Home Perkuliahan Tugas Cara Menulis Karya Ilmiah Yang Benar

Cara Menulis Karya Ilmiah Yang Benar

Untuk menulis karya ilmiah yang baik ada beberapa hal yang sangat penting yang harus kamu ketahui agar karya ilmiah kamu dapat dipahami dengan baik oleh pembacanya. Salah satu yang paling penting adalah mengenai format penulisan. Format penulisan akan membantu kamu untuk menulis penelitian kamu secara terstruktur.

Format penulisan karya ilmiah adalah pendahuluan, sumber literatur, metodologi, hasil, diskusi, kesimpulan dan saran, serta referensi. Kemudian ada abstrak yang ditulis sebelum masuk pada bab pertama atau pendahuluan. Mari kita mendalami format penulisan karya ilmiah yang baik ya.

1. Pendahuluan

menulis karya ilmiah yang baik
Sumber foto : www.at-recruitment.co.uk

Pada umumnya bagian pendahuluan terdiri dari beberapa poin penting. Seperti latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Bagian pendahuluan ini berfungsi untuk menjelaskan mengapa peneliti memilih topik tersebut dan masalah apa yang ingin dibahas dalam karya ilmiah tersebut. Sehingga pembaca dapat memahami fokus bahasan masalah dan juga alasan peneliti beserta manfaatnya.

2. Sumber literatur

menulis karya ilmiah yang baik
Sumber foto : www.whenthereshelpthereshope.com

Sumber literatur adalah hal-hal yang membantu kita untuk memperjelas objek penelitian dan juga digunakan pada objek penelitian sebagai alat untuk menafsirkan penelitian. Contoh sumber literatur adalah penelitian-penelitian dan informasi yang memiliki bidang penelitian yang sama dengan yamg akan kita teliti.

Misalnya kamu meneliti bidang manajemen sdm maka kamu bisa melihat penelitian terdahulu berkaitan manajemen sdm maupun buku-buku yang berkaitan dengan teori manajemen sdm untuk dapat membantu kamu.

Baca juga: Yuk Ketahui Prinsip Dasar Observasi

Sumber literatur terbagi 3 bagian, kerangka teori, literatur tematik dan kerangka konsep. Kerangka teori adalah teori yang sudah ada untuk dipakai, literatur tematik adalah penelitian dengan tema serupa dengan menggunakan teori yang sama, kerangka konsep adalah untuk menjelaskan istilah-istilah penting yang akan digunakan pada penelitian.

3. Metodologi

menulis karya ilmiah yang baik
Sumber foto : depositphotos.com

Setelah Pendahuluan (BAB I) ada sumber literatur (BAB II) selanjutnya adalah metodologi (BAB III).  Dalam bab Metodologi memiliki perbedaan yang signifikan pada karya tulis ilmiah kuantitatif dan kualitatif. Kamu dapat memilih metodologi sesuai jenis penelitian kamu ya. Berikut ini format metodologi penelitan kuantitatif:

  • Desain penelitian: desain penelitain merupakan bagian peneliti menjelaskan paradigma yang digunakan, mengapa paradigma tersebut mampu mengupas topik yang diajukan. Misalnya Correlational Research.
  • Populasi dan sampel: untuk peneliti diminta untuk menjelaskan sasaran kelompok yang akan menjadi responden dalam penelitian dan alasannya. Contoh dari populasi adalah populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Sumatera Utara. Kemudian sampelnya adalah sebagian dari populasi penelitian tesebut.
  • Prosedur pengumpulan data: biasanya disebut teknik sampling. Teknik sampling adalah cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data. Salahsatu contohnya dalam penelitian kuantitatif adalah random sampling.
  • Prosedur analisis data: Peneliti akan menjelaskan jenis analisis pengolahan data seperti apa yang dipakai dan misalnya peneliti ingin melihat pengaruh maka peneliti menyebutkan analisis regresinya.
  • Operasionalisasi konsep (pengukuran): operasionalisasi konsep adalah upaya untuk menspesifikasi konsep untuk dapat diukur. Hal ini disebut juga skala pengukuran yang biasanya menggunakan skala pengukuran interval.
  • Validitas dan reliabitas: menjelaskan mengenai metode validitas dan realibilitas yang akan dipakai peneliti.

Kemudian untuk penelitian kualitatif memiliki penulisan metodologi yang jauh berbeda dengan penelitian kuantitatif. Bedanya adalah posisi peneliti, kriteria informan dan daftar pertanyaan. Misalnya penelitian kualitatif banyak menggunakan jenis pertanyaan yang terbuka. Selain perbedaan ada juga kesamaanya adalah penjelasan mengenai paradigma dan validitas dan realibilitas.

  • Analisa data: dalam analisa data ini kamu melakukan analisa data berdasarkan data yang kamu temukan dilapangan berdasarkan teori yang kamu pilih untuk menjelaskan data yang kamu dapatkan dilapangan maupun literatur lainnya.
  • Interpretasi data: peneliti diharuskan untuk memberikan analisis mendalam terhadap hasil penelitian. Dimana peneliti menyertakan faktor terkait konsep dan teori ke dalam analisisnya. Bedanya dengan analisa data adalah analisa data hanya menganalisa data temuan sedangkan interpretasi data sudah dianalisis dengan teori.
  • Kesimpulan dan saran: Bagian akhir ini adalah bagian penutup yang berisikan tentang hasil temuan atau jawaban dari rumusan masalah penelitian.

Baca juga: Pertanyaan Kuesioner Penelitian

Jadi Kamu sudah tahu sekarang kalau penulisan karya ilmiah kuantitatif dan kualitatif yang baik dapat dilihat dari penulisan yang terstruktur dan pertanyaan penelitian yang jelas sehingga dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian yang kamu lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Instrument Penelitian Kualitatif    

Melakukan peneliatian tidak akan berjalan tanpa adanya alat perlengkapan atau yang biasa kita sebut sebagai instrument penelitian. Pada penelitian kualitatif penerapan dan pelaksanaannya hampir...

Jenis Negosiasi, Tahapan Serta Pengertiannya

Negosiasi merupakan suatu proses yang lumrah dilakukan oleh pihak tertentu. Umumnya, negosiasi dilakukan oleh mereka untuk mencapai sebuah kesepakatan bersama. Negosiasi yang dilakukan secara...

Pengertian Buku Besar dan Contohnya

Akuntansi memegang peranan yang sangat penting dalam dunia bisnis dan usaha. Karena dari sinilah berbagai dasar kebijakan dibuat. Dalam akuntansi, buku besar adalah ikhtisar...

Cara Menggesek Senar Biola dengan Benar

Menggesek biola sekilas terlihat mudah, tetapi sebenarnya menggesek biola tidak boleh sembarangan. Perlu teknik yang harus dipelajari agar suara yang dihasilkan menjadi enak didengar. Posisi...