Home Pengembangan Diri Komunikasi Cara Serta Etika Wawancara Narasumber Agar Mengalir

Cara Serta Etika Wawancara Narasumber Agar Mengalir

Apakah kamu pernah melakukan wawancara? Bagi seorang jurnalis, wawancara merupakan hal yang paling sering dilakukan. Lebih lagi jika kamu ingin mendapatkan sumber berita yang akurat dan terpercaya.

Melakukan wawancara tidaklah begitu sulit. Hanya saja, kamu harus memperhatikan cara dan etika wawancara narasumber. Pastikan bahwa kamu melakukan wawancara di waktu yang tepat dan suasana yang benar-benar mendukung.

Langkah-langkah berikut ini akan membantumu untuk menguasai cara dan etika wawancara narasumber.

Beberapa Hal yang Mesti Diperhatikan

Terdapat beberapa langkah yang mesti diperhatikan ketika akan memulai wawancara narasumber. Wawancara tersebut terdiri atas tahap persiapan atau langkah awal, tahap wawancara atau tahap inti, dan tahap akhir.

Tahap Awal

Pada tahap awal atau tahap persiapan ini kamu diminta untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan. Terlebih dahulu kamu diminta untuk mempersiapkan topik apa yang akan menjadi bahan perbincangan ketika proses wawancara berlangsung. Setelah itu, kamu harus menemukan narasumber. Pahami dan kenali siapa narasumbermu tersebut.

Ketika kamu akan membuat sederet daftar pertanyaan sesuai dengan topik, hindarilah mempertanyakan hal-hal yang bersifat pribadi. Jagalah sikapmu ketika mewawancarai narasumber. Jangan sampai narasumber merasa bahwa kamu sedang menginterogasinya.

Tahap Inti

Setelah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan pada tahap awal, tibalah saatnya untuk melakukan wawancara narasumber.

Ketika kamu sudah membuat janji kepada narasumber, perhatikan sikapmu. Upayakan semaksimal mungkin untuk melakukan hal ini.

  • Ontime

Meskipun pada umumnya orang-orang Indonesia suka ngaret, pastikan kamu tidak tergolong salah satunya. Tunjukkan bahwa kamu menjadikan wawancara ini sebagai prioritasmu.

Bisa saja keterlambatanmu nantinya bisa merusak mood dan perlakuan narasumber berada dalam kendalimu.

  • Basa-basi dengan Sedikit Perkenalan

Ciptakanlah suasana yang nyaman ketika berbicara dengan narasumber. Jangan lupa mengawali wawancara dengan perkenalan singkat. Selain itu, kamu juga harus berusaha untuk membawa diri dengan baik. Sedikit tidaknya, singgunglah apa yang menjadi kegemarannya di sela-sela perbincangan.

Baca juga: 5 Tips Mendapatkan Sumber Berita

  • Izin Mendokumentasikan Wawancara

Hal terpenting bagimu selama wawancara berlangsung adalah mendokumentasikan wawancara. Mintalah izin narasumber untuk mendokumentasikan wawancara tersebut dengan merekam atau menuliskan hal-hal penting.

  • Bahasa Tubuh

Jangan sekali-kali kamu mengabaikan narasumber ketika menuliskan hal-hal penting. Sebaliknya, upayakan untuk tidak melakukan kontak mata yang begitu intens. Ini juga akan mengganggu ketenangan narasumber.

  • Alih Kendali

Apakah memotong pembicaraan diperbolehkan ketika narasumber sedang asyik berbicara? Tentunya ini akan diperbolehkan jika narasumber terlena dengan pembincangannya. Sebelumnya, pastikan bahwa kamu tetap menjunjung tinggi sopan santun.

Tahap Akhir

Tahap akhir wawancara narasumber adalah menyimpulkan jawaban-jawaban yang sudah kamu dapatkan. Selain itu, jangan lupa meminta izin kepada narasumber untuk dapat dihubungi di kemudian hari.

• Kesimpulan
Setelah semua data terkumpul, kamu dapat menyimpulkan apa yang menjadi inti dari wawancara tersebut. Rangkumlah jawaban demi jawaban yang telah terhimpun.
Jangan lupa mengonfirmasi kesimpulan yang telah kamu buat kepada narasumber. Ini dilakukan untuk menghindari timpang tindih yang berkemungkinan terjadi.

• Izin Untuk Tetap Berkontak
Setelah wawancara berakhir, jangan lupa untuk meminta izin kepada narasumber agar bisa dihubungi sewaktu-waktu. Tidak menutup kemungkinan jika nanti kamu akan membutuhkan kembali narasumber tersebut.

Persiapan Wawancara
Source: komputer.co.id

Apa yang Harus Dipersiapkan?

Ketika melakukan wawancara, kamu harus mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan seperti berikut ini.

Topik

Ketika kamu kebingungan menentukan sebuah topik, cobalah memperhatikan siapa yang menjadi narasumbermu. Pastikan keduanya memiliki keterkaitan.

Daftar Pertanyaan

Kenapa kamu harus membuat pertanyaan dan apa yang harus dipertanyakan ketika melakukan wawancara narasumber?

Pertanyaan ini terkadang menjadi pertanyaan yang membingungkan bagi pemula. Meskipun demikian, hal terpenting dalam mengajukan pertanyaan adalah memastikan pertanyaan tersebut memiliki keterkaitan dengan topik wawancara.

Selain itu, jangan pernah mempertanyakan hal-hal pribadi.

Baca juga: Teknik Peliputan Investigasi

Narasumber

Siapa yang patut dijadikan sebagai narasumber? Jawabannya adalah mereka yang berpengalaman dan memiliki intelektualitas tinggi. Pastikan kamu menyesuaikan narasumber dengan topik wawancara.

Etika

Ingatlah pepatah lama “Anda sopan, kami pun segan”. Ya, inilah yang harus benar-benar kamu perhatikan, termasuk beberapa poin berikut ini.

• Buatlah janji kepada narasumber terlebih dahulu.

• Berusalah untuk datang tepat waktu. Jika perlu, datanglah sebelum waktu yang dijanjikan.

• Jangan lupa mengucap salam dan berterima kasih atas kesediaan narasumber.

Itulah cara dan etika wawancara narasumber yang mesti kamu ketahui. Jangan lupa untuk menerapkannya ya…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Inilah 8 Cara Mudah Membuat Ringkasan

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan ringkasan. Dalam setiap buku pelajaran, tentu ada ringkasan dari seluruh isi materi, sehingga pembaca sekilas akan tahu...

Cara Memasak dengan Teknik Ungkep

Ada banyak cara untuk memasak makanan. Lebih lagi bagi kamu yang benar-benar menyukai kegiatan masak memasak. Pasti akan lebih seru jika mencoba semua teknik...

Contoh Notulen Rapat beserta Pengertiannya

Rapat merupakan kegiatan rutin dimana-pun kita bekerja. Rapat sendiri umumya kita akan membahas berbagai hal seperti masalah-masalah yang sedang dihadapi, penyesuaian data-data yang masuk...

Mengenal Manajemen Risiko Bisnis

Semua risiko, bahkan di dalam bisnis sekalipun umumnya bersifat merugikan dan berdampak negatif. Meskipun begitu, bukan berarti risiko tidak dapat dihindarkan. Risiko dapat dikelola...