Home Tugas Apa Saja Instrumen Penelitian Kuantitatif?

Apa Saja Instrumen Penelitian Kuantitatif?

Instrumen, apa yang kamu ketahui tentangnya? Dari namanya saja sudah bisa diartikan, kalau “instrumen” berarti alat, yang tujuannya untuk mengumpulkan data. Yuk simak lebih lanjut pembahasannya.

Mengenal Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian sebenarnya didesain untuk sebuah tujuan dan tidak digunakan di penelitian yang lain. Karena tujuan dan mekanisme kerja pada setiap teknik penelitian akan berbeda-beda. Maka dari itulah susunan satu instrumen akan berbeda dengan instrumen yang digunakan untuk penelitian lainnya. Untuk penelitian kuantitatif sendiri, pada umumnya instrumen yang digunakan berasal dari pengembangan atas penjabaran variabel penelitian dari teori-teori yang akan duji pada penelitian yang sedang dikerjakan itu.

Dalam memilih suatu instrumen yang akan kamu gunakan dalam penelitian, prinsip utamanya adalah memahami tujuan penelitian yang dilakukan. Sehingga nantinya, kamu bisa lebih tepat dalam memilih instrumen yang mampu mengantarkan tujuan penelitian dan menjawab rumusan masalah.

Fungsi Instrumen

Instrumen termasuk hal yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian karena fungsinya untuk:

  1. Alat pencatat informasi yang disampaikan responden
  2. Alat mengorganisasi proses wawancara
  3. Alat evakuasi performa pekerjaan peneliti

Hal Penting dalam Instrumen

Saat kamu menulis sub bab instrumen penelitian, maka jelaskanlah alasanmu memilih instrumen yang digunakan tersebut. Karena akan berkaitan langsung dengan penjabaran variabel dalam ruang lingkup penelitian. Jelaskan saja alasan pemilihan instrumen, bagaimana proses pengembangan instrumen, pengembangan setiap pertanyaan atau pun pernyataan, teknik pemberian skor/nilai (pembobotan) dan lain sebagaimana.

Jika kamu memilih pendekatan penelitian kuantitatif, maka pemahamanmu atas validitas dan reliabilitas instrumen adalah syarat mutlaknya. Instrumen yang akan digunakan pada penelitian kuantitatif hendaknya diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya. Apalagi dalam penelitian kuantitatif, hasil dari pengujian validitas dan reliabilitas bisa merubah jumlah pertanyaan atau pernyataan yang kamu uji. Hal ini karena dimungkinkan ada pernyataan atau pertanyaan yang hasilnya tidal valid atau reliabitiasnya rendah.

Baca juga: Yuk Ketahui Pengertian Penelitian Kuantitatif

Menurut Wagiran (dalam Gunawan, 2006), berikut gambaran validitas dan reliabilitas.

Validitas

  • Validitas isi (tanpa teknik statistik), contoh: kurikulum, tampang. Cara validasi menggunakan kisi-kisi atau dengan konsultasi ahli/pakar.
  • Validitas kriteria (korelasi product moment), contoh: empirik, prediktif, konkruen. Cara validasi dengan mengkorelasi dengan data masa yang akan datang.
  • Validitas konstruk /faktor (analisis faktor / butir). Cara validasi dengan mengkorelasikan skor butir dengan skor total.

Reliabilitas

  • Konsistensi internal (data ordinal dan nominal). Caranya dengan menguji 1x kedua data tersebut atau diestimasi reliabilitasnya 3 tes 1x. Beri skor, dibelah dua dan diestimasi. Konsistensi internal menggunakan teknik koefisien alpha KR 20 dan KR 21.
  • Stabilitas (menggunakan teknik product moment dan korelasi intra kelas). Caranya dengan melakukan tes 2x dengan pertanyaan yang sama, lalu korelasikan hasilnya.
  • Ekuivalen, menggunakan teknik dan cara yang sama dengan stabilitas di atas.

Syarat Instrumen Penelitian

Akurasi / akurat

Akurat berkaitan dengan validitas.

Persisi

Persisi lebih berkaitan dengan reliabilitas, atau kemampuan instrumen dalam memberi kesesuaian hasil pengulangan pengukuran.

Sensitivity (kepekaan)

Sensitivitas berkaitan dengan penggunaan instrumen untuk mendeteksi variabel yang mengalami perubahan. Sehingga semakin kecil perubahannya maka instrumen yang digunakan harus semakin peka.

Pemilihan Instrumen Penelitian

Kamu bisa memilih beberapa penentuan penggunaan instrumen penelitian, yaitu:

  1. Gunakan instrumen yang sudah resmi/baku. Yaitu instrumen yang sudah digunakan dan dikembangkan oleh peneliti sebelumnya. Karenanya, instrumen tersebut sudah teruji, atau dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan uji validitas dan reliabilitas.
  2. Modifikasi instrumen yang sudah ada atau sudah digunakan sebelumnya. Maka dari itu, kamu perlu melakukan uji coba instrumen penelitian guna menentukan kelayakannya dari segi validitas dan reliabilitasnya.
  3. Pengembangan instrumen untuk mengumpulkan data penelitian. Seperti halnya pilihan kedua tadi, pilihan ini juga perlu dilakukan uji coba dalam kelayakan dari segi validitas dan reliabilitasnya.

Macam-macam Instrumen Penelitian

Ada berbagai macam instrumen, yang sering digunakan di antaranya angket, lembar observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan (dari dua atau lebih instrumen).

Macam-macam instrumen penelitian di antaranya tes, kuisioner / angket, wawancara, lembar observasi, catatan anekdot, catatan berkala, skala nilai, dan check list.

Nah, ada hal-hal yang harus kamu perhatikan dalam menyusun kuisioner, yaitu sebagai berikut:

  1. Pertanyaan tidak menyimpang dari arah atau isu yang akan dicapai oleh usulan penelitian (biasanya tercantum dalam rumusan hipotesis).
  2. Pertanyaan hendaknya taktis dan strategis, sehingga bisa menyaring informasi yang dibutuhkan responden.
  3. Pertanyaan harus jelas rumusannya.
  4. Perhatikan arah yang akan dicapai dengan jelas. Agar butir-butir pertanyaan yang disusun akan lebih memadai dan menjawab rumusan masalah.
  5. Tentukan juga apakah akan menjadi tipe pertanyaan terbuka, tertutup atau kombinasi dari keduanya.
  6. Buatlah pertanyaan dari yang ringan atau sifatnya umum, tidak langsung pada permasalah pokok penelitian kamu. Buat pertanyaan step by step. Sehingga nantinya, datamu akan lebih lengkap, tidak hanya sekedar menjawab rumusan masalah penelitian.
  7. Susunlah pertanyaan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh responden.
  8. Sesuaikan bahasa pertanyaan dengan respondenmu. Misalnya, tidak menggunakan bahasa yang terlalu tinggi jika respondennya adalah lulusan SD atau SMP.
  9. Jika kamu menggunakan tipe pertanyaan tertutup, maka untuk tiap butir pertanyaan dan jawaban, identifikasilah dan beri kode untuk memudahkanmu saat mengolah data (informasi).

Berikut adalah metode dan instrumennya dalam teknik pengumpulan data menurut Arikunto (1995) dalam Riduwan (2010).

Metode Jenis Instrumen Tujuan Pengungkapan
Kuisioner, tes Kuisioner / soal tes

Lembar perintah

Daftar cocok / checklist

Skala

Potensi diri, unjuk kerja
Wawancara (interview), survei Pedoman wawancara

Angket

Daftar cocok / checklist

Inventori

Motivasi, sikap, minat, dan hal lain terkait afektif
Pengamatan (observasi), disertai wawancara mendalam Lembar pengamatan

Lembar penilaian

Panduan pengamatan

Panduan observasi

Catatan

Daftar cocok / checklist

Perilaku, kebiasaan, keterampilan
Dokumentasi Daftar dokumen

Daftar cocok / checklist

Tabel

Data yang lalu

 

Jenis Instrumen Penelitian

Berdasarkan Kategori

  • Instrumen untuk memperoleh data atau informasi dari keadaan suatu objek / proses yang diteliti.
  • Instrumen untuk mengontrol suatu objek / proses yang diteliti.

Berdasarkan Wujudnya

  • Software : contohnya kuisioner, rating scale, wawancara, check list dan sebagainya.
  • Hardware : contohnya alat-alat ukur seperti termometer, pH meter, oven, timbangan analitik, spektofotometer dan sebagainya.

Menyusun Instrumen Penelitian

Cara menyusun instrumen penelitian, dimulai dari mengkaji teori, dilanjutkan pendefinisian operasional variabel. Selanjutnya adalah indikator penelitian dan penentuan butir-butir instrumen.

Kemudian tinggal pengembangan instrumen, caranya:

  1. Susun spesifikasi alat ukur
  2. Tulis pertanyaan/kuisioner
  3. Telaah pertanyaan
  4. Uji coba kuisioner
  5. Analisis butir instrumen
  6. Rakit instrumen
  7. Ukur instrumen
  8. Tafsir hasil penelitian

Rumuskan tujuan penelitian – jabarkan variabel menjadi konsep penting – indikator dan parameter – terjemahkan menjadi pertanyaan – sesuaikan pertanyaan dengan respondennya (bahasa, tingkat kesulitan dan kemudahan menjawab).

Baca juga: Yuk Ketahui Metode Penelitian Kuantitatif

Berikut gambaran alur dalam menyusun dan mengembangankan instrumen (Dodiet Aditya, 2013)

Alur menyusun instrumen
sumber: dodiet, 2013

  • Rumuskan konstruk dari variabel yang akan diukur / diamati. Tetapi sebelumnya, kamu harus sudah mengantongi konsep dari teori yang dikaji.
  • Kembangkan dimensi dan indikator variabel, dari rumusan konstruk.
  • Buat tabel kisi-kisi instrumen, yang memuat dimensi, indikator, nomor, jumlah dan paramater yang diperlukan, untuk setiap dimensi dan indikatornya.
  • Tetapkan parameter dalam suatu rentang yang berlawanan, misalnya dari kecil ke besar.
  • Tulis butir-butir instrumen, baik itu pertanyaan maupun pernyataan. Sebelumnya instrumen harus divalidasi dulu. Terutama validasi teoritik, yang dilakukan oleh pakar.
  • Lakukan revisi dari pakar untuk instrumen yang divalidasi.
  • Gandakan instrumen (secara terbatas) untuk uji coba di lapangan. Langkah ini juga disebut dengan validasi empirik.
  • Uji validitas menggunakan kriteria internal atau pun eksternal. Kriteria internal berarti butir-butir instrumen yang tidak valid, akan diperbaiki atau dihapus. Untuk yang valid akan disusun lagi validitas kontennya berdasar kisi-kisi, sampai akhirnya lolos persyaratan dan siap menjadi instrumen variabelmu. Sedangkan kriteria eksternal digunakan saat ukuran lain (selain instrumen yang dibuat) menjadi kriteria, sehingga keputusan ujinya adalah validasi instrumen sebagai suatu kesatuan.
  • Hitung reliabilitas, yang rentangan nilai koefisiennya adalah 0 – 1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas, maka kualitas instrumennya juga semakin tinggi.
  • Rancang butir-butir instrumen yang sudah valid sehingga siap digunakan.
Avatar
Lailli
Saya freelance writer sejak 2016. Saya banyak mengerjakan artikel tentang dunia pertanian (termasuk peternakan & perikanan), penelitian sampai dengan dunia bisnis online. Saya juga pernah melakukan penelitian kuantitatif, khususnya di skripsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Yuk Ketahui Sel Hewan dan Fungsinya

Tidak hanya manusia dan tumbuhan saja yang memiliki sel, ternyata hewan memiliki sel juga lho! Lalu, seperti apa sel hewan itu? Adakah perbedaan antara...

Mengenal Apa itu Audit Komunikasi

Pernah mendengar kata audit komunikasi? mungkin kata audit sering kita dengar. Namun biasanya kata audit identik dengan keuangan, bukan komunikasi. Lalu bagaimana audit komunikasi itu?...

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...