Essay Beasiswa Unggulan Serta Contohnya

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan berupa beasiswa kepada masyarakat Indonesia terutama yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang S1, S2, dan S3 dengan nama beasiswa unggulan. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para calon penerima beasiswa, salah satunya dengan membuat essay. Essay untuk beasiswa unggulan biasanya sudah ditentukan topik dan formatnya.

Oleh karenanya, buat kamu yang ingin mendaftar sebagai calon penerima beasiswa unggulan, penting untuk mengetahui cara membuat essay yang tepat. Nah, berikut ini akan ada penjelasan sekilas mengenai tips membuat essay beasiswa unggulan serta contoh lengkap essay beasiswa unggulan yang dapat kamu jadikan acuan untuk menulis essay.

Tips Singkat dalam Menulis Beasiswa Unggulan

Tips Singkat dalam Menulis Beasiswa Unggulan
Sumber: vectorjuice from freepik.com

Sebelum lebih lanjut melihat contoh essay untuk beasiswa unggulan, ada baiknya kamu juga mengetahui tips-tips singkat cara membuat essay beasiswa unggulan. Essay untuk beasiswa unggulan biasanya sudah ditentukan mengenai format penulisannya yaitu menggunakan kertas A4, font Times New Roman (TNR) 12, dan spasi 1,5.

Kemudian, untuk bagian isi, cobalah untuk memulai essay dengan perkenalan diri dikarenakan pihak penyeleksi tentunya perlu mengetahui latar belakang dari penulis essay. Kemudian, kamu bisa menuliskan mengenai permasalahan atau hambatan yang kamu alami selama menempuh pendidikan, prestasi-prestasi apa saja yang sudah didapatkan, serta kontribusi apa yang sudah kamu berikan untuk lingkungan sekitar.

Tidak lupa, tuliskan pula mengenai rencana studimu dan apa saja rencana yang akan kamu lakukan jika berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Akan lebih baik jika kamu juga menuliskan rencana tersebut dalam bentuk kontribusi kepada masyarakat yang sejalan dengan jurusan yang kamu pilih nantinya. Dengan begitu, penyeleksi akan melihat jika kamu memang sungguh-sungguh ingin mendalami jurusan tersebut dan benar-benar memanfaatkan ilmu yang didapatkan.

Essay Beasiswa Unggulan

Contoh Essay Beasiswa Unggulan
Sumber: rawpixel.com from freepik.com

Setelah sekilas tips membuat essay untuk beasiswa unggulan, berikut ini akan ada beberapa contoh untuk lebih memudahkanmu mengetahui cara membuat essay yang tepat. Contoh-contoh berikut disesuaikan dengan judul yang diberikan oleh pihak Kemendikbud pada seleksi di tahun 2020 kemarin yaitu “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia”.

Contoh 1

Perkenalkan nama saya Angga Septian, lahir di Semarang pada tanggal 1 Juli 1997. Saya merupakan lulusan dari fakultas pendidikan Universitas A, lebih tepatnya dari jurusan pendidikan matematika. Kedua orang tua saya berprofesi sebagai guru, lebih tepatnya ibu saya berprofesi sebagai guru bahasa Indonesia, sedangkan ayah saya adalah seorang guru kesenian. Dibesarkan oleh kedua orang tua yang berkutat dalam dunia pendidikan, sedikit banyak juga mempengaruhi saya dalam memandang dunia pendidikan.

Salah satu pandangan tersebut adalah mengenai pelajaran matematika. Stigma akan pelajaran matematika yang sulit dipelajari barang kali sudah cukup mengakar di kalangan masyarakat Indonesia. Bagaimana pun, stigma tersebut juga ikut andil dalam memengaruhi bagaimana pandangan para siswa dalam mempelajari pelajaran matematika lebih mendalam. Tidak sedikit siswa yang merasa ketakutan saat akan menerima pelajaran matematika atau merasa tidak bersemangat untuk memulai pelajaran tersebut.

Masalah tersebut tentu saja tidak bisa dianggap remeh dan bila dibiarkan akan membuat semangat belajar siswa semakin turun dan tak ada lagi keinginan untuk belajar matematika lebih lanjut. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa saya memilih jurusan pendidikan matematika di jenjang S1 kemarin. Dengan ilmu yang saya miliki, saya ingin membuat proses pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan dan siswa tak lagi merasa bosan.

Salah satu upaya yang sudah saya lakukan adalah menerapkan metode pembelajaran baru dengan melibatkan kesenian dan matematika. Metode tersebut mulanya baru saya terapkan di sekolah tempat saya mengajar, lalu mulai saya kembangkan di lingkungan tempat tinggal saya ketika mengajar bimbingan untuk anak-anak di lingkungan sekitar. Kabar baiknya, metode tersebut mendapat respon positif dari beberapa warga sekolah dan orang tua siswa yang merasa jika puteri dan puteranya semakin semangat belajar matematika.

Tentunya, hal tersebut membuat saya merasa termotivasi untuk lebih banyak menyebarkan metode tersebut ke siswa-siswa yang lain. Akan tetapi, saya menyadari jika ilmu yang saya dapatkan di jenjang strata 1 juga masih belum sempurna, dan saya ingin terus mengembangkan pengetahuan yang saya miliki dengan melanjutkan studi S2 di Universitas B dengan jurusan pendidikan matematika. Beasiswa unggulan yang saya dapatkan nantinya akan begitu membantu jalannya proses akademik saya di universitas tersebut.

Selama menjalani S2 nanti, saya juga ingin berkontribusi lebih luas kepada siswa-siswa di Indonesia dengan aktif mengikuti kegiatan sukarelawan dalam hal peningkatan pendidikan terutama dalam mengembangkan metode pengajaran matematika. Besar harapan, essay yang saya tulis ini dapat menjadi pertimbangan oleh Bapak/Ibu dan saya sangat berterima kasih apabila kelak nantinya saya benar-benar terpilih sebagai penerima beasiswa unggulan ini.

Contoh 2

Nama saya Adelia Amanda, asal dari Malang dan lahir pada tanggal 21 April 2001. Sejak kecil hingga sekarang, saya tinggal di lingkungan para pembudidaya jeruk. Hampir seluruh masyarakat di desa B ini, mempunyai kebun yang dikelola sebagai lahan untuk budidaya jeruk. Hasil kebun kebanyakan dijual ke pasar atau ke pemasok saat panen tiba.

Namun, tidak sedikit juga banyak buah yang tidak berhasil terjual dan malah membusuk karena tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut. Dikarenakan salah satu kerabat saya juga mempunyai masalah tersebut, saya merasa tergerak untuk ikut memberikan solusi akan masalah tersebut. Salah satu solusi yang terpikirkan dalam hal ini adalah mengolah buah jeruk tersebut untuk dijadikan makanan maupun minuman yang baik untuk kesehatan.

Hanya saja, saat ini saya merasa jika kapasitas saya untuk melakukan inovasi tersebut sangat terbatas. Ilmu dan pengetahuan yang saya miliki mengenai pengolahan makanan yang bergizi masih sangat minim dan perlu untuk dikembangkan. Untuk itu, langkah yang saya pilih untuk masuk jurusan teknologi pangan ini menjadi salah satu upaya saya untuk mengusahakan pemanfaatan hasil budidaya jeruk di lingkungan desa tempat saya tinggal. Saya ingin tidak ada lagi hasil budidaya yang terbuang sia-sia karena kurangnya pemasok.

Disamping itu, dengan bantuan beasiswa unggulan, saya percaya jika dukungan dana akademik tersebut akan memberikan motivasi terbesar bagi saya untuk melaksanakan studi dengan sungguh-sungguh, serta berkontribusi lebih lanjut untuk kemasalahatan masyarakat di sekitar.

Sejalan dengan tujuan akademik saya, sebelumnya saya juga pernah mengikuti seleksi untuk inovasi bahan pangan di tingkat nasional dan berhasil keluar sebagai juara tiga. Dengan pengalaman yang saya miliki tersebut, kiranya bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk diterima sebagai satu dari sekian banyak penerima beasiswa unggulan. Tak lupa, saya mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas waktu Bapak/Ibu atas ketersediaan waktunya membaca essay saya dan akan menjadi sebuah kehormatan jika saya benar-benar terpilih sebagai penerima beasiswa unggulan.

Contoh 3

Perkenalkan nama saya Ratna Septia, seorang lulusan psikologi Universitas XYZ. Saya lahir di Bandung, 11 Februari 1997 dan sampai saat ini masih tinggal di kota kelahiran saya tersebut, lebih tepatnya, di desa Z. Sebagai lulusan psikologi, mengamati masalah kesehatan mental di lingkungan sekitar nampaknya bukan hal yang baru bagi saya. Sebagaimana pengamatan dan beberapa fakta yang telah say abaca di beberapa jurnal ilmiah, masalah kesehatan mental di kalangan masyarakat pedesaan masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan.

Hal tersebut tidak lepas dari pandangan masyarakat yang menganggap jika orang yang mengalami masalah kesehatan mental akan dianggap sebagai orang yang tidak normal atau dalam bahasa kasarnya gila. Pandangan tersebut bisa dikatakan cukup sulit untuk dihilangkan, mengingat masyarakat sendiri kurang mendapatkan edukasi akan masalah tersebut.

Sebagai bentuk kontribusi saya akan hal tersebut, pelan-pelan saya mencoba untuk mensosialisasikan kepada warga desa dengan cara persuasif bahwasanya kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan jasmani. Untungnya, langkah yang saya ambil tersebut disambut dengan baik oleh kepala desa dan beliau justru memfasilitasi saya untuk membuka klinik konsultasi untuk kesehatan mental warga desa Z.

Berbekal pengetahuan konseling yang saya dapatkan semasa menempuh pendidikan S1, saya mulai menerapkan ilmu tersebut untuk mengembangkan klinik tersebut. Akan tetapi, untuk menjadi konselor yang profesional, ilmu yang saya dapatkan di jenjang S1 tentu saja masih sangat kurang, dan perlu untuk melakukan studi lanjutan di tingkat magister.

Oleh karenanya, saya bertekad untuk kembali melanjutkan studi demi menjadi konselor profesional serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat yang lebih luas akan pentingnya kesehatan mental.

Beasiswa unggulan yang ditawarkan oleh Kemendikbud pun akan menjadi bantuan yang sangat besar bagi saya, terutama dalam hal pendanaan akademik saya selama studi magister saya berlangsung. Saya sangat berharap jika essay yang saya tulis ini mampu dipertimbangkan dan menjadi sebuah kehormatan jika pengajuan saya dapat diterima.

Baca juga: Cara Membuat Paper 

Nah, demikian essay untuk beasiswa unggulan beserta dengan sedikit penjelasan singkatnya. Selain mengamati contoh di atas, kamu juga perlu mempelajari mengenai struktur dan sistematika essay yang benar, dengan begitu cara membuat essay akan jadi lebih mudah. Semangat untuk para pejuang beasiswa, semoga berhasil!


Sumber:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2021). Beasiswa Unggulan. Diakses pada tanggal 28 April 2021, dari beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Artikel Terbaru

Wasila

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *