Home Penghasilan Dunia Kerja Apa Itu Kinerja Karyawan? Yuk Ketahui

Apa Itu Kinerja Karyawan? Yuk Ketahui

Pernahkah sobat sekalian mendengar istilah kinerja karyawan sebelumnya? Jika kebetulan sekali sobat belum pernah mendengar istilah yang satu ini, maka sobat akan memahami arti, pengertian, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pada karyawan. Pada umumnya, karyawan merupakan istilah yang ditujukan kepada para pekerja yang bekerja pada suatu badan usaha (swasta dan non-swasta).

Sedangkan pengertian dari kinerja adalah kata yang diambil dari kata dasar “kerja” yang diartikan sebagai prestasi atau hasil kerja. Kalau begitu, langsung saja yuk kita membahas definisi dan pengertian dari kata kinerja. Dalam pembahasannya, kita juga kan melihat definisi dari kinerja menurut beberapa sumber ahli dibidangnya. Tanpa membuang waktu, yuk kita lihat bersama!

Pengertian dan Definisi dari Kinerja

Workers performances.
Sumber: blog.bernieportal.com

Pada dasarnya, artian kinerja pada sebauh badan organisasi kinerja merupakan tolak ukur dari keberhasilan tujuan yang telah ditentukan oleh organisasi yang bersangkutan. Mungkin, jika sobat perhatikan, para atasan (mulai dari manager, kepala unit, hingga direktur) terlihat tidak terlalu memperhatikan peforma seorang karyawan dalam keseharian kerja. Tapi, janganlah salah, ketika kinerja dan performa kalian sudah dianggap terlalu melampaui batas buruknya, maka jangan kaget bila peringatan keras akan diberikan oleh atasan kalian.

Kalau sudah begini – yah, urusan akan jadi semakin runyam! Maka dari itu, menjaga performa kalian sebagai karyawan merupakan hal yang sepantasnya dan kita semua harus jujur, bahwa hal itu merupakan kewajiban kita sebagai seorang karyawan.

Pada umummnya hal yang kurang terlalu bijaksana terjadi di dalam lingkungan kerja, dimana para atasan kurang memperhatikan kinerja para karyawan (secara berkala) yang alhasil barulah terkuak betapa buruknya kinerja yang selama ini berlangsung ketika perusahaan, badan usaha, maupun instansi tersebut berada dalam krisis.

Dalam hal ini, nama baik perusahaan, badan usaha, dan instansi tersebutlah yang akan menjadi taruhan. Lalu kaitannya dengan sobat sekalian sebagai karyawan? Coba banyangkan bila tempat dimana sobat berkerja tiba-tiba mengalami suatu krisis serius; dalam hal ini banyak skenario yang mungkin akan terjadi, mulai dari kebangkrutan hingga PHK. Kalau ini sampai terjadi tamatlah nasib sobat sebagai seorang karyawan – sobat akan kehilangan mata percaharian dan sumber pendapatan sobat setiap bulannya!

Maka dari itu, akankah jauh lebih baik jika kita memberikan usaha dan performa terbaik yang kita miliki selama kita mengabdi di tempat kita bekerja saat ini. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan hanya karena kita tidak diawasi atau-pun karena kebaikan atasan kita. Selanjutnya, mari kita lihat pengertian dari kinerja menurut beberapa ahli:

John Whitmore (1997)

Menurutnya, kinerja merupakan suatu pelaksanaan dari fungsi-fungsi yang dituntukan kepada satu individual; kinerja merupakan prestasi, perbuatan, dan pameran dari suatu keterampilan.

Baca juga: 10 Cara Menyampaikan Ide Kreatif di Kantor

Barry Cushway (2002)

Penilaian yang diberikan kepada satu individual akan perbandingan dengan target yang telah ditentukan sebelumnya.

Robert L. Mathis & John H. Jackson (2001)

Mendefinisikan kinerja sebagai hal yang cukup sederhana, yaitu segala hal yang dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh karyawan.

Dengan hal ini, maka kita bisa paham bahwa kinerja haruslah menjadi suatu kondisi yang dilaporkan secara berkala kepada pihak yang berwenang demi keberhasilan dari pencapaian yang hendak diraih dari oraganisasi, badan usaha, maupun perusahaan terkait. Tentu saja, hal ini juga menjadi sebuah pencegahan terhadap krisis-krisis yang mungkin saja terjadi.

Faktor-Faktor Pemengaruh Kinerja Karyawan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja.
Sumber: blog.midtrans.com

Lalu, kira-kira faktor apa saja yang bisa mempengaruhi kinerja dari satu individu? Kita akan mempelajari beberapa faktor yang telah dipaparkan oleh Robert L. Mathis dan John H. Jackson pada tahun 2001. Menurut kedua orang ini, ada kurang lebih lima faktor yang bisa mempengaruhi kinerja dari karyawan: kempampuan sang karyawan, motivasi, dukungan yang diterima, keberadaan pekerjaan yang karyawan tersebut lakukan, serta yang terakhir adalah hubungan sang karyawan dengan perusahaan.

Dalam penelitian yang telah kedua orang tersebut lakukan, maka mereka mengambil sebuah kesimpulan bahwa kinerja merupakan sebuah hasil kuantitas dan kualitas kerja dari sebuah kelompok maupun individu dalam suatu aktivitas yang merupakan hasil dari kemampuan alami kelompok maupun individu miliki dan juga kemampuan yang mereka dapatkan perlahan dalam proses belajar yang didapatkan dalam keseharian; ditambah dengan keinginan mereka sendiri untuk berprestasi.

Baca juga: Ketahui Yuk Pangkat PNS

Itu adalah kesimpulan yang didapatkan oleh Robert dan John. Bagaimana dengan para ahli yang lain? Mari kita lihat pemikiran dari Mangkunegara pada tahun 2000. Menurutnya, ada dua faktor yang mempengaruhi kinerja dari kelompok maupun satu individu: pertama adalah faktor kemampuan dan yang kedua adalah faktor motivasi. Inilah penjelasan lebih lanjutnya:

Faktor Kemampuan

Secara keseluruhan faktor kemampuan terdiri dari kemampuan potensi atau juga yang umumnya diketahui sebagai IQ dan yang kedua adalah kemampuan realita (yang diperoleh dari pendidikan). Itulah sebabnya, seseorang seharusnya ditempatkan sesuai dengan keahliannnya masing-masing.

Faktor Motivasi

Motivasi yang dimiliki karyawan merupakan hasil bentukan dari sikap mereka dalam mengatasi berbagai hal yang terjadi saat bekerja. Motivasi adalah suatu mesin penggerak untuk karyawan agar bergerak terarah untuk mencapai suatu tujuan. Sikap mental karyawan merupakan kondisi mental karyawan terkait yang mampu mendorongnya mencapai batas maksimal kemampuan yang ia miliki.

Sedangkan menurut David C. Mc Cleland pada tahun 1997 (yang juga dikutip oleh Mangkunegara), ada suatu keterkaitan yang bersifat positif antara pencapaian kerja dengan motif berprestasi. Jadi, apa itu motif berprestasi? Motif berprestasi adalah dorongan yang dimiliki oleh satu individu untuk melakukan yang terbaik agar mencapai suatu prestasi kerja.

Baca juga: Cara Menjadi Karyawan Teladan

Menurut David, ada enam karakteristik yang dimiliki oleh orang yang bermotif tinggi: memilik tanggung jawab yang tinggi, memiliki tujuan yang masuk akal, memanfaatkan umpan balik secara kongkrit dalam segala kegiatan kerja, berani mengabil resiko, dapat mengambil kesempatan untuk merealisasikan tujuannya, dan memiliki rencana matang dan semangat untuk merealisasikan tujuannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Penjelasannya

Seorang praktisi bisnis perlu memahami apa itu HPP dan bagaimana cara menghitungnya. Ini akan memberikan keuntungan bagi pebisnis tersebut dalam mengatur sumber daya dan...

Mengenal Apa Itu Jurusan Sastra Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Pramoedya Ananta Toer, Buya Hamka, Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Kridalaksana, atau Gorys Keraf? Nama-nama tersebut tentunya sudah gak...

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...