Home Umum Contoh Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia

Contoh Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia

Apa yang terlintas dalam pikiran kamu saat mendengar kata predikat? Pasti kamu akan menjawab kata kerja. Yap, unsur predikat memang tidak pernah jauh dari kata kerja. Kata kerja dalam suatu kalimat memiliki kedudukan yang penting. Selain itu, kata kerja juga menjadi unsur yang mudah diidentifikasi dalam suatu kalimat.

Mungkin bagi sebagian dari kamu mengidentifikasi kata kerja dalam kalimat merupakan hal yang mudah. Tapi, belum tentu hal tersebut dialami oleh sebagian orang. Oleh karena itu, pembahasan kali ini akan menjelaskan seputar pengertian, ciri, jenis, dan contoh dari kata kerja. Yuk, disimak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Kata Kerja

Pengertian Kata Kerja
Sumber: Wokandapix dari Pixabay

Kata kerja adalah suatu golongan kata yang memiliki makna aktivitas, tindakan, kejadian, atau proses. Kata kerja juga memiliki istilah linguistik, yaitu verba. Adapun fungsi dari kata kerja ini untuk memberikan penjelasan mengenai suatu aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh subjek.

Baca juga: Contoh Konjungsi

Ciri-Ciri Kata Kerja

Menurut Alwi, dkk (2017:95) dalam suatu kalimat kata kerja dapat diidentifikasi dengan mengamati ciri-ciri sebagai berikut.

  • Fitur semantis, yaitu kata tersebut harus memiliki makna yang menyatakan keadaan, proses, atau aktivitas.
  • Perilaku sintaksis, yaitu dalam struktur kalimat kedudukannya sebagai predikat serta dapat diikuti kata benda dan kata sifat.
  • Bentuk morfologis, yaitu dapat diberikan imbuhan meng-, di-, -kan, dan -i.

Jenis-Jenis Kata Kerja Beserta Contohnya

Contoh Kata Kerja
Sumber: Free-Photos dari Pixabay

Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya

Kata kerja yang berdasarkan dengan bentuknya terbagi menjadi dua bagian, yaitu kata kerja dasar dan kata kerja turunan. Berikut penjelasan mengenai kata kerja dasar dan kata kerja turunan.

Kata Kerja Dasar

Kata kerja dasar adalah kata kerja yang dapat mengalami proses pembentukan kata atau istilah linguistiknya, yaitu morfologis. Kata kerja dasar terbagi menjadi dua jenis, yaitu kata kerja dasar bebas dan kata kerja dasar terikat. Kata kerja dasar bebas adalah kata yang sudah memiliki fungsi secara gramatikal tanpa harus ditambahkan dengan imbuhan. Kata kerja dasar terikat adalah kata kerja dasar yang akan memiliki fungsi apabila ditambahkan imbuhan pembentuk kata kerja seperti awalah meng-, ber-, atau ter-, dan akhiran -kan, atau -i. Berikut contoh kata kerja dasar bebas dan kata kerja dasar terikat.

  • Contoh kata kerja dasar bebas:
  1. Bangun
  2. Diam
  3. Duduk
  4. Makan
  5. Minum
  6. Jatuh
  7. Terjun
  8. Pergi
  9. Mandi
  10. Tidur
  • Contoh kata kerja dasar terikat:
  1. Juang – berjuang
  2. Kedip – berkedip
  3. Antuk – mengantuk
  4. Endap – mengendap
  5. Juntai – menjuntai
  6. Edar – edarkan
  7. Kibas – kibaskan
  8. Cucur – cucuri
  9. Sisip – sisipi
  10. Bentur – terbentur

Kata Kerja Turunan

Kata kerja turunan adalah kata kerja yang baru berfungsi apabila sudah mengalami proses pengonversian, pengafiksan, pengulangan, atau pemajemukan. Berikut ini penjelasan mengenai pengonversian, pengafiksan, pengulangan, dan pemajemukan pada bentuk kata kerja turunan.

  • Pengonversian

Pengonversian adalah proses pengalihan kata dari kategori susunan kalimat yang satu ke susunan kalimat lainnya tanpa mengubah bentuknya. Pengalihan kata ini untuk membentuk kata benda dan kata sifat menjadi kata kerja. Berikut contoh kata kerja hasil pengonversian.

  1. Sikat (nomina) – Sikat lantai itu hingga mengkilap!
  2. Gunting (nomina) – Jangan gunting kain itu.
  3. Sapu (nomina) – Tolong sapu halaman rumah!
  4. Hormat (Adjektiva) – Saya hormat kepada guru.
  5. Cinta (Adjektiva) – Aku cinta
  • Pengafiksan

Pengafiksan adalah menambahkan imbuhan, awalan, akhiran, sisipan, atau apitan pada kata dasar. Proses pengafiksan ini akan menghasilkan dua tipe, yaitu pengafiksan derivasional dan pengakfiksan infleksional. Pengafiksan derivasional adalah proses pengafiksan yang dapat menghasilkan kata baru sehingga kata tersebut mengalami pengubahan kelas kata. Namun, tidak semua kata dasar dapat mengalami pengubahan kelas kata. Pengafiksan infleksional adalah proses pengafiksan yang menghasilkan berbagai bentuk kata. Berikut contoh dari kata kerja hasil pengafiksan.

Contoh pengafiksan derivasional:

  1. Layar (nomina) – ber- + layar – berlayar (verba)
  2. Tali (nomina) – tali + -kantalikan (verba)
  3. Panah (nomina) – ter + panah – terpanah (verba)
  4. Hijau (adjektiva) – me(N)- + hijau – menghijau (verba)
  5. Salam (verba) – salam + -ansalaman (verba)

Contoh pengafiksan infleksional:

  1. Restu – restui – merestui
  2. Henti – berhenti – berhentikan – memberhentikan
  3. Laku – berlaku – berlakukan – memberlakukan
  4. Daya – berdaya – berdayakan – memberdayakan
  5. Angkat – berangkat – berangkatkan – memberangkatan
  • Pengulangan

Pengulangan adalah proses mengulang seluruh atau sebagian kata. Pengulangan ini dapat menghasilkan kata baru karena adanya proses pembentukan kata. Selain itu, pengulangan ini juga dapat mengubah makan kata tersebut. Berikut contoh kata kerja hasil dari pengulangan.

  1. Salam – bersalam-salaman
  2. Lari – berlari-larian
  3. Loncat – meloncat-loncat
  4. Terbang – terbang-terbangan
  5. Lempar – melempar-lempar
  • Pemajemukan

Pemajemukan adalah proses menggabungkan dua kelas kata atau lebih. Proses pemajemukan ini terbagi menjadi tiga, yaitu kata kerja majemuk dasar, kata kerja majemuk berafiks, dan kata kerja majemuk berulang. Berikut contoh kata kerja hasil pemajemukan.

Contoh kata kerja majemuk dasar:

  1. Maju (verba) + mundur (verba) – maju mundur
  2. Berani (adjektiva) + mati (verba) – berani mati
  3. Jatuh (verba) + hati (nomina) – jatuh hati

Contoh kata kerja majemuk berafiks:

  1. Sebar luas – me(N)- + sebar + luas + – kan – menyebarluaskan
  2. Beri tahu – me(N)- + beri + (tahu) – memberi tahu
  3. Tutur sapa – ber- + tutur + (sapa) – bertutur sapa

Contoh kata kerja majemuk berulang:

  1. Goyang badan – goyang-goyang badan
  2. Naik ke atas – naik-naik ke atas
  3. Bertiup kencang – bertiup-tiup kencang

Baca juga: Contoh Teks Ulasan

Kata Kerja Berdasarkan Jenisnya

Kata kerja yang berdasarkan dengan jenisnya terbagi menjadi dua, yaitu kata kerja transitif dan kata kerja taktransitif. Selain dua jenis tersebut ada pula kata kerja semitransitif yang keberadaan unsur objeknya tersirat. Perlu kamu ketahui juga bahwa kata kerja jenis ini bergantung pada dua faktor di antaranya: (1) adanya objek dalam kalimat aktif dan (2) fungsi objek pada kalimat aktif dapat berubah menjadi subjek dalam kalimat pasif.

Kata Kerja Transitif

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan unsur objek di dalam kalimat aktif. Unsur objek yang dapat diisi tidak hanya berupa nomina (kata benda) saja, namun dapat pula berupa frasa nominal. Selain itu, unsur objek dalam kalimat juga harus bisa diubah menjadi subjek apabila ditulis dalam bentuk kalimat pasif. Berikut contoh kata kerja transitif.

  1. Membersihkan

Kalimat aktif: Ana sedang membersihkan ruang tamu.

Kalimat pasif: Ruang tamu sedang dibersihkan oleh Ana.

2. Mengadili

Kalimat aktif: Hakim mengadili tersangka kasus korupsi.

Kalimat pasif: Tersangka kasus korupsi itu diadili oleh hakim.

3. Mengerjakan

Kalimat aktif: Rima sedang mengerjakan tugas sekolah.

Kalimat pasif: Tugas sekolah itu sedang dikerjakan

4. Memberi

Kalimat aktif: Tama memberikan hadiah mobil untuk ibu.

Kalimat pasif: Hadiah mobil itu diberikan untuk ibu oleh Tama.

5. Mencuri

Kalimat aktif: Kancil itu mencuri timun milik Pak Bondi.

Kalimat pasif: Timun milik Pak Bondi dicuri oleh Kancil.

Kata Kerja Semitransitif

Kata kerja semitransitif adalah kata kerja yang dapat diikuti maupun tidak diikuti oleh objek. Hal ini disebabkan objek dalam kalimat tersebut telah tersampaikan secara tersirat. Berikut contoh kata kerja semitransitif.

  1. Aku sedang menonton (film/TV)
  2. Jessica suka membaca (buku)
  3. Peter ingin memancing (ikan)

Kata Kerja Taktransitif

Kata kerja taktransitif terbagi menjadi dua jenis, yaitu taktransitif berpelengkap dan taktransitif takberpelengkap. Kata kerja taktransitif berpelengkap adalah kata kerja yang harus diikuti oleh pelengkap. Lalu, kata kerja taktransitif takberpelengkap adalah kata kerja yang tidak bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif. Berikut contoh dari kedua jenis tersebut.

  • Contoh Kata Kerja Taktransitif Berpelengkap:
  1. Ibu sudah mulai memasak.
  2. Pemuda itu ketahuan mencuri.
  3. Celananya berwarna cokelat.
  • Contoh Kata Kerja Taktransitif Takberpelengkap:
  1. Anton sedang bermain.
  2. Ayah sedang pergi.
  3. Buah itu membusuk.

Selain jenis-jenis kata kerja yang telah disebutkan di atas, kini dalam dunia pendidikan terdapat istilah baru, yaitu kata kerja operasional. Sudahkah kamu tau tentang kata kerja operasional ini? Jika belum, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Kata Kerja Operasional

Kata kerja operasional adalah sebuah indikator penilaian yang digunakan oleh para pendidik terhadap peserta didik. Tidak hanya penilaian untuk peserta didik saja, namun juga untuk para guru ataupun pengawas di sekolah. Kata kerja operasional ini sudah berlaku sejak kurikulum 2013. Dalam hal ini penilaian dibagi menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor.

Ranah Kognitif

Ranah kognitif adalah ranah yang menilai mengenai perilaku yang dilihat dari aspek pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Kata kerja operasional ranah kognitif ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan analisis. Berikut contoh kata kerja operasional dalam ranah kognitif.

  1. Pengetahuan (C1)

Mengutip, menjelaskan, mengidentifikasi, membaca, memasangkan, mencatat, mengulang, menamai, menyebutkan, membilang, menyatakan, menyadap, meninjau, memilih, menyatakan, menulis, menelusuri, menghafal.

2. Pemahaman (C2)

Memperkirakan, menjelaskan, mengasosiasikan, membandingkan, merinci, menghitung, mencirikan, menerangkan, menggali, menerangkan, mempolakan, mencontohkan, mengemukakan, mendiskusikan, mengubah, mengkategorikan.

3. Penerapan (C3)

Menentukan, menegaskan, mengurutkan, mengkalkulasi, membangun, menyesuaikan, menentukan, mencegah, menilai, membiasakan, menggunakan, mengonsepkan, mengoperasikan.

4. Analisis (C4)

Menelaah, mengaudit, menominasikan, menguji, menjelajah, menganalisis, memecahkan, merasionalkan, menyimpulkan, mendeteksi.

Ranah Afektif

Ranah afektif adalah ranah yang menilai perilaku dengan melihat aspek perasaan dan emosi. Penilaian ranah ini akan diharapkan terlihat saat dan sesudah peserta didik melakukan kegiatan belajar. Berikut contoh kata kerja operasional dalam ranah afektif.

  1. Menerima (A1)

Mempertanyakan, mengikuti, meminati, menganut, memilih, memberi, dan mematuhi.

2. Menanggapi (A2)

Mengatakan, menolak, membantu, mengajukan, menyambut, mendukung, menyetujui, mendukung, melaporkan, memilah, menampilkan, menyenangi, menjawab.

3. Menilai (A3)

Memperjelas, menkankan, menyumbang, mengimani, mengasumsikan, meyakini, meyakinkan, melengkapi, memperjelas, menggabungkan, menyumbang, mengundang, dan mengusulkan.

4. Mengelola (A4)

Menganut, mengklasifikasikan, mengelola, menegosiasi, memadukan, merembuk, membangun, mengubah, menata, mengkombinasikan, dan mempertahankan.

Ranah Psikomotor

Ranah psikomotor adalah ranah yang menilai perilaku dengan melihat aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, berenang, mengetik, dan mengoperasikan mesin. Berikut kata kerja operasional dalam ranah psikomotor.

  1. Menirukan (P1)

Mengaktifkan, melamar, mengubah, memposisikan, menggabungkan, mengumpulkan, menimbang, membersihkan, menyesuaikan, mengatur, mengonstruksikan.

2. Memanipulasi (P2)

Menoreksi, memilah, merancang, menempatkan, mereparasi, mengisi, memanipulasi, memperbaiki, mengidentifikasikan, melatih, memperbaiki.

3. Pengalamiahan (P3)

Mengalihkan, memindahkan, membungkus, mengemas, mencampur, menarik, mendorong, mengirim, memproduksi, mencampur, memutar, menggantikan.

4. Artikulasi (P4)

Menempel, menimbang, mensketsa, menyetir, memadankan, menjeniskan, menggunakan, melonggarkan, membentuk, mempertajam.

Baca juga: Contoh Teks Prosedur

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, ciri, jenis, dan contoh kata kerja dalam bahasa Indonesia. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang bahasa Indonesia. Selamat belajar.


Sumber:

Alwi, Hasan., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Avatar
Tatiek
Saya lulusan S1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Saya angkatan 2015 dan lulus tahun 2019. Saya sangat tertarik dan menyukai dunia pendidikan dan kepenulisan. Dalam bidang kepenulisan saya telah menulis dalam berbagai tema seperti pendidikan, budaya, kesehatan, hiburan, akuntansi, dan dunia anak. Selain itu, saya juga mahir dalam hal penyuntingan artikel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Gerak Lurus

Gaya merupakan penyebab perubahan pada benda. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan gerak benda, termasuk kelajuannya dan arah kelajuan atau perubahan kecepatan. Namun dalam fisika...

20 Website Jurnal Internasional dan Cara Mencarinya

Membuat suatu tulisan ilmiah, terutama skripsi, tentu memerlukan banyak artikel dari jurnal sebagai tinjauan pustaka. Beberapa dosen pembimbing juga menyarankan untuk mencari jurnal internasional...

Cara Menggunakan Mendeley

Membuat sitasi dan daftar pustaka sering terasa membingungkan dan melelahkan. Apalagi ada banyak sistem yang tersedia untuk mengutip suatu tulisan, misalnya yang menggunakan metode...

Turunan Fungsi Aljabar

Turunan fungsi merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari. Turunan fungsi ini merupakan syarat untuk belajar materi integral. Selain sebagai materi syarat turunan...

Perang Banjar: Penyebab Serta Akhir Perang

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau, dari sabang sampai merauke. Salah satunya yaitu Kalimantan Selatan. Daerah ini terkenal dengan produk pengolahan daerahnya seperti...