Home Dunia Kerja Contoh Surat Kuasa: Cara Membuat dan Hal yang Harus Ada

Contoh Surat Kuasa: Cara Membuat dan Hal yang Harus Ada

Saat ini surat kuasa bukanlah hal yang asing bagi kita. Tapi hanya sedikit yang tahu bagaimana menyusun atau membuatnya dengan benar dan tepat. Ketika kamu membuat surat kuasa dengan asal-asalan maka bukannya membantu kamu tapi bisa jadi akan menambah masalah karena tidak lengkapnya informasi atau tidak jelasnya pernyataan yang termuat di dalamnya.

Baca sampai tuntas tulisan ini agar kamu paham dan mengerti arti, fungsi, manfaat, unsur dan cara membuat surat kuasa. Di bawah nanti kamu juga bisa melihat contoh surat kuasa pengambilan BPKB dan contoh surat kuasa perwakilan yang bisa kamu jadikan rujukan.

Pengertian Surat Kuasa

Pengertian Surat Kuasa
Sumber : Credit Commerce dari Pixabay

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti Surat Kuasa adalah surat yang berisi tentang pemberian kuasa kepada seseorang untuk mengurus sesuatu. Namun dalam tatanan hukum negara kita, tidak tertulis secara jelas definisinya, tetapi hanya menekankan pada arti Pemberi Kuasa. Hal ini tercantum pada KUH Perdata pasal 1792-1819. Pada pasal 1792 dituliskan, Pemberian Kuasa adalah suatu perjanjian dengan nama seseorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain yang menerimanya, untuk dan atas namanya menyelenggarakan suatu urusan.

Dari dua sumber itu jelas bagi kita bahwa maksud dan pengertian Surat Kuasa adalah surat yang berisikan pemberian atau pelimpahan kewenangan tertentu kepada orang yang dipercaya oleh pemberi kuasa untuk melakukan suatu urusan hingga menyelesaikan urusan itu.

Baca juga: Contoh Surat Pernyataan

Fungsi Surat Kuasa

Surat Kuasa semakin sering dimanfaatkan untuk memperlancar suatu urusan atau keperluan di tengah kesibukan seseorang. Beberapa penyebab diperlukannya, yaitu adanya halangan yang tidak bisa ditinggalkan oleh pemberi kuasa, atau memang ada alasan tertentu lainnya sehingga pemberi kuasa berkeinginan untuk melimpahkan beberapa kewenangannya.

Dari hal itu maka menurut fungsinya ada tiga jenis yang membedakannya, yaitu :

Surat kuasa perorangan

Merupakan surat dari seseorang yang isinya memberikan atau melimpahkan kewenangannya kepada orang lain yang dipercayanya untuk melakukan atau menyelesaikan suatu urusan.

Berikut beberapa contohnya, yaitu contoh surat kuasa pengambilan BPKB, contoh surat kuasa pengambilan paspor, surat kuasa pengambilan akte kelahiran, surat kuasa bank, surat kuasa tanah, pengambilan ijazah, surat kuasa ahli waris, penjualan tanah, penjualan kendaraan, dan pengambilan barang.

Surat kuasa kedinasan

Surat dari suatu instansi atau perusahaan yang isinya memberikan tugas kepada seseorang dan melimpahkan beberapa kewenangan atau mewakili instansi / perusahaan tersebut untuk melakukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan.

Penerima kuasa bisa staff instansi / perusahaan itu sendiri atau orang lain di luar instansi / perusahaan yang memang benar-benar dipercaya. Untuk Surat Kuasa kedinasan seyogyanya ada penomoran seperti halnya dengan surat-surat lain yang dimiliki instansi / perusahaan. Tentu saja dalam penomoran tersebut harus sesuai dengan peraturan penomoran atau kode-kode dalam tata persuratan.

Contohnya adalah ; surat kuasa pengambilan dokumen, surat kuasa pengambilan barang, pencabutan hak wewenang, negosiasi, mediasi, eksekusi keputusan, dan perwakilan.

Surat kuasa khusus

Srat dari perorangan, organisasi, perusahaan atau instansi yang memberikan tugas khusus kepada perorangan, sekumpulan orang atau korporasi untuk bertindak mewakili pemberi kuasa dalam menjalankan atau menyelesaikan urusan-urusan khusus.

Contohnya adalah ; penunjukan pengacara dan yang berkaitan dengan pengadilan.

Unsur Surat Kuasa

Unsur Surat Kuasa
Sumber : aymane jdidi dari Pixabay

Secara umum

  • Identitas yang jelas, baik pemberi kuasa maupun yang diberi kuasa. Identitas ini mencantumkan nama lengkap sesuai KTP, alamat dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Bila perlu dicantumkan juga tempat tanggal lahir dan nomor telpon yang bisa dihubungi.
  • Status atau kedudukan masing-masing nama yang tercantum, apakah sebagai pemberi kuasa ataukah sebagai penerima kuasa
  • Peruntukan atau maksud dibuatnya surat tersebut serta batasan-batasan kewenangan surat tersebut.
  • Masa berlakunya, dengan memberi batasan tanggal dimulainya pemberian kuasa sampai dengan tanggal berakhirnya pemberian kuasa atau bisa juga sampai dengan berakhirnya urusan yang dikuasakan. Masa berlakunya ini harus dicantumkan agar tidak terjadi masalah atau tidak disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di kemudian hari.
  • Tanggal dan tempat penetapan atau dibuatnya surat.
  • Tanda tangan dan nama yang disebut sebagai pemberi kuasa dan penerima kuasa. Akan lebih tepat lagi bila ditempelkan meterai pada tempat tanda tangan pemberi kuasa sebelum ditanda tangani. Untuk surat kuasa yang dikeluarkan oleh suatu badan usaha tidak harus menempelkan meterai karena biasanya ditulis di kertas yang ada kop surat perusahaan.

Secara khusus

  • Status atau jabatan dari pemberi kuasa dan penerima kuasa. Pencantuman jabatan juga harus diikuti dengan pencantuman Nomor Induk Pegawai (NIP) atau Nomor Registrasi Pegawai (NRP).
  • Detail tugas atau urusan yang dimaksudkan. Akan lebih baik lagi bila detail tugas dan kewenangan yang tercantum bisa dituliskan lebih spesifik lagi. Misalnya nomor-nomor tertentu, lokasi tertentu, jumlah tertentu dan sebagainya.

Untuk penerima kuasa harus benar-benar tahu dan mengerti tugas atau pelimpahan kewenangan yang dimaksudkan dalam surat tersebut. Paling tidak, kalau kamu mencari siapa orang yang akan kamu beri limpahan tugas maka syarat-syarat sebagai Penerima Kuasa adalah :

  • Sudah dewasa, yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP
  • Dapat dipercaya oleh Pemberi Kuasa

Baca juga: Contoh Surat Pengunduran Diri

Contoh Surat Kuasa

Bagaimana cara membuat surat kuasa yang benar dan tepat ? Setelah kamu baca ulasan di atas kamu bisa mengambil contoh di bawah ini dan menyusunnya kembali yang disesuaikan dengan data dan kebutuhan kamu.

Contoh surat kuasa perorangan

                                JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat  : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat  : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa).

untuk melakukan pemrosesan [tuliskan tugas apa saja yang diberikan PIHAK I dan
yang harus diselesaikan PIHAK II] sampai dengan selesai.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat menjadi periksa.

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                  PIHAK I                               PIHAK II

                  meterai
                 Rp 6.000,-

                [tulis nama]                          [tulis nama]

Contoh surat kuasa pengambilan BPKB

                                JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat  : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat  : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa).

Pihak I memberikan kuasa kepada Pihak II untuk memproses pengambilan Bukti Pemilik
Kendaraan Bermotor (BPKB) atas nama Pihak I untuk kendaraan roda [tulis jumlah
roda] dengan plat kendaraan [tulis nomor plat], nomor mesin [tulis nomor mesin]
dan nomor rangka [tulis nomor rangka].

Demikian Surat Kuasa ini dibuat sesuai peruntukannya dan tidak akan berlaku lagi
bila proses pengambilan BPKB yang dimaksud sudah selesai diserah terimakan kepada
PIHAK I.

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                  PIHAK I                               PIHAK II

                  meterai
                 Rp 6.000,-

                [tulis nama]                          [tulis nama]

Contoh surat kuasa pengambilan paspor

Contoh surat kuasa pengambilan paspor
Sumber : Levi Ventura on Unsplash

                                 JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa).

menerangkan bahwa Pihak I memberikan kuasa kepada Pihak II untuk memproses
pengambilan paspor atas nama, alamat dan NIK Pihak I.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana yang dimaksud
dalam surat ini. 

            [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                  PIHAK I                         PIHAK II

                  meterai
                 Rp 6.000,-

                [tulis nama]                     [tulis nama]

Contoh surat kuasa bank

                                 JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa).

oleh karena Pihak I saat ini sedang dirawat inap di Rumah Sakit maka Pihak I
memberikan kuasa kepada Pihak II untuk penarikan dana atas nama Pihak I dengan
nomor rekening [tulis nomor rekening] sejumlah Rp [nominal dana dan terbilang]. 

Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan hanya sebagaimana yang
dimaksud dalam surat ini. 

              [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                       PIHAK I                PIHAK II

                       meterai
                       Rp 6.000,-

                     [tulis nama]            [tulis nama]

Contoh surat kuasa tanah

                                 JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa).

untuk mengelola sebidang tanah milik atas nama PIHAK I seluas [tulis luas tanah]
yang berlokasi di Jl. [tulis nama jalan], Desa [tulis nama desa], Kec. [tulis
nama kecamatan], Kab. [tulis nama kabupaten / kota].
Pengelolaan oleh PIHAK II meliputi ; penanaman, pemeliharaan tanaman dan penjualan
atas hasil dari tanah tersebut. Oleh karenanya PIHAK II berkewajiban melaporkan
kepada PIHAK I segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan tanah tersebut dan
menyerahkan hasil penjualan yang telah disepakati persentase bagi hasilnya.

Pemberian kuasa ini akan berakhir bila PIHAK I memutuskan untuk mengakhiri 
penguasaan pengelolaan tanah tersebut kepada PIHAK II.
Demikian surat kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan hanya sebagaimana yang
dimaksud dalam surat ini. 

              [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                       PIHAK I                PIHAK II

                       meterai
                       Rp 6.000,-

                     [tulis nama]            [tulis nama]

Contoh surat kuasa pengambilan Ijazah

                               JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama     : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK      : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat   : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
Fakultas : [tulis nama fakultas]
Jurusan  : [tulis nama fakultas]
NIM      : [tulis nomor induk mahasiswa] 
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama     : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK      : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat   : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
Fakultas : [tulis nama fakultas]
Jurusan  : [tulis nama fakultas]
NIM      : [tulis nomor induk mahasiswa] 
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa).

karena Pihak I saat ini berhalangan untuk mengambil ijasah atas nama Pihak I
sendiri maka Pihak I memberikan kuasa kepada Pihak II untuk memproses pengambilan
ijasah atas nama Pihak I tersebut.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana yang dimaksud
dalam surat ini. 

                 [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                       PIHAK I                       PIHAK II

                       meterai
                      Rp 6.000,-
      
                     [tulis nama]                   [tulis nama]

Contoh surat kuasa ahli waris

                                 JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
dan
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP] 
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP] 
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya dua nama tersebut dapat disebut sebagai PIHAK II (Penerima
Kuasa),

oleh karenanya PIHAK I memberikan kuasa kepada PIHAK II untuk memproses balik
nama beberapa bidang tanah atas nama PIHAK I karena PIHAK II adalah ahli waris
yang sah sesuai dengan hukum ahli waris yang berlaku.
Demikian surat kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan hanya sebagaimana yang
dimaksud dalam surat ini. 

              [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                 PIHAK I                       PIHAK II

                 meterai
                Rp 6.000,-

               [tulis nama]            [tulis nama]   [tulis nama]

Contoh surat kuasa kendaraan

                                 JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun], kami ;
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama   : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK    : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat : [tulis alamat lengkap sesuai KTP]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa).

untuk merawat dan mengelola 3 (tiga) unit kendaraan atas nama PIHAK I, yaitu :
  - Mobil [tulis merk mobil] warna [tulis warna mobil] No.Polisi [tulis nopolnya]
  - Mobil [tulis merk mobil] warna [tulis warna mobil] No.Polisi [tulis nopolnya]
  - Mobil [tulis merk mobil] warna [tulis warna mobil] No.Polisi [tulis nopolnya].
Oleh karena pemberian kuasa ini maka PIHAK II berkewajiban untuk merawat dan 
mengelolanya hingga dapat memberikan hasil usaha berupa penghasilan dari kendaraan
tersebut. Dan karenanya PIHAK II berkewajiban untuk selalu memberikan informasi
dan perkembangan atas pengelolaan dan usaha tersebut.

Pemberian kuasa ini akan berakhir bila PIHAK I memutuskan untuk mengakhiri 
penguasaan pengelolaan tanah tersebut kepada PIHAK II.
Demikian surat kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan hanya sebagaimana yang
dimaksud dalam surat ini. 

              [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                       PIHAK I                PIHAK II

                       meterai
                       Rp 6.000,-

                     [tulis nama]            [tulis nama]

Baca juga: Contoh Surat Keterangan Penghasilan

Contoh surat kuasa pengambilan barang

                                   [kop surat]

                                   JUDUL SURAT
                    No. [diisi nomor dan kode-kode lainnya]

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
Alamat  : [tulis alamat perusahaan/instansi]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
Alamat  : [tulis alamat rumah lengkap]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

bahwa Pihak I memberikan kuasa kepada Pihak II untuk memproses pengambilan
barang berupa [tuliskan nama / jenis barang] sejumlah [tuliskan jumlah barang] di
PT. [tuliskan nama perusahaan]. Segala sesuatu yang dibutuhkan demi kelancaran
proses pengambilan barang tersebut akan menjadi tanggung jawab Pihak II.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana yang
maksud.

              [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                        PIHAK I                   PIHAK II



                       [tulis nama]              [tulis nama]

Contoh surat kuasa kedinasan

                                   [kop surat]

                                   JUDUL SURAT
                    No. [diisi nomor dan kode-kode lainnya]

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
Alamat  : [tulis alamat rumah lengkap]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

bahwa Pihak I menugaskan kepada PIHAK II untuk tugas khusus kedinasan yang berupa
melakukan [tuliskan secara jelas tugas-tugas yang akan dilaksanakan] di PT. 
[tuliskan nama perusahaan yang dituju] mulai tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun]
sampai dengan tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun].
Segala kebutuhan akomodasi PIHAK II menjadi tanggungjawab PIHAK II.

Demikian surat kuasa penugasan kedinasan ini dibuat untuk dapat dipergunakan
sebagaimana yang maksud.

              [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                        PIHAK I                   PIHAK II



                       [tulis nama]              [tulis nama]

Contoh surat kuasa perwakilan

                                 [kop surat]

                                JUDUL SURAT
                     No. [diisi nomor dan kode-kode lainnya]

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
Alamat  : [tulis alamat perusahaan/instansi]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
Alamat  : [tulis alamat perusahaan/instansi]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

menerangkan bahwa Pihak I memberikan kuasa kepada Pihak II dan karenanya dapat
mewakili Pihak I untuk proses negosiasi pembelian tanah seluas [tulis luas
tanah] Ha yang berlokasi di Jalan [tuliskan nama jalan], Desa [tulis nama desa],
Kecamatan [tulis nama kecamatan], Kota [tulis nama kota/kabupaten]. Untuk 
keputusan akhir dari hasil negosiasi yang dilakukan Pihak II tetap menjadi
wewenang Pihak I.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat sesuai peruntukannya dan tidak akan berlaku lagi
bila proses negosiasi pembelian tanah yang dimaksud sudah dinyatakan selesai.

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                    PIHAK I                         PIHAK II

                    meterai
                    Rp 6.000,-

                  [tulis nama]                     [tulis nama]

Contoh surat kuasa pengambilan dokumen

                                 [kop surat]

                                 JUDUL SURAT
                     No. [diisi nomor dan kode-kode lainnya]

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
Alamat  : [tulis alamat perusahaan/instansi]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
Alamat  : [tulis alamat perusahaan/instansi]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

agar Pihak II mengambil dokumen [tulis nama dokumen] sebagaimana yang
dikuasakan oleh Pihak I. Dan oleh karenanya Pihak II yang akan mengurus semua
kebutuhan pengambilan tersebut di PT. [tempat pengambilan dokumen].

Demikian Surat Kuasa ini dibuat sesuai peruntukannya.

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                    PIHAK I                         PIHAK II

                    meterai
                    Rp 6.000,-

                  [tulis nama]                     [tulis nama]

Contoh surat kuasa pembuktian kualifikasi

                                 [kop surat]

                                 JUDUL SURAT
                     No. [diisi nomor dan kode-kode lainnya]

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama    : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK     : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Jabatan : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP     : [tulis nomor induk pegawai]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

kepada PIHAK II diberikan kuasa oleh PIHAK I untuk menghadiri pembuktian
kualifikasi terhadap lelang pekerjaan [tulis nama pekerjaan] yang diadakan oleh
[tuliskan penyelenggara lelang] pada hari [tuliskan hari sesuai undangan] tanggal
[tuliskan tanggal sesuai undangan] di [tuliskan nama tempat dan alamatnya].
PIHAK II juga diberikan kuasa untuk membawa dan menyampaikan dokumen-dokumen yang
dibutuhkan dalam proses kualifikasi tersebut.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat sesuai peruntukannya.

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                    PIHAK I                         PIHAK II

                    meterai
                    Rp 6.000,-

                  [tulis nama]                     [tulis nama]

Contoh surat kuasa khusus

                                 [kop surat]

                                 JUDUL SURAT
                     No. [diisi nomor dan kode-kode lainnya]

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama      : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
Jabatan   : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP       : [tulis nomor induk pegawai]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa) yang berhak mewakili 
PT. [tuliskan nama perusahaan pemberi kuasa]

memberikan kuasa kepada 
Nama      : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK       : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Pekerjaan : [tulis pekerjaan]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

bahwa atas perkara PIHAK I yang sudah tercatatkan di Kantor Pengadilan Negeri
[tulis nama kota letak kantor pengadilan] dengan registrasi No. [tuliskan nomor],
maka PIHAK I memberikan kuasa penuh kepada PIHAK II untuk mengawal, mengikuti,
mendampingi, memberi saran hukum dan mewakili PIHAK I dari awal proses peradilan
hingga tertuntaskannya perkara yang melibatkan PIHAK I.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat menjadi perhatian.

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                    PIHAK I                         PIHAK II

                    meterai
                    Rp 6.000,-

                  [tulis nama]                     [tulis nama]

Contoh surat kuasa pencabutan hak wewenang

                                 [kop surat]

                                 JUDUL SURAT
                     No. [diisi nomor dan kode-kode lainnya]

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama      : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
Jabatan   : [tulis jabatan di perusahaan/instansi]
NIP       : [tulis nomor induk pegawai]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama      : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK       : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Pekerjaan : [tulis jabatan pekerjaan]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

bahwa berkaitan dengan surat kuasa tertanggal [tuliskan tanggal-bulan-tahun]
tentang penunjukan PIHAK II sebagai perwakilan keluarga dalam perkara [tuliskan
nama perkara], dan karena telah berakhirnya perkara tersebut secara kekeluargaan,
maka PIHAK I saat ini mencabut hak dan wewenang PIHAK II dalam semua perkara 
yang terkait hukum.

Demikian surat kuasa ini dibuat sesuai peruntukannya. 

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                    PIHAK I                         PIHAK II

                    meterai
                    Rp 6.000,-

                  [tulis nama]                     [tulis nama]

Contoh surat kuasa mediasi

                                  JUDUL SURAT

Pada hari ini [tulis nama hari] tanggal [tulis tanggal-bulan-tahun] ;
Nama      : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK       : [tulis nomor identitas kependudukan sesuai KTP]
Alamat    : [tulis nomor alamat lengkap]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I (Pemberi Kuasa),

memberikan kuasa kepada 
Nama      : [tulis nama lengkap sesuai KTP]
NIK       : [tulis nomor induk kependudukan sesuai KTP]
Alamat    : [tulis nomor alamat lengkap]
Pekerjaan : [tulis pekerjaan]
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II (Penerima Kuasa),

bahwa PIHAK II diberikan kuasa untuk melakukan mediasi kepada pihak yang sedang
beperkara dengan PIHAK I secara kekeluargaan hingga dapat terselesaikannya perkara
tersebut.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat menjadi perhatian.

               [tulis kota penetapan], [tulis tanggal-bulan-tahun]
                    PIHAK I                         PIHAK II

                    meterai
                    Rp 6.000,-

                  [tulis nama]                     [tulis nama]

Baca juga: Contoh Surat Kontrak Kerja

Akhirnya sekarang kamu tahu bahwa membuat Surat Kuasa itu ternyata tidaklah sesulit yang kamu bayangkan. Kalau kamu perhatikan hampir semua pokok-pokok tulisannya sama. Yang membedakan dan tentu yang penting adalah, kamu harus tahu maksud dan tujuan dibuatnya surat tersebut. Penyusunan kalimat untuk menjelaskan maksud dan tujuan dibuat secara singkat namun jelas dan tidak bertele-tele dengan yang dimaksudkan.


Referensi :
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) | Surat

Arynopha
Arynopha
Gemar menulis dan membaca, teliti, cermat, rapi dan telaten. Terbiasa menyusun persuratan, proposal, perjanjian, kontrak dan sejenisnya termasuk membuat presentasi, entry data dan mengolahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ketahui Secara Lengkap Etika Media Massa

Apakah kamu pernah tidak sengaja mengklik berita dengan judul “5….Nomor 3 Bikin Tercengang!” atau “Seorang Banci Ditunggangi……”? Seringkali kita lihat banyak pemberitaan, terutama di...

4 Contoh Surat Peringatan Serta Ketentuannya

Kamu tentu sering mendengar tentang surat peringatan. Apalagi di dunia kerja, surat ini bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kamu, walaupun sebenarnya bisa juga...

Contoh Kuesioner Kinerja Karyawan Serta Cara Membuatnya

Dalam berbagai bidang usaha, peran pekerja atau karyawan tidak bisa dianggap remeh. Ada unsur penyebab yang saling menggantungkan diri antara pengusaha dan karyawannya. Ketika...

Mengenal Tata Nama Senyawa

Tahukah kamu apa itu senyawa? Senyawa merupakan zat yang terdiri dari dua unsur atau lebih dalam suatu perbandingan yang tetap. Senyawa tidak akan pernah...

Komunikasi Internal dalam Organisasi

Jika kamu sudah membaca beberapa artikel tentang humas (hubungan masyarakat) atau PR (public relations), kamu sudah pasti tahu bahwa tugas mereka tidak hanya menjaga...