Contoh Bioteknologi dalam Kehidupan

Apakah kamu suka minum yoghurt? Tahukah kamu jika yoghurt itu adalah contoh produk dari bioteknologi? Lalu, apakah kamu tahu apa bioteknologi itu?

Di SMP kamu sudah mengenal tentang bioteknologi, kini di SMA kamu akan mempelajari kembali tentang bioteknologi. Mengapa bioteknologi perlu dipelajari? Dan bagaimana dampak bioteknologi bagi kehidupan? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, yuk simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Bioteknologi

bioteknologi
Sumber: Arturs Budkevics dari Pixabay

Bioteknologi berasal dari bahasa latin, yaitu bio (hidup), tehnos (teknologi=penerapan), dan logos (ilmu) yang berarti ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip biologi. Jadi, bioteknologi adalah cara pemanfaatan makhluk hidup atau proses biologis untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang dapat bermanfaat bagi kehidupan.

Baca juga: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Prinsip Dasar Bioteknologi

Dalam perkembangannya, bioteknologi banyak menggunakan prinsip-prinsip dasar, diantaranya sebagai berikut.

Fermentasi

Fermentasi adalah proses dasar untuk mengubah suatu bahan menjadi bahan lain dengan cara sederhana dan dibantu oleh mikroorganisme. Contohnya pembuatan tempe, pembuatan roti, dan yoghurt.

Seleksi dan Persilangan

Proses seleksi dilakukan dengan cara DNA yang ada pada mikroba, tanaman, atau hewan dimanipulasi agar menjadi mikroba, tanaman atau hewan dengan sifat yang lebih baik sehingga apabila disilangkan akan menjadi bibit unggul yang baik untuk masa depan.

Analisis Genetik

Proses ini mempelajari ciri atau sifat dan gen makhluk hidup dari generasi ke generasi untuk mendapatkan sifat atau ciri yang unggul serta interaksi antara gen dan lingkungan agar menghasilkan keturunan yang baik.

Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah suatu teknik untuk memperoleh bibit tanaman yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih cepat. Teknik ini dilakukan dengan cara menumbuhkan sebagian jaringan tumbuhan dalam media tertentu/khusus. Selain itu, perbanyakan tanaman pada teknik kultur jaringan dilakukan secara vegetatif.

Teknik kultur jaringan dilandasi oleh teori totipotensi. Teori ini menjelaskan bahwa setiap sel tumbuhan memiliki kemampuan untuk tumbuh menjadi individu bila ditempatkan pada lingkungan yang sesuai. Dengan demikian, individu-individu yang dihasilkan akan mempunyai sifat yang sama persis dengan induknya.

Rekombinasi DNA

Rekombinasi DNA adalah proses transfer segmen DNA dari satu organisme ke DNA organisme lain. Kedua organisme itu dapat saja tidak memiliki hubungan atau kekerabatan. Contohnya gen manusia yang disisipkan pada bakteri Bacillus thuringiensis sehingga bakteri tersebut dapat memproduksi insulin.

Analisis DNA

Proses ini dapat membuat kopi (salinan) dari DNA. Selain itu, proses analisis DNA ini berfungsi untuk memetakan DNA dan mengetahui dengan pasti DNA dari suatu organisme untuk menentukan genetik keturunannya. Teknik ini biasanya digunakan untuk mendapatkan atau mengenali DNA dari korban-korban kecelakaan yang sulit diidentifikasi olem tim forensik.

Jenis-jenis Bioteknologi

Bioteknologi terdiri dari dua macam, yaitu bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern.

Bioteknologi Konvensional (Tradisional)

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang masih menggunakan alat dan cara yang sederhana. Adapun ciri-ciri bioteknologi konvensional adalah sebagai berikut.

  • Masih menerapkan teknik bioteknologi yang sederhana dan terbatas
  • Masih menggunakan mikroorganisme seadanya
  • Belum sepenuhnya steril (terbebas dari mikroba yang tidak diinginkan)
  • Jumlah produknya relatif sedikit
  • Kualitasnya belum terjamin

Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang sudah menggunakan alat-alat modern dan menghasilkan produk-produk yang modern. Produk bioteknologi modern melibatkan teknik rekayasa genetika, misalnya kloning, bayi tabung, tanaman transgenik (tanaman yang telah disisipi atau memiliki gen asing dari spesies tanaman yang berbeda atau makhluk hidup lainnya).

Dampak Bioteknologi

Bioteknologi sangat berperan dalam kehidupan manusia. Penggunaan bioteknologi dapat menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif bagi kehidupan. Agar lebih mengetahui mengenai dampak bioteknologi, yuk simak penjelasan berikut ini.

Dampak Positif Bioteknologi

Perkembangan bioteknologi dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan, diantaranya sebagai berikut.

  • Dapat mengatasi kekurangan pangan atau bahan makanan karena dapat diproduksi secara cepat dan efisien
  • Dengan ditemukannya protein sel tunggal berarti dapat dihasilkan sumber pangan alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia
  • Dengan adanya teknologi rekayasa genetika dapat menghasilkan pangan yang lebih berkualitas
  • Jika manusia mengalami kesulitan dalam memperoleh keturunan, dapat dilakukan proses bayi tabung

Dampak Negatif Bioteknologi

Selain menguntungkan, bioteknologi juga dapat memberikan dampak negatif bagi kehidupan. Adapun dampak bioteknologi yang dapat merugikan adalah sebagai berikut.

  • Dampak terhadap lingkungan, misalnya limbah pembuatan tempe dan tape. Apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan pencemaran
  • Teknik kultur jaringan dikhawatirkan mengurangi keanekaragaman hayati karena hanya jenis tanaman tertentu saja yang dikembangbiakkan
  • Dalam bidang pertanian, pemupukan dan penggunaan insektisida yang berlebihan dapat membahayakan lingkungan
  • Penerapan teknik radiasi dikhawatirkan menimbulkan dampak radiasi bagi lingkungan

Baca juga: Fungsi Sel Hewan

Contoh Bioteknologi

Banyak sekali contoh bioteknologi yang telah dihasilkan dan dimanfaatkan oleh manusia untuk mensejahterakan hidupnya. Berikut akan dijelaskan beberapa contoh bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

Contoh Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional diaplikasikan kedalam berbagai bidang, yaitu bidang pangan, bidang pertanian, bidang kedokteran dan kesehatan, dan bidang peternakan.

a. Bidang Pangan

Keju
Sumber: Myriam Zilles dari Pixabay

Contoh bioteknologi pada bidang pangan adalah sebagai berikut.

  • Yoghurt

Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.

  • Keju

Keju dibuat dengan bantuan bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus dan Streptococcus.

  • Mentega

Mentega dibuat dengan bantuan mikroorganisme Streptococcus lactis dan Lectonostoceremoris.

  • Kecap

Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam. Fermentasi pada proses pembuatan kecap dibantu oleh jamur Aspergillus wentii dan Rhizopus sp.

Kecap yang kental disebabkan karena banyaknya gula yang ditambahkan, seperti gula merah, gula aren, atau gula kelapa. Sedangkan kecap yang encer disebabkan karena mengandung lebih banyak garam.

  • Tempe

Tempe dibuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus. Jamur ini akan mengubah protein kompleks kacang kedelai menjadi protein sederhana yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahan kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat.

  • Oncom

Oncom dibuat dari ampas kedelai dengan menggunakan jamur Neurospora sitophila. Jamur Neurospora sitophila dapat menghasilkan zat warna merah atau oranye yang merupakan pewarna alami.

  • Tape Ketan

Tape ketan dibuat dari beras ketan dengan menggunakan khamir Saccharomyces cereviceae.

b. Bidang Pertanian

Hidroponik
Sumber: iamareri dari Pixabay
  • Hidroponik (cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah)
  • Tanaman melon yang masak lebih lambat sehingga tetap segar lebih lama, dan stroberi yang lebih manis
  • Biji gandum yang besar dan enak
  • Menghasilkan tanaman kedelai unggul melalui radiasi dan seleksi biji-biji kedelai
  • Tanaman jagung dan kapas setelah gennya dimanipulasi dapat resisten terhadap serangan penyakit tertentu

c. Bidang Kedokteran dan Kesehatan

Vaksin
Sumber: Dimitri Houtteman dari Pixabay
  • Antibiotik yang diisolasi dari bakteri dan jamur digunakan untuk pengobatan
  • Vaksin merupakan mikroorganisme atau bagian mikroorganisme yang toksinnya telah dimatikan, bermanfaat untuk kekebalan

d. Bidang Peternakan

Sapi Jersey
Sumber: Ari Kejonen dari Pixabay
  • Hasil mutasi alami yang menghasilkan domba ankon, yaitu domba berkaki pendek dan bengkok
  • Sapi Jersey yang dapat menghasilkan susu dan kandungan krim yang lebih banyak

Contoh Bioteknologi Modern

Tanaman Transgenik
Sumber: WikiImages dari Pixabay

Sama halnya dengan bioteknologi konvensional, bioteknologi modern juga diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan. Berikut beberapa contoh bioteknologi modern.

a. Bidang Pangan

Contohnya tanaman transgenik dan kentang hasil mutasi genetik.

b. Bidang Pertanian

  • Tanaman yang tahan terhadap hama
  • Tanaman yang produktivitasnya tinggi

c. Bidang Peternakan

Contohnya ternak unggul dari hasil manipulasi genetik.

d. Bidang Kedokteran dan Kesehatan

  • Zat penghambat estrogen (untuk program KB)
  • Menghasilkan hormon pertumbuhan
  • Antibodi monoklonal yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap kanker
  • Interferon, adalah antibiotik yang dimodifikasi dan digunakan untuk membantu mengatasi melanoma (kanker darah) dan membantu menyembuhkan rematik tulang

Baca juga: Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak Sempurna

Pemahaman Akhir

Bioteknologi adalah ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip biologi untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat bagi kehidupan. Bioteknologi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional menggunakan teknik sederhana dengan melibatkan mikroorganisme untuk menghasilkan produk seperti yoghurt, keju, tempe, dan lainnya. Sementara itu, bioteknologi modern menggunakan alat-alat modern dan teknik rekayasa genetika untuk menghasilkan produk seperti tanaman transgenik, vaksin, hormon pertumbuhan, dan lainnya.

Pentingnya mempelajari bioteknologi terletak pada kemampuannya untuk memberikan solusi terhadap berbagai masalah dalam kehidupan manusia, seperti ketahanan pangan, produksi bahan pangan dan pakan yang lebih baik, serta pengobatan penyakit melalui pengembangan vaksin dan obat-obatan. Namun, di sisi lain, bioteknologi juga memiliki dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan akibat limbah produksi dan potensi mengurangi keanekaragaman hayati.

Dalam perkembangannya, bioteknologi telah membawa perubahan besar bagi kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pertanian, peternakan, kedokteran, dan pangan. Penggunaan bioteknologi modern telah meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, serta membantu dalam mengatasi masalah kesehatan dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, mempelajari bioteknologi di SMA penting agar generasi muda dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu ini secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Demikian penjelasan seputar bioteknologi, dampak bioteknologi, beserta contohnya dalam kehidupan. Nah, sekarang kamu sudah paham kan? Semoga kamu bisa lebih bijak dalam membuat maupun menggunakan produk-produk bioteknologi ya? Karena selain memberikan dampak yang positif, bioteknologi juga dapat memberikan dampak yang negatif.


Sumber:

Kistinnah, Idun dan Endang Sri Lestari. (2010). BIOLOGI. Bandung: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Safitri, Ririn. (2016). BIOLOGI. Surakarta: Mediatama.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Efrina

Saya lulusan S1 Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, angkatan 2014. Saya lulus pada tahun 2018. Saya mulai menulis dari tahun 2016. Artikel yang pernah saya tulis diantaranya tentang budaya, tempat wisata di Indonesia, kuliner, hiburan/entertainment, dsb. Saya tertarik untuk menulis dengan tema pendidikan karena saya ingin berbagi ilmu/memberi wawasan khususnya kepada adik-adik yang sedang menimba ilmu di sekolah, agar lebih semangat lagi belajarnya.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *