Contoh Review Jurnal Yang Baik dan Benar

Bagi mahasiswa, membaca jurnal sudah menjadi kebutuhan primer karena tugas-tugas yang mereka dapatkan dari dosen tidak terlepas bersumber dari jurnal. Tidak semua sumber tugas mahasiswa didapatkan dari buku. Bahkan, tugas akhir mahasiswa seperti skripsi, tesis, atau disertasi juga harus bersumber dari jurnal.

Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru dari membaca jurnal. Selain itu, membaca jurnal juga dapat mengasah kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis masalah yang ada dalam penelitian. Banyak membaca jurnal juga dapat mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Selain itu kamu harus mengetahui cara membuat review jurnal, jika masih bingung kamu dapat melihat contoh review jurnal pada artikel ini.

Hasil dari membaca jurnal, biasanya dosen meminta mahasiswanya untuk menyerahkan hasil review dari jurnal yang telah dibaca. Apa itu review jurnal? Berikut adalah penjelasan mengenai review jurnal dan beberapa contoh review jurnal.

Pengertian dan Contoh Review Jurnal Pendidikan

Pengertian dan contoh review jurnal pendidikan
Sumber: Eli Digital Creative from Pixabay

Review jurnal adalah kegiatan merangkum dan menilai suatu artikel atau jurnal milik orang lain menggunakan bahasa sendiri dengan tetap mempertahankan pokok bahasan dari jurnal tersebut. Selain itu, review jurnal juga dapat diartikan sebagai sebuah teks yang berisi tinjauan suatu jurnal untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, serta kualitas jurnal tersebut.

Review jurnal dalam bidang akademik merupakan kegiatan menganalisis atau mendiskusikan penelitian yang sebelumnya telah diterbitkan oleh orang lain, bukan laporan hasil eksperimen baru. Review jurnal ini dapat digunakan sebagai literatur sekunder. Review jurnal memiliki tujuan untuk memberikan gambaran terkait kualitas suatu jurnal yang meliputi kelebihan dan kekurangan. Proses ini adalah contoh critical review jurnal, yaitu kegiatan merangkum dan mengevaluasi suatu ide dan informasi dari sebuah jurnal.

Secara umum, review jurnal terdiri dari ringkasan jurnal, critical review jurnal (Bagian inti), kesimpulan dan saran, hal yang dipelajari, dan daftar pustaka.

Baca juga: Contoh Proposal Penelitian

Contoh Review Jurnal Pendidikan

Berikut adalah contoh review jurnal pendidikan.

Wandasari, Yulisa (2017) melakukan penelitian tentang Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Sebagai Pembentuk Pendidikan Berkarakter. Penelitian ini berawal dari keprihatinan penulis mengenai budaya membaca anak Indonesia. Menurut harian kompasiana.com (2017), anak-anak Indonesia hanya membaca 17 halaman buku per tahunnya. Bahkan seorang penyair dan sastrawan senior, Taufik Ismail, menyatakan bahwa sejak Indonesia merdeka tidak ada satu buku sastra yang wajib di baca di sekolah.

Saat ini, prestasi membaca anak-anak Indonesia masih rendah, yaitu berada di bawah rata-rata internasional. Padahal membaca adalah kemampuan yang harus dimiliki orang semua anak karena melalui membaca anak dapat belajar banyak hal tentang berbagai macam bidang studi. Karena itulah, keterampilan membaca harus diajarkan sejak anak masuk sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan objek penelitian, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanah Abang. Analisis data dilakukan dengan observasi dan wawancara.

Pada penelitian ini, dinyatakan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang didukung oleh setiap elemen sekolah serta orang tua peserta didik dapat memperkuat gerakan pertumbuhan budi pekerti. Salah satu kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kegiatan membaca buku non pelajaran 15 menit sebelum belajar dimulai. Materi bacaan tersebut berisi nilai-nilai budi pekerti seperti kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Secara ringkas, isi keseluruhan dari tulisan pada jurnal ini memberikan banyak informasi mengenai kondisi literasi di Indonesia. Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah yang digagas oleh penulis dapat memberikan dampak positif terhadap respons objek pada penelitian ini. Namun, penyajian penulisan yang dilakukan penulis terlalu panjang di bagian latar belakang. Sebaiknya beberapa informasi yang tidak berkaitan dengan penelitian tidak perlu disajikan dalam penulisan.

Referensi: Wandasari, Y. (2017). Implementasi gerakan literasi sekolah (GLS) sebagai pembentuk pendidikan berkarakter. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan)2(2), 325-342.

Contoh Review Jurnal Ilmiah

Contoh review jurnal ilmiah
Sumber: KENNETH RODRIGUES from Pixabay

Berikut adalah contoh review jurnal ilmiah bidang bioteknologi

Akhtar et al. (2020) melakukan penelitian yang berjudul Biochemical and Morphological Risk Assessment Transgenic Wheat with Enhanced Iron and Zinc Bioaccessibility. Penelitian ini membahas tentang transgenik pada gandum untuk meningkatkan bioavailabilitas Mineral Fe dan Zn. Penelitian ini berawal dari risiko defisiensi mineral Fe dan Zn yang dapat dimiliki oleh sebagian populasi masyarakat dunia.

Global Nutrition Report, Scientific Advisory Committee on Nutrition, dan National Nutrition Survey of Pakistan mengindikasikan bahwa terjadinya defisiensi mineral Fe dan Zn pada wanita dan anak-anak mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Defisiensi mineral Fe dapat menyebabkan anemia hingga terganggunya sistem imun, sedangkan defisiensi mineral Zn dapat menyebabkan terganggunya penglihatan, pengecap, pembau, serta terganggunya daya ingat. Defisiensi mineral Fe dan Zn dapat disebabkan oleh rendahnya jumlah Fe dan Zn yang tersedia dalam pangan pokok, sehingga pangan pokok seperti gandum difortifikasi dengan Fe dan Zn.

Fortifikasi gandum dengan Fe dan Zn telah dilakukan pada tepung gandum, namun bagi daerah pedesaan fortifikasi tepung gandum kurang dapat mengatasi masalah defisiensi Fe dan Zn. Daerah pedesaan memproduksi tepung gandum sendiri melalui mekanisme tertentu sehingga tepung gandum yang dikonsumsi bukanlah tepung gandum yang telah difortifikasi.

Oleh karena itu, biofortifikasi terhadap gandum dapat dilakukan untuk memperoleh bahan gandum yang memiliki kadar Fe dan Zn yang cukup tersedia bagi kebutuhan tubuh. Bahan gandum yang terfortifikasi dapat menghasilkan produk dengan kadar Fe dan Zn yang terfortifikasi pula, sehingga pengolahan tanpa fortifikasi seperti pengolahan tepung di daerah pedesaan dapat menghasilkan tepung yang memiliki kadar Fe dan Zn menyerupai tepung gandum yang telah difortifikasi.

Objek pada penelitian ini adalah gandum yang dilakukan rekayasa genetik dengan disisipi gen enzim fitase yang selanjutnya disebut dengan gen PhyA. Gen PhyA yang digunakan berasal dari Aspergillus japonicus. Sementara itu, mikroorganisme perantara transformasi gen yang digunakan adalah Agrobacteriium tumefaciens.

Kontrol negatif dan positif digunakan sebagai pembanding dalam mendeteksi adanya gen PhyA dalam gandum yang telah disisipi gen menggunakan metode PCR untuk mengidentifikasi bahwa gandum telah menjadi gandum transgenik. Analisa yang dilakukan pada penelitian ini, meliputi kadar enzim fitase, kadar asam fitat, bioavailabilitas mineral Fe dan Zn, serta kadar nutrisi gandum seperti pati, protein, lemak, dan gluten.

Penemuan pada penelitian tersebut, yaitu gandum transgenik yang telah disisipi gen PhyA dari Aspergillus japonicas dapat meningkatkan kadar enzim fitase serta bioavailabilitas Fe dan Zn. Kandungan nutrisi, seperti pati, protein, lemak, dan gluten pada gandum transgenik dan non-transgenik memiliki pola yang sama. Selain itu, morfologi gandum transgenik dan non-transgenik juga tidak menunjukkan perbedaan.

Referensi: Akhtar, A., Rizvi, Z., Irfan, M., Maqbool, A., Bashir, A., & Malik, K. A. (2020). Biochemical and morphological risk assessment of transgenic wheat with enhanced iron and zinc bioaccessibility. Journal of Cereal Science91, 102881.

Contoh Review Jurnal Psikologi

Berikut adalah contoh review jurnal yang berkaitan dengan psikologi.

Judul: Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Penulis: Farida Hidayati, Dian Veronika Sakti Kaloeti, dan Karyono

Tahun: 2011

Saat ini, mulai disadari bahwa ayah juga memiliki peran yang penting dalam pengasuhan anak. Kebijakan mengenai pengasuhan yang dulu lebih berfokus pada ibu, mulai memberikan kesempatan bagi figur seorang ayah untuk berperan penting dalam proses pengasuhan.

Ayah dapat memberikan kontribusi penting bagi perkembangan anak. Pengalaman anak yang dialami dengan ayah dapat mempengaruhi sikap anak hingga dewasa nanti. Menurut penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kognitif, kompetensi sosial dari anak-anak sejak dini dipengaruhi oleh kelekatan hubungan emosional serta ketersediaan sumber daya yang diberikan oleh ayah. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui secara deskriptif gambaran keterlibatan pengasuhan seorang ayah dalam keluarga.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut berisi pertanyaan terbuka yang akan mengungkapkan pengasuhan ayah dari perspektif ayah sendiri. Responden adalah laki-laki dewasa yang sudah memiliki anak dengan jumlah 100 orang. Pengambilan data dilakukan secara insidental dengan lokasi di Semarang dan sekitarnya.

Temuan dari penelitian ini, yaitu seorang ayah memiliki rata-rata waktu berinteraksi dengan anaknya yaitu 6 jam. Aktivitas terbanyak yang dilakukan antara ayah dan anak yaitu menonton televisi dan jalan-jalan. Aktivitas ini akan menjadi berkualitas apabila dilakukan dengan intensitas keterlibatan yang tinggi. Keterlibatan yang tinggi dapat terlihat dari pemahaman orang tua terhadap masalah yang dihadapi oleh anak.

Pada penelitian ini mengungkapkan bahwa ayah dapat memberikan gambaran positif terkait pengasuhan anak. Seorang ayah diharapkan dapat membuka komunikasi terbuka dua arah dengan anak selama berinteraksi. Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya yaitu mengetahui peran ayah dalam pengasuhan dari perspektif seorang anak serta mengeksplorasi makna pengasuhan ayah dari tingkatan usia dan antar generasi.

Kelebihan dari jurnal ini adalah pemaparan dilakukan secara jelas mulai dari pendahuluan hingga kesimpulan. Adapun kekurangannya yaitu pada metode tidak menjelaskan waktu pelaksanaan penelitian.

Referensi: Hidayati, F., Kaloeti, D. V. S., & Karyono, K. (2011). Peran ayah dalam pengasuhan anak. Jurnal Psikologi9(1).

Baca juga: Cara Membuat Jurnal yang Benar

Contoh Review Jurnal Ekonomi

Sumber: Gatra.com

Berikut adalah contoh review jurnal bidang ekonomi.

Judul: Pembinaan Ekonomi Kreatif dalam Perspektif Pendidikan Ekonomi

Penulis: Muhammad Hasan

Tahun: 2018

Jurnal Penerbit: Jurnal ekonomi dan Pendidikan

Pendahuluan

Sektor informal, seperti usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), memiliki peranan yang cukup strategis dalam pembangunan ekonomi. Sektor tersebut dapat memiliki peran untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Saat ini, perkembangan dan kontribusi UMKM tidak terlepas dari semakin banyaknya wirausaha-wirausaha baru.

Bertumbuhnya wirausaha-wirausaha baru tersebut didorong karena faktor tekanan ekonomi, pengangguran, frustrasi dengan pekerjaan sebelumnya, dan kebutuhan hidup layak. Perkembangan UMKM sendiri banyak yang mengarah pada sektor ekonomi kreatif yang ditentukan oleh modal sumber daya manusia.

Sumber daya manusia menjadi aset yang paling penting di era global ini. Adanya sumber daya manusia yang unggul, suatu negara dapat mengelola kekayaan sumber daya alamnya. Sumber daya manusia pada suatu negara dapat berkiprah dan menguasai pengetahuan sehingga dapat menerapkannya untuk memecahkan permasalahan kehidupan.

Di era globalisasi ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembangunan ekonomi. Perubahan tersebut ditandai dengan pergeseran pembangunan ekonomi dari sektor industri, pertanian, dan informasi ke arah sektor ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif sendiri erat kaitannya dengan kemampuan dan keterampilan manusia.

Oleh karena itu, pada penelitian ini, kajian mengenai pembinaan ekonomi kreatif dalam perspektif pendidikan ekonomi perlu dilakukan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan ekonomi merupakan salah satu upaya untuk membina ekonomi kreatif.

Metode

Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dimana data diperoleh dari pelaku UMKM subsektor industri kreatif di Kota Makassar. Pengumpulan data primer diperoleh dari kuesioner dan hasil wawancara dengan responden. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan ekonomi Kreatif berupa jumlah dan sebaran UMKM subsektor ekonomi kreatif di Kecamatan Panakkukang. Populasi dari penelitian ini berjumlah 129 pelaku UMKM. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 33 pelaku usaha UMKM sebagai responden.

Temuan Penelitian

Temuan dari penelitian ini yaitu pengetahuan kewirausahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sikap kreatif pelaku UMKM subsektor industri kreatif di Kota Makassar. Pengetahuan kewirausahaan tersebut mengacu pada apresiasi individu terhadap konsep, keterampilan, dan mentalitas sebagai seorang wirausahawan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembinaan pelaku UMKM subsektor industri kreatif di Kota Makassar. Pembinaan tersebut perlu mempertimbangkan aspek pendidikan kewirausahaan sehingga dapat terbentuk pengetahuan kewirausahaan. Melalui pengetahuan tersebut diharapkan nantinya sikap kreatif dapat terbentuk untuk mewujudkan kesuksesan bisnis pelaku UMKM subsektor industri kreatif di Kota Makasar.

Kelebihan dari jurnal ini, yaitu informasi yang disajikan begitu detail dan penggunaan bahasa yang digunakan mudah dipahami. Sementara itu, kekurangannya terletak pada pendahuluan yang begitu panjang serta tidak langsung to the point.

Referensi: Hasan, M. (2018). Pembinaan ekonomi kreatif dalam perspektif pendidikan ekonomi. JEKPEND: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan1(1), 81-86.

Contoh Review Jurnal Penelitian

Berikut adalah contoh critical review jurnal

Saat ini, banyak konsumen yang memiliki perspektif negatif terhadap pewarna sintetik yang digunakan pada produk pangan. Hal tersebut mendorong mereka untuk lebih memilih menggunakan pewarna alami pada produk pangan. Salah satu pewarna alami yang dapat digunakan adalah betasianin.

Betasianin biasa digunakan untuk mendapatkan warna merah. Akan tetapi, penggunaan pewarna alami masih memiliki beberapa kendala terkait sifatnya yang kurang stabil selama pengolahan dan penyimpanannya. Pada tulisan ini disajikan ulasan tentang penelitian yang pernah dilakukan terkait stabilitas betasianin sebagai pewarna alami untuk produk pangan. Bahan tambahan pangan atau agen enkapsulasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan betasianin, yaitu asam organik, hidrokoloid, dan maltodekstrin.

Penelitian yang dilakukan Herbach et al. (2006) menggunakan asam askorbat, asam isoaskorbat, dan asam sitrat sebagai bahan tambahan untuk mempertahankan warna betasianin di dalam jus buah naga. Pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa penambahan asam askorbat, asam isoaskorbat, dan asam sitrat memberikan pengaruh positif terhadap stabilitas betasianin dibandingkan dengan tanpa adanya penambahan asam.

Selain itu, Leong et al. (2018) menggunakan guar gum dan asam askorbat sebagai enakpsulan untuk menstabilisasi betasianin yang diekstrak dari kulit buah naga. Guar gum merupakan bahan tambahan alami yang umum digunakan stabilizer pada pengolahan pangan. Penggunaan guar gum 0.5% pada ekstrak betasianin buah naga dan kulitnya yang disertai dengan penyimpanan suhu 4oC di ruangan gelap menunjukkan retensi betasianin yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan konsentrasi guar gum 0.1% dan 1.0%.

Teknologi nanoenkapsulasi juga dapat diterapkan dalam meningkatkan stabilitas betasianin. Amjadi et al. (2018) telah mengevaluasi stabilitas betasianin yang dienkapsulasi dengan nanocarrier liposomonal dan diaplikasikan pada produk permen gummy. Penggunaan nanocarrier liposomonal pada betasianin yang diaplikasikan pada produk permen gummy yang telah disimpan selama 60 hari menunjukkan stabilitas betasianin yang lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan betasianin bebas.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa stabilisasi betasianin yang sering dilakukan adalah dengan metode enkapsulasi. Hal ini karena metode enkapsulasi lebih mudah diterapkan. Penggunaan agen enkapsulasi yang berbeda tentu akan menghasilkan stabilitas yang berbeda. Agen enkapsulasi yang sebaiknya dipilih menurut pendapat penulis adalah bahan yang dapat memberikan laju degradasi betasianin yang rendah atau yang dapat meretensi betasianin yang tinggi.

Referensi:

Amjadi, S., Ghorbani, M., Hamishehkar, H., & Roufegarinejad, L. (2018). Improvement in the stability of betanin by liposomal nanocarriers: Its application in gummy candy as a food model. Food chemistry256, 156-162.

Herbach, K. M., Rohe, M., Stintzing, F. C., & Carle, R. (2006). Structural and chromatic stability of purple pitaya (Hylocereus polyrhizus [Weber] Britton & Rose) betacyanins as affected by the juice matrix and selected additives. Food Research International39(6), 667-677.

Leong, H. Y., Ooi, C. W., Law, C. L., Julkifle, A. L., Pan, G. T., & Show, P. L. (2018). Investigation of betacyanins stability from peel and flesh of red-purple pitaya with food additives supplementation and pH treatments. LWT98, 546-558.

Baca juga: Cara Mengutip Internet

Nah, itulah beberapa contoh review jurnal yang bisa membantu dalam menyelesaikan tugas kuliah. Untuk bisa mereview jurnal dengan baik, pastikan kamu perlu membaca dan memahami isi jurnal, kemudian menuliskannya kembali menggunakan bahasamu sendiri. Harus diperhatikan juga bahwa dalam mereview jurnal perlu dicantumkan referensi jurnal yang direview tersebut. Hal tersebut akan mempermudah dosen menelusuri kevalidan jurnal yang direview. Semoga bermanfaat!


Sumber:

Google Scholar

https://medicine.wright.edu/

https://www.swinburne.edu.au/

Artikel Terbaru

Devi

Devi

Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

Komentar

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *