumen yang digunakan juga tergantung pada tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Semoga sedikit informasi ini bermanfaat!


Sumber:

Alfianika, N. (2018). Buku ajar metode penelitian pengajaran bahasa Indonesia. Deepublish.

Kristanto, V. H. (2018). Metodologi Penelitian Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah:(KTI). Deepublish.

Mamik, D. (2015). Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Jawara.

Salim, H. (2019). Penelitian Pendidikan: Metode, Pendekatan, dan Jenis. Kencana.

Artikel Terbaru

Devi

Devi

Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *