Contoh Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia

Apa yang terlintas dalam pikiran kamu saat mendengar kata ‘predikat’? Pasti kamu akan menjawab kata kerja. Yap! Jadi, dapat dikatakan yang termasuk kata kerja adalah predikat.  Bahkan fakta terbaru saat ini, Bahasa Indonesia sudah memiliki lebih dari 1000 kata kerja, lho.

Berdasarkan pengertian tersebut, fungsi kata kerja dalam suatu kalimat adalah sebagai predikat. Selain itu, kata kerja juga menjadi unsur yang mudah diidentifikasi dalam suatu kalimat. Tak heran kedudukan kata kerja ini sangat penting.

Mungkin bagi sebagian dari kamu mengidentifikasi kata kerja dalam kalimat merupakan hal yang mudah. Tapi, belum tentu hal tersebut dialami oleh sebagian orang. Oleh karena itu, pembahasan kali ini akan menjelaskan seputar pengertian, ciri, jenis, dan contoh dari kata kerja. Yuk, disimak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Kata Kerja

Pengertian Kata Kerja
Sumber: Wokandapix dari Pixabay

Kata kerja adalah suatu golongan kata yang memiliki makna aktivitas, tindakan, kejadian, atau proses. Kata kerja juga memiliki istilah linguistik, yaitu verba. Adapun fungsi dari kata kerja ini untuk memberikan penjelasan mengenai suatu aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh subjek.

Baca juga: Contoh Konjungsi

Ciri-Ciri Kata Kerja

Menurut Alwi, dkk (2017:95) dalam suatu kalimat kata kerja dapat diidentifikasi dengan mengamati ciri-ciri sebagai berikut.

  • Fitur semantis, yaitu kata tersebut harus memiliki makna yang menyatakan keadaan, proses, atau aktivitas. Kata kerja contohnya adalah ‘makan’. Dari contoh tersebut menjelaskan aktivitas makan, yaitu memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
  • Perilaku sintaksis, yaitu dalam struktur kalimat kedudukannya sebagai predikat serta dapat diikuti kata benda dan kata sifat. Contohnya kata kerja ‘makan’ akan diikuti dengan kata benda ‘buah’, sehingga menjadi ‘makan buah’.
  • Bentuk morfologis, yaitu dapat diberikan imbuhan meng-, di-, -kan, dan -i. kata kerja contohnya adalah ‘Mengingat’, ‘dimakan’ ‘Menemui’.

Macam-Macam Kata Kerja Beserta Contohnya

Contoh Kata Kerja
Sumber: Free-Photos dari Pixabay

Kamu sudah tau pengertian dan ciri-ciri kata kerja.  Sekarang, terdapat macam-macam kata kerja yang perlu kamu ketahui.

Dalam linguistik, macam-macam kata kerja dikelompokkan menjadi dua, yaitu kata kerja berdasarkan bentuknya dan berdasarkan jenisnya.

Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya

Kata kerja yang berdasarkan dengan bentuknya terbagi menjadi dua bagian, yaitu kata kerja dasar dan kata kerja turunan. Berikut penjelasan mengenai kata kerja dasar dan kata kerja turunan.

Kata Kerja Dasar

Kata kerja dasar adalah kata kerja yang dapat mengalami proses pembentukan kata atau istilah linguistiknya, yaitu morfologis. Kata kerja dasar terbagi menjadi dua jenis, yaitu kata kerja dasar bebas dan kata kerja dasar terikat.

Kata kerja dasar bebas adalah kata yang sudah memiliki fungsi secara gramatikal tanpa harus ditambahkan dengan imbuhan. Sementara kata kerja dasar terikat adalah kata kerja dasar yang akan memiliki fungsi apabila ditambahkan imbuhan pembentuk kata kerja, contohnya seperti awalah meng-, ber-, atau ter-, dan akhiran -kan, atau -i. Berikut contoh kata kerja dasar bebas dan kata kerja dasar terikat.

  • Contoh kata kerja dasar bebas:
  1. Bangun
  2. Diam
  3. Duduk
  4. Makan
  5. Minum
  6. Jatuh
  7. Terjun
  8. Pergi
  9. Mandi
  10. Tidur
  11. Lari
  12. Catat
  13. Pinta
  14. Kerja
  15. Pinjam
  16. Pulang
  17. Maju
  18. Mundur
  19. Tangkap
  20. Turun
  • Contoh kata kerja dasar terikat:
  1. Juang – berjuang
  2. Kedip – berkedip
  3. Antuk – mengantuk
  4. Endap – mengendap
  5. Juntai – menjuntai
  6. Edar – edarkan
  7. Kibas – kibaskan
  8. Cucur – cucuri
  9. Sisip – sisipi
  10. Bentur – terbentur
  11. Lari – berlari
  12. Catat – Catatkan
  13. Pinta – Pintakan
  14. Kerja – mengerjakan
  15. Pinjam – pinjami
  16. Pulang  – pulangkan
  17. Maju  – majukan
  18. Mundur  – mundurkan
  19. Tangkap  – menangkap
  20. Turun  – menurun

Kata Kerja Turunan

Kata kerja turunan adalah kata kerja yang baru berfungsi apabila sudah mengalami proses pengonversian, pengafiksan, pengulangan, atau pemajemukan. Berikut ini penjelasan mengenai pengonversian, pengafiksan, pengulangan, dan pemajemukan pada bentuk kata kerja turunan.

  • Pengonversian

Pengonversian adalah proses pengalihan kata dari kategori susunan kalimat yang satu ke susunan kalimat lainnya tanpa mengubah bentuknya. Pengalihan kata ini untuk membentuk kata benda dan kata sifat menjadi kata kerja. Berikut contoh kata kerja hasil pengonversian.

  1. Sikat (nomina) – Sikat lantai itu hingga mengkilap!
  2. Gunting (nomina) – Jangan gunting kain itu.
  3. Sapu (nomina) – Tolong sapu halaman rumah!
  4. Hormat (Adjektiva) – Saya hormat kepada guru.
  5. Cinta (Adjektiva) – Aku cinta kamu
  6. Cuci (nomina) – Cuci baju yang kotor itu ya!
  7. Tertarik (Adjektiva) – Saya tertarik menjadi Content Writer
  • Pengafiksan

Pengafiksan adalah menambahkan imbuhan, awalan, akhiran, sisipan, atau apitan pada kata dasar. Proses pengafiksan ini akan menghasilkan dua tipe, yaitu pengafiksan derivasional dan pengakfiksan infleksional.

Pengafiksan derivasional adalah proses pengafiksan yang dapat menghasilkan kata baru sehingga kata tersebut mengalami pengubahan kelas kata. Namun, tidak semua kata dasar dapat mengalami pengubahan kelas kata.

Sementara pengafiksan infleksional adalah proses pengafiksan yang menghasilkan berbagai bentuk kata. Berikut contoh dari kata kerja hasil pengafiksan.

Contoh pengafiksan derivasional:

  1. Layar (nomina) – ber- + layar – berlayar (verba)
  2. Tali (nomina) – tali + -kantalikan (verba)
  3. Panah (nomina) – ter + panah – terpanah (verba)
  4. Hijau (adjektiva) – me(N)- + hijau – menghijau (verba)
  5. Salam (verba) – salam + -ansalaman (verba)
  6. Pukul (nomina) – me – + mukul – memukul (verba)
  7. Tambah (nomina) – di – + tambah – ditambah (verba)

Contoh pengafiksan infleksional:

  1. Restu – restui – merestui
  2. Henti – berhenti – berhentikan – memberhentikan
  3. Laku – berlaku – berlakukan – memberlakukan
  4. Daya – berdaya – berdayakan – memberdayakan
  5. Angkat – berangkat – berangkatkan – memberangkatan
  6. Cinta – cintai – mencintai
  7. Beri – memberi – memberikan
  • Pengulangan

Pengulangan adalah proses mengulang seluruh atau sebagian kata. Pengulangan ini dapat menghasilkan kata baru karena adanya proses pembentukan kata. Selain itu, pengulangan ini juga dapat mengubah makan kata tersebut. Berikut contoh kata kerja hasil dari pengulangan.

  1. Salam – bersalam-salaman
  2. Lari – berlari-larian
  3. Loncat – meloncat-loncat
  4. Terbang – terbang-terbangan
  5. Lempar – melempar-lempar
  • Pemajemukan

Pemajemukan adalah proses menggabungkan dua kelas kata atau lebih. Proses pemajemukan ini terbagi menjadi tiga, yaitu kata kerja majemuk dasar, kata kerja majemuk berafiks, dan kata kerja majemuk berulang. Berikut contoh kata kerja hasil pemajemukan.

Contoh kata kerja majemuk dasar:

  1. Maju (verba) + mundur (verba) – maju mundur
  2. Berani (adjektiva) + mati (verba) – berani mati
  3. Jatuh (verba) + hati (nomina) – jatuh hati
  4. Putus (verba) + cinta (adverbia) – putus cinta
  5. Jatuh (verba) + bangun (verba) – jatuh bangun

Contoh kata kerja majemuk berafiks:

  1. Sebar luas – me(N)- + sebar + luas + – kan – menyebarluaskan
  2. Beri tahu – me(N)- + beri + (tahu) – memberi tahu
  3. Tutur sapa – ber- + tutur + (sapa) – bertutur sapa

Contoh kata kerja majemuk berulang:

  1. Goyang badan – goyang-goyang badan
  2. Naik ke atas – naik-naik ke atas
  3. Bertiup kencang – bertiup-tiup kencang

Baca juga: Contoh Teks Ulasan

Kata Kerja Berdasarkan Jenisnya

Kata kerja yang berdasarkan dengan jenisnya terbagi menjadi dua, yaitu kata kerja transitif dan kata kerja taktransitif. Selain dua jenis tersebut ada pula kata kerja semitransitif yang keberadaan unsur objeknya tersirat. Perlu kamu ketahui juga bahwa kata kerja jenis ini bergantung pada dua faktor di antaranya: (1) adanya objek dalam kalimat aktif dan (2) fungsi objek pada kalimat aktif dapat berubah menjadi subjek dalam kalimat pasif.

Kata Kerja Transitif

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan unsur objek di dalam kalimat aktif. Unsur objek yang dapat diisi tidak hanya berupa nomina (kata benda) saja, namun dapat pula berupa frasa nominal. Selain itu, unsur objek dalam kalimat juga harus bisa diubah menjadi subjek apabila ditulis dalam bentuk kalimat pasif. Berikut contoh kata kerja transitif.

  1. Membersihkan

Kalimat aktif: Ana sedang membersihkan ruang tamu.

Kalimat pasif: Ruang tamu sedang dibersihkan oleh Ana.

2. Mengadili

Kalimat aktif: Hakim mengadili tersangka kasus korupsi.

Kalimat pasif: Tersangka kasus korupsi itu diadili oleh hakim.

3. Mengerjakan

Kalimat aktif: Rima sedang mengerjakan tugas sekolah.

Kalimat pasif: Tugas sekolah itu sedang dikerjakan

4. Memberi

Kalimat aktif: Tama memberikan hadiah mobil untuk ibu.

Kalimat pasif: Hadiah mobil itu diberikan untuk ibu oleh Tama.

5. Mencuri

Kalimat aktif: Kancil itu mencuri timun milik Pak Bondi.

Kalimat pasif: Timun milik Pak Bondi dicuri oleh Kancil.

Kata Kerja Semitransitif

Kata kerja semitransitif adalah kata kerja yang dapat diikuti maupun tidak diikuti oleh objek. Hal ini disebabkan objek dalam kalimat tersebut telah tersampaikan secara tersirat. Berikut contoh kata kerja semitransitif.

  1. Aku sedang menonton (film/TV)
  2. Jessica suka membaca (buku)
  3. Peter ingin memancing (ikan)
  4. Ibu sedang mamasak (makanan)
  5. Ayah senang mendengarkan (radio)

Kata Kerja Taktransitif

Kata kerja taktransitif terbagi menjadi dua jenis, yaitu taktransitif berpelengkap dan taktransitif tak berpelengkap. Kata kerja taktransitif berpelengkap adalah kata kerja yang harus diikuti oleh pelengkap. Lalu, kata kerja taktransitif tak berpelengkap adalah kata kerja yang tidak bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif. Berikut contoh dari kedua jenis tersebut.

  • Contoh Kata Kerja Taktransitif Berpelengkap:
  1. Ibu sudah mulai memasak.
  2. Pemuda itu ketahuan mencuri.
  3. Celananya berwarna cokelat.
  4. Lapangan basket sangat licin karena hujan
  5. Ariani rela menurunkan ego demi pacarnya
  • Contoh Kata Kerja Taktransitif Takberpelengkap:
  1. Anton sedang bermain.
  2. Ayah sedang pergi.
  3. Buah itu membusuk.
  4. Daun pohon jati meranggas.
  5. Sabrina berlari di taman.

Selain jenis-jenis kata kerja yang telah disebutkan di atas, kini dalam dunia pendidikan terdapat istilah baru, yaitu kata kerja operasional. Sudahkah kamu tau tentang kata kerja operasional ini? Jika belum, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Kata Kerja Operasional

Kata kerja operasional adalah sebuah indikator penilaian yang digunakan oleh para pendidik terhadap peserta didik. Tidak hanya penilaian untuk peserta didik saja, namun juga untuk para guru ataupun pengawas di sekolah. Kata kerja operasional ini sudah berlaku sejak kurikulum 2013. Dalam hal ini penilaian dibagi menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor.

Ranah Kognitif

Ranah kognitif adalah ranah yang menilai mengenai perilaku yang dilihat dari aspek pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Kata kerja operasional ranah kognitif ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan analisis. Berikut contoh kata kerja operasional dalam ranah kognitif.

  1. Pengetahuan (C1)

Mengutip, menjelaskan, mengidentifikasi, membaca, memasangkan, mencatat, mengulang, menamai, menyebutkan, membilang, menyatakan, menyadap, meninjau, memilih, menyatakan, menulis, menelusuri, menghafal.

2. Pemahaman (C2)

Memperkirakan, menjelaskan, mengasosiasikan, membandingkan, merinci, menghitung, mencirikan, menerangkan, menggali, menerangkan, mempolakan, mencontohkan, mengemukakan, mendiskusikan, mengubah, mengkategorikan.

3. Penerapan (C3)

Menentukan, menegaskan, mengurutkan, mengkalkulasi, membangun, menyesuaikan, menentukan, mencegah, menilai, membiasakan, menggunakan, mengonsepkan, mengoperasikan.

4. Analisis (C4)

Menelaah, mengaudit, menominasikan, menguji, menjelajah, menganalisis, memecahkan, merasionalkan, menyimpulkan, mendeteksi.

Ranah Afektif

Ranah afektif adalah ranah yang menilai perilaku dengan melihat aspek perasaan dan emosi. Penilaian ranah ini akan diharapkan terlihat saat dan sesudah peserta didik melakukan kegiatan belajar. Berikut contoh kata kerja operasional dalam ranah afektif.

  1. Menerima (A1)

Mempertanyakan, mengikuti, meminati, menganut, memilih, memberi, dan mematuhi.

2. Menanggapi (A2)

Mengatakan, menolak, membantu, mengajukan, menyambut, mendukung, menyetujui, mendukung, melaporkan, memilah, menampilkan, menyenangi, menjawab.

3. Menilai (A3)

Memperjelas, menkankan, menyumbang, mengimani, mengasumsikan, meyakini, meyakinkan, melengkapi, memperjelas, menggabungkan, menyumbang, mengundang, dan mengusulkan.

4. Mengelola (A4)

Menganut, mengklasifikasikan, mengelola, menegosiasi, memadukan, merembuk, membangun, mengubah, menata, mengkombinasikan, dan mempertahankan.

Ranah Psikomotor

Ranah psikomotor adalah ranah yang menilai perilaku dengan melihat aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, berenang, mengetik, dan mengoperasikan mesin. Berikut kata kerja operasional dalam ranah psikomotor.

  1. Menirukan (P1)

Mengaktifkan, melamar, mengubah, memposisikan, menggabungkan, mengumpulkan, menimbang, membersihkan, menyesuaikan, mengatur, mengonstruksikan.

2. Memanipulasi (P2)

Menoreksi, memilah, merancang, menempatkan, mereparasi, mengisi, memanipulasi, memperbaiki, mengidentifikasikan, melatih, memperbaiki.

3. Pengalamiahan (P3)

Mengalihkan, memindahkan, membungkus, mengemas, mencampur, menarik, mendorong, mengirim, memproduksi, mencampur, memutar, menggantikan.

4. Artikulasi (P4)

Menempel, menimbang, mensketsa, menyetir, memadankan, menjeniskan, menggunakan, melonggarkan, membentuk, mempertajam.

Baca juga: Contoh Teks Prosedur

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, ciri, jenis, dan contoh kata kerja dalam bahasa Indonesia. Banyak bukan macam-macam kata kerja? Memang contoh di artikel ini tidak mencapai 1000 kata kerja. Tapi, semoga pembahasannya bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang bahasa Indonesia. Selamat belajar.


Sumber:

Alwi, Hasan., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Artikel Terbaru

Avatar

Tatiek

Saya lulusan S1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Saya angkatan 2015 dan lulus tahun 2019. Saya sangat tertarik dan menyukai dunia pendidikan dan kepenulisan. Dalam bidang kepenulisan saya telah menulis dalam berbagai tema seperti pendidikan, budaya, kesehatan, hiburan, akuntansi, dan dunia anak. Selain itu, saya juga mahir dalam hal penyuntingan artikel.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *