Fungsi Sosiologi: Pengertian, Objek Kajian dan Sejarah

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan ilmu sosiologi dan apa fungsinya? Mayoritas orang berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang berhubungan dengan masyarakat. Ya benar, secara garis besar sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku sosial, interaksi sosial, struktur sosial dan menjelaskan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat.

Pada dasarnya semua ilmu pasti bermanfaat bagi masyarakat, khususnya sosiologi berguna untuk memahami dan menjelaskan gejala sosial di kehidupan masyarakat.

Secara tidak sadar, kita sebenarnya sudah mengetahui tentang sosiologi, karena keberadaan kita manusia sebagai makhluk sosial di kehidupan masyarakat, pasti terjadi hubungan sosial dan aneka gejala sosial. Dimana hal itu merupakan lingkup kajian ilmu sosiologi. Lantas, bagaimana definisi sosiologi sesungguhnya menurut para ahli? Mari simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Ilmu Sosiologi

  1. Pitirim A. Sorokin. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hal-hal di bawah ini, yaitu:
    • Hubungan dan pengaruh timbal balik antar gejala sosial yang terjadi. Misalnya hubungan gejala sosial ekonomi dengan politik, gejala sosial agama dengan politik, gejala sosial agama dengan hukum, dan sebagainya.
    • Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial yang ada dengan gejala non-sosial.
    • Ciri umum semua jenis gejala sosial.
  2. Emile Durkheim. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari fakta sosial, terkait cara bertindak, berpikir, berperasaan yang ada di luar individu.
  3. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Struktur sosial adalah hubungan antara unsur-unsur sosial di dalamnya, seperti lembaga sosial, norma sosial, kelompok sosial dan lapisan sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal balik antar aspek kehidupan sosial di masyarakat. Misalnya hubungan aspek kehidupan ekonomi dengan kehidupan agama, hukum dan sebagainya (Soekanto dan Budi S, 2014)
  4. Roucek dan Warren. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar individu dalam kelompok sosial.
  5. Soerjono Soekanto. Sosiologi adalah ilmu yang berfokus pada segi kemasyarakatan bersifat umum dan berusaha menjelaskan pola umum kehidupan masyarakat. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi sosial antar manusia dalam kelompok sosial, nilai dan norma dalam kelompok sosial, serta perilaku sosial/kebiasaan yang ada di kelompok sosial tersebut.

Baca juga: Konsep Dasar Sosiologi

Objek Kajian Sosiologi

interaksi sosial
Sumber: Freepik.com

Menurutmu, apa yang menjadi objek kajian sosiologi? Mari kita lihat pembahasan berikut ini.

Objek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari hubungan antar manusia dan menghasilkan proses sosial dalam kehidupan masyarakat. Adapun defnisi masyarakat menurut pendapat para ahli.

  1. Ralph Linton, masyarakat merupakan bagian sistem sosial adalah dari kebiasaan perilaku, tata cara, kerjasama antara berbagai kelompok masyarakat, pengawasan tingkah laku, serta kebebasan manusia. Gabungan sistem tersebut disebut masyarakat, dan sifat masyarakat adalah selalu berubah (dinamis).
  2. Selo Soemardjan, masyarakat adalah manusia yang tinggal bersama-sama dan menghasilkan suatu kebudayaan dalam kelompok sosial tersebut.
  3. Koentjoningrat, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi sosial berdasarkan adat istiadat tertentu dan yang terkait oleh identitas bersama.

Berdasarkan definisi masyarakat di atas, terdapat 3 unsur penting dalam mendefinisikan masyarakat, yaitu sebagai berikut.

  •  Masyarakat diartikan sebgaai sekumpulan manusia yang hidup bersama dalam jangka waktu relatif lama. Dalam prosesnya, manusia menjadi saling mengerti dan memahami serta memiliki tujuan bersama. Proses sosial yang terjadi antar manusia menghasilkan aturan, nilai dan norma, serta kebiasaan-kebiasaan perilaku dalam kelompok sosial.
  • Manusia yang hidup bersama merupakan satu kesatuan.
  • Masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang hidup bersama dan melahirkan suatu sistem kehidupan bersama, yaitu kebudayaan.

Sejarah Perkembangan Sosiologi

Berbicara mengenai ilmu sosiologi, bagaimana awal mula lahirnya sosiologi sebagai ilmu sosial? Apakah muncul begitu saja? Sosiologi merupakan ilmu yang paling muda di antara ilmu sosial lainnnya. Selama ini, semua ilmu pengetahuan pernah menjadi bagian dari filsafat, yaitu induk dari segala ilmu pengetahuan. Seiring perkembangan zaman, berbagai ilmu pengetahuan yang semual tergabung dalam filsafat mulai terpecah dan berkembang sesuai dengan tujuan masing-masing.

  • Perkembangan Sosiologi pada Abad ke-19.

Pada abad ke-19 ilmu pengetahuan baru muncul yaitu psikologi dan sosiologi, yang telah memisahkan diri dari cabang ilmu filsafat. Faktor pendorong adanya ilmu sosiologi yaitu meingkatnya perhatian masyarakat terhadap kesejahteraan sosial dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Menurut beberapa ahli, kelahiran sosiologi berawal dari adanya krisis yang terjadi di masyarakat. Kelahiran ilmu sosiologi dikaitkan dengan serangkaian perubahan dan krisis di Eropa Barat (Laeyendecker, 1983).

Proses perubahan yang diidentifikasi Laeyendacker adalah dengan tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15, perubahan sosial politik di Eropa, lahirnya ilmu penegtahuan dan teknologi modern, meningkatnya individualism, berkembang kepercayaan pada diri sendir, revolusi industri abad ke-18, adanya revolusi Perancis.

Adpaun tokoh yang sering dianggap sebagai Bapak Sosiologi adalah Auguste Comte, merupakan ahli filsafat berkebangsaan Perancis yang lahir tahun 1789. Asal usul sosiologi berasal dari kata latin, yaitu socius dan kata Yunani yaitu logos, dimana socius berarti kawan dan logos berarti kata atau berbicara. Jadi sosiologi dapat dimaknai sebagai berbicara mengenai masyarakat.

Perkembangan sosiologi semakin berkembang pada tahun 1895 yaitu saat Emile Durkheim, ilmuwan Perancis menerbitkan buku Rules of Sociological Method. Durkheim menguraikan tentang pentingnya metodologi ilmiah dalam meneliti fakta sosial. Pendiri sosiologi lainnya yaitu Max Weber yang memiliki pendekatan berbeda dengan Durkheim. Weber sendiri mengajak para sosiolog untuk keluar dari pikiran ortodoks yang seringkali menekankan pada kebenaran objektivitas dan mengajak untuk mengakui relativitas interpretasi.

  • Perkembangan Sosiologi pada Abad ke-20.

Perkembangan sosiologi pada abad ke-20 semakin variatif, dengan adanya tokoh ilmu sosial kontemporer yaitu Anthony Giddens, dimana fokus sosiologi bergeser dari struktur ke agensi. Masyarakat yang dipahami sebagai bagian dari struktur dan terbatas dalam menentukan perilakunya, maka dalam era baru, masyarakat diberi kebebasan untuk menentukan perilakunya dan mengejar kepentingannya sendiri.

Sosiologi modern tumbuh pesat di Benua Amerika pada abad ke-20 tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Hal ini ditandai dengan adanya imigran berdatangan ke Amerika Utara dan berakibat pada padatnya penduduk, muncul kota industri, kriminalitas, dan lainnya. Maka konsekuensi dari gejala sosial tersebut adalah perubahan besar masyarakat yang tidak dapat dihindari.

Perubahan masyarakat tersebut menggugah ilmuwan sosial untuk berpikir bahwa pendekatan sosiologi lama tidak relevan lagi dengan situasi awal abad ke-20. Para ilmuwan sosial berupaya menemukan pendekatan baru yaitu pendekatan empiris, cenderung bersifat mikro, dimana dianggap sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka dengan begitu, lahirlah sosiologi modern.

  • Perkembangan Sosiologi pada Tahun 2000-an

Di era tahun 2000-an, kehadiran sosiologi semakin diakui banyak pihak karena telah memberikan sumbangan bagi masalah pembangunan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Adapun sejumlah bidang kajian sosiologi yang saat ini telah dikembangkan, diantaranya sosiologi terapan, perilaku menyimpang, sosiologi industri, sosiologi kesehatan, sosiologi politik, sosiologi hukum dan sebagainya.

Baca juga: Norma Hukum: Pengertian, Sumber, Ciri dan Contoh

Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

Sosiologi merupakan ilmu sosial dimana objeknya adalah masyarakat. Pada dasarnya sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang telah memenuhi ciri-ciri sebagai ilmu pengetahuan. Adapun ciri-ciri sosiologi sebagai ilmu pengetahuan menurut Harry M. Johnson, diantaranya sebagai berikut.

  1. Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi berdasarkan pada observasi di lapangan secara langsung, bersifat  nyata, dan menggunakan akal sehat, serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
  2. Sosiologi bersifat teoritis, menyusun abstraksi berdasarkan hasil observasi, sehingga dapat menjadi teori. Abstraksi adalah susunan kerangka logis yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat atas terbentuknya teori.
  3. Sosiologi bersifat kumulatif, teori sosiologi dibentuk atas dasar teori yang sudah ada, dalam artian memperbaiki dan memperluas teori yang sudah ada sebelumnya.
  4. Sosiologi bersifat non etis, sosiologi berusaha untuk menjelaskan fakta sosial secara analitis dan objektif.

Peran dan Fungsi Sosiologi

bantuan sosial kepada masyarakat
Sumber : republika.co.id

Menurutmu, apakah dengan belajar sosiologi dapat membantu memecahkan permasalahan di masyarakat? Tentu, sosiologi sangat berperan dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam membaut kebijakan, perencanaan pembangunan, dan memecahkan masalah sosial, seperti kemiskinan, kenakalan remaja, kesenjangan sosial dan lainnya.

Adanya ilmu sosiologi dapat membekali para sosiolog untuk turut membantu permasalahan masyarakat dan pembangunan masyarakat dalam kegiatan akademis/penelitiannya. Yuk, mari kita bahas apa saja perandan fungsi sosiologi?

Peran Sosiologi

Pengetahuan sosiologi telah banyak diterapkan di instansi pemerintahan atau swasta untuk membantu memecahkan masalah sosial, perencanaan pembangunan, dan lainnya. Selain itu, peran sosiolog dibutuhkan dalam hal penelitian sosial, pengolahan data, pencarian data/fakta sosial yang bersangkutan dengan kepentingan masyarakat.

  1. Riset, para sosioolog berperan melalui penelitian, pembuatan, serta publikasi karya ilmiah terkait masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
  2. Kebijakan pemerintah, sosiolog berperan sebagai konsultan kebijakan dalam membuat kebijakan untuk kepentingan masyarakat.
  3. Teknis, sosiolog sebagai ilmuwan terapan, berusaha untuk mengaplikasikan ilmu sosiologinya dalam perencanaan pembangunan, pemecahan masalah sosial dan memberikan gambaran gejala sosial kedepannya dalam artian mengantisipasi dampak buruk yang terjadi dalam pelaksanaan program pembangunan sosial.
  4. Pendidikan, sebagai tenaga pendidik di sekolah, yaitu guru sosiologi, berusaha menyajikan fakta sosial secara obejktif terkait materi yang akan diberikan.

Fungsi Sosiologi

1. Perencanaan sosial, merupakan kegiatan untuk mempersiapkan masa depan, mengatasi atau mencegah masalah sosial secara ilmiah dan obejktif. Perencanaan sosial bersifat preventif, yaitu mencegah masalah sosial terjadi dengan memberikan pengarahan, bimbingan dan cara hidup bermasyarakat agar menjadi lebih baik.

2. Penelitian, adanya penelitian dalam sosiologi akan memperoleh fakta-fakta sosial yang terjadi kemudian digunakan untuk perencanaan pembangunan atau pemecahan masalah sosial di masyarakat. Misalnya penelitian tentang perilaku menyimpang remaja.

3. Pembangunan, sosiologi berperan dalam pembangunan terkait memberikan data atau fakta sosial untuk program pembangunan yang terencana dan terarah secara jelas. Pembangunan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun proses pembangunan dibagi dalam 3 tahap, yaitu tahap perencanaan pembangunan, tahap pelaksanaan pembangunan dan tahap evaluasi.

4. Memecahkan masalah sosial, sosiologi berusaha untuk dapat memecahkan masalah sosial, dimana usaha ini dapat bersifat preventif (mencegah) atau represif (mengatasi). misalnya ilmu sosiologi dapat membantu memecahkan masalah kemiskinan, pengangguran dan kumuhnya pemukiman di perkotaan.

Fungsi Sosiologi dalam Memahami Gejala Sosial di Masyarakat

Menurut Pitirim A. Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik terjadinya gejala sosial di masyarakat. Maka, dapat dikatakan sosiologi merupakan ilmu tentang masyarakat yang membahas gejala sosial di kehidupan masyarakat.

Gejala sosial merupakan peristiwa yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat. salah satu bentuk gejala sosial adalah adanya masalah sosial di kehidupan masyarakat. Contoh gejala sosial adalah kenakalan remaja, kemiskinan, pengangguran, terorisme, pelecehan seksual, kekerasan berbasis gender, dan lainnya.

Fungsi sosiologi dalam memahami gejala sosial di masyarakat, yaitu sebagai penelitian. Fungsi penelitian untuk mengkaji gejala sosial serta membantu mengatasi masalah sosial. Selain itu, sosiologi juga berfungsi untuk megidentifikasi masalah sosial yang terjadi di masyarakat, dimana hal ini bisa disebut sebagai perencanaan sosial.

Baca juga: Norma Kesopanan: Sumber, Tujuan, Ciri dan Contohnya

Berdasarkan pemaparan materi di atas, terkait pengertian dan fungsi sosiologi, apakah teman-teman tertarik untuk belajar sosiologi lebih lanjut? Apakah menurut mu ilmu sosiologi itu menarik untuk dipelajari? Sosiologi penting untuk dipelajari guna menambah wawasan kita dan membangun pola pikir terbuka terhadap adanya gejala sosial di masyarakat.


Referensi

Tim Penyusun Ilmu Sosial. (2013). Sosiologi SMA/MA Kelas X Semester 1. Klaten : Viva Pakarindo

Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyanto. (2004). Sosiologi Teks Pengantar danTerapan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Soekanto, Soerjono dan Budi Sulistyowati. (2014). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajagrafindo Persada

Artikel Terbaru

Nadhifa

Nadhifa

Mahasiswa Sosiologi Universitas Airlangga 2017.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *