Home Tugas Berbagai Macam Contoh Proposal Penelitian

Berbagai Macam Contoh Proposal Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus menyerahkan proposal penelitian terlebih dahulu. Kenapa begitu, ya? Agar lebih jelas, mari simak ulasan berikut ini mengenai pengertian dan contoh proposal penelitian.

Pengertian Proposal Penelitian

proposal penelitian
Sumber: freepik.com

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, proposal adalah rencana yang dibuat dalam bentuk rancangan kerja. Tidak jauh berbeda, Sugiyono (2013) juga menjelaskan bahwa proposal penelitian adalah pedoman yang memiliki berbagai informasi kegiatan dan langkah-langkah sistematis yang akan diikuti peneliti dalam melakukan suatu penelitian.

Bentuk proposal penelitian adalah dokumen singkat yang memiliki informasi rencana peneliti ketika akan melakukan penelitian, seperti contoh proposal penelitian skripsi, tesis, desertasi, dan sebagainya. Isi suatu proposal penelitian sebanyak 500-1500 kata, tergantung pada jenis penelitian dan program studinya. Mahasiswa atau calon peneliti yang akan melakukan penelitian, diwajibkan untuk menyerahkan proposal penelitian terlebih dahulu. Proposal penelitian tersebut diserahkan kepada pihak lain yang berwenang, seperti dosen pembimbing dan sebagainya.

Penyusunan proposal penelitian ini bertujuan untuk menampilkan rumusan permasalahan dan poin penting yang akan diteliti. Peneliti akan mencari data-data yang diperlukan untuk memecahkan rumusan masalahnya. Selain itu, penyusunan proposal penelitian juga dapat membuktikan kemampuan kamu sang calon peneliti dalam melakukan dan mengembangkan penelitian yang sesuai dengan bidang ilmu.

Baca juga: Cara Membuat Kerangka Pemikiran

Contoh Proposal Penelitian

Setelah memahami pengertian dari proposal penelitian, kamu sudah bisa menyusun proposal tersebut. Kalau kamu masih bingung, berikut ini contoh proposal penelitian dengan pendekatan umum, kuantitatif, dan kualitatif.

Proposal Umum

Proposal penelitian umum memiliki sifat yang tidak terbatas oleh pendekatan kualitatif ataupun kuantitatif. Berikut ini contoh proposal penelitian umum.

PROPOSAL PENELITIAN

STRATEGI PEMBELAJARAN SISWA SMK JURUSAN ADMINSTRASI PERKANTORAN 

Oleh:

Nama               : Indah Amalia Sartika

Program Studi : Pendidikan

Jurusan            : Pendidikan

 

UNIVERSITAS TAMBAH PINTER

15 MEI, 2020

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sekolah Menengah Kejuruan adalah sekolah yang berorientasi pada persiapan siswa dalam memasuki dunia pekerjaan. Oleh karena itu, Sekolah Menengah Kejuruan memiliki jurusan yang sesuai dengan bidang dalam pekerjaan, seperti tata boga, tata busana, otomotif, dan administrasi.

Jurusan administrasi adalah jurusan yang berorientasi pada manajemen data dan informasi perkantoran. Untuk memberikan pengajaran di jurusan tersebut, dibutuhkan strategi dan persiapan yang matang agar siswa dapat menerima pelajaran dengan baik dan tepat.

Dalam penyampaian tersebut, terdapat hambatan-hambatan yang menjadi permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar. hambatan-hambatan tersebut, seperti motivasi belajar yang masih rendah, sarana dan prasarana yang belum lengkap, dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru masih belum bervariasi. Oleh karena itu, peneliti ingin menganalisis strategi pembelajaran yang tepat agar dapat diterapkan alam pembelajaran. Penelitian ini berjudul Strategi Pembelajaran Siswa SMK Jurusan Administrasi Perkantoran.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut, peneliti memiliki satu rumusan masalah, yaitu strategi apa yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan jurusan administrasi perkantoran?

Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah tersebut, penelitian ini memiliki tujuan, yaitu mengetahui strategi pembelajaran yang tepat untuk Sekolah Menengah Kejuruan jurusan administrasi perkantoran.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat, yaitu dapat menjadi acuan dalam penelitian berikutnya serta menjadi pengetahuan kepada pengajar untuk memberikan pembelajaran yang tepat bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan jurusan administrasi perkantoran.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 

Kajian Pustaka

Pertama, penelitian oleh Aini dan Sudira. Penelitian ini  berjudul Pengaruh Strategi Pembelajaran, Gaya Belajar, Sarana Praktik, dan Media Terhadap Hasil Belajar Patiseri SMK Se-Gerbangkertasusila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh dalam strategi, faya, sarana, dan media belajar siswa SMK.

Kesamaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah sama-sama menganalisis strategi pembelajaran untuk siswa SMK. Perbedaan dari penelitian ini adalah objek penelitiannya.

Landasan Teori

Dalam penelitian ini, terdapat tiga kajian teori, yaitu strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan guru kompetensi keahlian. Ketiga teori tersebut terdiri dari pengertian, jenis, dan perencanaan masing-masing.

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini membahas mengenai metode penelitian, seperti:

Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan sampel dan variabel, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil walaupun juga terdapat tabel dan diagram.

Jenis dan Sumber Data Penelitian

Sumber data penelitian berasal dari data sekunder dan data primer. Data primer berasal dari wawancara guru dan siswa kelas X di tiga Sekolah Menengah Kejuruan. Data sekunder berasal dari buku teori dan jurnal penelitian.

Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara serta baca. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan pencatatan langsung dari sumber data dengan menggunakan teknik catat.

DAFTAR PUSTAKA

Aini, Siti Nurul, dan Putu Sudira. 2015. Pengaruh Strategi Pembelajaran, Gaya Belajar, Sarana Praktik, dan Media Terhadap Hasil Belajar Patiseri SMK Se-Gerbangkertasusila. Jurnal Pendidikan Vokasi.

Baca juga: Contoh Laporan Pertanggungjawaban

Proposal Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang terstruktur dan menggunakan perhitungan serta angka untuk menjelaskan hasilnya.

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA USIA 11 SAMPAI 17 TAHUN

Oleh:

Nama               : Tesa Indrawan

Program Studi : Psikologi

Jurusan            : Psikologi

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TAMBAHPINTER

JANUARI, 2020

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Media sosial adalah media komunikasi interaktif yang memungkinkan terjadinya interaksi antara dua arah dengan umpan balik. Media sosial memiliki jenis yang beragam, seperti media yang dapat membagikan foto, video, tulisan, dan masih banyak lagi. Media ini mudah diakses dari berbagai kalangan maupun usia. Pengguna media sosial terbanyak menurut penelitian berasal dari usia remaja.

Media sosial memiliki dua sisi yang dapat memengaruhi seorang individu. Dari sisi positif, media sosial dapat menjadi wadah untuk membagi cerita dan kreativitas seseorang. Jika media sosial menjadi candu yang negatif, ia dapat mengakibatkan sifat egosentris dan individualis. Hal ini dapat membahayakan kehidupan, terutama remaja sebagai pengguna terbanyak media sosial.

Perubahan hormon yang cepat, dapat membuat seorang remaja menjadi pribadi yang mudah berubah sesuai dengan suasana. Tidak sedikit remaja yang menjauh dari kehidupan karena merasa lebih nyaman di dunia maya. Hal tersebut juga dapat memengaruhi kualitas belajar remaja.

Kualitas belajar yang berkurang akibat tidak adanya motivasi untuk belajar menambah salah satu problematika setelah permainan daring. Dari sini, peran orang tua dan lingkungan  sebaya sangat dibutuhkan untuk merangkul remaja dalam kehidupan sosial media. Maka dari itu, peneliti ingin menganalisis pengaruh-pengaruh tersebut pada remaja sehingga peneliti akan membahasnya dalam judul Pengaruh Sosial Media Terhadap Motivasi Remaja Usia 11-15 tahun.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:

    1. Bagaimana pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar remaja usia 11-15 tahun?
    2. Bagaimana peran orang tua dan lingkungan sebaya terhadap motivasi belajar remaja usia 11-15 tahun?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, peneliti memiliki tujuan penelitian, yaitu:

    1. Mengetahui pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar remaja usia 11-15 tahun.
    2. Mengetahui peran orang tua dan lingkungan sebaya terhadap motivasi belajar remaja usia 11-15 tahun.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat yang dapat diperoleh di antaranya adalah:

Manfaat Teoritik

    1. Untuk menambah referensi terhadap kajian psikologi terkait dengan candu media sosial pada remaja.
    2. Sebagai bahan acuan dan referensi pada penelitian sejenis yang akan dilakukan di masa mendatang.

Manfaat Praktis

  1. Menambah pemahaman masyarakat umum mengenai pengaruh media sosial pada remaja agar meningkatkan mutu pendidikan masyarakat dengan perkembangan teknologi.
  2. Memberikan pemahaman akan pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar remaja usia 11-15 tahun.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORITIS

Tinjauan Pustaka
Penelitian mengenai fokus motivasi belajar pernah dilakukan sebelumnya. Berikut ini adalah tinjauan pustaka mengenai penelitian tersebut.

Pertama, penelitian oleh Muhammad Hanafi dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Soisal Facebook Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa FISIP Universitas Riau. Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi seseorang untuk menerima, mempertimbangkan informasi, dan mengambil keputusan untuk menerima penawaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur variabel media sosial Facebook dengan motivasi belajar siswa.

Persamaan antara penelitian ini dengan penelitan sebelumnya, yaitu sama-sama menganalisis mengenai pengaruh sosial media terhadap motivasi belajar. Perbedaan dari kedua penelitian adalah penelitian ini menggunakan subjek pada remaja usia 11-15 tahun, sedangkan penelitian sebelumnya memiliki subjek mahasiswa.

Kedua, yaitu penelitian oleh Pertiwi dan Hidayati dengan judul Kecanduan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Pada Remaja Di SMA Muhammadiyah 1 Semarang, Candisari, Kota Semarang. Penelitian ini membahas tentang hubungan antara kecanduan media sosial terhadap motivasi belajar siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.

Kesamaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti pengaruh media sosial pada motivasi belajar. Perbedaan dari penelitian tesebut adalah subjek yang digunakan umum dan dicari secara acak dari lima sekolah di Jakarta, sedangkan penelitian sebelumnya menggunakan subjek siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang.

Landasan Teoritis

Pengertian Motivasi Belajar

Koeswara dalam kutipan Dimyati dan Mudjiono (2002:80) mengatakan bahwa siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mental. Kekuatan tersebut berupa keinginan, perhatian, dan cita-cita di dalam diri seseorang. Terkadang adanya keinginan dapat mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap serta perilaku individu dalam belajar.

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kegiatan belajar. Hal ini dapat menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar siswa sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Dalam motivasi belajar, dorongan adalah kekuatan mental untuk melakukan suatu kegiatan dalam rangka memenuhi harapan dan dorongan. Dalam hal ini, harapan tersebut adalah pencapaian tujuan.

Fungsi motivasi

Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan agar seseorang yang tidak memiliki motivasi dalam belajar dapat melaksanakan aktivitas tersebut. Motivasi diperlukan dalam menentukan intensitas usaha belajar bagi remaja. Menurut Djamarah (2002 : 123), ada tiga fungsi motivasi, yaitu:

  1. Motivasi sebagai pendorong perbuatan. Motivasi ini berfungsi sebagai pendorong untuk mempengaruhi sikap yang seharusnya diambil dalam belajar.

2. Motivasi sebagai penggerak perbuatan. Motivasi ini berfungsi untuk mendorong psikologis yang kemudian dapat bergerak psikofisik.

3. Motivasi sebagai pengarah perbuatan. Motivasi ini berfungsi untuk memberikan arahan kepada remaja untuk melakukan perbuatan.

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini membahas pendekatan penelitian, jenis dan sumber data penelitian, metode pengumpulan data, metode analisis data serta metode pemaparan hasil analisis data.

Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sugiyono dalam bukunya (2017: 8), menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan sifat kuantitatif atau statistik. Penelitian ini juga bertujuan untuk meneliti narasumber sehingga menggunakan pendekatan kuantitatif.

Jenis dan Sumber Data Penelitian

Sumber data terbagi menjadi 2 jenis, yaitu data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada seperti jurnal, penelitian, dsb. Jenis sumber data yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah data primer.

Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan pencatatan langsung dari sumber data dengan menggunakan teknik catat.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hanafi, Muhammad. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa FISIP Universitas Riau. Riau: Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau.

Pertiwi, Sinta Ayu Bhakti, dan Eni Hidayati. 2018. Kecanduan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Pada Remaja di SMA Muhammadiyah 1 Semarang, Candisari, Kota Semarang. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, Cendekia Utama.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Baca juga: Mengenal Secara Lengkap Metode Pengumpulan Data

Proposal Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif memiliki ciri sebagai proposal yang kompleks, dinamis, dan memiliki sudut pandang induktif. Hal ini menjadikan proposal penelitian tersebut masih bersifat sementara dan masih akan berkembang setelah peneliti sudah masuk kedalam objek penelitian atau situasi sosialnya. Berikut ini adalah contoh proposal penelitian kualitatif di bidang sastra.

PROPOSAL PENELITIAN

GAYA BAHASA PADA 5 PUISI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO

Oleh:

Nama               : Sartika Camilia Anata

NIM                : 989796959493

Program Studi : Sastra Indonesia

Jurusan            : Bahasa dan Sastra Indonesia

 

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS TAMBAHPINTER

Oktober, 2019

 

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Manusia hidup dengan bahasa. Bahasa sendiri adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat yang berwujud simbol bunyi dan dihasilkan oleh alat ucap manusia (Keraf, 2008:1). Tanpa adanya bahasa, manusia tidak dapat menyampaikan pemikiran dan maksud yang ingin dituju antara satu sama lain.

Ketika berbahasa, manusia tidak jarang menggunakan cara khas dalam menyampaikan ungkapan atau tuturannya. Cara khas ini kita kenal dengan istilah gaya bahasa. Gaya bahasa dalam bahasa Inggris disebut figure of speech dan dalam bahasa Prancis disebut figure de style. Gaya bahasa berasal dari bahasa Latin stilus, yaitu semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin. Dari kata stilus itu munculah kata style. Style lalu berubah menjadi kemampuan dan keahlian untuk menulis atau mempergunakan kata-kata secara indah (Keraf, 2008:112).

Gaya bahasa terbagi menjadi bermacam-macam jenis tergantung ahli yang mengungkapkannya karena adanya sudut pandang yang berbeda mengenai pembagian jenis gaya bahasa. Menurut Pradopo (2012:93), gaya bahasa digunakan untuk menimbulkan reaksi tertentu, untuk menimbulkan tanggapan pikiran kepada pembaca (Pradopo, 2012:93). Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa merupakan cara seseorang dalam bertutur atau menulis untuk memperoleh reaksi tertentu guna memperkuat ujarannya.

Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah penyair asal Indonesia yang memiliki puisi dengan berbagai gaya bahasa di dalamnya. Ia dilahirkan di Surakarta 20 Maret 1940. Damono mendapat penghargaan Anugerah Buku ASEAN untuk karyanya Hujan Bulan Juli dan Yang Fana Adalah Waktu.

Terkadang penggunaan gaya bahasa dalam puisi membuat pembaca harus menafsirkan makna yang tersirat dari puisi tersebut. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk menganalisis lebih jauh mengenai jenis gaya bahasa dan makna yang terkandung di dalamnya. Peneliti akan menganalisis 5 puisi karya Sapardi Djoko Damono, yaitu Duka-mu Abadi, Hatiku Selembar Daun, Hujan Bulan Juni, Yang Fana Adalah Waktu, dan Pada Suatu Hari Nanti. Gaya bahasa yang digunakan menggunakan teori Gorys Keraf, seorang ahli bahasa ternama Indonesia. Sebelumnya, memang sudah ada penelitian dan skripsi mengenai gaya bahasa, namun yang membuat penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu terletak pada objek dan teori yang digunakan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengajukan judul penelitian “Gaya Bahasa Pada 5 Puisi Karya Sapardi Djoko Damono”.

Rumusan Masalah

Setelah melihat latar belakang yang telah peneliti paparkan, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah:

  1. Apa saja jenis gaya bahasa yang terdapat dalam puisi karya Sapardi Djoko Damono dan bagaimanakah analisisnya?
  2. Apa saja makna yang terkandung dalam puisi karya Sapardi Djoko Damono?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah:

  1. Menemukan dan menganalisis berbagai jenis gaya bahasa yang terdapat dalam puisi karya Sapardi Djoko Damono.
  2. Menemukan makna yang terkandung dalam puisi karya Sapardi Djoko Damono.

 Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Dari segi teoritis, penelitian ini bermanfaat bagi kemajuan keilmuan dan pengetahuan karena akan memperkaya dunia sastra khususnya Sastra Indonesia terutama yang terkait dengan gaya bahasa dalam kaitannya dengan puisi.

Manfaat Praktis

Dari segi praktis, penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan dan acuan calon peneliti yang lain serta bisa menambah referensi pembaca.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORITIS

Tinjauan Pustaka

Acuan penelitian ini melihat jurnal yang membahas kemiripan teori maupun subjek penelitian. Berdasarkan jurnal online fkip unila Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Volume 2, November 2014, Vili Yanthi, Kahfie Nazaruddin, dan Edy Suyanto meneliti tentang Gaya Bahasa Retoris Kiasan Novel Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye. Penelitian ini mendeskripsikan tentang gaya bahasa retoris dan kiasan dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye.

Berdasarkan E-Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHO karya Emy Susilowati meneliti tentang gaya bahasa yang terdapat dalam novel dengan judul Gaya Bahasa Dalam Novel Pesantren Impian Karya Asma Nadia. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan yaitu gaya bahasa perbandingan dan pertentangan serta gaya bahasa perbandingan yang dominan digunakan yaitu gaya bahasa metafora sebanyak tiga puluh empat, gaya bahasa pertentangan yaitu gaya bahasa paradoks sebanyak tiga puluh tujuh data.

Penelitian mengenai gaya bahasa juga pernah dilakukan oleh Lok Raj Regmi dalam Journal of NELTA Surkhet Volume 4, 2014: 76-80 dengan judul Analysis and Use of Figures of Speech. Penelitian ini mengkaji tentang penggunaan gaya bahasa khususnya dalam puisi.

Dengan demikian, penelitian dengan judul Gaya Bahasa Dalam 5 Puisi Karya Sapardi Djoko Damono belum pernah dilakukan sebelumnya.

Landasan Teoritis

Ditinjau dari segi bahasa, gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa yang memungkinkan penilaian pribadi seseorang, watak serta kemampuan seseorang menggunakan bahasa tersebut. Pernyataan itu diperkuat pendapat Keraf (2008: 113) yang mengatakan bahwa style atau gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa).

Keraf dalam bukunya, mengkategorikan gaya bahasa ke dalam berbagai jenis, yaitu metafora,  hiperbola, alegori, dan sebagainya. Jenis-jenis ini yang nantinya akan  ditemukan dalam 5 puisi karya Sapardi Djoko Damono.

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini membahas pendekatan penelitian, jenis dan sumber data penelitian, metode pengumpulan data, metode analisis data serta metode pemaparan hasil analisis data.

Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Arikunto (1998: 193) penelitian kualitatif adalah penelitian deskriptif karena penelitian ini berusaha menggambarkan data dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan menurut kategori untuk memperoleh simpulan. Pendekatan ini digunakan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terkandung dalam lima puisi karya Sapardi Djoko Damono secara apa adanya.

Jenis dan Sumber Data Penelitian

Sumber data terbagi menjadi 2 jenis, yaitu data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada seperti jurnal, penelitian, dsb. Jenis sumber data yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari buku. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul Duka-mu Abadi, Hatiku Selembar Daun, Hujan Bulan Juni, Yang Fana Adalah Waktu, dan Pada Suatu Hari Nanti.

Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak data pada penggunaan gaya bahasa pada puisi karya Sapardi Djoko Damono dengan teknik dasarnya teknik sadap. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan pencatatan langsung dari sumber data dengan menggunakan teknik catat.

Metode dan Teknik Analisis Data

Data yang telah tersedia dianalisis dengan metode padan. Menurut Sudaryanto (1993: 15) metode padan memiliki alat penentu di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa (langue) yang bersangkutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), yaitu teknik yang alat penentunya ialah daya pilah yang bersifat mental yang dimiliki oleh penelitinya (Sudaryanto 1993: 21). Adapun unsur penentunya adalah kata-kata yang merupakan penanda gaya bahasa dalam puisi karya Sapardi Djoko Damono.

Langkah-langkah dalam menganalisis data adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan puisi yang diperoleh dari buku.
  2. Menganalisis dan menentukan gaya bahasa yang terdapat di dalam puisi karya Sapardi Djoko Damono.
  3. Menyimpulkan hasil analisis.

Teknik Pemaparan Hasil Analisis Data

Menurut Sudaryanto (1993: 145), peyajian hasil analisis data dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode formal dan metode informal. Metode penyajian formal adalah perumusan dengan tanda-tanda dan lambang-lambang. Berbeda dengan metode penyajian informal yang merumuskannya dengan kata-kata biasa, walaupun terminologi bersifat teknis. Sehingga hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode informal, rumusan yang tersaji akan terkesankan rinci-terurai dan relatif panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Keraf, Gorys. 2008. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Regmi, Lok Raj. 2014. Analysis and Use of Figures of Speech. Journal of NELTA Surkhet. Vol 4.

Susilowarti, Emy. 2016. Gaya Bahasa Dalam Novel Pesantren Impian Karya Asma Nadia. Jurnal Bastra. 1(2): 1-19. Diunduh pada 12 Agustus 2018 pukul 19.31

Yanthi,Vivi, dkk. 2014. Gaya Bahasa Retoris Kiasan Novel Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye. Lampung: Jurnal online fkip Unila. Vol 2.

Baca juga: Metode Penelitian Kualitatif

Itulah pengertian mengenai proposal penelitian serta tiga contohnya. Hal yang perlu diingat bahwa proposal penelitian tidak perlu ditulis terlalu panjang seperti hasil penelitiannya, tetapi tidak juga hanya ditulis sedikit penjelasannya. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat ya.


Sumber:

Sugiyono. 2013. Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Verent
Verenthttps://gerberarouge.wordpress.com/150-2/
Hobi jalan-jalan dan mencicipi kuliner baru. Ilmu sastranya? Saya sampaikan melalui tulisan. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Pakaian Adat Banten Serta Pembahasannya

Banten sebagai provinsi yang dulunya menjadi bagian dari Jawa Barat memiliki kebudayaan yang pastinya dipengaruhi oleh budaya Jawa Barat atau Sunda. Seperti pada pakaian...

5 Pakaian Adat Kalimantan Tengah Serta Pembahasannya

Tidak banyak yang tahu jika Kalimantan Tengah merupakan provinsi yang masih menyimpan banyak keragaman hayati di Taman Nasional Tanjung Puting. Selain keragaman hayati yang...

Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat Serta Pembahasannya

Nusa Tenggara Barat atau seringkali disingkat menjadi NTB terdiri dari beberapa suku yang mendiami wilayah tersebut. Suku-suku tersebut adalah suku Sasak, suku Bima, dan...

Contoh Cover Makalah

Sebagai siswa atau mahasiswa, mungkin kamu sering mendapatkan tugas untuk membuat makalah, baik secara individu ataupun kelompok. Dan pasti tidak terlepas dari pembuatan cover...

Siklus Batuan Beserta Penjelasannya

Batuan mengalami siklus yang biasa disebut siklus batuan. Batu dikenal sebagai benda yang cukup keras. Ketika kamu menemukan batu di halaman rumah, cobalah untuk...