Format Motivation letter Yang Benar

Saat akan melamar ke sebuah posisi di perusahaan maupun melamar beasiswa di suatu universitas, tidak jarang pelamar akan diberikan persyaratan untuk menulis motivation letter. Menulis motivation letter akan menjadi peluang bagi setiap pelamar untuk menunjukkan bakat, kelebihan, maupun alasan kenapa kamu sebagai pelamar berhak mendapatkan posisi atau beasiswa tersebut.

Untuk bisa menulis motivation letter yang bisa menarik perhatian dari penyeleksi, tentu kamu perlu menuliskan motivation letter sesuai dengan format yang tepat. Untuk itu, di bawah ini akan disajikan informasi mengenai struktur hingga format motivation letter untuk kamu yang saat ini sedang mempersiapkannya. Siamak yuk selengkapnya.

Apa itu Motivation Letter

Apa itu Motivation Letter
Sumber: Racool_studio from freepik.com

Motivation letter dapat diartikan sebagai sebuah tulisan yang digunakan untuk menjelaskan alasan kenapa kamu sesuai dengan posisi maupun program yang ditawarkan. Setidaknya, terdapat 3 tujuan atau keperluan pembuatan motivation letter diantaranya untuk pengajuan ke universitas, untuk magang, dan untuk melamar pekerjaan.

Baca juga: Contoh Motivation Letter

Sering kali, motivation letter dan cover letter dianggap sebagai dokumen yang sama. Padahal, keduanya mempunyai fungsi yang benar-benar berbeda. Cover letter lebih difungsikan sebagai dokumen pengantar terkait CV yang kamu lampirkan, sedangkan motivation letter lebih menekankan pada apa motivasi dan kemampuan yang kamu miliki yang sesuai dengan program atau posisi yang kamu lamar.

Oleh karenanya, ketika sebuah perusahaan atau pengusul program beasiswa ingin mencari kandidat yang benar-benar sesuai, mereka akan menilai bagaimana kandidat tersebut menulis motivation letter.

Struktur dan Format Motivation Letter

Struktur dan Format Motivation Letter
Sumber: stories from freepik.com

Menulis sebuah motivation letter memang tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan karena dokumen satu ini bisa menentukan diterima atau tidaknya kamu dalam posisi yang kamu lamar. Untuk itu, kamu harus mengetahui bagaimana struktur dan format motivation letter yang tepat. Sebuah motivation letter yang ideal biasanya hanya terdiri dari satu halaman saja dan memuat informasi seperti identitas diri, kualifikasi, pencapaian, dan ketertarikan yang sesuai dengan posisi dan program yang dilamar.

Secara umum, motivation letter mempunyai struktur yang terdiri dari 3 bagian. Bagian tersebut diantaranya adalah pembuka, bagian isi, dan penutup. Idealnya, dari 3 bagian tersebut akan menghasilkan 3 paragraf juga. Akan tetapi, kamu pun bisa memberikan penjelasan yang lebih mendetail, dengan membuat bagian isi terdiri dari 1-3 paragraf.

Pembuka

Di setiap jenis tulisan, entah itu berupa novel, biografi, artikel, maupun motivation letter, bagian pembuka menjadi bagian penting yang akan menentukan apakah pembaca akan terus membaca tulisan yang kamu buat atau tidak. Oleh karenanya, untuk dapat menarik perhatian pembaca motivation letter yang kamu tulis, setidaknya kamu harus bisa membuat kalimat pembuka yang memikat.

Dalam bagian pembuka ini, kamu dapat memulai dengan menuliskan informasi mengenai data diri seperti nama, latar belakang pendidikan, jenis posisi atau program apa yang ingin kamu lamar, serta alasan umum mengapa kamu tertarik untuk melamar di posisi atau program tersebut. Tidak perlu terlalu banyak dalam menuliskan bagian pembuka ini, kamu bisa menuliskannya hanya dalam 1-2 paragraf saja.

Bagian Isi

Bagian isi dalam motivation letter dapat diibaratkan sebagai jantung dalam tubuh. Tanpa adanya jantung, tentu tubuh manusia tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Dalam kata lain, bagian isi ini adalah bagian yang menentukan apakah motivation letter yang kamu buat sudah cukup memikat para pemberi pekerjaan atau pembuat program beasiswa.

Dalam bagian ini, terdapat 3 hal penting yang harus kamu jelaskan diantaranya pencapaian, pengalaman, dan motivasi yang berisi alasan lebih lanjut dan mendetail untuk melamar. Pada bagian isi ini menjadi tempat bagi kamu untuk menunjukkan pencapaian apa saja yang sudah kamu peroleh.

Kamu tidak perlu minder untuk menunjukkan semua pencapaian yang sudah kamu dapatkan, dikarenakan motivation letter memang dibuat untuk menunjukkan apa saja kelebihan yang kamu miliki. Semakin relevan prestasi yang kamu punya dengan posisi pekerjaan ataupun program beasiswa yang lamar, biasanya akan semakin menarik.

Selanjutnya, cantumkan pula mengenai pengalaman yang pernah kamu miliki dan lebih tekankan lagi alasan lebih lanjut mengapa kamu benar-benar tertarik untuk melamar. Sebisa mungkin untuk membuat alasan yang kuat, sehingga pembaca motivation letter kamu bisa merasakan kesungguhanmu dalam melamar.

Baca juga: Proses Kuliah ke Luar Negeri

Penutup/Kesimpulan

Sebagai bagian penutup, penting untukmu untuk meyakinkan kembali perusahaan ataupun pembuat program jika kamu memang pantas untuk mendapatkan posisi tersebut. Dalam hal ini, kamu bisa memulai bagian penutup dengan meringkas poin-poin penting yang sudah kamu tuliskan.

Kemudian, sebutkan pula tujuan jangka panjang yang kamu miliki yang berkaitan dengan beasiswa atau posisi pekerjaan yang kamu lamar. Terakhir, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada pembuat program maupun pemberi pekerjaan atas waktunya yang sudah bersedia membaca motivation letter yang kamu tulis.


Sumber:

Team Leverage Edu. (2021). How to Write a Motivation letter: Elements & Structure. Diakses pada 29 Juni 2021, dari leverageedu.com.

Artikel Terbaru

Wasila

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *