Mengenal Humas Pemasaran atau Marketing Public Relations

Banyak orang yang masih belum bisa membedakan antara Humas dan Pemasaran (marketing). Bahkan terkadang orang-orang cenderung menyamakannya. Di sisi lain beberapa perusahaan pun juga tidak membedakan fungsi dan peranannya. Tugas dan wewenang mereka terkadang disamakan.

Dalam ilmu komunikasi dikenal juga istilah marketing public relation. Apa itu marketing public relation (MPR)Apa kaitannya Humas dan pemasaran? Untuk mengetahui itu, mari kita simak bersama dalam artikel ini.

Humas dan Pemasaran

Masing-masing perusahaan memiliki struktur organisasinya sendiri. Hal ini memengaruhi bagaimana susunan dan komposisi divisi atu departemen yang ada di dalamnya. Selain itu hal ini juga berpengaruh pada deskripsi pekerjaan yang diemban oleh tiap-tiap divisi.

humas pemasaran
Sumber : freepik.com

Seringkali, orang-orang susah membedakan fungsi antara Humas dengan tim Pemasaran (marketing). Bahkan, beberapa praktisi Humas di perusahaan juga merangkap pekerjaan sebagai sales officer. Biasanya hal ini terjadi pada perusahaan-perusahaan yang berskala kecil. Namun tidak menutup kemungkinan juga perusahaan berskala nasional juga melakukan praktik semacam ini.

Sebenarnya, Humas dan marketing memiliki tujuan yang berbeda. Humas lebih berfokus untuk menjaga citra baik perusahaan, meskipun setiap individu yang ada di dalam perusahaan juga harus menjaganya, namun menjaga citra baik menjadi fokus utama tim Humas. Sedangkan marketing lebih berfokus untuk menjual produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Tujuan mereka adalah mendapat profit.

Namun, ruang lingkup mereka dalam bekerja juga beririsan. Menurut Morrisan M.A  (2008, h.14) ruang lingkup pekerjaan Humas dapat dibagi menjadi enam bidang, yaitu publisitas, pemasaran, public affairs, manajemen isu, lobi, dan hubungan investor. Sehingga Humas dan Pemasaran tidak serta merta bekerja sendiri-sendiri meski mereka memiliki fokus tujuan masing-masing.

Dalam praktiknya, divisi Hubungan Masyarakat (Humas) dan marketing saling terkait satu sama lain. Meski fokus pencapaian mereka berbeda, keduanya dapat bekerjasama atau bergabung menjadi sebuah divisi atau departemen agar dapat memaksimalkan pencapaian.

Keterkaitan fungsi antara Humas dan Pemasaran kerap kali ambigu dan kontroversial. Masalah utamanya terletak pada penggambaran dari masing-masing peran. Para akademisi pemasaran dan profesional pemasaran menganggap bahwa Humas hanyalah sebagai salah satu bagian dari marketing mix. Mereka hanya melihat bahwa Humas merupakan sebuah sarana dukungan untuk membantu publisitas saja. Tanpa mereka sadari Humas memiliki peranan yang lebih luas daripada itu.

Hal ini dapat dilihat dari pemikiran-pemikiran beberapa ahli tentang peranan Humas pada saat itu. Shimp dan Delozier (1986, dalam Kitchen dan Moss, 1995) memandang Humas dan publisitas sebagai aktivitas pendukung penjualan, iklan media, dan promosi penjualan. Schwartz (1982, dalam Kitchen dan Moss, 1995) mengatakan bahwa Humas merupakan bentuk lain dari promosi penjualan yang berorientasi konsumen. Senada dengan hal itu, Kotler mengatakan bahwa Humas dan marketing merupakan disiplin ilmu yang berbeda. Namun, menurutnya Humas berada di bawah kendali marketing.

Sepakat dengan hal tersebut, Nelson (dalam Donbasch, 2008) mengatakan bahwa Humas merupakan elemen promotional mix yang jarang digunakan. Padahal dalam praktiknya adanya Humas dapat merawat hubungan baik dengan berbagai publik dari sebuah perusahaan dengan cara memperoleh publisitas yang baik, dan mempromosikan citra baik perusahaan. Selain itu Humas bisa secara efektif meminimalkan rumor, cerita, dan peristiwa yang tidak menguntungkan bagi perusahaan.

Definisi dan Fungsi Marketing Public Relation (MPR)

Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah marketing public relation (MPR) atau Humas Pemasaran. Menurut Thomas L. Harries, Humas Pemasaran adalah bagaimana humas merencanakan dan menjalankan program komunikasinya untuk mendukung unit pemasaran (dalam Morrisan, 2008, h. 23).

Definisi lain MPR disampaikan oleh Kriyantono (2008, h.58). Menurutnya marketing public relation adalah sebuah proses perencanaan, eksekusi, dan evaluasi program-program yang mendorong atau menganjurkan pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi yang kredibel dalam menyampaikan informasi dan menciptakan impresi yang mengidentifikasi perusahaan dan produknya dengan kebutuhan, keinginan, perhatian, dan kepentingan konsumen.

Dengan kata lain keahlian Humas dan Pemasaran digabung untuk memasarkan produk atau jasa dari perusahaan. Pengetahuan tambahan yang dibutuhkan dalam hal ini yaitu ilmu pemasaran, sosiologi dan psikologi.

Ada beberapa alasan mengapa dalam praktik pemasaran perlu adanya sentuhan Kehumasan. Hal ini dikarenakan, konsumen mulai bersikap kritis dengan produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Produk atau jasa yang diketahui melanggar peraturan pemerintah menjadikan citra perusahaan jelek. Media tidak akan menaruh berita semacam itu di headline utama.

Dalam hal ini, Humas Pemasaran memiliki fungsi untuk mengenalkan barang atau jasa perusahaan kepada masyarakat. Selain itu ia juga bertugas untuk memberikan informasi dan edukasi kepada target pasar tentang hal-hal yang berkaitan dengan informasi produk atau jasa dari perusahaan.

Fokus utamanya bukan lah penjualan produk atau jasa, melainkan peran pemberian informasi, pendidikan, dan meningkatkan pemahaman khalayak mengenai produk, jasa, ataupun perusahaan agar lebih lama dan mudah diingat.

Humas pemasaran juga memiliki program untuk mengubah citra produk lama dari perusahaan yang sudah tidak laku atau mengalami kemerosotan. Fungsi lain dari Humas Pemasaran disampaikan oleh Rosady Ruslan. Ia mengatakan bahwa Humas Pemasaran memiliki beberapa tujuan antara lain  (2001, h.246) :

  1. Mengembangkan citra positif dari perusahaan di hadapan publik eksternal.
  2. Dengan adanya Humas Pemasaran maka dapat mendorong tercapainya saling pengertian antara publik dengan perusahaan.
  3. Mengembangkan fungsi pemasaran dengan Humas
  4. Pembangunan brand awareness dan brand knowledge menjadi lebih efektif
  5. Turut mendukung promotion mix perusahaan

Baca juga: Mengenal Peran Humas

Prinsip-prinsip Pemasaran

Pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial, individu atau organisasi memperoleh yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai dengan yang lain (Kotler & Amstrong, 2008, h.6).  Tugas dari tim pemasaran di antaranya melakukan penelitian, mendesain produk, mengemas produk, menentukan harga, melakukan promosi dan juga mendistribusi produk.

pemasaran
Sumber : Photo by LinkedIn Sales Navigator on Unsplash

Tujuan dari pemasaran adalah menarik dan memuaskan pelanggan atau customer dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan ekonomi perusahaan (Morissan, 2008, h. 20). Tim pemasaran bertanggung jawab dalam membangun dan mempertahankan pasar bagi barang dan jasa yang dihasilkan. Untuk itu, terkadang yang mereka pikirkan lebih mengutamakan profit. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab mereka.

Maka dari itu, untuk memenuhi target penjualan penting bagi mereka untuk mengetahui prinsip-prinsip pemasaran. Ada lima prinsip pemasaran menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong  (2008, h.xxi), yaitu :

  1. Menciptakan nilai bagi pelanggan untuk mendapatkan nilai dari pelanggan sebagai imbalan. Tim pemasaran dituntut untuk dapat menciptakan nilai yang baik pada pelanggan dan mengatur hubungan konsumen yang baik. Ketika hubungan antara peusahaan dengan pelanggan baik, yang selanjutnya dilakukan oleh praktisi pemasaran adalah mengelola pertemuan tatap muka agar efektif.
  1. Membangun dan mengelola nilai dari suatu merk. Positioning yang baik dari suatu merk dapat memberikan dasar untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Maka dari itu praktisi pemasaran harus bisa membangun positioning merk yang kuat dan mengelolanya dengan baik.
  2. Mengelola laba dalam pemasaran untuk mendapatkan kembali nilai. Untuk mendapatkan nilai dari pelanggan sebagai imbalan, maka praktisi pemasaran harus pandai mengukur dan mengelola laba investasi pemasaran mereka.
  3. Memanfaatkan teknologi pemasaran baru. Perkembangan digital marketing dan berbagai teknologi baru lainnya, secara dramatis mengubah teknik pemasaran. Selain itu ia juga mengubah cara berkomunikasi dengan pelanggan. Jika hal ini dimanfaatkan dengan baik, maka pemasaran secara digital dinilai lebih efektif karena bisa menjangkau lebih banyak orang.
  4. Pemasaran dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial dan dapat diterima secara global. Perkembangan teknologi memudahkan kita untuk menjangkau berbagai individu di berbagai wilayah di dunia. Sehingga jangkauan pemasaran juga semakin meluas. Untuk itu praktisi pemasaran harus bisa memasarkan produk atau jasanya dengan cara-cara yang bertanggung jawab dan dapat diterima secara global.

Baca juga: Mengenal Pengantar Periklanan

Sinkronisasi Humas dengan Prinsip Pemasaran

Lalu bagaimana sinkronisasi Humas dengan prinsip pemasaran?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya tentang prinsip-prinsip pemasaran, bahwa  penting untuk membangun customer relation yang baik. Prinsip pemasaran yang mengedepankan hubungan dengan customer, diaplikasikan dengan cara-cara yang dilakukan oleh Humas. Customer relation atau disebut juga dengan marketing relation adalah proses hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Di sinilah letak sinkronisasi antara humas dengan prinsip pemasaran.

Dengan adanya customer relation atau marketing relation, perusahaan menjadi lebih berfokus pada konsumen atau pelanggan, yakni khalayak yang berhubungan langsung dengan jasa atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Perusahaan juga perlu menekankan komunikasi pemasaran yang baik dalam praktik marketing relation atau customer relation.

Dalam hal ini Humas dan Pemasaran saling bekerja sama. Lebih tepatnya Humas berada di bawah kendali Pemasaran (subordinasi). Selain itu, terkadang Humas juga merangkap pekerjaan lain seperti menerima keluhan konsumen, menjelaskan petunjuk keselamatan, dan instruksi penggunaan produk dan perbaikan produk.

Dalam berhubungan dengan khalayak, Humas dinilai lebih ahli. Untuk itu, tim pemasaran perlu bekerjasama dengan tim Humas. Khalayak yang dimaksud di sini beragam, mulai dari konsumen, investor, atau media.

Untuk memasarkan produknya, perusahaan biasanya memasang iklan di media massa. Iklan adalah informasi yang ditempatkan di media oleh sponsor yang diketahui membayar untuk waktu dan tempat yang disediakan (Marisson, 2008, h.22). Iklan ini menjadi senjata yang penting untuk pemasaran produk.

Terkadang di suatu perusahaan, Humas juga menangani masalah pemasangan iklan di media massa. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa Humas lebih ahli dalam berhadapan dengan media.

Tugas dan wewenang Humas memang mengharuskan Humas berhubungan dengan publik di luar perusahaan. Humas juga diwajibkan untuk menjalin hubungan baik antara perusahaan dengan pelaku media massa. Untuk menjaga hubungan perusahaan dengan media massa tetap membaik, maka Humas memiliki program media relation.

Pemahaman Akhir

Humas (Hubungan Masyarakat) dan Pemasaran memiliki perbedaan fungsi dan tujuan yang penting untuk dipahami. Humas berfokus pada menjaga citra baik perusahaan dan membangun hubungan dengan berbagai publik, sementara Pemasaran berfokus pada penjualan produk atau jasa serta mencapai keuntungan.

Meskipun memiliki fokus yang berbeda, ruang lingkup kerja Humas dan Pemasaran dapat saling beririsan. Ada beberapa bidang dalam pekerjaan Humas yang terkait dengan Pemasaran, seperti publisitas, pemasaran, public affairs, manajemen isu, lobi, dan hubungan investor. Oleh karena itu, Humas dan Pemasaran dapat bekerja sama dalam satu divisi atau departemen untuk mencapai tujuan bersama.

Keterkaitan antara Humas dan Pemasaran seringkali kontroversial dan ambigu. Beberapa praktisi Pemasaran menganggap Humas hanya sebagai bagian dari “marketing mix” yang bertujuan mendukung publisitas. Namun, Humas memiliki peran yang lebih luas, termasuk memelihara hubungan dengan berbagai publik, membangun citra baik perusahaan, dan meminimalkan dampak negatif bagi perusahaan.

Dalam praktiknya, terdapat istilah “marketing public relation” (MPR) atau Humas Pemasaran. MPR menggabungkan keahlian Humas dan Pemasaran untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan. MPR melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program komunikasi yang mendukung unit Pemasaran dalam mempengaruhi pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi yang kredibel.

Dalam praktik MPR, Humas Pemasaran memiliki peran untuk mengenalkan produk atau jasa perusahaan kepada masyarakat, memberikan informasi dan edukasi kepada target pasar, mengubah citra produk yang sudah tidak laku, serta mendukung promosi perusahaan secara efektif. Fokus utama Humas Pemasaran bukan hanya pada penjualan, tetapi juga pada pemberian informasi, pendidikan, dan pemahaman kepada khalayak mengenai produk, jasa, dan perusahaan.

Sinkronisasi antara Humas dan prinsip-prinsip Pemasaran terjadi dalam pembangunan hubungan dengan pelanggan (customer relation) atau hubungan pemasaran (marketing relation). Humas berperan dalam membangun hubungan yang baik antara perusahaan dengan pelanggan melalui komunikasi yang efektif. Humas dapat membantu dalam menciptakan nilai bagi pelanggan, membangun dan mengelola citra merk yang kuat, serta menjalankan program pemasaran dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan dapat diterima secara global.

Dalam prakteknya, kerjasama antara tim Humas dan tim Pemasaran sangat penting. Humas dapat membantu dalam menjalin hubungan dengan media massa dan menjaga hubungan perusahaan dengan publik. Selain itu, Humas juga dapat memberikan dukungan dalam pemasangan iklan di media dan menjaga hubungan perusahaan dengan media massa tetap positif.

Dalam kesimpulan, Humas dan Pemasaran memiliki peran dan tujuan yang berbeda, tetapi keduanya saling terkait dalam mencapai keberhasilan pemasaran dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan serta publik. Sinkronisasi antara Humas dan prinsip-prinsip Pemasaran menjadi penting dalam memastikan komunikasi yang efektif, pemeliharaan citra baik perusahaan, dan pencapaian tujuan pemasaran yang optimal.

Nah, sekarang jadi lebih tau tentang Humas dan Pemasaran, kan? Keduanya memang seringkali mengalami tumpang tindih ruang lingkup pekerjaan. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi perusahaan dan organisasi masing-masing.

Meski begitu, kini kamu jadi lebih tau bahwa sebenarnya keduanya memiliki peranan dan fokus tujuan yang berbeda. Jadi bagimana? Tertarik untuk menjadi praktisi Humas atau tim Pemasaran? Atau kamu tertarik pada Humas Pemasaran?

Baca juga: Mengenal Pemasaran Digital


Referensi :

Donbasch, W. (2008). The International Encyclopedia of Communication. Malden : Blackwell Publishing.

Kitchen, P. & Moss, D. (1995). Marketing and Public Relations : The Relationship Revisited. Journal of Marketing Communications. 105-119.

Kriyantono, R. (2008). Public Relation Writing : Media Public Relations Membangun Citra Korporat. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Morrisan, M. (2008). Manajemen Public Relation : Strategi Menjadi Humas Profesional. Jakarta : Kencana.

Ruslan, R. (2001). Manajemen Humas & Manajemen Komunikasi : Konsep dan Aplikasi. Jakarta : Rajawali Pers.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Mayang Lestari

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Memilih peminatan Manajemen Komunikasi namun sering tertarik dengan kajian media massa.

Komentar

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *